Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Toni Hermawan
Ditulis oleh Toni Hermawan diterbitkan Kamis 09 Apr 2026, 16:39 WIB
Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)

AYOBANDUNG.ID - Peralihan ojek online dari motor berbahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik mulai menjadi pilihan di berbagai kota di Indonesia. Perubahan ini menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari biaya operasional yang lebih hemat, perawatan yang relatif ringan, hingga emisi yang lebih ramah lingkungan.

Namun, di balik efisiensi tersebut, terdapat tantangan baru seperti keterbatasan jarak tempuh, infrastruktur penukaran baterai, serta penyesuaian pola kerja di lapangan.

Bagi sebagian pengemudi, peralihan ini bukan sekadar tren, melainkan strategi bertahan di tengah dinamika pekerjaan ojek online. Hal ini salah satunya dialami oleh pengendara ojek online listrik Muhammad Rizal (33), yang telah lama menggantungkan penghasilan dari sektor ini.

“Kalau bekerja di Grab mah sudah lama dari tahun 2023, kalau untuk pemakaian motor listrik baru-baru ini baru 4 bulan,” ucapnya.

Perubahan tersebut bermula dari kondisi yang tidak direncanakan. Motor bensin miliknya mengalami kerusakan, sementara di waktu yang sama muncul tawaran dari pihak aplikator untuk menyewa motor listrik. Rizal pun memutuskan mencoba, awalnya hanya untuk jangka waktu singkat.

“Kalau saya pribadi kebetulan karena motor bensin saya rusak. Di waktu bersamaan aplikator menawarakn untuk ambil motor listrik. Tadinya mah niat cuman sebulan sih, setelah dipikir-pikir agak irit juga jadi manjang sampai 4 bulan,” ungkapnya.

Seiring waktu, ia mulai merasakan perubahan, terutama dari sisi biaya dan tanggung jawab perawatan. Dengan sistem sewa harian sebesar Rp80.000, pengeluaran menjadi lebih terkendali. Selain itu, pengemudi tidak perlu memikirkan biaya perbaikan kendaraan karena seluruh perawatan ditangani oleh pihak aplikator.

“Kalau ada kendala kita nggak keluar uang lagi, tinggal ke pihak aplikator. Soalnya ini kan sewa,” ucapnya.

Meski menawarkan efisiensi, penggunaan motor listrik menuntut penyesuaian dalam pola kerja. Rizal mengaku kini harus lebih selektif dalam mengambil pesanan, terutama yang berkaitan dengan jarak tempuh.

“Pengalaman dibanding motor bensin, lebih hemat motor listrik sih cuman ada beberapa orderan yang tidak bisa saya tarik karena jauh,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan oleh Rizki Ahmad (35). Ia menilai, keterbatasan daya baterai membuat pengemudi harus mempertimbangkan banyak hal sebelum menerima pesanan.

“Kalau motor listrik terbatasi kalau dapat order yang jaraknya jauh. Lihat dulu situasinyam, cukup tidak baterainya. Kalau disana ada (tempat pengisian baterai) ya maju kalau tidak ada ya auto cancel,” ujarnya.

Perubahan juga terjadi pada rutinitas pengisian energi. Jika sebelumnya pengisian bahan bakar hanya memakan waktu singkat, kini pengemudi bergantung pada sistem swap battery. Meskipun prosesnya relatif cepat, antrean di beberapa titik tetap menjadi kendala.

“Kalau pengalaman mengisi daya emang cepat karena kita kan ini tidak di-charge ya cuma ganti baterai. Paling kalau antre nyampe juga sejam,” ungkapnya.

Keterbatasan fasilitas penukaran baterai menjadi tantangan tersendiri, terutama di lokasi dengan tingkat penggunaan tinggi.

“Dalam pengisian daya motor listrik di Kantor Pos Uber ini tuh ada satu, isinya tuh ada 12 baterai motor listrik,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat pengemudi harus lebih disiplin dalam merencanakan rute dan memperkirakan jarak tempuh agar tidak kehabisan daya di tengah perjalanan.

Dari sisi performa, motor listrik dinilai tetap mampu menunjang aktivitas harian. Tenaga yang dihasilkan cukup stabil, bahkan saat digunakan untuk perjalanan padat atau membawa beban berat.

Meski demikian, keterbatasan jarak tempuh tetap menjadi tantangan utama di lapangan.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi para pengemudi untuk lebih cermat dalam mengatur strategi kerja. Di sisi lain, respons pelanggan terhadap motor listrik cenderung positif dan menjadi nilai tambah tersendiri dalam pelayanan.

Tag Terkait

News Update

Bandung 18 Apr 2026, 15:10

Manis Legit Jenang Mbak Nana, Primadona Baru di Tengah Hiruk Pikuk Pasar Cihapit

Visual jenang yang autentik di Cerita Manis Mbak Nana terbukti ampuh mengundang rasa penasaran sekaligus menggugah selera para pelancong untuk menepi sejenak demi mencicipi semangkuk kehangatan.

Visual jenang yang autentik di Cerita Manis Mbak Nana terbukti ampuh mengundang rasa penasaran sekaligus menggugah selera para pelancong untuk menepi sejenak demi mencicipi semangkuk kehangatan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Beranda 18 Apr 2026, 14:30

Melawan Arus Digital: Denyut Musik Analog di Bandung dan Makassar

Di tengah dominasi digital, kaset dan vinyl tetap hidup sebagai simbol identitas, koneksi emosional, dan ruang nostalgia antargenerasi.

Koleksi kaset lama di DU 68 Musik. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Beranda 18 Apr 2026, 11:47

Uang Menjadi Simbol: Membaca Realitas Sosial Lewat Lukisan “Uang Kecil”

Lukisan "Uang Kecil" karya Vania Kamila Zahra merefleksikan ketimpangan sosial dan perjuangan hidup melalui detail uang lusuh, mengajak penonton bersyukur di tengah kerasnya realitas ekonomi.

Vania Kamila Zahra dan lukisannya yang berjudul “Uang Kecil”. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 20:52

Tantangan Kartini Masa Kini : Bangkitkan Kesadaran Konsumen dan Geluti Ekonomi Kreatif

Kartini 4.0 memiliki tugas sejarah memperbaiki mutu, volume produksi dan kemasan pangan tradisional sehingga mampu bersaing di pasar.

Ilustrasi RA.Kartini dalam sebuah film (Sumber: Legacy Pictures)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 19:51

Pamer atau Bertahan? Logika Sosial di Balik Tren Flexing di Media Sosial

Flexing bukan sekadar pamer kekayaan, tetapi bagian dari logika media sosial yang menuntut setiap orang untuk terus terlihat dan diakui.

Ilustrasi swafoto untuk media sosial. (Sumber: Pexels/Sara mazin)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 18:03

Kisah Kaum Urban 'Wong Kalang' di Jantung Parijs van Java

Mungkin untuk sebagian orang kisah “Wong Kalang” ini masih terdengar samar.

Anak turun keluarga wong kalang yang menetap di barat Braga sejak 1880. (Foto: Dokumentasi keluarga Apandi)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 17:25

Di Balik Roda yang Bergerak: Bandung, Angkot, dan Cara Kita Membaca Kota

Hari Angkutan Nasional menjadi momen bersejarah sekaligus cara untuk mengenal Kota Bandung, tidak hanya dari keindahannya, tetapi juga dari kehidupan yang bergerak di dalamnya.

Angkot di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Wisata & Kuliner 17 Apr 2026, 16:44

Panduan Wisata Situ Bagendit Garut: Tiket, Rute, dan Wahana

Situ Bagendit menawarkan tiket murah, akses mudah, wahana air, dan panorama empat gunung, cocok untuk wisata keluarga di Garut.

Situ Bagendit, Garut. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 12:51

Perempuan yang Menulis dalam Bahasa Penjajahnya, Sisi Lain Kartini yang Tak Pernah Diajarkan di Sekolah

Di balik peringatan Hari Kartini, ada sisi gelap yang terlupakan, perjuangan seorang perempuan yang bahkan harus menulis dalam bahasanya sendiri.

R.A. Kartini. (Sumber: Istimewa)
Beranda 17 Apr 2026, 11:45

Lapak Cilok dan Buku: Cara Raja Menantang Stigma di Jalan Dago

Lapak cilok di Dago jadi ruang baca gratis yang digagas Raja. Ia menantang stigma bahwa membaca hanya milik kalangan tertentu, lewat buku yang dibuka untuk siapa saja.

Berjualan cilok menjadi sumber penghasilan utama Raja, di sela kegiatannya mengelola lapak baca sederhana di pinggir jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 11:16

Membangun LRT Bandung Raya, Revolusi Angkutan Kota yang Esensial

Sistem LRT memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan moda yang lain.

Ilustrasi urgensi sistem angkutan LRT untuk kawasan Bandung Raya (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Linimasa 17 Apr 2026, 10:44

Para Peramal Piala Dunia, dari Paul Si Gurita hingga Prediksi AI

Fenomena ramalan Piala Dunia berkembang dari Paul si gurita hingga kecerdasan buatan yang kini memprediksi hasil turnamen global 2026.

Paul Si Gurita, peraamal Piala Dunia 2010. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 09:42

Ciseeng, Endapan Laut Purba yang Dikukus Panas Bumi

Endapan travertin Cisѐѐng yang membukit, merupakan endapan dari masa lalu kini, yang sudah berlangsung jutaan tahun.

Gundukan endapan travertin, semula bentuknya menyerupai sѐѐng, menyerupai dandang, dan di dalamnya terdapat air panas yang terus membual. Inilah yang menjadi inspirasi para karuhun untuk menamai kawasan ini Cisѐѐng. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 08:50

Mitigasi El Nino Godzilla untuk Ketenagakerjaan

Para pekerja sangat rentan terkena dampak kabut asap , temperatur ekstrim serta debu beterbangan yang bisa membahayakan jiwanya.

Kekeringan akibat perubahan iklim El Nino di  di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)