Di tengah dominasi fast brand global, Anti Class dari Bandung muncul sebagai redefinisi sukses brand lokal.
Anti Class unggul dengan formula unik menggabungkan kecepatan respons tren kekinian layaknya fast fashion dengan komitmen tak tergoyahkan pada kualitas premium, sebuah nilai yang kerap diabaikan kompetitor.
Keberhasilan Anti Class telah mengamankan loyalitas konsumen domestik dan menarik minat pasar internasional, membuktikan bahwa kualitas fashion buatan Indonesia memiliki daya saing yang tak tertandingi di kancah dunia yang bermarkas di The HallWay Space, Pasar Kosambi Bandung (7/11/2025).
Gebek, Owner dan Pendiri Anti Class, menyebutkan bahwa ide awal brand ini lahir dari pengamatan mendalam terhadap tren internasional.
"Saya mendirikan brand Anti Class ini pada akhir tahun 2013 dan mulai memasarkannya di awal tahun 2014. Untuk awal-awal, saya terinspirasi dari brand-brand internasional, namun ide-ide tersebut dimodifikasi bersama tim hingga lahirlah Anti Class," ujar Gebek.
Ia menambahkan bahwa respons pasar terhadap Anti Class sungguh di luar ekspektasi. Dalam kurun waktu operasionalnya, brand ini tidak hanya menguasai pasar lokal, tetapi juga sukses menembus pasar ekspor.
“Alhamdulillah, peminat Anti Class ini di luar ekspektasi kita. Dari sisi penjualan, kita sudah mengekspor ke beberapa negara Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Singapura, bahkan pernah juga sampai ke Eropa” kata Gebek.
Anti Class berhasil membangun basis konsumen yang beragam, mulai dari anak muda hingga dewasa, baik di Bandung maupun di luar daerah. Strategi penjualannya yang adaptif menjadi kunci.
Daya tarik Anti Class melintasi batas usia dan gaya karena brand ini tidak hanya menawarkan tren sesaat, melainkan nilai dan durabilitas. Berbeda dengan fast fashion yang cenderung mengorbankan kualitas demi harga dan kecepatan, Anti Class berpegang teguh pada penggunaan material terbaik dan proses produksi yang teliti, memastikan setiap produk memiliki masa pakai yang lebih panjang.
Kualitas unggul inilah yang membangun kepercayaan dan loyalitas, menjadikan brand ini pilihan utama mulai dari kalangan anak muda yang mencari style kekinian hingga konsumen dewasa yang menghargai investasi pada item fashion berkualitas tinggi.
Baca Juga: Potensi Desa Wisata Jawa Barat Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Kreatif Berkelanjutan
"Peminat kita lumayan beragam meskipun aktivitas penjualan dominan secara online melalui Instagram dan Shopee, toko offline tetap berjalan sebagai fondasi bagi untuk menunjukan kualitas produk yang kita punya," jelasnya.
Pendekatan hybrid ini memastikan jangkauan yang luas sambil tetap menawarkan pengalaman belanja fisik. Anti Class terus bertekad memperkuat eksistensinya sebagai brand asal Bandung yang cepat tanggap, berkualitas tinggi, dan bangga mewakili Indonesia di kancah mode global.
Anti Class adalah brand fashion lokal asal Bandung yang berlokasi di Pasar Kosambi Bandung, Indonesia, yang didirikan pada tahun 2013. Berfokus pada perpaduan gaya kekinian yang responsif terhadap tren fast fashion dan komitmen pada kualitas premium, telah tumbuh menjadi brand yang dicintai oleh konsumen domestik dan memiliki jangkauan ekspor ke berbagai negara. Anti Class mewakili semangat inovasi dan kualitas tinggi fashion Indonesia. (*)
