Berusia 157 Tahun, Masjid Mungsolkanas Rekam Jejak Keislaman di Gang Sempit Cihampelas

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Jumat 27 Feb 2026, 07:19 WIB
Prasasti di Masjid Mungsolkanas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Prasasti di Masjid Mungsolkanas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Di balik gang sempit kawasan Cihampelas, berdiri masjid tertua di Bandung yang kini telah berusia sekitar satu setengah abad. Namanya Masjid Mungsolkanas.

Berbeda dengan nama masjid pada umumnya yang mengambil istilah dari bahasa Arab seperti An-Nuur atau Ar-Rahman, Masjid Mungsolkanas memiliki filosofi unik dari bahasa Sunda. Nama itu merupakan akronim dari kalimat “Mangga Urang Ngaos Sholawat ka Kanjeng Nabi S.A.W,” yang berarti “Mari kita bersholawat kepada Baginda Nabi S.A.W.”

Ketua DKM, Muhammad Tatang Sumantri (63), menceritakan pernah ada yang mengusulkan untuk namanya diubah.

“Ada usulan untuk mengganti nama, tetapi kami mempertahankan. Itu bagian dari identitas kami,” tegas Tatang.

Sajadah merah terhampar di ruang utama. Lampu besar memancarkan cahaya putih terang. Jemaah datang dan pergi silih berganti untuk menunaikan salat, sementara sejumlah anak muda tampak menyiapkan hidangan berbuka puasa. Itulah pemandangan yang tersaji di dalam masjid berusia 1,5 abad ini saat Ramadan.

Dari luar, bangunannya tidak tampak megah. Letaknya terkurung permukiman padat dan hiruk pikuk kota yang terus berkembang. Namun di bagian dalam, jejak tahun 1869 masih terpelihara melalui prasasti batu yang menandai awal berdirinya masjid tersebut.

Ketua DKM Masjid Mungsolkanas, Muhammad Tatang Sumantri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ketua DKM Masjid Mungsolkanas, Muhammad Tatang Sumantri. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Dari Rumah Bilik hingga Bangunan Berkeramik

Pada awalnya, masjid ini hanyalah rumah bilik panggung milik seorang tokoh bernama Mama Aden. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, dengan kolam kecil di sampingnya untuk berwudu. Seiring waktu, bangunan itu mengalami sejumlah renovasi, terakhir selesai pada 2009. Meski bentuk fisiknya berubah, jiwa sejarahnya tetap dijaga.

Tatang menegaskan bahwa masjid ini bukan sekadar tempat ibadah.

“Ini titipan leluhur. Kami hanya melanjutkan amanah,” ujarnya saat ditemui di kediamannya yang tak jauh dari masjid.

Ia menjelaskan, pengelolaan masjid telah diwariskan secara turun-temurun hingga generasi kesembilan sejak Mama Aden sebagai generasi pertama. Sebagai warga asli yang telah puluhan tahun tinggal di kawasan itu, Tatang menyebut sebagian besar warga masih memiliki hubungan kekerabatan.

“Dari dulu memang turun-temurun, supaya sejarahnya tidak putus,” katanya.

Satu Setengah Abad, Al-Qur’an Tulisan Tangan Masih Terjaga

Di salah satu sudut masjid berlantai keramik, tersimpan kitab suci dengan lembaran yang mulai menguning dimakan usia. Al-Qur’an itu dilindungi kotak kaca agar tetap terawat. Inilah salah satu peninggalan paling berharga sekaligus ciri khas Masjid Mungsolkanas: Al-Qur’an tulisan tangan Mama Aden.

“Itu ditulis tangan, sudah lebih dari satu setengah abad. Kami jaga betul,” ujar Tatang dengan suara yang tak lagi begitu lantang.

Menurutnya, Al-Qur’an tersebut menjadi simbol kesinambungan iman sekaligus sejarah yang harus dirawat setiap generasi.

Di sisi lain, menjaga masjid tertua di Bandung ini bukan tanpa tantangan. Keterbatasan lahan akibat padatnya permukiman menjadi persoalan utama.

“Eh, Pak, coba seperti Masjid Jogokariyan katanya. Aduh, kita mah sudah begini juga sudah syukur. Bukan nggak mampu, tapi percuma, nggak bakalan bisa,” akunya sambil tersenyum tipis.

Di Balik Gang Sempit, Mungsolkanas Tetap Hidup

Meski terhimpit bangunan permukiman dan perhotelan di sekitarnya, masjid ini tetap hidup. Setiap waktu salat tiba, saf jemaah dipenuhi warga setempat. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berdiri berdampingan di atas sajadah merah.

Saat Ramadan, suasana kian semarak. Panitia rutin menggelar kegiatan berbagi takjil, buka puasa bersama, hingga bazar kecil yang turut mendukung perputaran ekonomi warga.

“Kami ingin masjid ini bukan cuma tempat salat, tapi juga tempat berkumpul dan berbagi,” ujar Tatang.

Sebagai generasi kesembilan, ia meyakini kunci keberlangsungan warisan leluhur itu terletak pada rasa saling memiliki di antara warga.

“Selama masyarakat merasa memiliki, insyaAllah masjid ini akan terus hidup,” ucapnya.

Di antara dinding yang telah direnovasi berkali-kali, sejarah tetap berdiri utuh. Ada doa-doa yang diwariskan lintas generasi, serta jejak tulisan tangan yang masih terbaca jelas di lembaran Al-Qur’an tua tersebut.

Masjid Mungsolkanas bukan sekadar saksi sejarah, melainkan pengingat bahwa warisan iman dapat bertahan jauh lebih lama daripada fisik bangunannya.

News Update

Ayo Netizen 15 Apr 2026, 17:14

Dari Bandung ke Lembang: Kota Sejuk yang Menjadi Ruang Nyaman bagi Pendatang

Perubahan suasana dari hiruk pikuk Kota Kandung menuju ketenangan yang lebih alami di Lembang.

Farmhouse Lembang. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 16:42

Panduan Wisata Stone Garden Padalarang, Taman Batu Karst dengan Jejak Laut Purba

Stone Garden Padalarang menawarkan lanskap batu kapur purba, jalur trekking ringan, serta nilai geologi dan arkeologi unik dalam satu destinasi wisata alam.

Objek wisata Stone Garden, Padalarang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 15 Apr 2026, 15:20

Meruntuhkan Standar Kecantikan, Mengapresiasi Keunikan

Pandangan tentang kecantikan tak lagi tunggal. Setiap individu memiliki keunikan yang layak diapresiasi, tanpa harus mengikuti standar yang membatasi.

Suasana beauty class yang hangat dan suportif, tempat para peserta belajar, bereksperimen, dan membangun rasa percaya diri bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 13:50

Jantung Konektivitas Kota yang Kurang Sehat dan Masalah Polusi Udara

Stasiun Hall adalah jantung transportasi yang setiap hari memompa sistem transportasi khususnya bagi penglaju dan pendatang.

Monumen Sepur Lempung di Stasiun Hall sebelah selatan yang merupakan ikon konektivitas kota Bandung sepanjang zaman (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 11:08

Panduan Wisata Pantai Jayanti, Pelabuhan Tua di Cianjur Selatan yang Belum Terlalu Ramai

Panduan lengkap wisata Pantai Jayanti mulai dari akses, harga tiket, aktivitas nelayan, hingga spot terbaik menikmati ombak selatan yang masih alami.

Objek wisata Pantai Jayanti, Cianjur selatan. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 10:50

Sebentar Lagi Hari Kartini, namun Kekerasan terhadap Perempuan Tak Kunjung Hilang

Refleksi atas peringatan Hari Kartini yang mengkritik masih berlangsungnya kekerasan terhadap perempuan.

Raden Ajeng Kartini, juga dikenal sebagai Raden Ayu Kartini. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 09:24

Jejak Peringatan KAA Kobarkan Semangat Bandung

Bandung telah mencatatkan namanya dalam sejarah dunia.

Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung. (Sumber: Museum Konferensi Asia Afrika)
Ayo Netizen 14 Apr 2026, 18:39

AAM sebagai Masa Depan Transportasi Udara

UBSI membahas Advanced Air Mobility (AAM) sebagai solusi transportasi udara masa depan untuk meningkatkan konektivitas dan distribusi logistik di Indonesia.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Beranda 14 Apr 2026, 17:07

Baca Bareng Anak di Bandung, Cara Sederhana Tanamkan Minat Literasi

Seorang ayah membawa anaknya mengikuti baca senyap di Bandung sebagai cara sederhana mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini.

Herry Prihamdani datang bersama anaknya, mengenalkan kebiasaan membaca sejak dini sambil menikmati ketenangan dalam suasana baca senyap. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Sejarah 14 Apr 2026, 16:29

Hikayat Gunung Tampomas, Legenda Warisan Emas Kerajaan Sunda di Jantung Sumedang

Gunung Tampomas di Sumedang menyimpan legenda keris emas, jejak Kerajaan Sunda, dan situs arkeologi kuno di puncaknya.

Sunset Gunung Tampomas. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 14 Apr 2026, 16:08

Pendatang ke Bandung yang Jadi Presiden

Kisah Soekarno yang pernah datang dan tinggal di Kota Bandung kemudian menjadi Presiden RI pertama.

Monumen Soekarno di Lapas Banceuy Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 14 Apr 2026, 14:49

Lembang ‘Mundur’, Bandung ‘Membesar’

Begitu banyak beban yang ditopang kota ini, hingga tak heran tempat yang kecil ini pun harus membesar, menggeser wilayah lain terutama di utaranya, yaitu Lembang.

Kondisi tempat angkutan kota  (masih oplet) jurusan Lembang-Bandung "ngetem" di Jalan Setiabudi, Bandung 1950-an, lokasi tepatnya di Jajaran Setiabudi supermarket sekarang.
Ayo Netizen 14 Apr 2026, 13:32

Mewujudkan Indonesia Bebas Korupsi: Transformasi Budaya adalah Kunci

KPK memproses ratusan perkara tindak pidana korupsi serta berhasil memulihkan aset negara sebesar Rp1,53 triliun.

Mata uang rupiah dan emas. (Sumber: Pexels | Foto: Robert Lens)
Komunitas 14 Apr 2026, 12:29

Komunitas Baca di Bandung, Ruang Sunyi yang Menghidupkan Literasi di Nadi Kota Kembang

Komunitas Baca di Bandung menghadirkan ruang sunyi di tengah Kota Kembang, mengajak warga membaca bersama tanpa tekanan, sekaligus membuka akses literasi yang inklusif.

Puluhan anggota Komunitas Baca di Bandung berkumpul di Taman Badak untuk membaca bersama dalam senyap tanpa distraksi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Wisata & Kuliner 14 Apr 2026, 11:28

Jelajah Jans Park Jatinangor, Taman Rekreasi di Tengah Kawasan Kampus

Jans Park hadir di Jatinangor sebagai taman rekreasi keluarga dengan wahana lengkap, spot foto menarik, serta konsep visual yang menonjol di kawasan kampus

Objek wisata Jatinangor National Park atau Jans Park (Sumber: jatinangornasionalpark.com)
Ayo Netizen 14 Apr 2026, 10:23

Melintasi Waktu Menyoal Ruang untuk Pertumbuhan Anak di Kota Bandung

Kota Bandung masih kekurangan ruang terbuka hijau untuk anak sesuai dengan ketentuan luas ideal.

Menikmati suasana taman kota. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 14 Apr 2026, 09:01

Socrates untuk Kaum Sibuk: Benarkah Hidup Tanpa Refleksi Tidak Layak Dijalani?

Pemikiran Socrates Tentang Refleksi Diri di Tengah Kehidupan Modern Yang Serba Cepat, Dengan Menelaah Makna Hidup, Kesadaran, dan Tanggungjawab Atas Tindakan Sebelum Menghadapi Akhir Kehidupan.

Dalam diam dan renungannya, Socrates mengingatkan: hidup tanpa refleksi hanyalah perjalanan tanpa makna. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Apr 2026, 18:07

Lalap: Rahasia Kesehatan dan Identitas Budaya di Meja Makan Sunda

Tradisi mengonsumsi tumbuhan segar atau lalab (lalap) adalah denyut nadi kebudayaan yang selama ini lebih banyak berpindah melalui tutur lisan.

Lalapan dan sambal terasi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Bandung 13 Apr 2026, 18:06

Mencicipi 'The Best Dirty Latte in Town' di CO,MA Coffee Matter, Coffee Shop dengan Bakery Paling 'Niat' di Bandung

Menjadi pusat gravitasi komunitas kreatif, Coffee Matter hadir bukan hanya membawa aroma biji kopi pilihan, melainkan sebuah ekosistem gaya hidup yang inklusif.

CO,MA Coffee Matter hadir bukan hanya membawa aroma biji kopi pilihan, melainkan sebuah ekosistem gaya hidup yang inklusif. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Wisata & Kuliner 13 Apr 2026, 17:00

Panduan Wisata Capolaga Subang, Surga Tiga Curug dan Camping di Kebun Teh

Wisata Capolaga Subang menawarkan tiga curug, camping ground, dan trekking kebun teh dengan suasana alam sejuk dan asri.

Salah satu curug yang ada di Wisata Alam Capolaga. (Sumber: subang.go.id)