Menelusuri Keresahan Hati Seniman lewat Karya Selasar Sunaryo Art Space

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Sejuta Mata Karya Sunaryo (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejuta Mata Karya Sunaryo (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Kritik tak hanya berbentuk ujaran secara lisan tapi bisa lewat karya seni berupa tulisan, karikatur, lukisan, simbol, mural, film, teater dan jenis karya seni lainnya. Gejolak keresahan yang ada dalam diri perlu diluapkan agar tak tertahan di hati menjadi kesakitan atau bergumul di otak menjadi kiasan.

Bandung merupakan salah satu kota yang cukup kaya dengan keberadaan galeri seni, museum dan ruang kreatif. Hal ini menunjukkan bahwa Bandung adalah kota yang kaya dengan beragam kebudayaan dan sejarah hingga daya kreativitas yang tinggi.

Salah satu galeri seni yang ada di Kota Bandung adalah Selasar Sunaryo Art Space yang berada di Jl. Bukit Pakar No.100, Ciburial, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung Jawa Barat. Galeri ini beroperasi setiap Selasa-Minggu mulai pukul 10.00-12.00 lalu buka kembali di jam 13.00-17.00 sementara hari Senin tutup.

Selasar Sunaryo bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Dari Terminal Leuwi Panjang bisa menggunakan TMB koridor Dago--Leuwi Panjang dengan pembayaran tap kartu e-money atau Qris.

Setelah sampai di halte Dipati Ukur bisa dilanjutkan dengan Angkot Riung Bandung--Dago atau Angkot Kebon Kelapa--Dago yang kemudian bisa dilanjutkan dengan ojek online. Namun bagi yang ingin sat-set bisa langsung menggunakan ojek online sejak turun di halte Dipati Ukur.

Bagian Depan Selasar Sunaryo Art Space (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Bagian Depan Selasar Sunaryo Art Space (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Sesampainya di Selasar Sunaryo pengunjung bisa langsung membeli tiket pada bangunan kecil di sebelah kiri halaman. Selasar Sunaryo memiliki empat bagian galeri yaitu karya seni yang berjudul Tentang Ada, Jenama Selasar, Pejal dan Bandung Photography.

Tiket untuk pengunjung umum sebesar 45K sementara untuk pelajar 40.5K sedangkan balita 0-5 tahun dan manula >65 tahun tidak dikenakan biaya alias gratis.

Disclaimer sebelum masuk ke Selasar Sunaryo ada beberapa peraturan diantaranya tidak boleh membawa makanan, boleh memotret karya seni hanya dengan kamera ponsel bukan profesional dan tidak boleh menyentuh seluruh karya seni yang terpajang dengan tangan.

Pameran Seni Selasar Sunaryo Art Space (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Pameran Seni Selasar Sunaryo Art Space (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Di ruangan pertama terdapat karya seni berjudul Tentang Ada, sebuah karya seni abstrak yang menampilkan warna-warna monokrom juga jahitan dengan warna merah kontras. Menurut penjelasan yang tertulis di tembok lukisan abstrak memiliki makna yang menarik karena tidak meniru bentuk apapun yang ada di alam nyata.

Sunaryo memberikan perspektif untuk melihat karya seni tersebut dengan cara bersikap 'menarik' atau 'memisahkan'. Pengunjung diminta untuk menunda kebiasaan menautkan karya abstrak yang tersaji dengan kemiripan hal-hal yang ada dalam alam nyata. Tataplah bidang datar tersebut dengan cara pandang yang hening maka kalian akan menemukan segala hal yang ada di dalam maupun di luar diri kita.

Dalam pameran ini juga terdapat beberapa karya seni dalam bentuk patung, batu-batu, arsip perpustakaan seni, atau cindera mata yang bisa dibeli. Dalam keseluruhan karya Sunaryo saya pribadi sangat suka dengan karya yang berjudul Perkebunan dan Sejuta Mata.

Sejuta Mata Karya Sunaryo (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejuta Mata Karya Sunaryo (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Karya ini berangkat dari keresahan Sunaryo sebagai seniman terhadap fenomena sosial yang berkembang di masyarakat tentang media sosial. Menurutnya perkembangan Teknologi dan Informasi dapat berdampak secara kultural yang tidak bisa dihindarkan pada kehidupan masyarakat.

Simbol mata yang hadir di salah satu dinding menggambarkan suasana pengawasan yang intimidatif sama persis dengan yang dirasakan oleh para pengguna media sosial. Terlepas rasa intimidatif itu bisa disadari atau tidak oleh pengguna. Dunia maya seolah bergeser maknanya ketika manusia merasa lebih senang berada dalam dunia tersebut dibandingkan dunia nyata.

Banyak pengguna medsos yang merasa kehadirannya lebih di validasi orang asing dibandingkan dengan orang-orang terdekat di dunia nyata. Sehingga dirinya terlarut dalam kehidupan yang semu dan tanpa disadari sebetulnya banyak mata-mata jahat yang sedang mengintai untuk mencari celah dan sisi kelemahan yang bisa dimanfaatkan secara komersial.

Sejuta Mata tidak cukup hanya dipandang tapi pengunjung harus merasakan sendiri ambiencenya dengan ikut terlibat dalam karya seni tersebut. Pengunjung diperkenankan untuk masuk ke sebuah ruangan kaca berbentuk kubus selama satu menit dan tidak diperkenankan untuk duduk dan menyender pada dinding kaca.

Cermin yang terpasang disepanjang dinding memberikan ilusi yang fantastis, rasanya hati deg-degan tak karuan karena gambar mata yang terpantul dari semua sisi pada cermin seolah memandang kita dengan tajam secara bersamaan. Pengalaman ini seolah memberitahu perihal perspektif diri kita sebagai pengguna medsos yang terus terawasi oleh mata-mata di seluruh dunia. Perasaan yang tidak disadari ketika kamu sudah terhanyut ke dalam media sosial.

Keresahan Hati Sunaryo Selaku Seniman (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Keresahan Hati Sunaryo Selaku Seniman (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Karya selanjutnya yang saya sukai dari Sunaryo adalah karikatur yang berjudul Perkebunan yang merepresentasikan beberapa point of view. Sebuah kritik sosial yang dekat dengan isu yang ada di Indonesia perihal ahli fungsi sawah menjadi lahan perkebunan sawit. Para petani yang tidak hanya hilang lahannya tapi juga hilang hak hidupnya.

Bagaimana yang ditakutkan oleh masyarakat kecil ketika pihak berkepentingan datang ke sebuah desa adalah traktor. Alat besar yang termasuk benda mati itu sebetulnya tidak membahayakan jika digunakan sesuai dengan fungsinya. Justru seseorang yang mengoperasikan alat tersebutlah yang bisa berbuat sedemikian kejam terhadap masyarakat kecil.

Baca Juga: Filsafat Seni Islam

Narasi-narasi "Pihak asing" yang sering digaungkan oleh pemerintahan yang seolah ada keterlibatan pihak diluar negara terhadap permasalahan yang terjadi. Dalam karya ini justru narasi-narasi asing datang dari orang-orang negeri sendiri yang mengalih-fungsikan kerusakan atas nama persepsi, energi, data, otentik, interpetasi, sektoral, relevan, blunder, fantastis, elite, intel, humanisme dan narasi lain yang punya makna serupa.

Seperti novel, film, lagu, lukisan dan karya seni lainnya bisa saja dipersepsikan berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Menurut saya tidak ada benar dan salah karena yang benar-benar tahu maksud dan tujuan adalah pembuat karya itu sendiri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)