Kreasi Tari Berpadu dengan Pencak Silat dari Padepokan Kasundan

3 menit baca
Hilmiy Haidar
Ditulis oleh Hilmiy Haidar diterbitkan Minggu 23 Nov 2025, 11:42 WIB
Penampilan tari silat dari Padepokan Kasundan meriahkan West Java Festival 2025, Kiara Artha Park, Jl. Banten, Kebonwaru, Kec. Batununggal, Bandung, 09/11/2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: M.Hilmiy Haidar Alhanif)

Penampilan tari silat dari Padepokan Kasundan meriahkan West Java Festival 2025, Kiara Artha Park, Jl. Banten, Kebonwaru, Kec. Batununggal, Bandung, 09/11/2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: M.Hilmiy Haidar Alhanif)

Gemerlap lampu dan riuh tepuk tangan penonton mewarnai West Java Festival 2025 di Kiara Artha Park, Jl. Banten, Kebonwaru, Kec. Batununggal, Kota Bandung, Minggu 9 November 2025.

Suasana penuh semangat dan kebanggaan budaya Jawa Barat terasa di setiap sudut, terutama saat penampilan kreasi tari berpadu pencak silat dari Padepokan Kasundan memukau panggung utama.

 Penampilan Tari Silat menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian West Java Festival (WJF) 2025 yang digelar di Kiara Artha Park, Bandung. Di bawah cahaya panggung yang gemerlap, para penari menampilkan perpaduan gerakan silat yang tegas dan dinamis dengan sentuhan artistik khas Jawa Barat, menciptakan suasana yang memukau ribuan penonton yang memadati area festival.

Perpaduan antara seni tari dan pencak silat menjadi ciri khas yang menonjol dalam setiap penampilan Padepokan Kasundan. Menurut pendirinya, Cecep Arif Rahman, kolaborasi dua unsur tersebut lahir dari keinginan untuk menunjukkan bahwa bela diri tidak hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga keindahan gerak dan makna budaya yang mendalam.

“Saya ingin masyarakat melihat bahwa pencak silat itu bukan sekadar laga atau pertarungan, tapi juga seni. Di dalam setiap jurusnya ada irama, ada estetika yang bisa berpadu dengan tarian. Dari situ lahirlah harmoni antara ketegasan dan kelembutan,” ujar Cecep Arif Rahman. 

Menurut Pendiri padepokan Kasundan, tujuan mereka tampil di ajang WJF bukan sekadar untuk menunjukkan kemampuan bela diri, melainkan juga untuk memperkenalkan filosofi silat sebagai warisan budaya yang sarat nilai-nilai moral.

“Kami ingin generasi muda mengenal silat bukan hanya sebagai bela diri, tapi juga seni yang mencerminkan karakter masyarakat Sunda,” pungkas Cecep Arif Rahman pendiri Padepokan Kasundan di sela-sela penampilan.

Penampilan dari Padepokan Kasundan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperlihatkan komitmen kuat dalam melestarikan budaya daerah. Kostum berwarna hitam dengan ikat kepala khas pesilat Sunda menambah kesan gagah, sementara sorak kagum penonton mengiringi setiap hentakan kaki dan ayunan tangan para penari.

Para penampil berasal dari Padepokan Silat Kasundan yang berkolaborasi menghadirkan versi kontemporer dari tari tradisional ini, tanpa meninggalkan akar budaya aslinya. Musik pengiring gamelan modern berpadu dengan tabuhan kendang dan degung menghadirkan nuansa megah yang membangkitkan semangat penonton.

Padepokan Kasundan didirikan oleh Cecep Arif Rahman dengan tujuan melestarikan seni bela diri tradisional sekaligus memperkenalkan nilai-nilai budaya Sunda kepada generasi muda. Cecep mengungkapkan bahwa padepokan ini bukan sekadar tempat latihan pencak silat, melainkan ruang pembinaan karakter dan pelestarian warisan leluhur.

“Saya ingin Padepokan Kasundan menjadi wadah bagi anak muda untuk belajar bukan hanya jurus silat, tapi juga filosofi hidup yang terkandung di dalamnya. Pencak silat itu bukan tentang bertarung, tapi tentang membangun diri, menghormati orang lain, dan menjaga keharmonisan,” ujar Cecep Arif Rahman.

Tari Silat ini juga menjadi simbol semangat pelestarian budaya daerah di tengah arus modernisasi. Melalui panggung West Java Festival, seni bela diri tradisional seperti silat dikemas lebih menarik dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda yang menjadi tumpuan pewarisan budaya di masa depan.

Penampilan Tari Silat Padepokan Kasundan menjadi bukti bahwa seni tradisional dapat terus hidup dan berkembang di tengah kemeriahan festival modern. Sorak sorai penonton yang memenuhi area pertunjukan menjadi tanda bahwa warisan budaya lokal masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Jawa Barat. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Hilmiy Haidar
Tentang Hilmiy Haidar
Mahasiswa aktif Program Studi Digital Public Relations yang memiliki minat tinggi dalam pengelolaan komunikasi digital, manajemen media, dan strategi hubungan publik berbasis teknologi. Aktif berorganisasi dan terbiasa bekerja dalam tim, serta berpengalaman dalam perencanaan dan pelaksanaan berbagai kegiatan kampus. Memiliki pemikiran kritis terhadap isu-isu akademik dan praktis dalam dunia Public Relations, serta selalu berupaya mengintegrasikan teori dengan praktik dalam setiap kegiatan. Komitmen tinggi terhadap pengembangan diri, kemampuan komunikasi, dan profesionalisme di bidang kehumasan digital.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Jun 2026, 18:48

Potret Federico Barba: Pemain Persib yang Pure Profesional Tanpa Ikatan Emosional

Dalam kultur sepakbola Bandung, ada sebuah prinsip tak tertulis "Pemain yang bermain tanpa sepenuh hati, lebih baik pergi".

Foto Federico Barba ACL 2. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 17:23

Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah.

Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Wisata & Kuliner 01 Jun 2026, 16:35

Kuliner Pindang Gunung, Sup Ikan Khas Pangandaran dengan Wangi Honje yang Kuat

Kuah kuning segar, aroma honje, dan ikan laut segar menjadikan pindang gunung sebagai salah satu kuliner tradisional paling khas di Pangandaran.

Kuliner Pindnang Gunung khas Pangandaran. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 15:28

Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

Koperasi Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 12:55

Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

Adventure tourism berbasis kendaraan menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Di balik daya tariknya, keselamatan kendaraan, pengemudi, dan wisatawan perlu menjadi prioritas bersama.

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)
Ikon 01 Jun 2026, 11:24

Pasar Malam, Hiburan Rakyat yang Membuat Waktu Seolah Berputar Mundur

Pasar malam tetap menjadi pilihan masyarakat karena murah, meriah, dan mampu membangkitkan memori masa lalu.

Pasar Malam di Desa Cigintung, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:53

Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:05

Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

Koran dan bapak loper sama-sama berjuang di dunia yang semakin dinamis. Yang satu untuk literasi dan satunya bertahan hidup.

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)