Puasa Ayakan

7 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Umat Islam saat buka puasa dengan kurma, air zam zam dan roti di Masjidil Haram, Mekkah. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Umat Islam saat buka puasa dengan kurma, air zam zam dan roti di Masjidil Haram, Mekkah. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Saat sahur bersama keluarga kecil di Babakan Dangdeur. Ada momen yang terasa sederhana dan menggetarkan batin.

Betapa tidak, Kakang, anak ketiga yang baru berusia empat tahun, ikut terbangun dan duduk bersama melingkar samping kompor.

Janari itu tidak ada nasi. Sejak selepas salat tarawih, istri sudah memberi kabar soal untuk sahur ke-6 hanya menyediakan kukuluban (jagung, labu, dan brokoli).

Akang memandang piringnya yang berisi sayuran, lalu dengan polos dan mantap berkata, “Aku puasa nasi ya, Bah.”

Kalimat itu terdengar ringan, tetapi mengandung makna yang dalam. Seolah-olah sedang belajar arti puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan menerima apa yang ada dengan lapang dada. Bukan tentang apa yang diinginkan, melainkan soal kesediaan untuk menyelaraskan diri dengan keadaan.

Aa Akil, anak kedua yang berusia sebelas tahun, baru saja menjalani operasi kecil, Sabtu (21/2/2026) di Ujungberung karena benjolan di tangan kanannya, dekat pergelangan.

Bocah kelas lima belum berpuasa karena masih dalam masa penyembuhan, tetapi tetap ikut sahur bersama. Sambil menyuap sayuran, dengan spontan berkata, “Iya, Kakang mah puasa ayakan yang ada dimakan.”

Ayakan itu artinya saringan yaa.. Jadi puasanya yang bolong-bolong itu disebutnya puasa ayakan. (Sumber: Instagram | Foto: @nyunda_yuk)
Ayakan itu artinya saringan yaa.. Jadi puasanya yang bolong-bolong itu disebutnya puasa ayakan. (Sumber: Instagram | Foto: @nyunda_yuk)

Hikayat Ayakan

Meski ucapan itu sederhana, namun pentingnya arti bersyukur. Ya menerima tanpa banyak tuntutan. Makan bukan sekadar mengisi perut, melainkan merawat kebersamaan.

Pikiran melayang, menembus ruang dan waktu, langsung ada kerinduan ke kampung halaman di Bungbulang Garut Kidul yang berjarak 73 kilometer ke arah barat daya dari pusat kota Intan atau dari Bandung sekitar 136,4 kilometer lewat Sumadra; 112,0 kilometer lewat Pangalengan.

Jika dari Cibiru menggunakan kendaraan umum (elf bomber, Aldy Jaya, dulu hanya ada mobil legendaris bis Eka Jaya) bisa memakan waktu 5-6 jam.

Di sana ada kebiasaan anak-anak puasa bolong-bolong dengan sebutan puasa bedug, cacap dan ayakan, sesekali ngalodong (meriam bambu), petasan, ngabeubeurang, ngadulag, ngabuburit, sambil ngagodin di tengah pematang sawah, ngojay di Cibalubur Loa, Sasak, Proyek, Cekdam.

Puasa ayakan merupakan kosakata dalam bahasa Sunda yang berkaitan dengan istilah Ramadan. Di wilayah Cianjur dan sekitarnya, istilah ini merujuk pada makna kiasan dari sebuah benda konkret bernama ayakan.

Ayakan adalah alat berbentuk bundar seperti tampah, terbuat dari anyaman bambu dengan lubang-lubang yang berjarak sehingga tampak bolong-bolong. Fungsinya sebagai saringan, alat pemisah berdasarkan ukuran partikel tertentu.

Secara kiasan, istilah puasa ayakan menggambarkan puasa yang “bolong-bolong” seperti lubang ayakan. Maksudnya, seseorang berpuasa tidak konsisten. Ya hari ini puasa, besok tidak. Kemarin puasa, hari ini batal. Puasanya dilakukan semaunya.

Ini dimaknai sebagai akronim dari sagala nu aya dihakan (semua yang ada dimakan). Batasan waktu puasanya mengikuti keberadaan makanan. Jika ada makanan dan ingin makan, maka dimakan saja dan puasanya batal.

Tentunya, puasa ayakan bukanlah praktik yang dianjurkan dalam agama. Namun, kehadiran istilah ini memperkaya khazanah kosakata dalam bahasa Sunda. (Pikiran Rakyat, 4 April 2022)

Hayooo siapa nih nu sok puasa ayakan?😂😂 (Sumber: Facebook | Foto: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung)
Hayooo siapa nih nu sok puasa ayakan?😂😂 (Sumber: Facebook | Foto: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung)

Cacap, Bedug, dan Ayakan

Dalam tulisan Bulan Puasa di Tanah Sunda, Abdullah Alawi menjelaskan bahwa di daerah Sukabumi dan sekitarnya terdapat sejumlah istilah khas terkait Ramadan, seperti munggahan, ngabuburit, puasa cacap, puasa bedug, puasa ayakan, godin, dan ngadulag.

Terdapat tiga kategori puasa khas lokal yang dilihat dari waktu berbukanya:

1. Puasa cacap

Shaum yang cacap (selesai sempurna), yakni berpuasa sejak terbit fajar (imsak) hingga bedug magrib.

2. Puasa bedug

Berpuasa dari terbit fajar hingga bedug lohor atau asar. Biasanya dilakukan anak-anak yang ingin belajar berpuasa penuh, tetapi fisiknya belum kuat hingga magrib.

3. Puasa ayakan

Tidak memiliki batas waktu yang jelas. Istilah ini berasal dari peribahasa puasa jojodog jeung ayakan, yang berarti lamun euweuh ngajedog, lamun aya dihakan (kalau tidak ada makanan diam, kalau ada dimakan). Batas berbuka puasanya adalah keberadaan makanan itu sendiri.

Dari segi pelaku, puasa cacap biasanya dilakukan oleh orang yang fisiknya kuat dan memiliki penghayatan keagamaan yang baik.

Puasa bedug umumnya dilakukan anak-anak. Untuk puasa ayakan dilakukan oleh orang yang sebenarnya mampu dan mengetahui kewajiban puasa, tetapi enggan menjalankannya secara konsisten. Ada yang melakukannya diam-diam, ada pula yang terang-terangan.

Tipikal puasa ayakan ini pernah disindir oleh Doel Sumbang dalam lagu Tuturut Munding:

Batur sahur milu sahur

Batur buka milu buka

Ti beurang batur puasa

Manehna jajan samangka

Batur sahur milu sahur

Batur buka milu buka

Ti peuting batur taraweh

Manehna cindekul gapleh

Ini bermakna ketika orang lain sahur dan berbuka ia ikut, tetapi saat siang hari orang lain berpuasa, justru jajan semangka. Ketika orang lain tarawih, malah bermain gaple (domino).

Festival Permainan Rakyat Jawa Barat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Festival Permainan Rakyat Jawa Barat di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu 25 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Kreativitas Urang Sunda

Masyarakat bukanlah “ceret kosong” yang jika diisi kopi akan menghasilkan kopi dengan rasa yang sama persis. Ketika bersentuhan dengan istilah dari luar kebudayaannya, masyarakat bisa menerima, menolak, mengolahnya menjadi bentuk baru yang unik dan khas. Namun, tak jarang pula muncul sikap anti-kreasi di tengah masyarakat. (NU Online, 21 Juli 2012)

Dikutip dari laman infobdg.com dalam tulisan “Tradisi Masyarakat Sunda Saat Bulan Ramadhan”, istilah puasa ayakan sangat dikenal luas di kalangan wargi Bandung dan kerap menjadi bahan candaan anak-anak.

Dengan merujuk pada peribahasa jojodog jeung ayakan, nya lamun euweuh ngajedog, lamun aya dihakan. Semuanya menyiratkan puasa hanya dijalankan ketika tidak ada makanan. (RRI, 24 Februari 2026)

Nah, buah hati Bunda sudah ikut puasa yang mana nih? (Sumber: Facebook | Foto: Keluarga Cap Lang)
Nah, buah hati Bunda sudah ikut puasa yang mana nih? (Sumber: Facebook | Foto: Keluarga Cap Lang)

Yuk Ajarkan Anak Berpuasa, Ini 5 Manfaat dan Tips Biar Kuat

Melatih anak berpuasa sejak dini tidak hanya berdampak baik bagi kesehatan, tetapi dapat membantu membentuk karakter positif.

Puasa adalah kegiatan menahan diri dari makan, minum, serta emosi dalam waktu tertentu. Jika dilakukan dengan tepat dan sesuai usia, puasa dapat memberikan lima manfaat berikut:

1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Puasa membantu menjaga kesehatan tubuh anak. Saat berpuasa, sistem imun dapat terstimulasi dengan baik, termasuk penguatan sel darah putih sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Kondisi ini membuat tubuh anak lebih tahan terhadap serangan virus dan bakteri. Dengan berpuasa dapat membantu mengurangi risiko kambuhnya alergi.

2. Menurunkan Risiko Obesitas

Saat berpuasa, pola makan anak menjadi lebih teratur dan terkontrol. Asupan makanan yang terbatas membantu mencegah kenaikan berat badan berlebih.

Puasa berperan dalam mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga pembakaran kalori menjadi lebih optimal.

3. Menjaga Kesehatan Otak

Selama berpuasa, tubuh menggunakan cadangan energi secara lebih efisien. Proses ini dapat merangsang regenerasi sel, termasuk sel otak.

Puasa diketahui dapat merangsang produksi protein brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yang berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir, daya ingat, dan konsentrasi anak.

4. Mengajarkan Disiplin

Puasa melatih anak untuk taat pada aturan, seperti bangun sahur tepat waktu dan menahan diri hingga waktu berbuka.

Kebiasaan ini membantu anak belajar mengatur jadwal makan, tidur, belajar, dan bermain secara lebih tertib sampai terbentuk sikap disiplin.

5. Melatih Kesabaran dan Pengendalian Diri

Menahan lapar dan haus membuat anak belajar bersabar hingga waktu berbuka tiba.

Puasa menjadi sarana untuk melatih anak mengontrol emosi dan keinginan, sehingga dapat membantu pembentukan karakter yang lebih matang. (www.sehataqua.co.id)

Agar anak tetap sehat dan kuat menjalani puasa, orang tua perlu memperhatikan asupan dan pola hidupnya.

Berikut lima tips yang bisa diterapkan:

1. Penuhi Gizi Seimbang Saat Sahur

Sahur penting untuk menyimpan cadangan energi selama berpuasa. Sajikan makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat.

Saat berbuka, berikan makanan ringan yang mengandung sekitar 20% kebutuhan kalori harian untuk mengembalikan energi, disertai segelas air hangat.

2. Berbuka Secara Bertahap

Mulailah berbuka dengan makanan ringan, kemudian lanjutkan dengan makanan utama yang bergizi lengkap. Cara ini membantu lambung anak beradaptasi setelah seharian kosong.

3. Cukupi Kebutuhan Cairan

Pastikan anak minum air putih yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur. Konsumsi makanan tinggi cairan seperti sup dan buah-buahan. Dengan hindari makanan yang terlalu asin agar tidak mudah haus.

4. Pastikan Tidur yang Cukup

Anak tetap membutuhkan waktu tidur 8–10 jam per hari agar kondisi tubuh dan kemampuan belajarnya tetap optimal selama berpuasa.

5. Tetap Aktif dan Bergerak

Ajak anak tetap aktif dengan olahraga ringan seperti jalan santai, jogging ringan, aerobik, yoga, atau pilates selama 30–60 menit, terutama menjelang waktu berbuka.

Dengan persiapan yang tepat dan pendampingan orang tua, puasa bisa menjadi momen pembelajaran yang menyehatkan sekaligus menyenangkan bagi anak. (Antara Selasa, 18 April 2023 14:30).

Di depan kamar tidur, pada waktu sahur yang tanpa nasi itu, justru terasa kelimpahan atas syukur. Tidak ada hidangan istimewa, tak ada meja penuh lauk pauk, yang ada ruang lapang di dalam dada. Di situlah makna terucap yang diam-diam tumbuh subur agar hidup lebih terukur dan tafakur.

Anak-anak mengajarkan soal puasa (cacap, bedug, ayakan) bukan sekadar menahan lapar, melainkan latihan menerima keadaan. Sahur menjadi pelajaran penting atas rasa cukup dan bagaimana sedikit dapat terasa utuh saat dijalani dan disyukuri.

Tentunya dalam kesederhanaan yang bersahaja, terselip nilai yang tak selalu hadir di hidangan berlimpah. Ada kesadaran yang pelan-pelan menyala dan bersinar yang terpenting bukanlah apa yang tersaji di hadapan, melainkan bagaimana hati menyikapinya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 31 Agu 2026, 19:02

Dua Wajah Paten UMKM Bandung, Dua Jalan Berbeda untuk Naik Kelas di Pasar Digital

Kisah kontras Koku Footwear dan Dimsum Inmons, dua UMKM Bandung yang sama-sama tumbuh lewat Shopee namun dengan tingkat ketergantungan yang jauh berbeda.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin (pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear) dan Ani Andriyani (pemilik Dimsum Inmons). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 17:25

Maut Menjemput Putri Diana, Dunia Berduka

Catatan Nostalgia dan In Memoriam 29 Tahun Kepergian “Lady Di”.

Berita kepergian Putri Diana menjadi perhatian utama berbagai media cetak di Indonesia, mencerminkan besarnya duka dan perhatian masyarakat terhadap sosok Princess of Wales tersebut. (Sumber: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 16:28

Sejarah Nama Bulan (Bagian 2)

Dua belas bulan yang kita kenal hari ini ternyata menyimpan jejak perubahan zaman, kekuasaan, dan cara manusia menata waktu.

Februa atau Lupercalia, suatu festival penyucian di Romawi Kuno. (Sumber: Wikimedia Commons)
Beranda 31 Agu 2026, 16:20

PLN Nusantara Power UP Cirata Overhaul Unit 5 dan 6 Demi Keandalan Pasokan Listrik

PLN Nusantara Power UP Cirata melakukan overhaul Unit 5 dan 6 PLTA Cirata untuk menjaga keandalan pasokan listrik pelanggan.

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat keandalan PLTA Cirata melalui overhaul Unit 5 dan Unit 6 demi pelayanan listrik pelanggan.
Beranda 31 Agu 2026, 16:13

Hari Pelanggan Nasional, PLN NP UP Cirata Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Desa Ciroyom

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Milangkala Desa Ciroyom ke-171 di Hari Pelanggan Nasional.

PLN Nusantara Power UP Cirata berpartisipasi dalam Milangkala Desa Ciroyom ke-171 sebagai wujud sinergi bersama masyarakat dan lingkungan.
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 14:24

Rijsttafel Hidangan Perpaduan Belanda dan Nusantara di Priangan

Nikmati kelezatan Rijsttafel, tradisi kuliner unik era kolonial di Priangan. Perpaduan harmonis antara kemewahan rasa Belanda dan autentisitas rempah Nusantara dalam satu meja

Keluarga C.H. Japing dalam sebuah acara rijsttafel bersama Bibi Jet dan Paman Jan Breeman di Bandung. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Christoffel Hendrik)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 13:01

Medsos, Buku, dan Rindu

Algoritma semakin pandai mengenali, harusnya semakin pandai mengenali diri sendiri. Termasuk waktu berhenti pada satu video, apa dirasakan setelah menontonnya, dan nilai apa yang diambil hikmahnya.

Kaligrafi nama Nabi Muhammad berbentuk hati (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 11:09

Ketika Rumput Habis, Bagaimana Mitigasi Pakan Ternak?

Berharap agar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) membuat program massal sistem mitigasi bencana untuk hewan ternak maupun hewan liar.

Ilustrasi kondisi ternak rakyat ketika musim kemarau ekstrim. (Sumber: dikreasi denganvGemini | Foto: Totok Siswantara)
Beranda 31 Agu 2026, 10:30

Pernah Jadi Pintu Masuk Ratusan Ribu Wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara Kini Bangkit Lagi

Dulu jadi pintu gerbang ratusan ribu wisman ke Bandung, Bandara Husein Sastranegara sempat mati suri akibat pandemi dan pencabutan status internasional.

Suasana bandara saat pesawat jet komersial Garuda Indonesia mendarat perdana di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat 14 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 09:14

Manajemen Dapur Umum dan Menu Ideal untuk Korban Bencana Alam

Perencanaan dan pemilihan lokasi dapur umum harus bebas dari risiko bencana susulan.

Ilustrasi aktivitas dapur umum untuk korban bencana alam. (Sumber: by AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 31 Agu 2026, 08:13

Sisi Lain Sang Jenderal: Menelusuri Makna Filosofis dan Tradisi di Balik Kuliner Favorit Soeharto

Kegemaran kuliner Presiden ke-2 RI, Soeharto, tidak lepas dari perjalanan hidupnya yang berakar di Desa Kemusuk.

Momen Presiden Soeharto dan Ibu Tien memotong tumpeng saat merayakan HUT pernikahan di Jalan Cendana, Jakarta, Juni 1986, disaksikan ibu mertua dan Sumitro Djoyohadkusumo. (Sumber: ANRI, Setneg 634)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 20:52

Ketika Seniman Memilih untuk Tidak Diam, Jangan Biarkan Kezaliman Menjadi Kelaziman

Ketika kezaliman menjadi kelaziman, diam bukan lagi netral. Manifesto Seniman Bandung adalah ajakan untuk bersuara—bukan sekadar nyinyir dari kejauhan.

Aliansi Bandung Ngagoak mengadakan aksi ekspresi seni di Kebun Seni Jalan Tamansari 56 Bandung. (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 18:14

Menciptakan Kembali Televisi Pendidikan

Televisi pendidikan sebagai proyek nasional pun sudah seharusnya menjadi keputusan pemerintah.

Ilustrasi televisi. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 16:45

Cerita Tomakur Milik KWT Desa Nagarawangi Terpilih untuk Pendaftaran Legalitas Merek

Tomakur milik KWT Desa Nagarawangi terpilih mendapat pendampingan pendaftaran merek melalui program KKN UNINUS untuk memperkuat legalitas dan identitas produk UMKM.

Sosialisasi dan Pendampingan Proses Pendaftaran HKI (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 14:11

Kedaulatan di Atas Meja Makan: Diplomasi Kuliner Sukarno pada Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 di Bandung

Sukarno menegaskan visi bahwa "kemerdekaan dimulai dari lidah"—sebuah manifestasi dari prinsip Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri).

Momen jamuan makan malam resmi pada Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada 19 April 1955. (Sumber foto: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 12:04

Sehat untuk Semua, Warga Desa Nagarawangi Ikuti CKG dan Edukasi Pertolongan Pertama

Warga Nagarawangi mengikuti CKG dan edukasi kesehatan, mulai dari pertolongan pertama dalam situasi darurat hingga kesehatan psikologis anak dan remaja bersama Puskesmas Rancakalong.

Kegiatan Pelaksanaan Program "Sehat  untuk Semua Warga Desa Nagarawangi" (KKN UNINUS Kel.5&6) (Sumber: Tim Medkominfo KKN UNINUS Kel.5&6 | Foto: Deni & Julian)
Ayo Netizen 30 Agu 2026, 09:59

Budaya Mengaji di Tengah Kota

Di tengah modernitas dan dinamisnya kehidupan perkotaan. Masih ada ruang di sudut perkotaan untuk mempertemukan anak-anak dengan kehidupan sosial dan agamanya.

Mengaji di kalangan anak-anak menjadi memori yang begitu melekat. Melihat aktivitas tersebut masih berjalan di area perkotaan menjadi fenomena yang menarik untuk dibahas. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)