Berusia 157 Tahun, Masjid Mungsolkanas Rekam Jejak Keislaman di Gang Sempit Cihampelas

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Prasasti di Masjid Mungsolkanas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Prasasti di Masjid Mungsolkanas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Di balik gang sempit kawasan Cihampelas, berdiri masjid tertua di Bandung yang kini telah berusia sekitar satu setengah abad. Namanya Masjid Mungsolkanas.

Berbeda dengan nama masjid pada umumnya yang mengambil istilah dari bahasa Arab seperti An-Nuur atau Ar-Rahman, Masjid Mungsolkanas memiliki filosofi unik dari bahasa Sunda. Nama itu merupakan akronim dari kalimat “Mangga Urang Ngaos Sholawat ka Kanjeng Nabi S.A.W,” yang berarti “Mari kita bersholawat kepada Baginda Nabi S.A.W.”

Ketua DKM, Muhammad Tatang Sumantri (63), menceritakan pernah ada yang mengusulkan untuk namanya diubah.

“Ada usulan untuk mengganti nama, tetapi kami mempertahankan. Itu bagian dari identitas kami,” tegas Tatang.

Sajadah merah terhampar di ruang utama. Lampu besar memancarkan cahaya putih terang. Jemaah datang dan pergi silih berganti untuk menunaikan salat, sementara sejumlah anak muda tampak menyiapkan hidangan berbuka puasa. Itulah pemandangan yang tersaji di dalam masjid berusia 1,5 abad ini saat Ramadan.

Dari luar, bangunannya tidak tampak megah. Letaknya terkurung permukiman padat dan hiruk pikuk kota yang terus berkembang. Namun di bagian dalam, jejak tahun 1869 masih terpelihara melalui prasasti batu yang menandai awal berdirinya masjid tersebut.

Ketua DKM Masjid Mungsolkanas, Muhammad Tatang Sumantri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ketua DKM Masjid Mungsolkanas, Muhammad Tatang Sumantri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Dari Rumah Bilik hingga Bangunan Berkeramik

Pada awalnya, masjid ini hanyalah rumah bilik panggung milik seorang tokoh bernama Mama Aden. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, dengan kolam kecil di sampingnya untuk berwudu. Seiring waktu, bangunan itu mengalami sejumlah renovasi, terakhir selesai pada 2009. Meski bentuk fisiknya berubah, jiwa sejarahnya tetap dijaga.

Tatang menegaskan bahwa masjid ini bukan sekadar tempat ibadah.

“Ini titipan leluhur. Kami hanya melanjutkan amanah,” ujarnya saat ditemui di kediamannya yang tak jauh dari masjid.

Ia menjelaskan, pengelolaan masjid telah diwariskan secara turun-temurun hingga generasi kesembilan sejak Mama Aden sebagai generasi pertama. Sebagai warga asli yang telah puluhan tahun tinggal di kawasan itu, Tatang menyebut sebagian besar warga masih memiliki hubungan kekerabatan.

“Dari dulu memang turun-temurun, supaya sejarahnya tidak putus,” katanya.

Satu Setengah Abad, Al-Qur’an Tulisan Tangan Masih Terjaga

Di salah satu sudut masjid berlantai keramik, tersimpan kitab suci dengan lembaran yang mulai menguning dimakan usia. Al-Qur’an itu dilindungi kotak kaca agar tetap terawat. Inilah salah satu peninggalan paling berharga sekaligus ciri khas Masjid Mungsolkanas: Al-Qur’an tulisan tangan Mama Aden.

“Itu ditulis tangan, sudah lebih dari satu setengah abad. Kami jaga betul,” ujar Tatang dengan suara yang tak lagi begitu lantang.

Menurutnya, Al-Qur’an tersebut menjadi simbol kesinambungan iman sekaligus sejarah yang harus dirawat setiap generasi.

Di sisi lain, menjaga masjid tertua di Bandung ini bukan tanpa tantangan. Keterbatasan lahan akibat padatnya permukiman menjadi persoalan utama.

“Eh, Pak, coba seperti Masjid Jogokariyan katanya. Aduh, kita mah sudah begini juga sudah syukur. Bukan nggak mampu, tapi percuma, nggak bakalan bisa,” akunya sambil tersenyum tipis.

Di Balik Gang Sempit, Mungsolkanas Tetap Hidup

Meski terhimpit bangunan permukiman dan perhotelan di sekitarnya, masjid ini tetap hidup. Setiap waktu salat tiba, saf jemaah dipenuhi warga setempat. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berdiri berdampingan di atas sajadah merah.

Saat Ramadan, suasana kian semarak. Panitia rutin menggelar kegiatan berbagi takjil, buka puasa bersama, hingga bazar kecil yang turut mendukung perputaran ekonomi warga.

“Kami ingin masjid ini bukan cuma tempat salat, tapi juga tempat berkumpul dan berbagi,” ujar Tatang.

Sebagai generasi kesembilan, ia meyakini kunci keberlangsungan warisan leluhur itu terletak pada rasa saling memiliki di antara warga.

“Selama masyarakat merasa memiliki, insyaAllah masjid ini akan terus hidup,” ucapnya.

Di antara dinding yang telah direnovasi berkali-kali, sejarah tetap berdiri utuh. Ada doa-doa yang diwariskan lintas generasi, serta jejak tulisan tangan yang masih terbaca jelas di lembaran Al-Qur’an tua tersebut.

Masjid Mungsolkanas bukan sekadar saksi sejarah, melainkan pengingat bahwa warisan iman dapat bertahan jauh lebih lama daripada fisik bangunannya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 31 Jul 2026, 13:01

Memahami Wajah Lain El Nino di Jawa Barat

El Nino bukan fenomena baru. Yang baru adalah intensitas dan dampaknya yang semakin terasa. Ini seharusnya menjadi dasar untuk membangun strategi jangka panjang.

Kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terkahir, membuat kekeringan melanda di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 31 Jul 2026, 12:01

Bandung, Kota dengan Budaya Sepak Bola yang Kental

Bandung memiliki budaya sepakbola yang kuat, mulai dari Monumen Sepakbola, Persib Bandung, hingga lapangan dan SSB yang tersebar di berbagai wilayah.

Monumen Sepak Bola di persimpangan Jalan Tamblong dan Jalan Lembong. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 11:01

Integrasi Wisata Sungai Citarik, Taman Sumaba dan Stadion GBLA

Masyarakat desa di sekitar Citarik setuju jika desanya bertransformasi menjadi ekowisata.

Pemandangan sempadan anak sungai Citarik dan pematang sawah di daerah aliran sungai. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 10:18

Ci Mahi, Sungai yang Mengalirkan Air Susu Keagungan dan Kemuliaan

Toponim Cimahi berasal dari dua kata bahasa Sunda, yaitu ci atau cai, dan mahi.

Muara Sungai Mahi di Teluk Kambhat, Laut Arab. (Sumber: Istimewa)
Beranda 31 Jul 2026, 09:26

Dalam 43 Hari Dua Pesepeda Tewas di Jalan Soekarno Hatta, B2W Bandung Desak Jalur Terproteksi

B2W Bandung desak pemerintah bangun jalur sepeda terproteksi di Soekarno Hatta setelah dua pesepeda tewas dalam rentang waktu kurang dari dua bulan.

Kecelakaan di Jalan Soekarno-Hatta pada Rabu, 29 Juli 2026 mengakibatkan seorang pesepeda meninggal dunia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 09:16

Perlindungan Pekerja Migran Dimulai dari Tata Kelola, Bukan Sekadar Penindakan

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka.

Perlindungan terhadap pekerja migran semestinya tidak dimulai ketika masalah sudah terjadi, melainkan sejak negara mengelola proses keberangkatan mereka. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Jul 2026, 08:32

Jalan Raya Kita Bukan untuk Pesepeda

Negara kita khsusunya Kota Bandung memang belum siap menjadikan jalan raya sebagai tempat yang ramah dengan sepeda.

Pengecatan ulang jalur khusus sepeda untuk meningkatkan kenyamanan dan juga meningkatkan keselamatan lalulintas pengguna sepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 18:40

Panduan Wisata Dieng: Sunrise Sikunir, Kawah Sikidang, hingga Candi Tertua di Jawa Tengah

Panduan lengkap wisata Dieng mulai Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna, Candi Arjuna, harga tiket terbaru, rute, dan tips berkunjung.

Panorama Dieng. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 18:30

Dari Singkong Menjadi Taart: Jejak Kedaulatan Pangan dari Bandung Tahun 1972

Melalui sentuhan-sentuhan, singkong tidak lagi tampil sebagai bahan pangan sederhana, melainkan sajian dengan kedalaman rasa dan istimewa.

Ilustrasi singkong. (Sumber: Pexels | Foto: Matheus Bertelli)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 17:05

Wujudkan 'Bandung Kota Perkedel' supaya Petani Kentang Makmur

Kota Bandung perlu menjadikan menu perkedel sebagai kuliner unggulan dari usaha kaki lima hingga restoran dan hotel berbintang.

Ilustrasi wujudkan Bandung Kota Perkedel (Sumber: Ayobandung.com dan resepkoki.id)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 16:32

Romantisme Membaca Majalah Jakarta Jakarta: Menyusuri Jejak Peristiwa Era 1990-an

Salah satu majalah yang meninggalkan jejak kuat dalam sejarah pers Indonesia adalah Majalah Jakarta Jakarta atau yang akrab disingkat JJ.

Majalah Jakarta Jakarta, salah satu majalah berita bergambar yang paling diminati masyarakat Indonesia pada era 1990-an. (Sumber: Koleksi Majalah Jakarta Jakarta | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 30 Jul 2026, 16:18

Bukan Sekadar Menangkap Begal, Mengembalikan Rasa Aman Warga Lebih Penting

Maraknya aksi begal di Bandung Raya memicu kecemasan warga yang beraktivitas malam dan polemik terkait kebijakan sayembara penangkapan pelaku yang dinilai berisiko memicu aksi main hakim sendiri.

Polrestabes Bandung tangkap 19 orang pelaku kejahatan jalanan yang terjadi sejak 1 hingga 21 Juli 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:15

Putri Noong Tahun 1980-an

Kuliner khas di Bandung tahun 1980-an.

Putri noong, salah satu kuliner legendaris di Jawa Barat. (Sumber: Youtube | Foto: Dapur Marlia)
Bandung 30 Jul 2026, 15:04

Suguhkan Sentuhan Seni dan Wangi Teh Pemium nan Otentik, Yuk Nikmati Cerita Baru CHAGEE di Jantung Kota Bandung

CHAGEE merancang gerai flagship secara khusus untuk menampilkan jiwa Kota Bandung yang dikenal berani, ekspresif, kreatif, namun tetap mengakar kuat pada warisan budaya.

CHAGEE secara resmi menjejakkan kakinya untuk pertama kali di Bandung, membawa angin segar bagi lanskap tempat nongkrong di Kota Parijs van Java. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 15:00

Pelajaran 'Zero Waste' dari Stadion Persib Bandung

Jika stadion macam GBLA bisa dianggap sebagai “laboratorium” dalam pengelolaan sampah, maka kota adalah “ekosistem hidup” yang membutuhkan integrasi lintas sektor.

Stadion GBLA yang menjadi kandang Persib Maung Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 12:02

Menjelajah Gastronomi Pasundan dalam Mustikarasa: Kesegaran Alami di Lanskap Kuliner Nusantara

Pada tahun 1967, atas arahan Presiden Soekarno, terbitlah sebuah karya monumental bertajuk Mustikarasa.

Ilustrasi Sukarno dan buku Mustikarasa. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 30 Jul 2026, 11:46

Batagor Tamim, Legenda Kuliner Kaki Lima Bandung yang Bertahan dari Gerobak Sederhana

Batagor Tamim menawarkan batagor kering dan kuah dengan bumbu kacang khas serta rasa ikan yang kuat. Cari tahu lokasi, harga, dan jam bukanya.

Batagor Tamim Bandung.
Ayo Netizen 30 Jul 2026, 08:47

Harus Menunggu Berapa Korban? Jalan Soekarno-Hatta Harus Punya Jalur Sepeda Terproteksi

Kematian pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung kembali menegaskan perlunya jalur sepeda terproteksi.

Kecelakaan maut yang menewaskan seorang pesepeda di Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di seberang Terminal Leuwipanjang pada Rabu (29/7/2026). (Sumber: Instagram/@ayobandung_official)
Wisata & Kuliner 29 Jul 2026, 23:55

Sejarah Sop Konro, Kuliner Kuah Hitam dari Kluwek yang Kental dengan Sejarah Sulawesi Selatan

Kenali sejarah Sop Konro Makassar, kuah hitam dari kluwek, asal-usulnya, hingga cara penyajian dengan burasa dan ketupat.

Sop Konro Makassar. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 29 Jul 2026, 18:01

Batas Antara Ojek Online dan Ojek Pangkalan

Permasalahan transportasi di Bandung memang seringkali memunculkan persaingan yang tidak sehat antara moda transportasi yang satu dengan yang lainnya.

Ribuan pengemudi ojek dan taksi online melakukan unjukrasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)