Ngabuburit di Bandung Tahun 1980-an

bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan Rabu 11 Feb 2026, 21:40 WIB
Gedung de Majestic, salah satu bioskop tertua di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)

Gedung de Majestic, salah satu bioskop tertua di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)

Ramadan pada masa tahun 1980-an memiliki nuansa yang sangat khas bagi masyarakat Bandung. Bulan suci tersebut  tidak hanya dimaknai sebagai waktu menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan sosial yang penuh keakraban. Setiap  sudut kota seperti di kawasan Alun-alun Bandung berubah menjadi panggung kehidupan yang lebih hidup dibanding hari-hari biasanya.

Tanda geliat kehidupan awal Ramadan tiba adalah menjamurnya para pedagang kurma di pinggir jalan, misalnya  di kawasan Cicadas, Kiaracondong, Pasar Baru dan Tegalega meja-meja kecil mulai dipenuhi berbagai jenis kurma. Bagi masyarakat saat itu, kurma adalah menu utama pembuka puasa.

Begitupun kolang-kaling juga mendadak populer. Di bulan puasa banyak  orang membuka lapak kecil untuk menjajakan kolang-kaling segar. Ibu-ibu rumah tangga membelinya untuk campuran kolak atau dibuat olahan sekadar hidangan ringan saat berbuka. Tentu saja para pedagang kolak dan es campur adalah pembeli utama kolang-kaling. Kemudian juga para pedagang kembang api dan petasan bertebaran di kawasan-kawasan tersebut, menandakan puasa Ramadhan sudah tiba.

Terlihat pula sehari sebelumnya, tradisi ‘nganteran rantang’ sehari sebelum puasa, di tatar Sunda adalah kebiasaan saling mengirim makanan kepada keluarga, tetangga, atau kerabat menjelang datangnya bulan Ramadan. Aktifitas ini masih ada di Jawa Barat seperti Bandung, Garut, Tasikmalaya, hingga Cianjur. Makna tradisi tersebut mengandung beberapa nilai penting seperti silaturahmi, berbagi rezeki, saling memaafkan dan menguatkan hubungan sosial antar tetangga.

Kemudian ada tradisi kegiatan masyarakat Kota Bandung sambil menunggu waktu berbuka puasa yang biasa disebut ngabuburit. Banyak yang dilakukan masyarakat dari berbagai kalangan usia agar tidak terasa lama sampai ke waktu magrib. Kegiatannya seperti berkumpul di Alun-alun Bandung, main lodong karbit, berwisata, dan nonton pergelaran musik.

Suasana Jalan Ahmad Yani Cicadas Bandung tahun 1980-an. (Sumber: Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Henk van Rinsum)
Suasana Jalan Ahmad Yani Cicadas Bandung tahun 1980-an. (Sumber: Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Henk van Rinsum)

Di kawasan Alun-alun Bandung yang  merupakan jantungnya kota   memiliki suasana yang mendukung juga fasilitas berupa masjid Agung Bandung, beberapa mal dan juga pertokoan. Sehingga suasana begitu pas untuk ngabuburit ditambah dengan banyaknya sarana transportasi umum menuju Alun-alun Bandung. Masyarakat berlalu lalang dan berkumpul di tengah-tengah sentral Kota Bandung yang juga berdekatan dengan jalan penus historis yakni Jalan Braga.

Ramadan juga identik dengan dunia anak-anak. Permainan paling melegenda adalah main lodong karbit. Menjelang sore, setelah lewat salat Asar, mereka mulai berkumpul membawa potongan bambu besar. Bambu dipilih yang tua dan tebal ruasnya, kemudian dilubangi sedikit di bagian samping bawah untuk tempat menyulut api. Karbit dicampur air di dalam bambu, kemudian disulut api dan mengeluarkan bunyi…DEEEMMM yang sangat keras. aromanya juga khas, tercium bau karbit bercampur asap bambu terbakar. Tangan sering hitam, baju bau asap, tapi justru itu yang bikin seru. Meski cukup beresiko, permainan tersebut tetap menjadi bagian yang menyenangkan saat Ramadan.

Baca Juga: Refleksi Ekologis, ke Mana Perginya Jurig?

Kemudian kaum muda Bandung banyak yang memilih ngabuburit ke Curug Cinulang dengan menumpangi kereta api KRD jurusan Padalarang-Cicalengka dengan tujuan menikmati keindahan air terjun di daerah Cicalengka, tersebut lalu pulang menjelang azan magrib. Kesegaran udara nan dingin di kawasan Curug Cinulang muncul karena berada di area pegunungan serta dikelilingi tumbuhan  yang rimbun. Angin yang bertiup dan suara gemuruh air terjun menciptakan suasana damai yang cocok untuk niis yang artinya menikmati udara sejuk.

Tradisi ngabuburit pada tahun 1980-an juga terasa sangat meriah dengan adanya pentas musik. Lapangan Saparua sering menjadi tempat ikonik pusat keramaian musik. Panggung musik digelar dengan menghadirkan grup-grup lokal dan nasional seperti diantaranya Jamrud, Sahara, Slank dan Grassrock. Anak muda-mudi berdatangan untuk menonton dan menikmati suasana dari siang sampai sore menjelang magrib. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Linimasa 05 Mar 2026, 21:19

UIN Bandung Sebelum dan Sesudah Magrib Saat Ramadan

Setiap Ramadan, kawasan UIN Sunan Gunung Djati Bandung berubah ramai oleh mahasiswa yang ngabuburit dan berburu takjil.

Suasana menjelang magrib saat Ramadan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 19:20

10 Netizen Terpilih Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Pameran Al-Qur’an Mushaf Sundawi berhias motif khas budaya Jawa Barat di Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 05 Mar 2026, 14:47

Sejarah Bandung Dijuluki Twente van Indonesië, Kota Kembang Diproyeksikan jadi Pusat Industri

Catatan koran 1949 menggambarkan Bandung dipenuhi pabrik tekstil yang membuatnya dibandingkan dengan Twente di Belanda.

Nederlandsch-Indische Metaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) di Bandung tahun 1950-an (Sumber: Wikimedia)
Mayantara 05 Mar 2026, 14:05

Kemarahan Digital Perang Iran dan Keuntungannya bagi Platform Media Sosial

Beberapa hari terakhir ini, linimasa media sosial dan juga WhatsApp Group di Indonesia dipenuhi umpatan dan kutukan.

Imbauan pemberhentian perang. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 12:06

Suara Tionghoa Menyigi Ruang Dialog, Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Ruang perjumpaan dari berbagai umat beragama menjadi taman bertumbuh, tempat pengalaman yang dibagikan tanpa takut, juga tempat identitas dirayakan tanpa curiga.

Suara Tionghoa di Majalengka. (Dok. Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 11:53

Night Walk di Bulan Ramadan, Kaki Besi Perkuat Tren Komunitas Jalan Kaki di Bandung

Meski digelar pada bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Dengan dress code serba hitam yang telah ditentukan panitia, para peserta memadati trotoar dengan tambahan aksesori khas.

Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Seni Budaya 05 Mar 2026, 10:03

Sejarah Tari Saman, Jejak Warisan Syeikh di Dataran Tinggi Gayo

Jejak nama Saman dikaitkan dengan ulama abad ke-14 dan pengaruh Islam di Aceh, membentuk tarian komunal yang sarat syair moral.

Pagelaran Tari Saman terbesar di dunia dengan 12.262 penari. Acara kolosal ini diadakan pada 13 Agustus 2017 di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 09:25

Renungan Ramadan dan Jadwal Puasa Bandung 1969 dalam Koran Lawas

Membuka kembali lembaran surat kabar lama sering menghadirkan pengalaman yang unik.

Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 06:55

Berawal dari Konten Viral, Kaki Besi Menjadi Komunitas Jalan Kaki Terbesar di Bandung

Berawal dari konten viral di media sosial, Komunitas Kaki Besi berkembang menjadi komunitas jalan kaki terbesar di Bandung. Didirikan oleh Insan Buana, Kaki Besi kini memiliki puluhan ribu pengikut.

Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Bandung 04 Mar 2026, 21:33

Menilik Eksistensi Kue Balok Kang Didin, Kuliner Legendaris Bandung sejak 1950 yang Melawan Arus Zaman

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya.

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 16:42

Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

Lagu Lebaran Sebentar Lagi merupakan salah satu lagu remake dari band Gigi yang sebelumnya dinyanyikan pertama kali oleh Bimbo. 

Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 04 Mar 2026, 15:22

Hampir 9 Tahun Bertahan, Begini Cara Dagelan Jabar Mengikuti Perubahan Zaman di Instagram

Berawal dari repost meme receh khas tongkrongan warganet Jawa Barat, akun ini tak memaksa diri menjadi media berita, tetapi juga tak bertahan sebagai sekadar akun humor.

Admin Dagelan Jabar Nono Sugianto. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 15:04

Cikalintu, Tempat yang Keliru Dipilih

Dalam nama Cikalintu, kata 'Kalintu' berarti keliru atau ditukar.

Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Sejarah 04 Mar 2026, 14:46

Misteri Danau Cipanas Rancaekek, Tempat Pemandian Bupati Bandung Zaman Dulu

Warga menyebut penambangan bukit Gunung Cipanas memicu lenyapnya sumber panas yang dulu jadi tempat rekreasi elite Bandung.

Danau Cipanas Rancaekek. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 13:30

Benny Soebardja Pelopor Progresif Rock Indonesia

Musisi rock asal Bandung, Benny Soebardja, dikenal lewat band-band yang pernah ia bentuk, mulai dari The Peels, Shark Move, hingga Giant Step.

Benny Soebardja dengan vinyl "Shark Move" (1973) di Delft, Belanda. Dijuluki oleh media asing sebagai The Godfather of Indonesian Progrock Underground. (Sumber: Istimewa)
Ikon 04 Mar 2026, 13:15

Jejak Pitalka, Roti Pipih Ramadan dari Kosovo yang Bertahan Sejak Era Ottoman

anya muncul setahun sekali di Kosovo, pitalka menjadi warisan kuliner sejak masa Ottoman yang tetap hidup di meja iftar Prizren.

Pitalka, roti khas Kosovo yang jadi iftar Ramadan.
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 11:09

Siwok Cante, Konsep Puasa dalam Masyarakat Sunda Pra-Islam

Siwok cante, merupakan salah satu hal yang harus dihindari oleh mereka yang sedang mengemban tugas negara.

Buku hasil transliterasi dan terjemahan pertama Sanghyang Siksakandang Karesian bersama dua naskah Sunda kuna lainnya oleh Tim Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda 1987. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 09:38

Bukan Sekadar Nunggu Azan Magrib, 5 Aktivitas Ngabuburit Berfaedah

Sejatinya, ngabuburit bukan sekadar cara “mengisi waktu”, menunggu azan magrib.

Aktivitas apik ngabuburit di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 03 Mar 2026, 20:40

Sentuhan Estetika di Balik The Edit, Titik Temu Kurasi Fashion Muslim Premium di Bandung

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia.

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 03 Mar 2026, 19:24

Rumah Tumbuh, Akses Menguat: Ujian Transformasi BTN di Tengah Rekor Pembiayaan

Di tengah lanskap itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tampil sebagai aktor sentral.

Pekerja merampungkan proyek rumah subsidi di El Hago Residence, Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (3/12/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Deni Suhendar/Magang)