Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

5 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan Jumat 29 Mei 2026, 08:43 WIB
Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Deru sepeda motor nyaris tak pernah berhenti di kawasan Dago, Kota Bandung. Dari siang hingga tengah malam, pengemudi ojek online dengan warna jaket khasnya masing-masing hilir mudik mengantarkan satu orderan ke orderan lainnya. Bunyi notifikasi dari ponsel berkejaran tak mau kalah. Di tengah mobilitas itu, perlahan muncul pemandangan yang mulai akrab di jalanan Kota Bandung yaitu pengemudi ojol dengan motor listrik.

Bagi sebagian orang, motor listrik dianggap lebih hemat, lebih ramah lingkungan, dan minim perawatan. Tapi bagi pengemudi ojol yang hidup dari kilometer perjalanan setiap hari, urusannya tak sesederhana mengganti mesin.

Sebagian memilih bertahan dengan motor bensin yang dianggap lebih fleksibel. Sebagian lain mulai mencoba kendaraan listrik karena dinilai lebih nyaman dan hemat.

Hasanuddin Gunawan, seorang driver ojol yang ditemui di kawasan Dago, masih setia menggunakan motor bensin. Pria 34 tahun itu sudah lebih dari enam tahun menjadi pengemudi ojek online, dengan dua tahun terakhir menjadikan ojol sebagai pekerjaan utama.

Rutinitasnya panjang. Ia biasa mulai bekerja pukul satu atau dua siang dan baru selesai mendekati tengah malam. Dalam sehari, jarak tempuhnya bisa menyentuh angka 200 hingga 250 kilometer.

“Biasanya saya keluar sekitar jam satu atau jam dua siang sampai jam 12 malam. Kalau jarak tempuh, sehari bisa sekitar 200 sampai 250 kilometer,” katanya.

Dengan mobilitas sejauh itu, biaya operasional jadi hitung-hitungan penting.

Hasanuddin mengaku, motor Honda Genio yang digunakannya menghabiskan sekitar Rp35 ribu per hari untuk bensin.

“Pakai motor Genio mah paling bensin sehari Rp35 ribuan lah. Tinggal dikali we seminggu. Itu buat operasional normal,” katanya.

Hasanuddin memilih tetap menggunakan motor bensin demi fleksibilitas saat menerima order perjalanan jauh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Hasanuddin memilih tetap menggunakan motor bensin demi fleksibilitas saat menerima order perjalanan jauh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Di tengah maraknya penggunaan motor listrik oleh sejumlah driver, Hasan mengaku sudah sering melihat bahkan berbincang dengan sesama pengemudi yang memakai kendaraan listrik. Namun hingga sekarang, ia belum tertarik berpindah.

Menurutnya, persoalan utama bukan soal tren atau teknologi, melainkan soal kesiapan infrastruktur.

Menurutnya, tantangan terbesar motor listrik untuk driver ojol adalah ketersediaan tempat pengisian atau penukaran baterai, terutama untuk perjalanan jauh.

“Kalau menurut saya pribadi masih lebih efektif pakai motor bensin. Soalnya kita ini enggak tahu dapat order ke mana. Misalnya tiba-tiba dapat order ke daerah kabupaten, kan susah kalau charger atau tempat swap baterainya enggak ada,” ujarnya.

Ia mengatakan, kebanyakan pengemudi motor listrik yang ditemuinya lebih banyak beroperasi di wilayah perkotaan.

“Biasanya muterna di kota wae. Karena di kota masih ada tempat swap baterai, Circle K, Lawson, model begitu. Tapi kalau sudah ke pinggiran, nah itu yang repot.”

Ia menilai, motor bensin masih unggul dari sisi fleksibilitas, tenaga mesin, hingga kecepatan.

“Motor bensin itu lebih fleksibel. Dari segi CC, tenaga, kecepatan juga masih unggul. Kita masih bisa lebih bebas kalau dapat perjalanan jauh. Kalau sarana motor listrik belum merata, takutnya pas lagi bawa penumpang malah baterai habis dan bingung nyari tempat ganti baterai,” tambahnya.

Meski demikian, Hasanuddin tidak sepenuhnya menutup pintu terhadap kendaraan listrik.

Ia mengaku bersedia mencoba jika fasilitas penunjangnya lebih siap.

“Kalau misalnya ada program bantuan motor listrik atau program khusus buat driver, saya sih tertarik mencoba. Tapi syaratnya sarana dan prasarananya harus memadai dulu. Tempat charging atau swap baterainya harus banyak, jangan cuma di kota. Kalau sudah merata, ya kenapa enggak dicoba? Karena memang motor listrik lebih ramah lingkungan,” katanya.

Berbeda dengan Hasanuddin, Yusuf Abdulah justru sudah dua tahun menjadi ojol, namun motor listrik baru digunakannya sekitar setahun terakhir lewat program dari perusahaan aplikator.

Pertemuan singkat di Jalan Soka terjadi ketika ia baru saja menurunkan penumpang.

Awalnya, Yusuf hanya berniat mencoba program motor listrik yang ditawarkan platform transportasi online tempatnya bekerja.

Namun setelah dijalani, ia justru merasa lebih nyaman.

“Awalnya mah cuma pengen coba-coba. Tapi pas dijalani ternyata enak. Lebih nyaman, minim perawatan, terus badan juga enggak terlalu capek,” ujarnya.

Menurut Yusuf, perbedaan paling terasa muncul dari hal sederhana: getaran mesin.

“Kalau motor bensin itu kan ada getaran mesinnya. Lama-lama badan kerasa pegal. Kalau motor listrik enggak ada getaran kayak gitu. Jadi lebih nyaman aja rasanya,” katanya.

Sistem yang digunakannya bukan membeli motor secara pribadi, melainkan sewa harian. Ia membayar sekitar Rp80 ribu per hari.

Angka itu memang tampak lebih tinggi dibanding pengeluaran bensin sebagian driver konvensional. Namun Yusuf menilai hitungannya tidak sesederhana itu.

Sebelum memakai motor listrik, ia menggunakan Yamaha NMAX dengan konsumsi bensin sekitar Rp65 ribu sampai Rp70 ribu per hari.

“Kalau dihitung sebenarnya beda tipis. Dulu pakai NMAX sehari bisa habis Rp65 ribu sampai Rp70 ribu buat bensin. Sekarang Rp80 ribu. Ya anggap aja nambah Rp10 ribu buat beli kopi. Tapi setelah pakai motor listrik, saya ngerasa lebih hemat karena biaya perawatannya minim,” ujarnya sambil tertawa.

Dalam sehari, Yusuf biasa bekerja dari pukul 07.00 pagi hingga 07.00 malam.

Motor listrik yang digunakannya mampu menempuh sekitar 100 kilometer dalam sekali baterai penuh. Untuk memenuhi kebutuhan operasional, ia melakukan penukaran baterai sekitar tiga kali sehari.

Meski mengaku nyaman, Yusuf juga mengakui masih ada kendala.

Sama seperti yang dikhawatirkan Hasanuddin, keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan utama.

“Kalau di pusat kota sih aman, tempat tukar baterai banyak. Tapi kalau sudah agak pinggiran atau perjalanan jauh, masih belum merata. Jadi kadang saya juga menghindari trip yang terlalu jauh,” katanya.

Bagi Yusuf, masa depan motor listrik di kalangan ojol tetap terbuka lebar, asalkan didukung fasilitas yang lebih luas.

“Harapannya sih tempat tukar baterai makin banyak. Kalau infrastrukturnya makin lengkap, saya rasa motor listrik bisa jadi solusi buat driver ojol. Lebih nyaman, lebih hemat, sama polusinya juga berkurang, sama ramah lingkungan,” ujarnya.

Di jalanan Bandung, pilihan antara motor bensin dan motor listrik tampaknya belum soal siapa yang paling unggul.

Bagi para driver ojol, keputusan itu lebih dekat pada satu pertanyaan sederhana. Mana yang lebih cocok?

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 13:28

Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

Beberapa legenda Persib lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 10:43

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan.

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 09:45

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

Bandung terus berjalan cepat mengikuti arus perkembangan zaman.

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)
Beranda 29 Mei 2026, 08:43

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

Pengemudi ojol di Bandung mulai mencoba motor listrik karena lebih nyaman dan hemat. Namun, keterbatasan infrastruktur baterai masih jadi tantangan utama.

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.