Ngabuburit di Museum Pos Indonesia: Menunggu Senja di Lorong Sejarah 

2 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Gedung Museum Pos Indonesia Jl Cilaki No.73 Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Gedung Museum Pos Indonesia Jl Cilaki No.73 Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Menunggu waktu berbuka puasa tak selalu harus di pusat perbelanjaan atau kafe. Di bulan Ramadan, suasana ngabuburit bisa terasa lebih bermakna dengan berkunjung ke Museum Pos Indonesia di Bandung. Di tempat ini, rekreasi berpadu dengan edukasi, menghadirkan pengalaman santai sekaligus menambah wawasan tentang perjalanan panjang komunikasi pos di Nusantara.

Letaknya strategis, tepat di belakang Gedung Sate dan tak jauh dari Lapangan Gasibu, membuat museum ini mudah dijangkau. Menjelang magrib, suasananya terasa teduh dan nyaman, cocok untuk berjalan santai sambil menikmati pameran tanpa terburu waktu. Dengan kapasitas hingga 250 pengunjung, museum ini pas untuk keluarga, pelajar, maupun wisatawan yang ingin mengisi sore Ramadan dengan aktivitas bermakna.

Spot Foto Nostalgia Menjelang Adzan

Ruang-ruang pamer di museum menghadirkan nuansa klasik yang estetik sekaligus historis. Banyak sudut menarik yang cocok dijadikan latar foto ngabuburit. Sambil berkeliling, pengunjung seakan diajak kembali ke masa ketika surat menjadi satu-satunya jembatan komunikasi jarak jauh, sebuah pengalaman yang terasa hangat dan reflektif, selaras dengan suasana Ramadan yang identik dengan perenungan.

Pengunjung Museum Pos Indonesia dari kalangan pelajar. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Pengunjung Museum Pos Indonesia dari kalangan pelajar. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Dari Museum PTT hingga Kini

Didirikan pada 1931 dengan nama Museum PTT (Pos, Telegraf, dan Telepon), tempat ini awalnya hanya menampilkan koleksi prangko dalam dan luar negeri. Seiring waktu, perannya berkembang menjadi pusat edukasi publik. Pada 27 September 1983, bertepatan Hari Bhakti Postel ke-38, museum diresmikan ulang sebagai Museum Pos dan Giro dengan koleksi yang lebih beragam, mulai dari peralatan pos, visualisasi layanan, hingga diorama sejarah komunikasi.

Perubahan besar terjadi pada 20 Juni 1995 saat Perum Pos dan Giro bertransformasi menjadi PT Pos Indonesia (Persero). Sejak itu, nama museum resmi menjadi Museum Pos Indonesia, sekaligus menandai babak baru dalam pengelolaan dan pengembangan koleksi.

Penulis bersama Zamzam Zamakhsyary, edukator Museum Pos Indonesia. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Penulis bersama Zamzam Zamakhsyary, edukator Museum Pos Indonesia. (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Wajah Baru, Semangat Ramadan

Kini museum tampil lebih modern dan interaktif. Informasi disajikan secara visual dan komunikatif sehingga generasi muda dapat menikmati sejarah tanpa merasa digurui. Di bulan puasa, suasana yang tenang dan ber-AC menjadikannya tempat ideal untuk menunggu waktu berbuka sambil menambah pengetahuan.

Museum Pos Indonesia di Jalan Cilaki No. 73, Bandung (samping Gedung Sate), adalah destinasi wisata edukasi sejarah pos, filateli, dan komunikasi yang berdiri sejak 1933. Menurut Edukator Museum Zamzam Zamakhsyary Arrazby, museum ini menyimpan lebih dari 140.000 koleksi filateli, termasuk perangko pertama Indonesia (Raja Willem III, 1864) dan 200 alat pos.

Baca Juga: Ngabuburit di Bandung Tahun 1980-an

Jadwal Kunjungan selama Bulan Ramadan buka seperti biasa, Senin hingga Jumat jam 9.00 sampai jam 15.00 WIB dan hari Sabtu jam 9.00 hingga 13.00 WIB Hari Minggu dan Libur Nasional, museum tutup.

Ngabuburit di Museum Pos Indonesia bukan sekadar mengisi waktu sebelum berbuka, melainkan perjalanan kecil menyusuri memori bangsa. Di antara koleksi prangko, alat komunikasi lama, dan diorama sejarah, sore Ramadan terasa lebih khidmat, seolah setiap langkah mengantarkan kita pada pesan masa lalu yang tetap hidup hingga kini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)