Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

5 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Deru sepeda motor nyaris tak pernah berhenti di kawasan Dago, Kota Bandung. Dari siang hingga tengah malam, pengemudi ojek online dengan warna jaket khasnya masing-masing hilir mudik mengantarkan satu orderan ke orderan lainnya. Bunyi notifikasi dari ponsel berkejaran tak mau kalah. Di tengah mobilitas itu, perlahan muncul pemandangan yang mulai akrab di jalanan Kota Bandung yaitu pengemudi ojol dengan motor listrik.

Bagi sebagian orang, motor listrik dianggap lebih hemat, lebih ramah lingkungan, dan minim perawatan. Tapi bagi pengemudi ojol yang hidup dari kilometer perjalanan setiap hari, urusannya tak sesederhana mengganti mesin.

Sebagian memilih bertahan dengan motor bensin yang dianggap lebih fleksibel. Sebagian lain mulai mencoba kendaraan listrik karena dinilai lebih nyaman dan hemat.

Hasanuddin Gunawan, seorang driver ojol yang ditemui di kawasan Dago, masih setia menggunakan motor bensin. Pria 34 tahun itu sudah lebih dari enam tahun menjadi pengemudi ojek online, dengan dua tahun terakhir menjadikan ojol sebagai pekerjaan utama.

Rutinitasnya panjang. Ia biasa mulai bekerja pukul satu atau dua siang dan baru selesai mendekati tengah malam. Dalam sehari, jarak tempuhnya bisa menyentuh angka 200 hingga 250 kilometer.

“Biasanya saya keluar sekitar jam satu atau jam dua siang sampai jam 12 malam. Kalau jarak tempuh, sehari bisa sekitar 200 sampai 250 kilometer,” katanya.

Dengan mobilitas sejauh itu, biaya operasional jadi hitung-hitungan penting.

Hasanuddin mengaku, motor Honda Genio yang digunakannya menghabiskan sekitar Rp35 ribu per hari untuk bensin.

“Pakai motor Genio mah paling bensin sehari Rp35 ribuan lah. Tinggal dikali we seminggu. Itu buat operasional normal,” katanya.

Hasanuddin memilih tetap menggunakan motor bensin demi fleksibilitas saat menerima order perjalanan jauh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Hasanuddin memilih tetap menggunakan motor bensin demi fleksibilitas saat menerima order perjalanan jauh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Di tengah maraknya penggunaan motor listrik oleh sejumlah driver, Hasan mengaku sudah sering melihat bahkan berbincang dengan sesama pengemudi yang memakai kendaraan listrik. Namun hingga sekarang, ia belum tertarik berpindah.

Menurutnya, persoalan utama bukan soal tren atau teknologi, melainkan soal kesiapan infrastruktur.

Menurutnya, tantangan terbesar motor listrik untuk driver ojol adalah ketersediaan tempat pengisian atau penukaran baterai, terutama untuk perjalanan jauh.

“Kalau menurut saya pribadi masih lebih efektif pakai motor bensin. Soalnya kita ini enggak tahu dapat order ke mana. Misalnya tiba-tiba dapat order ke daerah kabupaten, kan susah kalau charger atau tempat swap baterainya enggak ada,” ujarnya.

Ia mengatakan, kebanyakan pengemudi motor listrik yang ditemuinya lebih banyak beroperasi di wilayah perkotaan.

“Biasanya muterna di kota wae. Karena di kota masih ada tempat swap baterai, Circle K, Lawson, model begitu. Tapi kalau sudah ke pinggiran, nah itu yang repot.”

Ia menilai, motor bensin masih unggul dari sisi fleksibilitas, tenaga mesin, hingga kecepatan.

“Motor bensin itu lebih fleksibel. Dari segi CC, tenaga, kecepatan juga masih unggul. Kita masih bisa lebih bebas kalau dapat perjalanan jauh. Kalau sarana motor listrik belum merata, takutnya pas lagi bawa penumpang malah baterai habis dan bingung nyari tempat ganti baterai,” tambahnya.

Meski demikian, Hasanuddin tidak sepenuhnya menutup pintu terhadap kendaraan listrik.

Ia mengaku bersedia mencoba jika fasilitas penunjangnya lebih siap.

“Kalau misalnya ada program bantuan motor listrik atau program khusus buat driver, saya sih tertarik mencoba. Tapi syaratnya sarana dan prasarananya harus memadai dulu. Tempat charging atau swap baterainya harus banyak, jangan cuma di kota. Kalau sudah merata, ya kenapa enggak dicoba? Karena memang motor listrik lebih ramah lingkungan,” katanya.

Berbeda dengan Hasanuddin, Yusuf Abdulah justru sudah dua tahun menjadi ojol, namun motor listrik baru digunakannya sekitar setahun terakhir lewat program dari perusahaan aplikator.

Pertemuan singkat di Jalan Soka terjadi ketika ia baru saja menurunkan penumpang.

Awalnya, Yusuf hanya berniat mencoba program motor listrik yang ditawarkan platform transportasi online tempatnya bekerja.

Namun setelah dijalani, ia justru merasa lebih nyaman.

“Awalnya mah cuma pengen coba-coba. Tapi pas dijalani ternyata enak. Lebih nyaman, minim perawatan, terus badan juga enggak terlalu capek,” ujarnya.

Menurut Yusuf, perbedaan paling terasa muncul dari hal sederhana: getaran mesin.

“Kalau motor bensin itu kan ada getaran mesinnya. Lama-lama badan kerasa pegal. Kalau motor listrik enggak ada getaran kayak gitu. Jadi lebih nyaman aja rasanya,” katanya.

Sistem yang digunakannya bukan membeli motor secara pribadi, melainkan sewa harian. Ia membayar sekitar Rp80 ribu per hari.

Angka itu memang tampak lebih tinggi dibanding pengeluaran bensin sebagian driver konvensional. Namun Yusuf menilai hitungannya tidak sesederhana itu.

Sebelum memakai motor listrik, ia menggunakan Yamaha NMAX dengan konsumsi bensin sekitar Rp65 ribu sampai Rp70 ribu per hari.

“Kalau dihitung sebenarnya beda tipis. Dulu pakai NMAX sehari bisa habis Rp65 ribu sampai Rp70 ribu buat bensin. Sekarang Rp80 ribu. Ya anggap aja nambah Rp10 ribu buat beli kopi. Tapi setelah pakai motor listrik, saya ngerasa lebih hemat karena biaya perawatannya minim,” ujarnya sambil tertawa.

Dalam sehari, Yusuf biasa bekerja dari pukul 07.00 pagi hingga 07.00 malam.

Motor listrik yang digunakannya mampu menempuh sekitar 100 kilometer dalam sekali baterai penuh. Untuk memenuhi kebutuhan operasional, ia melakukan penukaran baterai sekitar tiga kali sehari.

Meski mengaku nyaman, Yusuf juga mengakui masih ada kendala.

Sama seperti yang dikhawatirkan Hasanuddin, keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan utama.

“Kalau di pusat kota sih aman, tempat tukar baterai banyak. Tapi kalau sudah agak pinggiran atau perjalanan jauh, masih belum merata. Jadi kadang saya juga menghindari trip yang terlalu jauh,” katanya.

Bagi Yusuf, masa depan motor listrik di kalangan ojol tetap terbuka lebar, asalkan didukung fasilitas yang lebih luas.

“Harapannya sih tempat tukar baterai makin banyak. Kalau infrastrukturnya makin lengkap, saya rasa motor listrik bisa jadi solusi buat driver ojol. Lebih nyaman, lebih hemat, sama polusinya juga berkurang, sama ramah lingkungan,” ujarnya.

Di jalanan Bandung, pilihan antara motor bensin dan motor listrik tampaknya belum soal siapa yang paling unggul.

Bagi para driver ojol, keputusan itu lebih dekat pada satu pertanyaan sederhana. Mana yang lebih cocok?

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)