Paling Asyik Ngabuburit Benahi Tanaman Hortikultura di Halaman Rumah

Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan Kamis 05 Feb 2026, 11:09 WIB
Petik buah rambutan di kebun halaman rumah penulis (Sumber: dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)

Petik buah rambutan di kebun halaman rumah penulis (Sumber: dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)

Kebiasaan keluarga kami saat menunggu waktu berbuka puasa atau istilah umumnya disebut dengan ngabuburit adalah membenahi kebun hortikultura yang ada di halaman rumah.

Tanaman hortikultura terdiri dari buah-buahan dan sayuran menjadi objek ngabuburit yang mengasyikan. Selain merawat, biasanya juga memanen buah dan sayuran untuk menu berbuka puasa dan makan sahur.

Hortikultura di halaman rumah kami tergolong tanaman organik. Terbebas dari bahan kimia dan lingkungan yang terbebas dari polusi udara dan air.

Ngabuburit bercocok tanam hortikultura di halaman rumah juga sangat tepat untuk sarana pendidikan gizi keluarga. Melatih anak-anak untuk menyukai makan sayur dan buah-buahan endemik. Serta kesempatan untuk menceritakan kandungan gizi dan dan zat mikro pada sayuran dan buah yang sangat berguna bagi tubuh.

Kebun di halaman rumah kami merupakan sarana pendidikan gizi keluarga. Apalagi pada zaman sekarang banyak anak-anak yang tidak suka makan sayur dan buah-buahan. Akibatnya mereka kekurangan zat gizi mikro yang bisa menyebabkan penyakit darah atau anemia dan kelainan tubuh lain.

Mengupas buah nangka hasil kebun penulis (Sumber: dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)
Mengupas buah nangka hasil kebun penulis (Sumber: dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)

Ramadan dan Surga Hortikultura

Bulan Ramadan sangat afdol untuk mensyukuri nikmat Allah bahwa negeri kita dikaruniai beragam tanaman hortikultura bagaikan surga di khatulistiwa. Amat disayangkan, karunia tersebut tampaknya kurang dioptimalkan.

Istilah Hortikultura berasal dari bahasa Yunani, dari kata hortus dan culture. Hortus memiliki arti tanaman kebun. Sedangkan culture atau colere berarti budidaya. Secara sederhana pengertian hortikultura adalah budidaya tanaman kebun yang meliputi sayur dan buah-buahan.

Kampung halaman kita mestinya menjadi surga hortikultura, karena segala jenis sayur-sayuran dan buah-buahan bisa tumbuh subur. Namun apa yang terjadi hingga saat ini masih banyak pekarangan rumah yang dibiarkan kosong.  Kenapa tidak digunakan sebagai tanaman kebun.

Betapa sedih, melihat realita saat ini bahwa beberapa komoditas hortikultura impor mulai membanjiri pusat perbelanjaan hingga pasar tradisional menjelang Ramadan dan hari raya Idul Fitri. Sungguh ironis, jika buah impor semakin mengisi meja makan. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah memutuskan untuk tidak lagi menerapkan syarat Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian untuk mendapatkan Persetujuan Impor (PI) untuk komoditas hortikultura.

Hal ini sebagaimana termaktub dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 7/2024 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.Keputusan tersebut diambil pada tingkat menteri setelah adanya keluhan pelaku usaha yang sulit mendapatkan RIPH dari kementerian/lembaga terkait.

Sekadar catatan, RIPH adalah keterangan tertulis yang menyatakan produk hortikultura memenuhi persyaratan administrasi dan teknis. Surat ini diterbitkan otoritas pertanian agar importir dapat meneruskannya ke otoritas perdagangan guna mendapatkan persetujuan impor.

Komoditas hortikultura langganan impor yang sebelumnya harus menggunakan RIPH misalnya adalah buah-buahan segar untuk konsumsi dan bahan baku industri, bawang putih, serta sayur-sayuran lainnya.

Program Tanaman Pekarangan

Masyarakat perlu mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan secara teratur untuk mengatasi kekurangan gizi mikro banyak terjadi di negeri ini.  Budaya makan sayur terhadap anak usia dini sekarang ini sangat memprihatinkan. Pola makan anak-anak kita telah bergeser kearah makanan kemasan plastik yang miskin gizi dan kandungan zat-zat pembentuk tubuh yang sangat vital. Dampaknya, berbagai penyakit serius seperti leukemia, penyakit mata, dan lain-lainnya sekarang ini menduduki prosentase yang cukup tinggi.

Fakta juga telah menunjukkan bahwa kekurangan gizi mikro seperti yodium, zat besi, vitamin A dan lain-lain pada saat ini juga terus bertambah hampir merata di setiap provinsi termasuk di kota-kota besar. Di sisi yang lain, tanah air Indonesia merupakan surga sayur mayur dan buah-buahan yang sangat strategis untuk mengatasi berbagai problema diatas. Begitu juga dengan tradisi budaya kita yang memiliki kekayaan kuliner yang menyajikan berbagai aneka menu masakan sayur mayur.

Sangat memprihatinkan bahwa volume impor hortikultura terus meningkat dan terus menyedot devisa negara serta menghilangkan kesempatan berusaha anak bangsa. Hortikultura merupakan paradoks bagi Indonesia yang mestinya bisa menjadi surga penghasil buah-buahan dan sayuran.  Menghadapi serbuan impor hortikultura perlu solusi yang mendasar dengan cara menggenjot produk domestik lewat program menanam aneka hortikultura di pekarangan rumah rakyat.

Masalah hortikultura semakin kompleks karena adanya pelonggaran impor sejumlah produk hortikultura dan pertanian karena tuntutan Amerika Serikat di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Hal itu menjadi salah satu penyebab meningkatnya impor komoditas pertanian selama ini.

Program tanaman pekarangan juga bisa mengatasi kebutuhan ibu rumah tangga terhadap bumbu dapur. Sudah waktunya pemerintah menggalakkan program intensifikasi atau pemanfaatan lahan pekarangan secara efektif untuk menanam hortikultura dan tanaman pangan lainnya.Dengan tersedianya aneka benih dan polibag yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat maka pekarangan rumah rakyat yang kosong bisa menjadi produktif dan bernilai tambah ekonomi.

Pekarangan rakyat mestinya bisa menjadi lumbung pangan yang luar biasa jika kondisinya berkecukupan benih dan peralatan menanam. 

Sudah waktunya pemerintahan menggalakkan program intensifikasi atau pemanfaatan lahan pekarangan secara efektif untuk menanam cabai dan jenis tanaman pangan lainnya. Dengan tersedianya aneka benih dan polybag yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat maka pekarangan rumah rakyat yang kosong bisa menjadi produktif dan bernilai tambah ekonomi.

Baca Juga: 5 Padanan Kata Ramadan agar Konten Islami Tidak Monoton

Secara umum sayuran dan buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan. Sebagian vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan berperan untuk membantu proses-proses metabolisme di dalam tubuh, sedangkan antioksidan mampu menangkal senyawa-senyawa hasil oksidasi, radikal bebas, yang mampu menurunkan kondisi kesehatan tubuh.

Balita dan anak usia sekolah dianjurkan untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan 300-400 gram per orang per hari dan bagi remaja dan orang dewasa sebanyak 400-600 gram per orang per hari. Sekitar dua-pertiga dari jumlah anjuran konsumsi tersebut adalah porsi sayur. Anjuran konsumsi sayuran lebih banyak daripada buah karena buah juga mengandung gula, ada yang sangat tinggi ada pula yang jumlahnya cukup.

Berbagai kajian menunjukkan bahwa konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup turut berperan dalam menjaga kenormalan tekanan darah, kadar gula dan kolesterol darah. Konsumsi sayur dan buah yang cukup juga menurunkan risiko sulit buang air besar (BAB/sembelit) dan kegemukan. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup turut berperan dalam pencegahan penyakit tidak menular kronik. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB
Ngabuburit dari Masa ke Masa

Jaga Manglayang

Ayo Netizen 04 Feb 2026, 19:21 WIB
Jaga Manglayang

News Update

Ayo Netizen 05 Feb 2026, 11:09 WIB

Paling Asyik Ngabuburit Benahi Tanaman Hortikultura di Halaman Rumah

Ngabuburit bercocok tanam hortikultura di halaman rumah juga sangat tepat untuk sarana pendidikan gizi keluarga.
Petik buah rambutan di kebun halaman rumah penulis (Sumber: dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)
Beranda 05 Feb 2026, 09:25 WIB

AI Bukan Sekadar Canggih, Tapi Ada Isu Etika dan Pencurian Hak Cipta di Baliknya

Kemajuan AI saat ini menyimpan potensi bahaya sistematis, terutama terkait pelanggaran hak cipta dan etika yang berlangsung secara masif dan otomatis.
Suasana diskusi “Mempertanyakan Kecerdasan Buatan” yang digelar di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung pada (31/1/26). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 05 Feb 2026, 08:42 WIB

5 Padanan Kata Ramadan agar Konten Islami Tidak Monoton

Dengan bantuan tesaurus, pesan kebaikan bisa disampaikan dengan bahasa yang lebih segar tanpa mengubah makna.
Ilustrasi masjid. (Sumber: Unsplash | Foto: Nouman Younas)
Ayo Jelajah 04 Feb 2026, 20:22 WIB

Hikayat Pasar Buku Palasari Bandung, Terus Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Pasar Buku Palasari pernah jadi pusat perburuan buku murah di Bandung. Kini, pasar legendaris itu berjuang bertahan di tengah gempuran teknologi digital.
Kondisi Pasar Buku Palasari Bandung kini, terus bertahan di tengfah gempuran perubahan zaman. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 19:21 WIB

Jaga Manglayang

Hadirnya Ruwatan Gunung Manglayang bukan sekadar tradisi, melainkan pondasi yang harus menjadi ikhtiar bersama dalam menjaga, memelihara, dan melestarikan kearifan lokal.
Kondisi kawasan resapan air yang beralih fungsi menjadi permukiman dan lahan pertanian di Kawasan Bandung Utara (KBU), Kabupaten Bandung, Rabu 7 Mei 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Jelajah 04 Feb 2026, 17:55 WIB

Tragedi Penembakan Rene Louis Coenraad, Razia Rambut Gondrong Orde Baru Berujung Petaka Berdarah

Kematian Rene Louis Coenraad, mahasiswa ITB asal Prancis, membuka sisi gelap razia rambut Orde Baru dan relasi brutal antara negara dan mahasiswa.
Pemakaman jenazah Rene Louis Coenraad, 9 Oktober 1970. (Sumber: Potret Sejarah Indonesia)
Ayo Jelajah 04 Feb 2026, 16:47 WIB

Sejarah Panjang Freeport Indonesia, Tambang Emas Raksasa Pusara Kontroversi

Freeport Indonesia bukan sekadar tambang emas dan tembaga. Sejarahnya merekam tarik-menarik kuasa, modal asing, politik negara, dan luka panjang di Papua.
Penambangan Freeport di Grasberg, Mimika, Papua. (Sumber: Kementerian ESDM)
Bandung 04 Feb 2026, 16:11 WIB

Napas Seni di Sudut Braga, Kisah GREY Membangun Rumah bagi Imajinasi

Grey Art Gallery kini bertransformasi menjadi sebuah ekosistem yang bernapas, bergerak, dan terus menantang batas-batas konvensional seni rupa kontemporer di Jawa Barat.
Grey Art Gallery kini bertransformasi menjadi sebuah ekosistem yang bernapas, bergerak, dan terus menantang batas-batas konvensional seni rupa kontemporer di Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 16:00 WIB

Kata-Kata Khas Ramadan yang Sering Salah Kaprah

Bahasa, seperti pasar, bergerak mengikuti kebiasaan mayoritas.
Pasar Cihapit (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Bandung 04 Feb 2026, 14:50 WIB

Menjual Rasa, Merawat Janji: Rahasia Stevia Kitchen Bertahan Belasan Tahun Lewat Kekuatan Mulut ke Mulut

Tanpa strategi pemasaran yang muluk-muluk, Stevia hanya mengandalkan satu kunci utama untuk bertahan di industri kuliner yang keras: kepercayaan pelanggan yang dibangun secara organik.
Tanpa strategi pemasaran yang muluk-muluk, Stevia hanya mengandalkan satu kunci utama untuk bertahan di industri kuliner yang keras kepercayaan pelanggan yang dibangun secara organik. (Sumber: instagram.com/stevia.kitchen2)
Bandung 04 Feb 2026, 14:14 WIB

Bukan Soal Viral tapi Bertahan: Refleksi Dale tentang Kejujuran dan Ketangguhan di Balik Riuh Kuliner Bandung

Ledakan bisnis FnB yang kian marak jumlahnya, dapat dikatakan membantu memudahkan warga Bandung dalam menemukan apa yang mereka mau, dapat disortir dalam berbagai jenis dan pilihan.
Dale sudah menekuni dunia FnB ini sejak delapan tahun lamanya, pahit-manis perjalanan sudah Ia lalui dengan berbagai macam peristiwa yang terjadi. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 14:03 WIB

5 Keuntungan Menulis di Ayobandung.id lewat Kanal Ayo Netizen

Ada sejumlah keuntungan yang bisa didapatkan penulis dengan berkontribusi secara rutin di Ayobandung.id
AYO NETIZEN merupakan kanal yang menampung tulisan para pembaca Ayobandung.id. (Sumber: Lisa from Pexels)
Beranda 04 Feb 2026, 11:56 WIB

Ironi Co-firing Biomassa PLTU di Jawa Barat, Klaim Transisi Energi dan Dampaknya bagi Warga

Skema yang diklaim lebih ramah lingkungan ini dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar, terutama dampak lingkungan dan kesehatan warga yang hidup berdampingan dengan PLTU.
Ilustrasi PLTU. (Sumber: Bruno Miguel / Unsplash)
Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)