Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Menelusuri Keresahan Hati Seniman lewat Karya Selasar Sunaryo Art Space

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Jumat 19 Sep 2025, 18:21 WIB
Sejuta Mata Karya Sunaryo (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Sejuta Mata Karya Sunaryo (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Kritik tak hanya berbentuk ujaran secara lisan tapi bisa lewat karya seni berupa tulisan, karikatur, lukisan, simbol, mural, film, teater dan jenis karya seni lainnya. Gejolak keresahan yang ada dalam diri perlu diluapkan agar tak tertahan di hati menjadi kesakitan atau bergumul di otak menjadi kiasan.

Bandung merupakan salah satu kota yang cukup kaya dengan keberadaan galeri seni, museum dan ruang kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa Bandung adalah kota yang kaya dengan beragam kebudayaan dan sejarah hingga daya kreativitas yang tinggi.

Salah satu galeri seni yang ada di Kota Bandung adalah Selasar Sunaryo Art Space yang berada di Jl. Bukit Pakar No.100, Ciburial, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung Jawa Barat. Galeri ini beroperasi setiap Selasa-Minggu mulai pukul 10.00-12.00 lalu buka kembali di jam 13.00-17.00 sementara hari Senin tutup.

Selasar Sunaryo bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Dari Terminal Leuwi Panjang bisa menggunakan TMB koridor Dago--Leuwi Panjang dengan pembayaran tap kartu e-money atau Qris.

Setelah sampai di halte Dipati Ukur bisa dilanjutkan dengan Angkot Riung Bandung--Dago atau Angkot Kebon Kelapa--Dago yang kemudian bisa dilanjutkan dengan ojek online. Namun bagi yang ingin sat-set bisa langsung menggunakan ojek online sejak turun di halte Dipati Ukur.

Bagian Depan Selasar Sunaryo Art Space (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Bagian Depan Selasar Sunaryo Art Space (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Sesampainya di Selasar Sunaryo pengunjung bisa langsung membeli tiket pada bangunan kecil di sebelah kiri halaman. Selasar Sunaryo memiliki empat bagian galeri yaitu karya seni yang berjudul Tentang Ada, Jenama Selasar, Pejal dan Bandung Photography.

Tiket untuk pengunjung umum sebesar 45K sementara untuk pelajar 40.5K sedangkan balita 0-5 tahun dan manula >65 tahun tidak dikenakan biaya alias gratis.

Disclaimer sebelum masuk ke Selasar Sunaryo ada beberapa peraturan diantaranya tidak boleh membawa makanan, boleh memotret karya seni hanya dengan kamera ponsel bukan profesional dan tidak boleh menyentuh seluruh karya seni yang terpajang dengan tangan.

Pameran Seni Selasar Sunaryo Art Space (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Pameran Seni Selasar Sunaryo Art Space (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Di ruangan pertama terdapat karya seni berjudul Tentang Ada, sebuah karya seni abstrak yang menampilkan warna-warna monokrom juga jahitan dengan warna merah kontras. Menurut penjelasan yang tertulis di tembok lukisan abstrak memiliki makna yang menarik karena tidak meniru bentuk apapun yang ada di alam nyata.

Sunaryo memberikan perspektif untuk melihat karya seni tersebut dengan cara bersikap 'menarik' atau 'memisahkan'. Pengunjung diminta untuk menunda kebiasaan menautkan karya abstrak yang tersaji dengan kemiripan hal-hal yang ada dalam alam nyata. Tataplah bidang datar tersebut dengan cara pandang yang hening maka kalian akan menemukan segala hal yang ada di dalam maupun di luar diri kita.

Dalam pameran ini juga terdapat beberapa karya seni dalam bentuk patung, batu-batu, arsip perpustakaan seni, atau cindera mata yang bisa dibeli. Dalam keseluruhan karya Sunaryo saya pribadi sangat suka dengan karya yang berjudul Perkebunan dan Sejuta Mata.

Sejuta Mata Karya Sunaryo (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejuta Mata Karya Sunaryo (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Karya ini berangkat dari keresahan Sunaryo sebagai seniman terhadap fenomena sosial yang berkembang di masyarakat tentang media sosial. Menurutnya perkembangan Teknologi dan Informasi dapat berdampak secara kultural yang tidak bisa dihindarkan pada kehidupan masyarakat.

Simbol mata yang hadir di salah satu dinding menggambarkan suasana pengawasan yang intimidatif sama persis dengan yang dirasakan oleh para pengguna media sosial. Terlepas rasa intimidatif itu bisa disadari atau tidak oleh pengguna. Dunia maya seolah bergeser maknanya ketika manusia merasa lebih senang berada dalam dunia tersebut dibandingkan dunia nyata.

Banyak pengguna medsos yang merasa kehadirannya lebih di validasi orang asing dibandingkan dengan orang-orang terdekat di dunia nyata. Sehingga dirinya terlarut dalam kehidupan yang semu dan tanpa disadari sebetulnya banyak mata-mata jahat yang sedang mengintai untuk mencari celah dan sisi kelemahan yang bisa dimanfaatkan secara komersial.

Sejuta Mata tidak cukup hanya dipandang tapi pengunjung harus merasakan sendiri ambiencenya dengan ikut terlibat dalam karya seni tersebut. Pengunjung diperkenankan untuk masuk ke sebuah ruangan kaca berbentuk kubus selama satu menit dan tidak diperkenankan untuk duduk dan menyender pada dinding kaca.

Cermin yang terpasang disepanjang dinding memberikan ilusi yang fantastis, rasanya hati deg-degan tak karuan karena gambar mata yang terpantul dari semua sisi pada cermin seolah memandang kita dengan tajam secara bersamaan. Pengalaman ini seolah memberitahu perihal perspektif diri kita sebagai pengguna medsos yang terus terawasi oleh mata-mata di seluruh dunia. Perasaan yang tidak disadari ketika kamu sudah terhanyut ke dalam media sosial.

Keresahan Hati Sunaryo Selaku Seniman (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Keresahan Hati Sunaryo Selaku Seniman (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Karya selanjutnya yang saya sukai dari Sunaryo adalah karikatur yang berjudul Perkebunan yang merepresentasikan beberapa point of view. Sebuah kritik sosial yang dekat dengan isu yang ada di Indonesia perihal ahli fungsi sawah menjadi lahan perkebunan sawit. Para petani yang tidak hanya hilang lahannya tapi juga hilang hak hidupnya.

Bagaimana yang ditakutkan oleh masyarakat kecil ketika pihak berkepentingan datang ke sebuah desa adalah traktor. Alat besar yang termasuk benda mati itu sebetulnya tidak membahayakan jika digunakan sesuai dengan fungsinya. Justru seseorang yang mengoperasikan alat tersebutlah yang bisa berbuat sedemikian kejam terhadap masyarakat kecil.

Baca Juga: Filsafat Seni Islam

Narasi-narasi "Pihak asing" yang sering digaungkan oleh pemerintahan yang seolah ada keterlibatan pihak diluar negara terhadap permasalahan yang terjadi. Dalam karya ini justru narasi-narasi asing datang dari orang-orang negeri sendiri yang mengalih-fungsikan kerusakan atas nama persepsi, energi, data, otentik, interpetasi, sektoral, relevan, blunder, fantastis, elite, intel, humanisme dan narasi lain yang punya makna serupa.

Seperti novel, film, lagu, lukisan dan karya seni lainnya bisa saja dipersepsikan berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Menurut saya tidak ada benar dan salah karena yang benar-benar tahu maksud dan tujuan adalah pembuat karya itu sendiri. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)