Kreasi Tari Berpadu dengan Pencak Silat dari Padepokan Kasundan

3 menit baca
Hilmiy Haidar
Ditulis oleh Hilmiy Haidar diterbitkan
Penampilan tari silat dari Padepokan Kasundan meriahkan West Java Festival 2025, Kiara Artha Park, Jl. Banten, Kebonwaru, Kec. Batununggal, Bandung, 09/11/2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: M.Hilmiy Haidar Alhanif)
Penampilan tari silat dari Padepokan Kasundan meriahkan West Java Festival 2025, Kiara Artha Park, Jl. Banten, Kebonwaru, Kec. Batununggal, Bandung, 09/11/2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: M.Hilmiy Haidar Alhanif)

Gemerlap lampu dan riuh tepuk tangan penonton mewarnai West Java Festival 2025 di Kiara Artha Park, Jl. Banten, Kebonwaru, Kec. Batununggal, Kota Bandung, Minggu 9 November 2025.

Suasana penuh semangat dan kebanggaan budaya Jawa Barat terasa di setiap sudut, terutama saat penampilan kreasi tari berpadu pencak silat dari Padepokan Kasundan memukau panggung utama.

 Penampilan Tari Silat menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian West Java Festival (WJF) 2025 yang digelar di Kiara Artha Park, Bandung. Di bawah cahaya panggung yang gemerlap, para penari menampilkan perpaduan gerakan silat yang tegas dan dinamis dengan sentuhan artistik khas Jawa Barat, menciptakan suasana yang memukau ribuan penonton yang memadati area festival.

Perpaduan antara seni tari dan pencak silat menjadi ciri khas yang menonjol dalam setiap penampilan Padepokan Kasundan. Menurut pendirinya, Cecep Arif Rahman, kolaborasi dua unsur tersebut lahir dari keinginan untuk menunjukkan bahwa bela diri tidak hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga keindahan gerak dan makna budaya yang mendalam.

“Saya ingin masyarakat melihat bahwa pencak silat itu bukan sekadar laga atau pertarungan, tapi juga seni. Di dalam setiap jurusnya ada irama, ada estetika yang bisa berpadu dengan tarian. Dari situ lahirlah harmoni antara ketegasan dan kelembutan,” ujar Cecep Arif Rahman. 

Menurut Pendiri padepokan Kasundan, tujuan mereka tampil di ajang WJF bukan sekadar untuk menunjukkan kemampuan bela diri, melainkan juga untuk memperkenalkan filosofi silat sebagai warisan budaya yang sarat nilai-nilai moral.

“Kami ingin generasi muda mengenal silat bukan hanya sebagai bela diri, tapi juga seni yang mencerminkan karakter masyarakat Sunda,” pungkas Cecep Arif Rahman pendiri Padepokan Kasundan di sela-sela penampilan.

Penampilan dari Padepokan Kasundan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperlihatkan komitmen kuat dalam melestarikan budaya daerah. Kostum berwarna hitam dengan ikat kepala khas pesilat Sunda menambah kesan gagah, sementara sorak kagum penonton mengiringi setiap hentakan kaki dan ayunan tangan para penari.

Para penampil berasal dari Padepokan Silat Kasundan yang berkolaborasi menghadirkan versi kontemporer dari tari tradisional ini, tanpa meninggalkan akar budaya aslinya. Musik pengiring gamelan modern berpadu dengan tabuhan kendang dan degung menghadirkan nuansa megah yang membangkitkan semangat penonton.

Padepokan Kasundan didirikan oleh Cecep Arif Rahman dengan tujuan melestarikan seni bela diri tradisional sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya Sunda kepada generasi muda. Cecep mengungkapkan bahwa padepokan ini bukan sekadar tempat latihan pencak silat, melainkan ruang pembinaan karakter dan pelestarian warisan leluhur.

“Saya ingin Padepokan Kasundan menjadi wadah bagi anak muda untuk belajar bukan hanya jurus silat, tapi juga filosofi hidup yang terkandung di dalamnya. Pencak silat itu bukan tentang bertarung, tapi tentang membangun diri, menghormati orang lain, dan menjaga keharmonisan,” ujar Cecep Arif Rahman.

Tari Silat ini juga menjadi simbol semangat pelestarian budaya daerah di tengah arus modernisasi. Melalui panggung West Java Festival, seni bela diri tradisional seperti silat dikemas lebih menarik dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda yang menjadi tumpuan pewarisan budaya di masa depan.

Penampilan Tari Silat Padepokan Kasundan menjadi bukti bahwa seni tradisional dapat terus hidup dan berkembang di tengah kemeriahan festival modern. Sorak sorai penonton yang memenuhi area pertunjukan menjadi tanda bahwa warisan budaya lokal masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Jawa Barat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Hilmiy Haidar
Tentang Hilmiy Haidar
Mahasiswa aktif Program Studi Digital Public Relations yang memiliki minat tinggi dalam pengelolaan komunikasi digital, manajemen media, dan strategi hubungan publik berbasis teknologi. Aktif berorganisasi dan terbiasa bekerja dalam tim, serta berpengalaman dalam perencanaan dan pelaksanaan berbagai kegiatan kampus. Memiliki pemikiran kritis terhadap isu-isu akademik dan praktis dalam dunia Public Relations, serta selalu berupaya mengintegrasikan teori dengan praktik dalam setiap kegiatan. Komitmen tinggi terhadap pengembangan diri, kemampuan komunikasi, dan profesionalisme di bidang kehumasan digital.

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)