Denyut Digitalisasi Perbankan yang Menghidupi Perajin Sepatu Kulit Cibaduyut

4 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik Koku Footwear (produsen sepatu kulit) di Taman Cibaduyut Indah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik Koku Footwear (produsen sepatu kulit) di Taman Cibaduyut Indah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

AYOBANDUNG.ID Mochamad Indra Yusuf Wahyudin tahu betul bagaimana membuat sepatu yang tahan lama. Kulit dipilih dengan cermat, jahitan dikerjakan dengan teliti, dan setiap pasang sepatu melewati tangan perajin yang sudah bertahun-tahun mengasah keahliannya. 

Meki begitu Indra juga tahu ketekunan di meja kerja saja tidak cukup. Di belakang setiap transaksi yang lancar, infrastruktur keuangan harus bekerja sama rapinya dengan tangan para perajin.

Maka keputusan Indra memilih BRI sebagai mitra perbankan utama bukan lahir dari brosur. Justru muncul tak sengaja, dari intensitas pertemuannya dengan BRI di berbagai event pembinaan UMKM. 

Sejak 2018, Indra aktif mengikuti pelatihan di Rumah BUMN Bandung, lalu berlanjut ke BRIncubator 2023 yang ia menangkan sebagai juara pertama, hingga Brilianpreneur di Jakarta Convention Center. Semakin sering ia berada di ekosistem itu, semakin dalam pula kepercayaannya.

"Karena saya sering ikut event-event BRI, jadi saya lebih nyaman aja memilih BRI untuk partner pembayaran. Nanti juga saya rencananya untuk gajian karyawan mau pakai payroll BRI. Simpel dan ekosistemnya sudah di situ. Saya rasa juga lebih canggih fitur-fiturnya," ujar Indra, (26/5/2026) di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Langkah pertama yang ia lakukan adalah membuka rekening perusahaan BRI untuk Koku Footwear. Fondasi administratif yang memisahkan arus kas bisnis dari keuangan pribadi, sesuatu yang kerap menjadi titik lemah banyak pelaku UMKM.

Perubahan paling terasa di lini terdepan bisnis Koku Footwear adalah hadirnya mesin EDC dan merchant QRIS BRI di toko mereka. Sebelumnya, transaksi banyak bergantung pada transfer manual atau tunai. Kini, pelanggan yang datang langsung (maupun yang bertransaksi di pameran) bisa membayar hanya dengan mengarahkan kamera ponsel ke kode QR.

"Semua transaksi jadi tercatat otomatis. Kami bisa pantau pemasukan harian lebih rapi. Kalau dulu serba manual, sekarang datanya langsung masuk ke sistem," ungkapnya.

Sikap ekonomis yang dilakukan Indra ini sejatinya sejalan dengan apa yang ditekankan BRI soal peran QRIS dalam ekosistem usaha kecil. 

"QRIS adalah game changer dalam ekosistem pembayaran nasional. Perannya sangat masif dalam menciptakan ekosistem cashless — dari pasar tradisional, warung kopi, hingga merchant modern. QRIS membuat transaksi mikro menjadi cepat, transparan, dan efisien, sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku UMKM untuk mencatat omzet secara digital," kata Dewi Hestiningrum S., Regional CEO BRI Regional Office Bandung, dalam pernyataannya kepada ayobandung.id

Lebih jauh, Dewi menegaskan bahwa QRIS bukan semata alat bayar. 

"Bagi BRI, QRIS bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga pintu masuk bagi inklusi keuangan UMKM ke layanan perbankan yang lebih luas, termasuk pembiayaan," imbuhnya.

2 Peran Digitalisasi

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)

Di luar keperluan bisnis, Indra juga menggunakan BRImo untuk kebutuhan perbankan pribadinya. Baginya, memiliki satu aplikasi yang bisa melayani transfer, pembayaran, hingga pemantauan keuangan sehari-hari adalah efisiensi yang nyata.

"Pribadi saya juga pakai BRImo. Praktis, semua ada di satu tempat," katanya singkat.

BRImo memang tengah berada di puncak pertumbuhannya. Per akhir Desember 2025, jumlah pengguna aktif BRImo mencapai 45,9 juta, tumbuh 18,9 persen secara tahunan. Sepanjang tahun yang sama, aplikasi ini melayani 5,60 miliar transaksi dengan total nilai Rp7.057 triliun. Tumbuh masing-masing 29 persen dan 26,1 persen dibanding tahun sebelumnya.

Angka-angka itu bukan sekadar statistik korporasi. Di baliknya ada jutaan pelaku usaha seperti Indra yang menjadikan BRImo bagian dari rutinitas harian mereka.

"BRImo saat ini menjadi bagian dari gaya hidup nasabah kami. Nasabah kini dapat mengelola keuangan, membayar tagihan, membeli produk asuransi, hingga berinvestasi. seluruhnya dalam satu genggaman, 24 jam tanpa henti. BRImo bukan sekadar aplikasi mobile banking, tetapi telah menjadi gerbang utama interaksi nasabah dengan BRI," sambung Dewi.

Satu rencana besar Indra yang belum terwujud namun sudah matang di kepalanya: beralih ke sistem penggajian payroll BRI untuk seluruh karyawan dan perajinnya.

Bagi Indra, payroll adalah perpanjangan dari misinya menyejahterakan warga lokal Cibaduyut. Ia selama ini menekankan agar Koku Footwear membayar upah di atas standar kawasan yang kerap jauh dari UMP, lengkap dengan jaminan THR.

"Dengan payroll BRI nanti, gaji karyawan langsung masuk ke rekening masing-masing. Lebih transparan, lebih aman, dan karyawan punya rekening bank sendiri. Itu penting untuk mereka juga," jelas Indra.

Dengan 33 perajin dan 5 karyawan pemasaran yang tersebar di dua workshop dan satu toko, sistem penggajian yang terdigitalisasi akan menjadi lompatan signifikan. Tidak hanya bagi operasional Koku Footwear, tetapi bagi kesejahteraan para perajin yang selama ini menopang keberlangsungan sentra sepatu Cibaduyut.

***

Yang membuat Indra betah berada di ekosistem BRI bukan satu produk tunggal, melainkan keterpaduannya. Rekening perusahaan, mesin EDC, merchant QRIS, BRImo untuk kebutuhan personal, dan rencana payroll. Semuanya terhubung dalam satu atap.

Keterpaduan inilah yang memang menjadi strategi inti BRI. 

"Kami mendesain BRILink dan BRImo untuk saling melengkapi dalam customer journey nasabah," kata Dewi. Ia menambahkan bahwa seluruh komponen ekosistem digital BRI, dari jaringan ATM, mesin EDC merchant, QRIS, hingga BRILink, dirancang untuk memperkuat satu sama lain, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Bagi pelaku UMKM yang sudah padat dengan urusan produksi, pemasaran, dan pengelolaan SDM, kemewahan terbesar adalah kesederhanaan. Tidak perlu berpindah-pindah platform, tidak perlu mengurus banyak akun di banyak bank.

"Ekosistemnya sudah di situ," tutup Indra. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)