Brand Parfum Lokal dari Ide dan Kerja Keras Anak Muda

Dea Ananda
Ditulis oleh Dea Ananda diterbitkan Rabu 26 Nov 2025, 08:30 WIB
Konsumen sedang menggunakan produk dari brand tersebut pada hari Jumat, 7 November 2025 Jl.Telekomunikasi Terusan Buahbatu No. 1, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dea Ananda)

Konsumen sedang menggunakan produk dari brand tersebut pada hari Jumat, 7 November 2025 Jl.Telekomunikasi Terusan Buahbatu No. 1, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dea Ananda)

Di balik wangi lembut yang tercium dari tiap semprotan, tersimpan kisah 3 anak muda yang merintis usaha parfume bernama DouLa Fragranza.

Brand ini mulai dikenal dengan wanginya yang tahan lama, aromanya yang khas, dan kemasannya yang mudah dibawa kemana saja. Dengan harga yang terjangkau, yakni kisaran Rp85.000-Rp120.00. DouLa menjadi teman wangi yang bisa menemani aktivitas siapa pun dan dimanapun.

Juli 2024, Pagi ini menjadi awal baru bagi Eqi, anak muda yang memutuskan untuk serius menekuni dunia parfume. Bersama dengan 1 orang kakak dan temannya, Ikhwan dan Abin, ia membangun brand parfum DouLa yang kini berbasis di Kawasan Bumi Menteng Asri, Bogor.

Muhammad Baehaqi, Mahasiswa Universitas Telkom dan juga selaku pemilik DouLa, mengaku bahwa semuanya berawal dari ketertarikannya dengan dunia bisnis. Setelah itu, Eqi membangun usaha sendiri, ia memulai menekuni dunia parfum dan belajar secara mandiri. Untuk memperdalam pengetahuannya, Eqi kemudian mengikuti workshop parfum di Bogor. Setelahnya ia bertemu dengan Abin yang kebetulan juga mempunyai pengetahuan tentang parfum.

Melihat kesamaan visi dan misi, Eqi mengajak Abin untuk bekerja sama membangun brand parfum dengan nama DouLa. Di tengah perjalanan bisnisnya, Ikhwan sang Kakak ikut bergabung dan kini menjadi pemilik utama DouLa.

Inspirasi untuk berani membuka usaha datang dari sang ayah. “Bokap gue selalu bilang, nyari uang satu rupiah itu susah banget. Dari situ gue tertantang. Pas gue coba sendiri, ternyata bener. Tapi justru itu bisa jadi pelajaran buat gue, ungkap Muhammad Baehaqi Sebagai Owner DouLa Fragranza, Kamis (6/11/25).

Perjalanan membangun DouLa tidak selalu mulus. Di awal liris, Eqi mengaku sempat salah dalam menentukan aroma.

Gue terlalu pake ego sendiri waktu pilih aroma. Ternyata, seharusnya pasar yang nentuin, bukan gue,” katanya sambil tertawa kecil.

Namun dari pengalaman itu, DouLa kini lebih mendengar selera konsumen.

Saat ini, DouLa berfokus pada penjualan secara online melalui berbagai platform digital. Meskipun belum memiliki tenant atau toko fisik, DouLa tetap berupaya menghadirkan pelayanan terbaik dan menjaga kualitas produk agar tetap dipercaya oleh pembeli.

Respon terhadap DouLa terbilang positif, Beberapa kritik yang muncul bukan terkait aroma, namun dari segi kemasan atau botol. Eqi menilai masukan itu sangat penting, tanpa kritik brand ini tidak akan bisa terus berkembang.

“Sejak SMA gue sudah punya keinginan buat buka usaha, tapi dulu sempat ragu untuk mulai. Sekarang setelah DouLa berdiri, harapan gue sederhana; semoga usaha ini bisa bermanfaat buat banyak orang dan suatu hari nanti bisa buka lapanagan kerja untuk ribuan orang,” ujar pria berbaju hijau tersebut. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dea Ananda
Tentang Dea Ananda
Mahasiswi Telkom University, Digital Public Relations 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 15:16

Fariz R.M. Mengasah Bermusiknya di Bandung

Pernah tinggal dan memulai menajamkan karier bermusiknya di Kota Bandung pada awal tahun 1980-an.

Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 13:51

TikTok, Trotoar, dan Eksistensi

Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.

Konten kreator TikTok bernyanyi secara daring menggunakan smartphone (telepon pintar) di Jalan Babakan Siliwangi, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 12:16

Strategi Industri Kuliner Jabar Menyiasati Kelangkaan Plastik Akibat Konflik Iran–Israel

Kenaikan harga dan kelangkaan plastik akibat konflik Iran–Israel memengaruhi UMKM kuliner di Jawa Barat.

Ilustrasi bahan plastik. (Sumber: Pixels | Foto: Castorly Stock)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 10:43

Bandung dan Hasrat yang Disublimasi: Membaca Fenomena Nongkrong sebagai Pelarian Psikis

Menuliskan budaya nongkrong di Kota Bandung dalam kacamata Sigmund Freud.

Salah satu suasana kafe di Kota Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Haifa Rukanta)
Sejarah 16 Apr 2026, 10:42

Hikayat Cadas Pangeran, Jejak Derita Pribumi Sepanjang Jalan Raya Daendels

Cadas Pangeran jadi saksi kerja paksa era Daendels, ribuan rakyat tewas demi proyek Jalan Raya Pos di Jawa Barat.

Jalan di Cadas Pangeran antara tahun 1910-1930-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 08:54

Dengan Puisi Bandung Menghias Sanggul Ibu Pertiwi

Bandung sangat pantas dinobatkan sebagai kota puisi, atau setidaknya kota yang sangat puitis.

Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 20:00

Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

Kelanjutan kisah 4 astronot dengan Kesuksesan misi Artemis II, yang menjadi dasar evaluasi bagi misi berikutnya, yakni Artemis III dalam program eksplorasi Bulan, oleh NASA.

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 19:22

Belajar Membaca Jalanan Bandung dari Dalam Angkot

Angkot di Bandung bertahan tanpa sistem yang jelas. Banyak pengguna beralih ke transportasi umum daring karena kepastian layanan, namun kondisi ini justru turut memperparah kemacetan.

Sejak lama, angkot menjadi bagian dari keseharian mobilitas warga Kota Bandung, meski kini perannya mulai tergeser oleh moda transportasi umum daring. (Foto: Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)
Bandung 15 Apr 2026, 18:23

Collab Magnet: Cara Bangun Kolaborasi yang Tepat di Era Zaman Penuh Kreativitas

Intip strategi menjadi Collab Magnet di industri kreatif bersama Mirsha Shahnaz Azahra. Pahami pentingnya relevansi, kredibilitas, dan nilai brand dalam kolaborasi.

Mirsha, Co-founder sekaligus Brand Director Monday Coffee Bandung memahami konsep kolaborasi yang efektif membutuhkan waktu, bahkan proses trial and error masih menjadi bumbu harian dalam perjalanannya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 18:01

Ketar-ketir Perajin Tahu Tempe, Adakah Insentif dari Pemkot Bandung?

Kebijakan impor kedelai yang diterapkan ternyata belum menyeimbangkan pasokan kedelai di dalam negeri.

Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Jalan Muararajeun, Kota Bandung, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 17:14

Dari Bandung ke Lembang: Kota Sejuk yang Menjadi Ruang Nyaman bagi Pendatang

Perubahan suasana dari hiruk pikuk Kota Kandung menuju ketenangan yang lebih alami di Lembang.

Farmhouse Lembang. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 16:42

Panduan Wisata Stone Garden Padalarang, Taman Batu Karst dengan Jejak Laut Purba

Stone Garden Padalarang menawarkan lanskap batu kapur purba, jalur trekking ringan, serta nilai geologi dan arkeologi unik dalam satu destinasi wisata alam.

Objek wisata Stone Garden, Padalarang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 15 Apr 2026, 15:20

Meruntuhkan Standar Kecantikan, Mengapresiasi Keunikan

Pandangan tentang kecantikan tak lagi tunggal. Setiap individu memiliki keunikan yang layak diapresiasi, tanpa harus mengikuti standar yang membatasi.

Suasana beauty class yang hangat dan suportif, tempat para peserta belajar, bereksperimen, dan membangun rasa percaya diri bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 13:50

Jantung Konektivitas Kota yang Kurang Sehat dan Masalah Polusi Udara

Stasiun Hall adalah jantung transportasi yang setiap hari memompa sistem transportasi khususnya bagi penglaju dan pendatang.

Monumen Sepur Lempung di Stasiun Hall sebelah selatan yang merupakan ikon konektivitas kota Bandung sepanjang zaman (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)