UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

6 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID – Di balik rumah produksi kebab di Jalan Kihiur 4, Cihapit, ada sebuah sistem yang menaungi ribuan pelaku usaha kecil di Kota Bandung dan sekitarnya. Kisah Widya Ratna Puspita dan KebabFactory.id, adalah salah satu dari sekian banyak cerita yang lahir dari Rumah BUMN Bandung yang bisa jadi teladan para pelaku UMKM.

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan. Dia menyebutnya sebagai "rumah kedua". Tempat di mana hampir semua ilmu yang kini ia gunakan untuk menjalankan wirausahanya berasal, mulai dari cara mengelola tim, membangun sistem kemitraan, hingga mengurus legalitas usaha. 

Sebelum bergabung Rumah BUMN Bandung, Widya mengaku hanya tahu cara berjualan konvensional lewat marketplace dan distributor titip jual. Tetapi kini, Kebab Factory punya sistem kemitraan yang mandiri, lengkap dengan program reseller dan agent.

Lantas, sistem apa sebenarnya yang ada di balik "rumah kedua" tersebut? Sebelum bertemu dengan Widya pada Jumat (5/6/2026), ayobandung.id telah lebih dahulu menemui CEO Rumah BUMN Bandung, A. Radinal Pramudha Sirat, untuk mengulik lebih jauh bagaimana lembaga ini bekerja, dari filosofi dasarnya, cara bergabung, hingga kerangka yang menentukan kapan sebuah UMKM benar-benar bisa disebut "naik kelas".

Rumah BUMN bukan program yang berdiri sendiri di Bandung. Menurut Radinal, lembaga ini merupakan bagian dari inisiatif besar Kementerian BUMN yang kemudian dikelola oleh BRI di berbagai daerah, termasuk Bandung.

"Rumah BUMN Bandung ini inisiasi dari Kementerian BUMN. Tujuan utamanya pemberdayaan UMKM, dari pelatihan, literasi keuangan mendasar, sertifikasi, dan sebagainya, kita ajarkan semua di sini," papar Radinal kepada ayobandung.id (10/4/2026).

Dari sisi pengelola, Regional CEO BRI Regional Office Bandung, Dewi Hestiningrum S., pun menjelaskan posisi strategis lembaga ini bagi ekosistem UMKM Jawa Barat.

"Rumah BUMN Bandung kami posisikan sebagai pusat inkubasi dan kolaborasi strategis bagi UMKM Jawa Barat. Fokus kami adalah pelaku usaha di sektor kreatif, fesyen, kuliner, dan kriya, sektor-sektor yang menjadi kekhasan dan kebanggaan Jawa Barat," ujar Dewi dalam pernyataan resminya kepada ayobandung.id. 

Sektor kuliner yang disebut Dewi inilah yang menjadi rumah bagi KebabFactory.id, salah satu bukti bagaimana fokus sektoral ini diterjemahkan menjadi pembinaan nyata di lapangan.

Salah satu hal yang mungkin belum banyak diketahui publik adalah sistem terbukanya akses untuk menjadi bagian dari Rumah BUMN. Bukan hanya pelaku usaha yang sudah berjalan, tapi juga anak muda yang baru ingin belajar bisnis bisa bergabung.

"Pelatihannya itu kita kerja sama dengan berbagai pihak, dengan universitas, ataupun startup dan lain sebagainya, pemerintahan juga, untuk memberikan pelatihan kepada UMKM kita. Kalau mau jadi anggota, tinggal daftar gratis. Tidak hanya pelaku UMKM saja, jadi untuk anak-anak muda yang mau belajar bisnis itu bisa daftar di sini sebagai anggota," lanjut Radinal.

Soal apa saja yang diajarkan dalam pelatihan-pelatihan tersebut, Dewi memberikan gambaran lebih rinci. Ragam pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan nyata pelaku UMKM, mulai dari perbaikan kemasan produk, manajemen pembukuan sederhana, pemasaran digital termasuk e-commerce dan iklan media sosial, hingga standarisasi dan sertifikasi seperti halal dan BPOM. Bagi UMKM yang sudah siap bersaing di pasar internasional, ada pula pelatihan persiapan ekspor termasuk prosedur kepabeanan.

Pelatihan semacam inilah yang menurut Widya membuka matanya soal hal-hal yang sebelumnya tak pernah ia pikirkan, dari pengurusan label halal hingga perbaikan kemasan produk yang sebelumnya hanya menggunakan kertas biasa.

Sistem "Empat Kelas" di Balik Kata "Naik Kelas"

CEO Rumah BUMN Bandung, A. Radinal Pramudha Sirat, di Jalan Dr Djunjunan 50, Pasteur, Kota Bandung, (10/4/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
CEO Rumah BUMN Bandung, A. Radinal Pramudha Sirat, di Jalan Dr Djunjunan 50, Pasteur, Kota Bandung, (10/4/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Istilah "naik kelas" sering muncul dalam pemberitaan seputar UMKM binaan BRI. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan "kelas" di sini? Radinal menjelaskan, ini bukan sekadar istilah, melainkan kerangka kerja resmi dari Kementerian BUMN yang terdiri dari empat tingkatan.

"Syarat untuk jadi anggota (Rumah BUMN) tinggal daftar saja di link yang sudah ada, gratis, dan nanti ikut disurvei maksudnya agar kita tahu ini usahanya di 'kelas' mana. Kalau dari Kementerian BUMN kita tetapkan ada 4 kelas, biar indikator 'UMKM naik kelas' benar-benar ada. Kalau masih basic kelas 1 itu, dia belum punya laporan keuangan, kita ajarin bikin laporan keuangan. Lalu misalnya dia kelas 2 (karena) dia ternyata sudah punya akun digital, lalu naik ke kelas 3 karena dia sudah bisa jualan melalui sarana digital tersebut. Kalau kelas 4 itu sudah siap ekspor," tegas Radinal.

Kerangka empat kelas ini sejalan dengan tahapan pendampingan berjenjang yang dijelaskan Dewi: Go Modern (penguatan manajemen dan kemasan), Go Digital (literasi teknologi dasar), Go Online (pemasaran daring dan e-commerce), hingga Go Global (persiapan ekspor). Bisa dikatakan, "empat kelas" adalah indikator ukurnya, sementara "Go Modern" hingga "Go Global" adalah jalur program yang mengantarkan UMKM dari satu kelas ke kelas berikutnya.

Jika dipetakan ke kerangka ini, transformasi KebabFactory.id terlihat jelas. Dari sekadar berjualan online lewat marketplace dan distributor, kini Widya sudah membangun sistem kemitraan berjenjang yang lebih kompleks. 

"Bedanya sama franchise, kami masih skala UMKM. Modelnya kemitraan, jadi siapa pun bisa membuka Kebab Factory mulai dari modal Rp17,5 juta. Kami juga bantu carikan tempat jual, misalnya di Alfamidi, lengkap dengan kepastian asuransinya," ucap Widya, yang juga membuka program reseller dan agent dengan modal lebih ringan bagi siapa saja yang ingin mendapat penghasilan tambahan.

Strategi Bertahan di Tengah Ekonomi yang Menantang

Tampilan menu KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Tampilan menu KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Tak bisa dipungkiri, kondisi ekonomi belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM. Radinal mengakui hal ini secara terbuka.

"Ekonomi (sedang) kurang baik. Dari tahun lalu kita dilanda daya beli dari efisiensi pemerintahan. Tetapi kita ajarkan ke mereka (para pelaku UMKM) strategi bisnis mencari peluang-peluang yang bisa mereka maksimalkan, yang menyesuaikan target pasar. Misalnya harga bajunya biasanya Rp500 ribu, mereka bisa membuat klasifikasi (produk) yang lebih rendah lagi harganya, tetapi tetap kena ciri khas modelnya dengan kualitas agak berbeda. Mulai bikin sub kategori produk jualan biar banyak yang beli lagi," tutur Radinal.

Strategi "membuat sub kategori produk" yang disebut Radinal ini, jika dilihat lebih jauh, sebenarnya sudah lama dipraktikkan oleh KebabFactory.id dengan pendekatan yang sedikit berbeda: bukan menurunkan harga, melainkan menciptakan keragaman rasa dan varian untuk menjangkau lebih banyak segmen pembeli. 

"Saya selalu mikirnya, kalau orang lain jual kebab rasa daging ya saya harus punya sesuatu yang enggak ada di tempat lain. Ide-ide itu kadang muncul dari hal sederhana. Anak saya minta es krim, ya saya coba gimana kalau es krimnya dimasukkan ke kebab. Awalnya banyak yang skeptis, tapi begitu dicoba, malah jadi favorit," tutur Widya.

Baik strategi "sub kategori produk" dari Radinal maupun "variasi rasa tak biasa" dari Widya pada dasarnya berbicara hal yang sama: di tengah daya beli yang melemah, diferensiasi dan fleksibilitas menjadi kunci agar UMKM tetap bisa menjangkau pembeli baru tanpa harus mengorbankan ciri khas produknya.

***

Dari satu rumah di Jalan Dr Djunjunan 50, Pasteur, Kota Bandung, lahir sistem yang mengantarkan UMKM dari sekadar berjualan konvensional menjadi usaha yang punya laporan keuangan, akun digital, kanal penjualan online, hingga siap menembus pasar ekspor. 

Pembagian empat kelas bagi para pelaku UMKM itu menjadi peta jalan bagi yang mau memulai dari nol

KebabFactory.id adalah satu dari sekian banyak bukti bagaimana peta jalan itu bekerja di lapangan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)