Kue Soes Jumbo yang Bikin Hati Kangen Dayeuhkolot

3 menit baca
Athhar Jundi Pratama Attaqa
Ditulis oleh Athhar Jundi Pratama Attaqa diterbitkan
Para mahasiswa mengantri panjang bergantian untuk membeli kue soes jumbo di booth Tellamissu, pada 11 November 2025 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Para mahasiswa mengantri panjang bergantian untuk membeli kue soes jumbo di booth Tellamissu, pada 11 November 2025 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)

Aroma manis susu dan vanilla tercium di antara riuh mahasiswa yang memenuhi koridor kantin Gedung Kuliah Umum Telkom University. Antrean pun mengular rapi di depan booth kecil bercahaya lembut bertuliskan “Tellamissu” di Desa Bojongsoang, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Selasa (11/11/2025).

Tellamissu hadir sebagai salah satu ikon baru kuliner kampus yang ramai diperbincangkan mahasiswa Telkom University. Berdiri sejak April 2024, usaha ini menarik perhatian dengan konsep sederhana namun berbeda: kue soes berukuran jumbo dengan rasa lembut dan manis yang khas.

Harga yang bersahabat dengan kantong mahasiswa membuatnya cepat digemari, sementara strategi promosi digital mempercepat penyebaran popularitasnya. Usaha ini berada di bawah naungan PT Graha Yasa Selaras (GYS) dan mulai dikenal luas setelah membuka lapak di area Gedung Kuliah Umum Telkom University.

Dicky Riyaldi, selaku tim Marketing Communication Tellamisu, mengatakan bahwa nama “Tellamissu” sendiri merupakan permainan kata dari “Telkom I Miss You”, yang mencerminkan kedekatan merek ini dengan kehidupan mahasiswa kampus merah tersebut.

“Kita ingin nama yang lucu, mudah diingat, dan tetap nyambung sama Telkom,” ujarnya.

Setiap harinya, antrean pembeli menjadi pemandangan rutin di depan booth mereka. Untuk menjaga ketertiban, sistem pemesanan diberlakukan melalui Instagram, WhatsApp, dan TikTok, agar semua orang dapat merasakan kue soes ini sekaligus memperkuat kehadiran digital brand ini.

Melalui unggahan video singkat dan dokumentasi proses pembuatan kue, Tellamissu membangun kedekatan emosional dengan pelanggan dan menumbuhkan rasa percaya terhadap kualitas produk.

Seiring meningkatnya permintaan, Tellamissu kini menghadirkan beragam varian rasa seperti matcha dan tiramisu yang langsung menjadi favorit baru. Inovasi ini membuat produk mereka tidak sekadar viral, tetapi juga bertahan di tengah tren jajanan yang cepat berganti di lingkungan mahasiswa.

Di saat mahasiswa mengantre, tim Tellamissu memiliki cara unik agar pelanggan tidak merasa jenuh menunggu. Tim mereka biasanya menghampiri pembeli di barisan paling belakang, bahkan yang belum kebagian membeli, untuk diajak membuat konten bersama.

“Dengan begitu, mereka tidak merasa kecewa dan akan kami prioritaskan untuk pembelian di keesokan harinya,” ujar Dicky.

Inisiatif kecil ini membuat suasana antre semakin menyenangkan, bahkan sering kali menghasilkan konten spontan yang menarik perhatian di media sosial. Strategi tersebut tidak hanya menjaga hubungan baik dengan pelanggan, tetapi juga menambah eksposur alami bagi brand mereka.

Kue soes jumbo milik Tellamissu yang baru keluar dari oven dan siap disajikan, pada 11 November 2025 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Kue soes jumbo milik Tellamissu yang baru keluar dari oven dan siap disajikan, pada 11 November 2025 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)

Proses produksi dilakukan setiap sore untuk stok penjualan keesokan harinya. Setiap kue dibuat dengan takaran bahan yang sama agar kualitas dan rasa tetap terjaga. Penjualan biasanya berlangsung pada tiga waktu utama, yakni pukul 10.00, 14.00, dan 16.00 WIB, menyesuaikan dengan jadwal aktivitas mahasiswa di kampus.

Meski ramai dan viral, Tellamissu berusaha menjaga konsistensi rasa serta pelayanan.

“Kalau rasa dan bentuknya berubah, pelanggan pasti kecewa. Jadi kita pertahankan standar yang sama,” ujar Dicky.

Kini, Tellamissu tengah menyiapkan langkah ekspansi dengan membuka cabang baru di luar kawasan kampus. Rencana ini bukan hanya bentuk pertumbuhan bisnis, tetapi juga semangat untuk menginspirasi pelaku UMKM lain agar berani berinovasi dan memanfaatkan potensi digital marketing.

Dengan kreativitas dan ketekunan, Tellamissu berhasil mengubah jajanan sederhana menjadi ikon kuliner kampus. Dari permainan kata “Telkom I Miss You”, kini Tellamissu menjadi simbol semangat muda Bandung yang kreatif, adaptif, dan terus berkembang di era digital. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 23 Okt 2026, 20:14

Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng.

Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 19:17

Sosok Didi Petet sebagai Potret Bandung dalam Film Preman Pensiun

Didi Petet sudah meninggal beberapa tahun lalu, tapi sosoknya dalam film Preman Pensiun masih membekas, dan menjadi ingatan waktu yang tercermin dalam potret kehidupan sehari-hari di Bandung.

Ilustrasi Didi Petet. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 18:31

Lebih Berani di Rumah daripada di Jenewa: Posisi Indonesia dalam Perundingan Plastik

Menurut KLH/BPLH, 202), porsi plastik dalam sampah nasional naik dari 11% pada 2010 menjadi hampir 20% pada 2024 dan dapat mencapai 50% pada 2050 tanpa intervensi seriu.

Warga memungut sampah botol dan gelas plastik di bawah jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 30 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:59

Kampus Bukan Tempat Pamer Knalpot: Saatnya Menjaga Kenyamanan Akademik di UIN Bandung Kampus I Cipadung

Knalpot bising di Kampus I UIN Bandung, Cipadung, mengganggu kenyamanan akademik. Saatnya bersama menjaga ketertiban kampus.

Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:26

CCTV Merekam, tetapi Belum Tentu Mencegah: Keamanan Lingkungan Mahasiswa Perlu Tanggung Jawab Bersama

CCTV dapat membantu merekam kejadian, menyusun kronologi, dan memberikan petunjuk untuk mengidentifikasi orang yang diduga terlibat.

Ilustrasi CCTV. (Sumber: Pexels | Foto: Bezalens JGP)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 15:32

Kisah 101 FM : Ketika Radio Bandung Masih Siaran di Gelombang AM/MW

Dari kawasan Jalan Rajamantri Kulon, Bandung, stasiun radio ini mengudara melalui jalur FM (Frequency Modulation).

Radio 101 FM Bandung, salah satu pelopor siaran radio di jalur FM di Kota Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 14:41

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon

Taman Wisata Goa Sunyaragi adalah salah satu wisata bersejarah di Kota Cirebon yang menyimpan banyak cerita menarik.

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 13:00

BRT Bandung Dibangun untuk Mengurai Kemacetan, Mengapa Masyarakat Justru Menanggung Dampaknya?

Pembangunan Bus Rapid Transit Bandung Raya diharapkan mengurangi kemacetan. Namun, dampak proyek halte menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kenyamanan masyarakat.

Halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Cicadas termasuk tipe B dimana halte berada di antara jalan satu arah dengan 4 lajur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 12:41

Mewujudkan Bandung Kota Jamu, Merawat Warisan Inggit Garnasih

Salah satu contoh inovasi Jamu kekinian di Bandung adalah Paduan Rempah, usaha minuman herbal yang dirintis Ahmad Hikmat Rahayu bersama istrinya

Acaraki Jamu tak sekadar menjual minuman herbal, tetapi menyuguhkan pengalaman gaya hidup yang berakar pada warisan budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 11:27

Demam Aplikasi Pemda: Solusi Pelayanan Publik atau Cuma Proyek 'Sampah Digital'?

Membahas masalah aplikasi pemerintah yang belum efektif serta pentingnya digitalisasi pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan, keamanan, dan kebutuhan masyarakat.

Foto seseorang menggunakan ponsel. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 10:17

Menengok Terminal Ledeng, Menengok Diri Sendiri

Terminal Ledeng mengingatkan saya bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan di tempat yang sama, bahkan ketika melewati jalan yang benar-benar sama.

Terminal Ledeng, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)