Bengkulu Media Summit 2025: Relevansi Jadi Kunci Masa Depan Media Lokal

4 menit baca
Ananda Muhammad Firdaus
Ditulis oleh Ananda Muhammad Firdaus diterbitkan
Bengkulu Media Summit (BMS) 2025 menegaskan bahwa masa depan media lokal bukan soal skala, melainkan relevansi. Suwarjono dan Eva Danayanti mendorong media daerah untuk berinovasi dan membangun kepercayaan publik.
Bengkulu Media Summit (BMS) 2025 menegaskan bahwa masa depan media lokal bukan soal skala, melainkan relevansi. Suwarjono dan Eva Danayanti mendorong media daerah untuk berinovasi dan membangun kepercayaan publik.

BENGKULU, AYOBANDUNG.ID – Gelaran Bengkulu Media Summit (BMS) 2025 menegaskan tentang arah perjuangan media lokal ke depan. Media lokal, katanya, bisa terus hidup selama terus merelevansi dengan publiknya.

Acara yang digelar pada Rabu, 12 November 2025 ini mempertemukan pengelola media lokal se-Provinsi Bengkulu. Hadir sebagai narasumber nasional, di antaranya Suwarjono, CEO Arkadia Digital Media Tbk, dan Eva Danayanti, Country Programme Manager International Media Support (IMS). Keduanya menyoroti dua sisi penting dari masa depan media: bisnis dan relevansi.

Suwarjono: “Inovasi, Kolaborasi, dan Ekosistem Jadi Nafas Baru Media”

Dalam paparannya, Suwarjono memetakan tantangan utama media lokal saat ini adalah melimpahnya platform digital, menurunnya pendapatan iklan, serta disrupsi besar akibat kehadiran kecerdasan buatan (AI) dan media sosial. Menurutnya, kini semua media berlomba di ruang yang sama, di mana algoritma menentukan siapa yang terlihat dan siapa yang tenggelam.

“Audiens berpindah ke media sosial, dan iklan ikut berpindah ke sana. Kalau media tidak menguasai distribusi dan teknologi, maka akan tertinggal,” tegasnya.

Suwarjono menyoroti dominasi raksasa digital seperti Google, Meta, dan ByteDance (TikTok) yang kini menguasai sebagian besar pendapatan iklan global. Kondisi ini menuntut media, terutama media lokal, untuk berpikir ulang tentang sumber pendapatan yang berkelanjutan.

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan iklan dan trafik. Media perlu melihat peluang lain seperti event, kolaborasi, pelatihan, bahkan model out of media business,” ujarnya.

Ia mendorong media lokal agar tidak berhenti menjadi ruang pemberitaan semata, melainkan berkembang menjadi “jembatan ekosistem lokal” tempat komunitas, pelaku UMKM, lembaga donor, dan pemerintah daerah bisa saling berinteraksi dan tumbuh bersama.

“Media lokal itu punya kekuatan: kedekatan dan kredibilitas di mata komunitasnya. Kekuatan ini yang harus dikapitalisasi menjadi ekosistem bisnis,” jelasnya.

Menurutnya, tak ada satu model bisnis yang bisa dijadikan rumus tunggal bagi semua media.

“Ada seratus media, mungkin ada seratus model bisnis berbeda. Karena konteks setiap daerah berbeda. Tapi prinsipnya sama: inovasi tiada henti, adaptasi, dan kolaborasi,” tambahnya.

Suwarjono mencontohkan berbagai peluang baru yang kini mulai digarap media kecil, seperti produksi konten digital untuk klien lokal, pelatihan berbayar, survei dan riset lokal, crowdfunding, hingga penyelenggaraan event komunitas. Semua itu, katanya, menunjukkan arah baru bahwa masa depan media lokal tidak lagi ditentukan oleh banyaknya klik, melainkan oleh kemampuan mereka membangun jejaring ekonomi kreatif di wilayahnya.

Eva Danayanti: “Menjadi Lokal Berarti Dekat, Dipercaya, dan Berdampak”

Dari sisi lain, Eva Danayanti menekankan bahwa kekuatan utama media lokal tidak terletak pada skala, melainkan kedekatan dan kepercayaan.

“Menjadi lokal bukan berarti kecil. Menjadi lokal berarti dekat, dipercaya, dan berdampak,” ujarnya dalam sesi bertajuk “Masa Depan Media Lokal: Relevansi, Bukan Skala.”

Eva menjelaskan, relevansi lahir dari kemampuan media untuk mendengarkan publik dan membangun hubungan emosional dengan komunitasnya. Cerita-cerita lokal, menurutnya, memiliki kekuatan membangkitkan rasa memiliki dan solidaritas sosial.

“Cerita nasional bisa viral, tapi yang lokal itu membekas,” tegasnya.

Ia mencontohkan bagaimana jurnalisme hiperlokal mampu mengisi ruang kosong yang ditinggalkan media besar. Dengan fokus pada kebutuhan warga bukan sekadar lokasi liputan media bisa menjadi penghubung sosial yang memberi ruang bagi warga untuk berbicara dan berkontribusi.

“Warga bukan sekadar audiens, tapi kontributor dan inspirator,” kata Eva.

Eva juga memperkenalkan pendekatan jurnalisme konstruktif, yaitu jurnalisme yang tidak berhenti pada pelaporan masalah, tetapi menggali solusi dan menampilkan upaya nyata yang dilakukan warga atau lembaga di daerah.

“Jurnalisme konstruktif bukan berarti manis-manis, tapi jujur dan membangun. Fokusnya bukan pada siapa yang salah, tapi pada apa yang bisa dilakukan,” ujarnya.

Di akhir sesi, Eva menegaskan kembali pandangannya bahwa ukuran keberhasilan media di masa depan bukan pada skala atau jumlah pengikut, tetapi pada tingkat relevansinya terhadap kehidupan publik.

“Relevansi itulah skala baru bagi media lokal,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Bengkulu Media Summit (BMS) 2025 mengusung tema “Media Lokal Bengkulu Naik Kelas: Mendorong Ekonomi Lokal dan Keterbukaan Akses Informasi.” Selain Suwarjono dan Eva Danayanti, hadir pula tiga pembicara nasional lainnya Dwi Eko Lokononto, CEO BeritaJatim.com, Asep Saefullah, Program Manager Local Media Community (LMC) dan Dimas Sagita, Suara.com.  Dua narasumber lokal turut memperkuat diskusi, yakni Iyud Dwi Mursito dari Bengkulu Network dan Heri Aprizal, Business Manager RakyatBengkulu.com.

Acara ini diinisiasi oleh empat media lokal Bengkulu: ANTARA Bengkulu, Tribun Bengkulu, Bengkulu News, dan Bincang Perempuan, dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, Kedutaan Besar Norwegia–Uni Eropa, International Media Support (IMS), Local Media Community (LMC), serta Suara.com. Dukungan juga datang dari sektor perbankan dan swasta, di antaranya Bank Raya, Bank Bengkulu, Bank Syariah Indonesia (BSI), PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB), Pertamina, Hotel Santika, Nay Skin Care & Beauty, serta Erse.

BMS 2025 menjadi momentum penting bagi media di Bengkulu untuk saling belajar dan berkolaborasi, mencari model bisnis yang sesuai dengan karakter daerah, sekaligus mengembalikan kepercayaan publik terhadap media sebagai ruang dialog dan solusi bersama.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)