Setiap sore, aroma ketan hangat yang menyeruak pasti langsung menarik perhatian siapa pun. Di pinggir Jalan Terusan Buah Batu, Desa Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, tepat di depan Gate 3 Universitas Telkom, berdiri tegak gerobak kuning sederhana bertuliskan Ketan Susu Bahagia.
Ketan Susu Bahagia biasa menjadi pilihan bagi mahasiswa dan warga sekitar yang ingin menikmati jajanan ketan manis yang unik. Tekstur ketan yang lembut dipadukan dengan berbagai pilihan toping membuat banyak pelanggan selalu ingin kembali untuk mencoba rasa berbeda.
Karyawan Ketan Susu Bahagia, Rizky Firdaus Ramadhan, mengungkapkan bahwa kualitas bahan adalah hal yang paling dijaga.
“Salah satunya, kita menggunakan ketan dengan kualitas terbaik tanpa campuran apapun, jadi 100% murni ketan,” ujarnya.
Menurut dia, ketan dipilih karena punya keunikan tersendiri. “Ketan itu bisa dikasih toping apa saja, rasanya tetap enak dan cocok buat semua kalangan,” katanya sambil tersenyum.
Nama “Ketan Susu Bahagia” sendiri juga punya cerita. Selain terdengar ceria, nama itu jadi bagian dari strategi branding supaya mudah diingat dan bikin orang penasaran.
“Lebih ke personal branding aja sih, biar orang gampang ingat dan pengen coba,” tambahnya.
Dari banyaknya menu, ada tiga rasa yang menjadi favorit para pembeli yaitu ketan susu kuah mangga, ketan susu buah durian, dan ketan susu kuah keju. Kombinasi ketan hangat, susu, dan topping buah segar jadi alasan banyak pelanggan balik lagi ke sini.

Usaha Ketan Susu Bahagia sudah berjalan hampir dua tahun dengan cabang pertamanya yang ada di kawasan Dipatiukur, dekat Universitas Padjadjaran.
Ide untuk membuka usaha ini sendiri datang langsung dari si pemilik yang ingin memperkenalkan jajanan tradisional tapi dengan sentuhan modern.
Hingga saat ini, Ketan Susu Bahagia sudah punya tiga cabang yang tersebar di Universitas Telkom, Universitas Indonesia, dan Universitas Padjadjaran. Rizky berharap, kedepannya usaha ini bisa terus berkembang.
“Semoga cabangnya makin banyak, biar lebih banyak orang bisa ngerasain ketan susu bahagia,” tutupnya. (*)
