Menyelami Riuhnya Ekspresi Seniman Bandung: Dari Ruang Kreatif Hingga Panggung Kontemporer

3 menit baca
Permata Imaningsun
Ditulis oleh Permata Imaningsun diterbitkan
Suasana pembukaan Pasar Seni ITB. (Sumber: fsrd,itb)
Suasana pembukaan Pasar Seni ITB. (Sumber: fsrd,itb)

Bandung - Di balik hiruk-pikuk jalanan dan lalu lintasnya, Bandung tak pernah kehabisan nada, warna, dan kisah. Kota ini bukan sekadar pusat kuliner dan fashion, tetapi juga kota seni yang terus berevolusi, menjadi ruang ekspresi generasi seniman dari berbagai disiplin seni. Beragam kegiatan seni dan budaya terus menghiasi lanskap kreatif Bandung, membuktikan bahwa kota ini tetap menjadi kota yang hidup lewat karya.

Salah satu ruang kreatif terbaru yang menarik perhatian adalah dotHub Space dan Dia.Lo.Gue Artspace, yang baru saja merayakan 15 tahun keberadaannya dengan pameran “Ngariung” yang menampilkan karya 69 seniman dan desainer. Ruang ini kini menjadi platform penting bagi seniman Bandung untuk bertukar gagasan lintas disiplin seni, dari lukis, instalasi, hingga desain visual.

Tak hanya itu, Festival Soundrenaline 2025 juga memilih Bandung sebagai salah satu kota penyelenggara, menghadirkan panggung musik, seni visual, dan aktivitas kreatif di enam titik ikonik kota. Event ini mempertemukan seniman, musisi, dan kreator dari berbagai latar budaya, memperkaya ekosistem seni lokal.

Sementara itu, festival light art seperti .BDG Lights Festival turut memperlihatkan kekuatan seni kontemporer di ruang publik dengan instalasi cahaya yang megah dan interaktif, sekaligus menarik wisatawan dan penikmat seni dari luar kota.

Pameran Seni & Jejak Sejarah Kreatif Bandung

John Martono, Seniman di Balik Warna-warni Mural Kota Bandung (Sumber: itb.ac)

Perhelatan seni tak kalah menarik datang dari kampus, seperti Pasar Seni ITB 2025, yang kembali digelar setelah sekian lama dengan format lebih besar dan melibatkan kolaborasi antara seniman Bandung, nasional, dan maestro seni rupa. Pameran ini memperlihatkan bahwa generasi muda seniman Bandung masih memiliki semangat kuat dalam berkarya, meski tantangan logistik dan antusiasme penonton menjadi bagian dari dinamika perhelatan.

Di sisi lain, pameran tunggal seniman kontemporer seperti Wagiono Sunarto di Selasar Sunaryo Art Space juga masih berlangsung hingga awal 2026, menyoroti bagaimana seniman Bandung secara kritis merespons gejolak sosial dan sejarah melalui karya visualnya.

Selain panggung lokal, seniman Bandung juga memiliki jejak internasional. Program residensi dan kolaborasi seperti pameran Re-aksi di Soemardja Gallery FSRD ITB membawa seniman dari Indonesia, Jepang, dan Malaysia untuk berkarya bersama dan mempresentasikan proses kreatif mereka kepada publik. Program seperti ini memperkaya dialog lintas budaya dan membuka peluang kolaborasi baru bagi seniman Bandung.

Beberapa seniman Bandung juga dikenal di kancah global, seperti pelukis kontemporer Christine Ay Tjoe - lahir dan besar di Bandung - yang telah menerima berbagai penghargaan internasional dan tetap menjadi inspirasi bagi generasi muda kreator lokal.

Selain pameran besar dan festival berskala nasional, karya seni juga tercipta dalam bentuk karya komunitas. Pameran Infrastruktur: Riuh Sunyi Bandung oleh lima seniman muda mempresentasikan refleksi kota melalui media lukis dan instalasi, mengajak publik merasakan denyut urban sekaligus kesunyian yang tersembunyi di balik keramaiannya.

Bandung juga telah menjadi tuan rumah pameran internasional seperti ASEAN-India Artists Camp Exhibition, yang menampilkan 20 seniman dunia, membuktikan kota ini mampu menjadi ruang temu lintas budaya dan seni tingkat global.

Menjadi Kota Seni yang Dinamis

Kisah seniman Bandung bukan sekadar tentang karya, tetapi juga tentang komunitas, ruang, dan kolaborasi. Dari galeri kecil di Braga hingga panggung festival besar, dari karya konseptual hingga kolaborasi lintas negara, Bandung terus memosisikan dirinya sebagai kota kreatif yang tak pernah sepi dari cerita dan panggung.

Aktivitas seni yang terus mengalir menunjukkan bahwa seniman Bandung tidak hanya hidup di dalam kota, tetapi juga memberi warna bagi dunia seni Indonesia dan internasional. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)