Di balik wangi lembut yang tercium dari tiap semprotan, tersimpan kisah 3 anak muda yang merintis usaha parfume bernama DouLa Fragranza.
Brand ini mulai dikenal dengan wanginya yang tahan lama, aromanya yang khas, dan kemasannya yang mudah dibawa kemana saja. Dengan harga yang terjangkau, yakni kisaran Rp85.000-Rp120.00. DouLa menjadi teman wangi yang bisa menemani aktivitas siapa pun dan dimanapun.
Juli 2024, Pagi ini menjadi awal baru bagi Eqi, anak muda yang memutuskan untuk serius menekuni dunia parfume. Bersama dengan 1 orang kakak dan temannya, Ikhwan dan Abin, ia membangun brand parfum DouLa yang kini berbasis di Kawasan Bumi Menteng Asri, Bogor.
Muhammad Baehaqi, Mahasiswa Universitas Telkom dan juga selaku pemilik DouLa, mengaku bahwa semuanya berawal dari ketertarikannya dengan dunia bisnis. Setelah itu, Eqi membangun usaha sendiri, ia memulai menekuni dunia parfum dan belajar secara mandiri. Untuk memperdalam pengetahuannya, Eqi kemudian mengikuti workshop parfum di Bogor. Setelahnya ia bertemu dengan Abin yang kebetulan juga mempunyai pengetahuan tentang parfum.
Melihat kesamaan visi dan misi, Eqi mengajak Abin untuk bekerja sama membangun brand parfum dengan nama DouLa. Di tengah perjalanan bisnisnya, Ikhwan sang Kakak ikut bergabung dan kini menjadi pemilik utama DouLa.
Inspirasi untuk berani membuka usaha datang dari sang ayah. “Bokap gue selalu bilang, nyari uang satu rupiah itu susah banget. Dari situ gue tertantang. Pas gue coba sendiri, ternyata bener. Tapi justru itu bisa jadi pelajaran buat gue,” ungkap Muhammad Baehaqi Sebagai Owner DouLa Fragranza, Kamis (6/11/25).
Perjalanan membangun DouLa tidak selalu mulus. Di awal liris, Eqi mengaku sempat salah dalam menentukan aroma.
“Gue terlalu pake ego sendiri waktu pilih aroma. Ternyata, seharusnya pasar yang nentuin, bukan gue,” katanya sambil tertawa kecil.
Namun dari pengalaman itu, DouLa kini lebih mendengar selera konsumen.
Saat ini, DouLa berfokus pada penjualan secara online melalui berbagai platform digital. Meskipun belum memiliki tenant atau toko fisik, DouLa tetap berupaya menghadirkan pelayanan terbaik dan menjaga kualitas produk agar tetap dipercaya oleh pembeli.
Respon terhadap DouLa terbilang positif, Beberapa kritik yang muncul bukan terkait aroma, namun dari segi kemasan atau botol. Eqi menilai masukan itu sangat penting, tanpa kritik brand ini tidak akan bisa terus berkembang.
“Sejak SMA gue sudah punya keinginan buat buka usaha, tapi dulu sempat ragu untuk mulai. Sekarang setelah DouLa berdiri, harapan gue sederhana; semoga usaha ini bisa bermanfaat buat banyak orang dan suatu hari nanti bisa buka lapanagan kerja untuk ribuan orang,” ujar pria berbaju hijau tersebut. (*)
