Ngabuburit di Bandung Tahun 1980-an

3 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Gedung de Majestic, salah satu bioskop tertua di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Gedung de Majestic, salah satu bioskop tertua di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)

Ramadan pada masa tahun 1980-an memiliki nuansa yang sangat khas bagi masyarakat Bandung. Bulan suci tersebut  tidak hanya dimaknai sebagai waktu menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan sosial yang penuh keakraban. Setiap  sudut kota seperti di kawasan Alun-alun Bandung berubah menjadi panggung kehidupan yang lebih hidup dibanding hari-hari biasanya.

Tanda geliat kehidupan awal Ramadan tiba adalah menjamurnya para pedagang kurma di pinggir jalan, misalnya  di kawasan Cicadas, Kiaracondong, Pasar Baru dan Tegalega meja-meja kecil mulai dipenuhi berbagai jenis kurma. Bagi masyarakat saat itu, kurma adalah menu utama pembuka puasa.

Begitupun kolang-kaling juga mendadak populer. Di bulan puasa banyak  orang membuka lapak kecil untuk menjajakan kolang-kaling segar. Ibu-ibu rumah tangga membelinya untuk campuran kolak atau dibuat olahan sekadar hidangan ringan saat berbuka. Tentu saja para pedagang kolak dan es campur adalah pembeli utama kolang-kaling. Kemudian juga para pedagang kembang api dan petasan bertebaran di kawasan-kawasan tersebut, menandakan puasa Ramadhan sudah tiba.

Terlihat pula sehari sebelumnya, tradisi ‘nganteran rantang’ sehari sebelum puasa, di tatar Sunda adalah kebiasaan saling mengirim makanan kepada keluarga, tetangga, atau kerabat menjelang datangnya bulan Ramadan. Aktifitas ini masih ada di Jawa Barat seperti Bandung, Garut, Tasikmalaya, hingga Cianjur. Makna tradisi tersebut mengandung beberapa nilai penting seperti silaturahmi, berbagi rezeki, saling memaafkan dan menguatkan hubungan sosial antar tetangga.

Kemudian ada tradisi kegiatan masyarakat Kota Bandung sambil menunggu waktu berbuka puasa yang biasa disebut ngabuburit. Banyak yang dilakukan masyarakat dari berbagai kalangan usia agar tidak terasa lama sampai ke waktu magrib. Kegiatannya seperti berkumpul di Alun-alun Bandung, main lodong karbit, berwisata, dan nonton pergelaran musik.

Suasana Jalan Ahmad Yani Cicadas Bandung tahun 1980-an. (Sumber: Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Henk van Rinsum)
Suasana Jalan Ahmad Yani Cicadas Bandung tahun 1980-an. (Sumber: Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Henk van Rinsum)

Di kawasan Alun-alun Bandung yang  merupakan jantungnya kota   memiliki suasana yang mendukung juga fasilitas berupa masjid Agung Bandung, beberapa mal dan juga pertokoan. Sehingga suasana begitu pas untuk ngabuburit ditambah dengan banyaknya sarana transportasi umum menuju Alun-alun Bandung. Masyarakat berlalu lalang dan berkumpul di tengah-tengah sentral Kota Bandung yang juga berdekatan dengan jalan penus historis yakni Jalan Braga.

Ramadan juga identik dengan dunia anak-anak. Permainan paling melegenda adalah main lodong karbit. Menjelang sore, setelah lewat salat Asar, mereka mulai berkumpul membawa potongan bambu besar. Bambu dipilih yang tua dan tebal ruasnya, kemudian dilubangi sedikit di bagian samping bawah untuk tempat menyulut api. Karbit dicampur air di dalam bambu, kemudian disulut api dan mengeluarkan bunyi…DEEEMMM yang sangat keras. aromanya juga khas, tercium bau karbit bercampur asap bambu terbakar. Tangan sering hitam, baju bau asap, tapi justru itu yang bikin seru. Meski cukup beresiko, permainan tersebut tetap menjadi bagian yang menyenangkan saat Ramadan.

Baca Juga: Refleksi Ekologis, ke Mana Perginya Jurig?

Kemudian kaum muda Bandung banyak yang memilih ngabuburit ke Curug Cinulang dengan menumpangi kereta api KRD jurusan Padalarang-Cicalengka dengan tujuan menikmati keindahan air terjun di daerah Cicalengka, tersebut lalu pulang menjelang azan magrib. Kesegaran udara nan dingin di kawasan Curug Cinulang muncul karena berada di area pegunungan serta dikelilingi tumbuhan  yang rimbun. Angin yang bertiup dan suara gemuruh air terjun menciptakan suasana damai yang cocok untuk niis yang artinya menikmati udara sejuk.

Tradisi ngabuburit pada tahun 1980-an juga terasa sangat meriah dengan adanya pentas musik. Lapangan Saparua sering menjadi tempat ikonik pusat keramaian musik. Panggung musik digelar dengan menghadirkan grup-grup lokal dan nasional seperti diantaranya Jamrud, Sahara, Slank dan Grassrock. Anak muda-mudi berdatangan untuk menonton dan menikmati suasana dari siang sampai sore menjelang magrib. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)