Puasa Ayakan

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Jumat 27 Feb 2026, 09:15 WIB
Umat Islam saat buka puasa dengan kurma, air zam zam dan roti di Masjidil Haram, Mekkah. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Umat Islam saat buka puasa dengan kurma, air zam zam dan roti di Masjidil Haram, Mekkah. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Saat sahur bersama keluarga kecil di Babakan Dangdeur. Ada momen yang terasa sederhana dan menggetarkan batin.

Betapa tidak, Kakang, anak ketiga yang baru berusia empat tahun, ikut terbangun dan duduk bersama melingkar samping kompor.

Janari itu tidak ada nasi. Sejak selepas salat tarawih, istri sudah memberi kabar soal untuk sahur ke-6 hanya menyediakan kukuluban (jagung, labu, dan brokoli).

Akang memandang piringnya yang berisi sayuran, lalu dengan polos dan mantap berkata, “Aku puasa nasi ya, Bah.”

Kalimat itu terdengar ringan, tetapi mengandung makna yang dalam. Seolah-olah sedang belajar arti puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan menerima apa yang ada dengan lapang dada. Bukan tentang apa yang diinginkan, melainkan soal kesediaan untuk menyelaraskan diri dengan keadaan.

Aa Akil, anak kedua yang berusia sebelas tahun, baru saja menjalani operasi kecil, Sabtu (21/2/2026) di Ujungberung karena benjolan di tangan kanannya, dekat pergelangan.

Bocah kelas lima belum berpuasa karena masih dalam masa penyembuhan, tetapi tetap ikut sahur bersama. Sambil menyuap sayuran, dengan spontan berkata, “Iya, Kakang mah puasa ayakan yang ada dimakan.”

Ayakan itu artinya saringan yaa.. Jadi puasanya yang bolong-bolong itu disebutnya puasa ayakan. (Sumber: Instagram | Foto: @nyunda_yuk)
Ayakan itu artinya saringan yaa.. Jadi puasanya yang bolong-bolong itu disebutnya puasa ayakan. (Sumber: Instagram | Foto: @nyunda_yuk)

Hikayat Ayakan

Meski ucapan itu sederhana, namun pentingnya arti bersyukur. Ya menerima tanpa banyak tuntutan. Makan bukan sekadar mengisi perut, melainkan merawat kebersamaan.

Pikiran melayang, menembus ruang dan waktu, langsung ada kerinduan ke kampung halaman di Bungbulang Garut Kidul yang berjarak 73 kilometer ke arah barat daya dari pusat kota Intan atau dari Bandung sekitar 136,4 kilometer lewat Sumadra; 112,0 kilometer lewat Pangalengan.

Jika dari Cibiru menggunakan kendaraan umum (elf bomber, Aldy Jaya, dulu hanya ada mobil legendaris bis Eka Jaya) bisa memakan waktu 5-6 jam.

Di sana ada kebiasaan anak-anak puasa bolong-bolong dengan sebutan puasa bedug, cacap dan ayakan, sesekali ngalodong (meriam bambu), petasan, ngabeubeurang, ngadulag, ngabuburit, sambil ngagodin di tengah pematang sawah, ngojay di Cibalubur Loa, Sasak, Proyek, Cekdam.

Puasa ayakan merupakan kosakata dalam bahasa Sunda yang berkaitan dengan istilah Ramadan. Di wilayah Cianjur dan sekitarnya, istilah ini merujuk pada makna kiasan dari sebuah benda konkret bernama ayakan.

Ayakan adalah alat berbentuk bundar seperti tampah, terbuat dari anyaman bambu dengan lubang-lubang yang berjarak sehingga tampak bolong-bolong. Fungsinya sebagai saringan, alat pemisah berdasarkan ukuran partikel tertentu.

Secara kiasan, istilah puasa ayakan menggambarkan puasa yang “bolong-bolong” seperti lubang ayakan. Maksudnya, seseorang berpuasa tidak konsisten. Ya hari ini puasa, besok tidak. Kemarin puasa, hari ini batal. Puasanya dilakukan semaunya.

Ini dimaknai sebagai akronim dari sagala nu aya dihakan (semua yang ada dimakan). Batasan waktu puasanya mengikuti keberadaan makanan. Jika ada makanan dan ingin makan, maka dimakan saja dan puasanya batal.

Tentunya, puasa ayakan bukanlah praktik yang dianjurkan dalam agama. Namun, kehadiran istilah ini memperkaya khazanah kosakata dalam bahasa Sunda. (Pikiran Rakyat, 4 April 2022)

Hayooo siapa nih nu sok puasa ayakan?😂😂 (Sumber: Facebook | Foto: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung)
Hayooo siapa nih nu sok puasa ayakan?😂😂 (Sumber: Facebook | Foto: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung)

Cacap, Bedug, dan Ayakan

Dalam tulisan Bulan Puasa di Tanah Sunda, Abdullah Alawi menjelaskan bahwa di daerah Sukabumi dan sekitarnya terdapat sejumlah istilah khas terkait Ramadan, seperti munggahan, ngabuburit, puasa cacap, puasa bedug, puasa ayakan, godin, dan ngadulag.

Terdapat tiga kategori puasa khas lokal yang dilihat dari waktu berbukanya:

1. Puasa cacap

Shaum yang cacap (selesai sempurna), yakni berpuasa sejak terbit fajar (imsak) hingga bedug magrib.

2. Puasa bedug

Berpuasa dari terbit fajar hingga bedug lohor atau asar. Biasanya dilakukan anak-anak yang ingin belajar berpuasa penuh, tetapi fisiknya belum kuat hingga magrib.

3. Puasa ayakan

Tidak memiliki batas waktu yang jelas. Istilah ini berasal dari peribahasa puasa jojodog jeung ayakan, yang berarti lamun euweuh ngajedog, lamun aya dihakan (kalau tidak ada makanan diam, kalau ada dimakan). Batas berbuka puasanya adalah keberadaan makanan itu sendiri.

Dari segi pelaku, puasa cacap biasanya dilakukan oleh orang yang fisiknya kuat dan memiliki penghayatan keagamaan yang baik.

Puasa bedug umumnya dilakukan anak-anak. Untuk puasa ayakan dilakukan oleh orang yang sebenarnya mampu dan mengetahui kewajiban puasa, tetapi enggan menjalankannya secara konsisten. Ada yang melakukannya diam-diam, ada pula yang terang-terangan.

Tipikal puasa ayakan ini pernah disindir oleh Doel Sumbang dalam lagu Tuturut Munding:

Batur sahur milu sahur

Batur buka milu buka

Ti beurang batur puasa

Manehna jajan samangka

Batur sahur milu sahur

Batur buka milu buka

Ti peuting batur taraweh

Manehna cindekul gapleh

Ini bermakna ketika orang lain sahur dan berbuka ia ikut, tetapi saat siang hari orang lain berpuasa, justru jajan semangka. Ketika orang lain tarawih, malah bermain gaple (domino).

Festival Permainan Rakyat Jawa Barat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Festival Permainan Rakyat Jawa Barat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kreativitas Urang Sunda

Masyarakat bukanlah “ceret kosong” yang jika diisi kopi akan menghasilkan kopi dengan rasa yang sama persis. Ketika bersentuhan dengan istilah dari luar kebudayaannya, masyarakat bisa menerima, menolak, mengolahnya menjadi bentuk baru yang unik dan khas. Namun, tak jarang pula muncul sikap anti-kreasi di tengah masyarakat. (NU Online, 21 Juli 2012)

Dikutip dari laman infobdg.com dalam tulisan “Tradisi Masyarakat Sunda Saat Bulan Ramadhan”, istilah puasa ayakan sangat dikenal luas di kalangan wargi Bandung dan kerap menjadi bahan candaan anak-anak.

Dengan merujuk pada peribahasa jojodog jeung ayakan, nya lamun euweuh ngajedog, lamun aya dihakan. Semuanya menyiratkan puasa hanya dijalankan ketika tidak ada makanan. (RRI, 24 Februari 2026)

Nah, buah hati Bunda sudah ikut puasa yang mana nih? (Sumber: Facebook | Foto: Keluarga Cap Lang)
Nah, buah hati Bunda sudah ikut puasa yang mana nih? (Sumber: Facebook | Foto: Keluarga Cap Lang)

Yuk Ajarkan Anak Berpuasa, Ini 5 Manfaat dan Tips Biar Kuat

Melatih anak berpuasa sejak dini tidak hanya berdampak baik bagi kesehatan, tetapi dapat membantu membentuk karakter positif.

Puasa adalah kegiatan menahan diri dari makan, minum, serta emosi dalam waktu tertentu. Jika dilakukan dengan tepat dan sesuai usia, puasa dapat memberikan lima manfaat berikut:

1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Puasa membantu menjaga kesehatan tubuh anak. Saat berpuasa, sistem imun dapat terstimulasi dengan baik, termasuk penguatan sel darah putih sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Kondisi ini membuat tubuh anak lebih tahan terhadap serangan virus dan bakteri. Dengan berpuasa dapat membantu mengurangi risiko kambuhnya alergi.

2. Menurunkan Risiko Obesitas

Saat berpuasa, pola makan anak menjadi lebih teratur dan terkontrol. Asupan makanan yang terbatas membantu mencegah kenaikan berat badan berlebih.

Puasa berperan dalam mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga pembakaran kalori menjadi lebih optimal.

3. Menjaga Kesehatan Otak

Selama berpuasa, tubuh menggunakan cadangan energi secara lebih efisien. Proses ini dapat merangsang regenerasi sel, termasuk sel otak.

Puasa diketahui dapat merangsang produksi protein brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yang berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir, daya ingat, dan konsentrasi anak.

4. Mengajarkan Disiplin

Puasa melatih anak untuk taat pada aturan, seperti bangun sahur tepat waktu dan menahan diri hingga waktu berbuka.

Kebiasaan ini membantu anak belajar mengatur jadwal makan, tidur, belajar, dan bermain secara lebih tertib sampai terbentuk sikap disiplin.

5. Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri

Menahan lapar dan haus membuat anak belajar bersabar hingga waktu berbuka tiba.

Puasa menjadi sarana untuk melatih anak mengontrol emosi dan keinginan, sehingga dapat membantu pembentukan karakter yang lebih matang. (www.sehataqua.co.id)

Agar anak tetap sehat dan kuat menjalani puasa, orang tua perlu memperhatikan asupan dan pola hidupnya.

Berikut lima tips yang bisa diterapkan:

1. Penuhi Gizi Seimbang Saat Sahur

Sahur penting untuk menyimpan cadangan energi selama berpuasa. Sajikan makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat.

Saat berbuka, berikan makanan ringan yang mengandung sekitar 20% kebutuhan kalori harian untuk mengembalikan energi, disertai segelas air hangat.

2. Berbuka Secara Bertahap

Mulailah berbuka dengan makanan ringan, kemudian lanjutkan dengan makanan utama yang bergizi lengkap. Cara ini membantu lambung anak beradaptasi setelah seharian kosong.

3. Cukupi Kebutuhan Cairan

Pastikan anak minum air putih yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur. Konsumsi makanan tinggi cairan seperti sup dan buah-buahan. Dengan hindari makanan yang terlalu asin agar tidak mudah haus.

4. Pastikan Tidur yang Cukup

Anak tetap membutuhkan waktu tidur 8–10 jam per hari agar kondisi tubuh dan kemampuan belajarnya tetap optimal selama berpuasa.

5. Tetap Aktif dan Bergerak

Ajak anak tetap aktif dengan olahraga ringan seperti jalan santai, jogging ringan, aerobik, yoga, atau pilates selama 30–60 menit, terutama menjelang waktu berbuka.

Dengan persiapan yang tepat dan pendampingan orang tua, puasa bisa menjadi momen pembelajaran yang menyehatkan sekaligus menyenangkan bagi anak. (Antara Selasa, 18 April 2023 14:30).

Di depan kamar tidur, pada waktu sahur yang tanpa nasi itu, justru terasa kelimpahan atas syukur. Tidak ada hidangan istimewa, tak ada meja penuh lauk pauk, yang ada ruang lapang di dalam dada. Di situlah makna terucap yang diam-diam tumbuh subur agar hidup lebih terukur dan tafakur.

Anak-anak mengajarkan soal puasa (cacap, bedug, ayakan) bukan sekadar menahan lapar, melainkan latihan menerima keadaan. Sahur menjadi pelajaran penting atas rasa cukup dan bagaimana sedikit dapat terasa utuh saat dijalani dan disyukuri.

Tentunya dalam kesederhanaan yang bersahaja, terselip nilai yang tak selalu hadir di hidangan berlimpah. Ada kesadaran yang pelan-pelan menyala dan bersinar yang terpenting bukanlah apa yang tersaji di hadapan, melainkan bagaimana hati menyikapinya. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Bandung 27 Feb 2026, 18:09

12 Tahun Menjaga Rasa, Kisah Jatuh Bangun Reza Firmanda Membesarkan Ayam-Ayaman

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan.

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. (Sumber: instagram.com/ayamayamanbdg)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 17:12

13 Abreviasi yang Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan

Berikut 15 abreviasi (baik itu singkatan ataupun akronim) yang paling sering muncul sepanjang bulan suci

Ilustrasi suasana Bulan Puasa di Tanah Sunda. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)
Bandung 27 Feb 2026, 15:21

Melompati Sekat Tradisional, Ambisi Besar UMKM Kuliner Bandung Mengejar Kasta 'Naik Kelas' Lewat Revolusi 5 Menit

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital.

Para pelaku kuliner di Jawa Barat kini tengah memacu ambisi besar untuk melompati batasan geografis dan ekonomi konvensional demi mengejar kasta "Naik Kelas" di panggung digital. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 14:17

Bandung, Kota Kelahiran Media Kritis dan Visioner

Dalam sejarah pers Indonesia, Bandung menempati posisi istimewa.

Majalah Aktuil terbitan 1970-an, pelopor majalah musik modern di Indonesia. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 12:10

Dari Bukber sampai ZISWAF: Pembentukan Kamus Singkatan Ramadan Orang Indonesia

Bahasa pun dipadatkan. Maka lahirlah “bukber”, “kultum”, “sanlat”, hingga “ZISWAF”.

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 09:15

Puasa Ayakan

Anak-anak mengajarkan soal puasa (cacap, bedug, ayakan) bukan sekadar menahan lapar, melainkan latihan menerima keadaan.

Umat Islam saat buka puasa dengan kurma, air zam zam dan roti di Masjidil Haram, Mekkah. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Feb 2026, 07:19

Berusia 157 Tahun, Masjid Mungsolkanas Rekam Jejak Keislaman di Gang Sempit Cihampelas

Pada awalnya, masjid ini hanyalah rumah bilik panggung milik seorang tokoh bernama Mama Aden. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, dengan kolam kecil di sampingnya untuk berwudu.

Prasasti di Masjid Mungsolkanas. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 18:39

Bandung Selatan di Ujung Krisis: Ketika Kawasan Konservasi Dijadikan Ladang Bisnis

Jangan sampai atas nama wisata dan pertumbuhan ekonomi, kita justru menciptakan “neraka keseimbangan lingkungan” yang diwariskan kepada generasi mendatang.

Salah satu sudut TWA Cimanggu-Ciwidey. (Foto: Dokumen pribadi)
Bandung 26 Feb 2026, 17:32

Begini Cara Jitu Bikin AI Patuh Bantu Promosi Produk UMKM

Kupas tuntas rahasia optimasi AI untuk konten UMKM agar tidak halu, pelajari trik prompt jitu dan strategi AIDA di workshop ini.

Arif Budianto menyampaikan materi modifikasi dan pemanfaatan AI dalam workshop produksi konten media sosial dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang digelar AyoBandung.id dan AyoBiz. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 26 Feb 2026, 17:06

Bukan Sekadar Ngonten, Ini Cara UMKM Ubah Akun Sosmed Jadi Akun Promosi

Dalam cakupan dunia digital yang serba bisa dilihat melalui layar saja, persaingan muncul dan dibentuk secara organik, serta tidak hanya berfokus pada unggahan biasa saja.

Pembicara Workshop Pelatihan UMKM bertajuk Produksi Konten Media Sosial dan AI: “Ngonten Pintar, Usaha Lancar," yakni Creative Manager, Bibo Bani yang membawakan materi tentang optimalisasi media sosial. (Sumber: Ayobandung)
Bandung 26 Feb 2026, 15:52

UMKM dan Humas BUMN Antusias Ikuti Workshop Produksi Konten Medsos dan AI oleh Ayo Bandung

Tak hanya untuk UMKM, wokshop ini pun cocok bagi humas instansi, lembaga, corporasi, konten kreator pemula, dan umum yang ingin belajar lebih jauh memproduksi konten.

Workshop produksi konten media sosial dan pemanfaatan artificial intelligence (AI) yang digelar AyoBandung.id dan AyoBiz di Kantor Ayo Bandung, Jalan Terusan Halimun, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 15:04

Ramadhan, Kemacetan, dan Ujian Tata Kelola Kota Bandung

Menyoroti kemacetan Bandung saat Ramadhan.

Kemacetan di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu 31 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 13:18

Warungcontong, Warung yang Nasinya Dibungkus Daun Pisang Berbentuk Contong

Nama geografis yang memakai kata contong, sangat langka di Jawa Barat.

Kampung Warungcontong diberi batas garis putus-putus, Taman Contong (A), dan dugaan letak Warung nasi contong (B). (Sumber: Google maps, diberi keterangan oleh T. Bachtiar)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 11:04

8 Istilah Sunda yang Jadi Aktivitas Rutin di Bulan Puasa

Beberapa istilah Sunda berikut bukan sekadar kata, tapi gambaran aktivitas seru yang juga bernilai ibadah.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 09:39

Ngabuburit di Museum Pos Indonesia: Menunggu Senja di Lorong Sejarah 

Suasana ngabuburit bisa terasa lebih bermakna dengan berkunjung ke Museum Pos Indonesia di Bandung.

Gedung Museum Pos Indonesia Jl Cilaki No.73 Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 26 Feb 2026, 07:00

Tantangan Kelurahan Sukapura Kawal Balita dari Risiko Stunting

Data Kelurahan Sukapura Tahun 2025 menunjukkan jumlah anak berisiko stunting menurun dari 83 anak pada 2024 menjadi 53 anak pada 2025.

Kader kesehatan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong memberikan imunisasi untuk anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 25 Feb 2026, 20:40

Satgas PASTI Hentikan AMG Pantheon dan MBAStack, Waspada Penipuan Investasi yang Mencatut Nama Perusahaan Global!

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) kembali mengambil langkah tegas dalam melindungi masyarakat dari jeratan investasi bodong yang semakin canggih.

Ilustrasi ancaman penipuan investasi ilegal. (Sumber: Freepik)
Bandung 25 Feb 2026, 19:54

Strategi OJK Jawa Barat Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Tangkal Investasi Ilegal Lewat GERAK Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah).
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 18:42

Bahasa Sunda dalam Ritme Ramadan

Bahasa Sunda menyimpan jejak pengalaman kolektif itu melalui kata-kata berawalan “nga-”.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 25 Feb 2026, 17:03

Kisah Lius Menjaga Nyala Pukis Beng-beng: Warisan Ayah Sejak 1989 yang Bertahan di Tengah Modernitas Bandung

Cetakan besi, adonan pukis, hingga topping coklat, keju, maupun pandan merupakan pemandangan sehari-hari yang dilihat oleh Lius (40), pemilik usaha Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak.

Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)