House of Tjihapit, Jejak Sejarah dan Cita Rasa yang Mengakar di Cihapit

Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ditulis oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil diterbitkan Sabtu 22 Nov 2025, 15:55 WIB
Sejarah sering kali bersemayam dalam ruang-ruang yang tampak biasa, namun menyimpan lapisan kisah yang mendalam. Jejak itu pun kembali hidup melalui sebuah resto bernama House of Tjihapit (HoT). (Sumber: House of Tjihapit)

Sejarah sering kali bersemayam dalam ruang-ruang yang tampak biasa, namun menyimpan lapisan kisah yang mendalam. Jejak itu pun kembali hidup melalui sebuah resto bernama House of Tjihapit (HoT). (Sumber: House of Tjihapit)

AYOBANDUNG.ID -- Sejarah sering kali bersemayam dalam ruang-ruang yang tampak biasa, namun menyimpan lapisan kisah yang mendalam. Kawasan Cihapit di Bandung adalah salah satunya. Dari masa kolonial hingga pendudukan Jepang, kawasan ini menjadi saksi bisu pergulatan sosial, politik, dan budaya.

Kini, jejak itu kembali hidup melalui sebuah resto bernama House of Tjihapit (HoT), yang berdiri bukan hanya sebagai tempat makan, melainkan sebagai pengingat akan memori kolektif yang pernah membentuk wajah kota.

Pada masa pendudukan Jepang, Cihapit dijadikan kampung penjara bagi ribuan orang Eropa, terutama Belanda. Sekitar 14 ribu orang dikumpulkan, dipisahkan berdasarkan usia dan gender, lalu ditempatkan dalam pengawasan ketat. Kawasan yang dulunya dirancang sebagai pemukiman sehat berubah menjadi ruang penuh keterbatasan, menandai babak kelam dalam sejarah Bandung.

Namun jauh sebelum itu, Cihapit dikenal dengan nama Bloemenkemp. Kawasan ini dibangun dengan konsep lingkungan sehat, lengkap dengan perumahan, taman terbuka atau plein, serta pasar. Pada 1920-an, Bloemenkemp bahkan mendapat predikat sebagai contoh pemukiman sehat yang dihuni oleh warga golongan menengah.

“Pada 1920-an, kawasan ini mendapat predikat sebagai contoh pemukiman sehat yang dihuni oleh warga golongan menengah,” ujar Tian, pengurus Komunitas Blogger Bandung, yang menekankan bahwa identitas sosial-ekonomi kawasan ini masih terasa hingga kini.

Pasar Cihapit, yang tetap hidup sampai sekarang, menjadi bukti kesinambungan itu. Konsumen dari kalangan menengah ke atas masih menjadikan pasar ini sebagai tujuan utama, memperlihatkan bagaimana ruang ekonomi dan sosial tetap bertahan meski zaman berganti.

“Sebagian pedagang juga menceritakan bahwa sebelumnya pasar ini juga dikenal sebagai istal (kandang) kuda pada masa penjajahan Jepang," lanjut Tian.

Cerita ini memperkaya lapisan sejarah Cihapit, menjadikannya bukan sekadar pasar, melainkan ruang yang menyimpan memori kolektif. Data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung juga menegaskan bahwa kawasan Cihapit termasuk dalam daftar kawasan bersejarah kota, dengan nilai penting sebagai cagar budaya kelas B. Status ini meneguhkan posisi Cihapit sebagai ruang yang harus dirawat, bukan hanya sebagai pusat ekonomi, tetapi juga sebagai warisan sejarah.

Sejarah sering kali bersemayam dalam ruang-ruang yang tampak biasa, namun menyimpan lapisan kisah yang mendalam. Jejak itu pun kembali hidup melalui sebuah resto bernama House of Tjihapit (HoT). (Sumber: House of Tjihapit)
Sejarah sering kali bersemayam dalam ruang-ruang yang tampak biasa, namun menyimpan lapisan kisah yang mendalam. Jejak itu pun kembali hidup melalui sebuah resto bernama House of Tjihapit (HoT). (Sumber: House of Tjihapit)

Dalam lanskap yang sarat makna ini, House of Tjihapit hadir dengan wajah modern. Fasilitas yang mendukung, suasana nyaman untuk berbagai kebutuhan acara seperti meeting, seminar, dan gathering menjadikan resto ini juga sebagai menjadi ruang pertemuan, ruang komunitas, hingg ruang perayaan.

Menu andalan HoT adalah Soto Tangkar dan Sop Djanda. Dua hidangan ini bukan sekadar kuliner, melainkan simbol autentisitas cita rasa Cihapit. Soto Tangkar hadir dengan kuah gurih kaya rempah, potongan daging lembut, dan aroma comforting, membangkitkan memori kuliner rumahan premium.

Sementara itu, Sop Djanda menawarkan kuah bening segar dengan isian melimpah. Rasa ringan namun tetap kaya rasa menjadikannya pilihan yang menghadirkan sensasi hangat, seolah menyatukan kesederhanaan dengan kehangatan khas Bandung.

Keunikan menu ini pun memperkuat identitas HoT sebagai resto yang mengakar pada tradisi kuliner Bandung. Lanaran destinasi ini tak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman rasa yang autentik.

Selain kuliner, HoT menyediakan event space multifungsi. Ruangan ini mendukung berbagai kegiatan komunitas, mulai dari workshop, acara lamaran, hingga pertemuan komunitas seni dan olahraga. Dengan lokasi strategis di pusat kota, HoT menjadi titik temu yang ideal bagi komunitas kreatif Bandung.

“House of Tjihapit adalah resto dengan ambience yang hangat, homey, dan cozy. Berlokasi di tengah kota sehingga sangat strategis dan mudah dijangkau,” ujar Tian.

Data dari Badan Pusat Statistik Kota Bandung pun menunjukkan bahwa Kelurahan Cihapit memiliki komposisi penduduk menengah yang stabil. Kondisi ini mendukung ekosistem bisnis kuliner dan kreatif, menjadikan HoT bagian dari lanskap ekonomi yang terus tumbuh.

Sejarah sering kali bersemayam dalam ruang-ruang yang tampak biasa, namun menyimpan lapisan kisah yang mendalam. Jejak itu pun kembali hidup melalui sebuah resto bernama House of Tjihapit (HoT). (Sumber: House of Tjihapit)
Sejarah sering kali bersemayam dalam ruang-ruang yang tampak biasa, namun menyimpan lapisan kisah yang mendalam. Jejak itu pun kembali hidup melalui sebuah resto bernama House of Tjihapit (HoT). (Sumber: House of Tjihapit)

Kehadiran HoT memperkuat identitas Bandung sebagai kota kreatif yang berakar pada memori kolonial dan perjuangan. Tempat ini juga menjadi simbol bagaimana sejarah bisa berpadu dengan cita rasa, menghadirkan ruang yang bukan hanya untuk makan, tetapi juga untuk mengenang dan merayakan Bandung sebagai kota yang terus hidup.

“House of Tjihapit adalah simbol bahwa sejarah dan cita rasa bisa berpadu, menghadirkan ruang yang bukan hanya untuk makan, tetapi juga untuk mengenang dan merayakan Bandung sebagai kota yang terus hidup,” ujar Tian.

Alternatif kuliner Bandung atau produk serupa:

  1. https://s.shopee.co.id/20npboC86H
  2. https://s.shopee.co.id/4foamodDj4
  3. https://s.shopee.co.id/AA9XL0P3uF
  4. https://s.shopee.co.id/1gAzDUAWko
  5. https://s.shopee.co.id/Lfbd9TtRI

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Jan 2026, 19:48 WIB

Kenapa Americano Jadi Favorit Baru Anak Muda? Ini Manfaatnya!

Americano lagi viral karena rasanya ringan, dan kalorinya rendah.
Ini dia manfaat dari kopi Americano yang perlu kamu ketahui! (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 13 Jan 2026, 18:47 WIB

Riwayat Bandung Tiris, saat Hawa Dingin Kepung Kota Cekungan

Letak geografis Bandung membuat udara dingin mudah terperangkap dan menciptakan sensasi sejuk hingga menggigil sejak dulu.
Ilustrasi cuaca dingin Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Profesi dan Hobi Harus Seimbang: Seorang Guru SMA Membuktikan Ambisinya

Guru SMA Lisda Nurul Romdani sukses menaklukkan maraton dan trail run (35 km) di tengah jadwal padat, membuktikan ambisi, mental, dan konsistensi.
Lisda Nurul Romdani seorang guru SMA membuktikan hobinya sebanding dengan rutinitas mengajar saat mengikuti Half Marathon Pocari Sweat Run 2024 di Bandung. (Sumber: @lisdaanr | Foto: @fotoyu_official Pocari Sweet RUN 2024)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Kekurangan Vitamin D, Masalah Nutrisi Anak yang Masih Mengakar di Indonesia

Kekurangan vitamin D masih cukup sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat berdampak pada kesehatan tulang dan gigi.
Ilustrasi kekurangan vitamin D masih menjadi masalah nutrisi yang cukup umum pada anak dan remaja, termasuk di Bandung. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 17:19 WIB

Resolusi 2026 Warga Bandung: Berharap Transportasi Umum yang Lebih Terintegrasi

Keluhan warga Bandung mengenai transportasi umum yang dinilai belum efisien dan kurang terintegrasi.
Suasana metro jabar trans dipenuhi penggunana di sore hari sepulang kerja (03/12/2025). (Sumber: Pribadi | Foto: M. Kamal Natanegara)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 16:18 WIB

Penyairan Masa Kini: Bahasa yang Mencari Rumah Baru

Penyair masa kini menjaga kedalaman di tengah riuh digital, merawat bahasa, melampaui klise, dan menghadirkan ruang hening saat dunia bergerak terlalu cepat.
Puisi mencari napas baru, sementara penyair menjaga jantung bahasanya. (Sumber: Pixnio/Bicanski)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 16:06 WIB

Gen Z dari Scrolling ke Running, Gaya Hidup Baru yang Menggerakkan Pasar Kebugaran

Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru.
Ilustrasi. Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 14:34 WIB

'Doom Spending' dan Generasi yang Menyerah Membeli Masa Depan

Mengapa anak muda memilih "kebahagiaan kecil" yang mahal saat impian besar seperti rumah makin mustahil dicapai gaji UMR.
Ilustrasi dompet kosong. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 13:13 WIB

Bandung Makin Macet, Transportasi Umum Bisakah Jadi Penolong?

Kesenjangan Pusat Kota yang Diperhatikan dan Pinggiran Kota yang Terlupakan
Halte Cicaheum, Kota Bandung, yang sudah mulai usang dan banyak tumpukan sampah di belakang bangku, (3/12/25). (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Putriana Basar)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 11:37 WIB

Chopper: Sejarah dan Makna Desain Mesin Kebebasan Roda Dua

Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an.
Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an. (Sumber: Pexels | Foto: Rachel Claire)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 10:19 WIB

Tren Coffee Shop Jadi Markas Mahasiswa Bandung 'Ngebut Tugas' Menjelang UAS

Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 09:34 WIB

Menjadi Mahasiswa IKIP Bandung (Bagian Dua)

Di sekitar kampus IKIP Bandung (UPI), Jalan Setiabudhi dulu berjajar penjual pisang Lembang.
Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 07:50 WIB

Ngopi, Duduk, dan Biarkan Pikiran Bernapas

Bagi Kopi menawarkan ruang sederhana dan hangat di tengah malam yang tenang.
Sederhana saja, secangkir kopi dan ketenangan di Bagi Kopi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 20:01 WIB

Pentingnya Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai Upaya Memperkuat Sistem Tata Kelola Pemerintahan

RUU Perampasan Aset hadir sebagai instrumen yang dapat menutup celah tindak korupsi.
Ilustrasi kriminalitas. (Sumber: Pexels | Foto: Kindel Media)
Ayo Jelajah 12 Jan 2026, 19:17 WIB

Hikayat Perburuan Komplotan Komunis Bandung, Priangan dalam Kepungan Polisi Kolonial

Operasi besar polisi kolonial memburu komplotan komunis di Bandung dan Priangan pada 1927 yang membuat kota hidup dalam kecurigaan.
Berita tentang dugaan plot komunis di Bandung di koran De Avondpost edisi 19 Oktober 1927.
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 18:47 WIB

Menyelami Riuhnya Ekspresi Seniman Bandung: Dari Ruang Kreatif Hingga Panggung Kontemporer

Di balik hiruk-pikuk jalan dan lalu lintasnya, Bandung tak pernah kehabisan nada, warna, dan kisah. Kota ini bukan sekadar pusat kuliner dan fashion, tetapi juga menjadi ruang ekspresi generasi seni.
Suasana pembukaan Pasar Seni ITB. (Sumber: fsrd,itb)
Ayo Biz 12 Jan 2026, 18:27 WIB

Rumah Pertama Jadi Mimpi Jauh, 65 Pesimis Gen Z Pesimis Mampu Membeli

Memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z.
Ilustrasi memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 17:26 WIB

Tumbler Dan Gejala Sosial Baru

gejala sosial tentang gaya hidup membeli tumbler
Tumbler. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 16:49 WIB

Hafal Daftar Cicilan, tapi Lupa Impian

Gen Z sering dianggap generasi manja, padahal banyak dari mereka yang memikul beban finansial keluarga di pundaknya.
Ilustrasi cicilan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Shvets)