Kue Soes Jumbo yang Bikin Hati Kangen Dayeuhkolot

Athhar Jundi Pratama Attaqa
Ditulis oleh Athhar Jundi Pratama Attaqa diterbitkan Rabu 26 Nov 2025, 18:47 WIB
Para mahasiswa mengantri panjang bergantian untuk membeli kue soes jumbo di booth Tellamissu, pada 11 November 2025 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)

Para mahasiswa mengantri panjang bergantian untuk membeli kue soes jumbo di booth Tellamissu, pada 11 November 2025 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)

Aroma manis susu dan vanilla tercium di antara riuh mahasiswa yang memenuhi koridor kantin Gedung Kuliah Umum Telkom University. Antrean pun mengular rapi di depan booth kecil bercahaya lembut bertuliskan “Tellamissu” di Desa Bojongsoang, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Selasa (11/11/2025).

Tellamissu hadir sebagai salah satu ikon baru kuliner kampus yang ramai diperbincangkan mahasiswa Telkom University. Berdiri sejak April 2024, usaha ini menarik perhatian dengan konsep sederhana namun berbeda: kue soes berukuran jumbo dengan rasa lembut dan manis yang khas.

Harga yang bersahabat dengan kantong mahasiswa membuatnya cepat digemari, sementara strategi promosi digital mempercepat penyebaran popularitasnya. Usaha ini berada di bawah naungan PT Graha Yasa Selaras (GYS) dan mulai dikenal luas setelah membuka lapak di area Gedung Kuliah Umum Telkom University.

Dicky Riyaldi, selaku tim Marketing Communication Tellamisu, mengatakan bahwa nama “Tellamissu” sendiri merupakan permainan kata dari “Telkom I Miss You”, yang mencerminkan kedekatan merek ini dengan kehidupan mahasiswa kampus merah tersebut.

“Kita ingin nama yang lucu, mudah diingat, dan tetap nyambung sama Telkom,” ujarnya.

Setiap harinya, antrean pembeli menjadi pemandangan rutin di depan booth mereka. Untuk menjaga ketertiban, sistem pemesanan diberlakukan melalui Instagram, WhatsApp, dan TikTok, agar semua orang dapat merasakan kue soes ini sekaligus memperkuat kehadiran digital brand ini.

Melalui unggahan video singkat dan dokumentasi proses pembuatan kue, Tellamissu membangun kedekatan emosional dengan pelanggan dan menumbuhkan rasa percaya terhadap kualitas produk.

Seiring meningkatnya permintaan, Tellamissu kini menghadirkan beragam varian rasa seperti matcha dan tiramisu yang langsung menjadi favorit baru. Inovasi ini membuat produk mereka tidak sekadar viral, tetapi juga bertahan di tengah tren jajanan yang cepat berganti di lingkungan mahasiswa.

Di saat mahasiswa mengantre, tim Tellamissu memiliki cara unik agar pelanggan tidak merasa jenuh menunggu. Tim mereka biasanya menghampiri pembeli di barisan paling belakang, bahkan yang belum kebagian membeli, untuk diajak membuat konten bersama.

“Dengan begitu, mereka tidak merasa kecewa dan akan kami prioritaskan untuk pembelian di keesokan harinya,” ujar Dicky.

Inisiatif kecil ini membuat suasana antre semakin menyenangkan, bahkan sering kali menghasilkan konten spontan yang menarik perhatian di media sosial. Strategi tersebut tidak hanya menjaga hubungan baik dengan pelanggan, tetapi juga menambah eksposur alami bagi brand mereka.

Kue soes jumbo milik Tellamissu yang baru keluar dari oven dan siap disajikan, pada 11 November 2025 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Kue soes jumbo milik Tellamissu yang baru keluar dari oven dan siap disajikan, pada 11 November 2025 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa)

Proses produksi dilakukan setiap sore untuk stok penjualan keesokan harinya. Setiap kue dibuat dengan takaran bahan yang sama agar kualitas dan rasa tetap terjaga. Penjualan biasanya berlangsung pada tiga waktu utama, yakni pukul 10.00, 14.00, dan 16.00 WIB, menyesuaikan dengan jadwal aktivitas mahasiswa di kampus.

Meski ramai dan viral, Tellamissu berusaha menjaga konsistensi rasa serta pelayanan.

“Kalau rasa dan bentuknya berubah, pelanggan pasti kecewa. Jadi kita pertahankan standar yang sama,” ujar Dicky.

Kini, Tellamissu tengah menyiapkan langkah ekspansi dengan membuka cabang baru di luar kawasan kampus. Rencana ini bukan hanya bentuk pertumbuhan bisnis, tetapi juga semangat untuk menginspirasi pelaku UMKM lain agar berani berinovasi dan memanfaatkan potensi digital marketing.

Dengan kreativitas dan ketekunan, Tellamissu berhasil mengubah jajanan sederhana menjadi ikon kuliner kampus. Dari permainan kata “Telkom I Miss You”, kini Tellamissu menjadi simbol semangat muda Bandung yang kreatif, adaptif, dan terus berkembang di era digital. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Athhar Jundi Pratama Attaqa
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University 2024
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Des 2025, 14:47 WIB

Orang Sunda 'Jago'-nya Ciptakan Akronim Nama Makanan yang Lucu dan Gampang Diingat

Semua akronim itu dibuat para penciptanya untuk memudahkan mengingat, selain juga ada unsur heureuy sesuai karakter urang Sunda.
Cimol. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: AWG97)
Beranda 05 Des 2025, 12:58 WIB

Banjir Bandang Cililin Bukan Lagi Bencana Tahunan, Tapi Alarm Kerusakan Hulu Bandung Barat

Air bah menyapu sedikitnya 5 hektare lahan pertanian, puluhan ton ternak ikan, serta merendam sentra wisata kuliner yang menjadi penggerak ekonomi warga.
Seorang pekerja sedang membersihkan wisata kuliner Lembah Curugan Gunung Putri yang diterjang banjir bandang, pada Kamis 4 Desember 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 12:54 WIB

Pedagang Kaki Lima dan Parkir Liar Hantui Mobilitas Kota Bandung

Kemacetan Kota Bandung diperparah akibat PKL dan parkir liar yang memakan badan jalan.
Aktivitas pedagang kaki lima mengurangi ruang kendaraan di ruas Jalan Moch. Toha, Kota Bandung, Selasa (2/12/25). (Sumber: Nathania)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 11:54 WIB

Dibangun untuk Olahraga, Taman Fitnes Tak Terawat malah Dipakai Nongkrong

Fasilitas yang berkarat dan kondisi taman yang tak terjaga membuat Taman Fitnes Jl. Teuku Umar tak optimal digunakan.
Tampak depan taman fitnes, dengan suasana sendu disore hari. (02/12/2025) (Sumber: Penulis | Foto: Syafitriani Rahmawati)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 10:46 WIB

Perpaduan Cita Rasa Yoghurt dan Ice Cream Tianlala

Perpaduan yogurt segar dan ice cream lembut di Tianlala menawarkan rasa unik yang sulit dilupakan. Suasananya nyaman, harganya ramah, membuat pengalaman mencicipinya semakin menyenangkan.
Tianlala seperti oase kecil yang bisa membangkitkan mood siapa saja yang lewat. (Sumber: Dok. Penulis).
Ayo Netizen 05 Des 2025, 09:38 WIB

Polemik Beton di Atas Awan, Infrastruktur Ikonik Bandung ‘Warisan RK’

Kritik kepada wali kota bandung atas aksi lempar melempar tanggung jawab terkait Teras Cihampelas.
Tulisan “Teras Cihampelas” yang dulu ramai, sekarang terlihat sunyi dan sepi 
(1/12/2025) (Sumber: Calya Pratista) (Sumber: Calya Pratista | Foto: Calya Pratista)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 08:45 WIB

Pisang Ijo Hadir dengan Inovasi Baru di Bojongsoang

Gerai Pisang Ijo di Bojongsoang menawarkan inovasi dengan es krim fla, dan keju.
Gerai Pisang Ijo menghadirkan cita rasa baru jajanan tradisional melalui perpaduan fla manis, keju, dan es krim yang berlokasi di Jalan Raya Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Sabtu (01/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ruth Sestovia Purba)
Beranda 05 Des 2025, 07:38 WIB

Sinyal Krisis Ekologis Mengintai Jawa Barat

Iwang mendesak agar pemerintah memperketat aktivitas di kawasan hutan dan memperkuat penegakan hukum sebelum kondisi berubah menjadi krisis ekologis yang lebih parah.
Air Sungai Cibitung di Kabupaten Bandung Barat meluap akibat tak mampu lagi menahan debit besar akibat hujan deras. (Sumber: sekitarbandung.com)
Beranda 04 Des 2025, 21:52 WIB

Ratusan Hektare Kebun Teh Malabar Hilang: Benarkah Karena HGU Habis dan Lemahnya Pengawasan?

Secara keseluruhan, dalam satu tahun terakhir, sekitar 150 hektare kebun teh telah hilang akibat penyerobotan dan pembabatan liar.
Ilustrasi kebun teh. (Foto: Rashid/Unsplash)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 20:11 WIB

Polisi Tidur Besar dan Tinggi di Batununggal Seakan Tak Ada Habisnya

Polisi tidur di Batununggal yang terlalu besar dan banyak membuat warga terganggu dan membahayakan pengendara.
Salah satu polisi tidur yang ada di jalan tersebut membuat warga resah. Batununggal, Kota Bandung, Selasa 2 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Alyssa Aura Jacinta)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 18:41 WIB

Parkir liar di Jalan Riau Kota Bandung Rugikan Hak Pengguna Sepeda dan Pejalan Kaki

Jalan Riau Kota Bandung menjadi saksinya saat trotoar dan jalur pesepeda kehilangan haknya.
Kendaraan parkir sembarangan menutup jalur sepeda dan trotoar di Jalan Riau, Kota Bandung, sehingga mengganggu pengguna trotoar dan jalur sepeda.Jln.Riau, Kota Bandung, Jumat, 28 November 2025 (Sumber: Nazira Takiya | Foto: Nazira Tazkiya)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 18:19 WIB

Talenta Pelajar Bandung dan Urgensi Alat Peraga Pendidikan

Talenta pelajar di Bandung banyak yang sulit berkembang karena kondisi sekolah kekurangan alat peraga pendidikan dan fasilitas laboratorium sekolah.
Alat peraga pendidikan di Pudak Training Center Gedebage Bandung (Sumber: Dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 17:53 WIB

Tari Merak dan Dinamika Gen Z, Menari Sambil Mengejar Karier

Usia transisi antara remaja dan dewasa umumnya menjadi masa seseorang membangun karier.
Rani Nurhayani memperagakan keindahan kostum Tari Merak pada Jumat (31/10/2025) di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Nadia Khaerunnisa)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 17:45 WIB

Minimnya Penerangan di Sebagian Jalan Soekarno-Hatta Bandung pada Malam Hari

Kurangnya penerangan jalan pada beberapa titik Jalan Soekarno-Hatta Bandung menjadi keluhan warga dan pengguna jalan.
Salah satu ruas jalan Soekarno Hatta Bandung ketika malam hari yang minim dengan  penerangan, Minggu, 30 November 2025, Jalan Soekarno Hatta Bandung. (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Sela Rika)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 16:46 WIB

Tahura Gunung Kunci Wisata Alam Bersejarah di Sumedang

Tahura Gunung Kunci di Sumedang bukan hanya tempat wisata alam yang asri, tapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya penting.
Ruang bunker pertahanan Belanda yang mempunyai 17 ruangan di dalamnya, yang terletak di Desa Citamiyang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Kamis ( 6/11/2025 ). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Aulira)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 16:35 WIB

Y2K Fever di Bandung: Gaya Lama yang Menjadi Simbol Diri Generasi Z

Gaya Y2K kini kembali menjadi tren lifestyle di kalangan Gen-Z.
Beberapa anak muda sedang berbelanja pakaian bergaya Y2K di toko Disclosure, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, pada Selasa (4/11/2025) (Sumber: Adventia)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 15:21 WIB

Bukan Sekadar Ngopi, Coffee Matter Jadi Tempat Nongkrong Plus Event Komunitas di Bandung

Lagi cari spot ngopi yang santai tapi tetep aesthetic? Coffee Matter bisa jadi jawabannya.
Sajian Coffee Matter. (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Najla Fayrus)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 15:06 WIB

Antara Popularitas dan Progres: Sepuluh Bulan Pemerintahan Farhan–Erwin

Refleksi 10 bulan pemerintahan Farhan-Erwin.
Walikota dan Wakil Walikota Bandung, M. Farhan dan Erwin. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Jelajah 04 Des 2025, 13:04 WIB

Jejak Lutung Kasarung, Film Indonesia Perdana Diputar di Bandung Tahun 1926

Sejarah pemutaran film Loetoeng Kasaroeng pada 1926 di Bandung, produksi pribumi pertama yang memadukan legenda Sunda, dukungan bangsawan Bandung, serta upaya teknis awal industri film Hindia Belanda.
Para pemain film Loetoeng Kasaroeng. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 12:52 WIB

Evaluasi Program Bandung Smart City: Inovasi Digital Berjalan, Penerapan Masih Tertinggal

Program Bandung Smart City dinilai belum optimal karena aplikasi error, layanan tidak terintegrasi, data lambat diperbarui, dan sosialisasi minim.
Tampilan beranda program layanan Bandung Smart City (Sumber: Website resmi Bandung Smart City | Foto: Screenshot Indah Sari Pertiwi)