Hafal Daftar Cicilan, tapi Lupa Impian

3 menit baca
Nenah Haryati
Ditulis oleh Nenah Haryati diterbitkan Senin 12 Jan 2026, 16:49 WIB
Ilustrasi cicilan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Shvets)

Ilustrasi cicilan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Shvets)

Banyak yang bilang Gen Z itu generasi yang paling santai. Katanya, hobi kita cuma foya-foya, scrolling media sosial, dan pamer hidup estetik. Padahal kalau mau jujur, di balik filter foto yang cantik, banyak dari kita yang pundaknya sedang memikul beban seberat baja: menjadi tulang punggung keluarga.

Mungkin ada sebagian kecil yang punya privilege, tapi bagi mayoritas dari kita, bisa bertahan hidup dan memastikan dapur rumah tetap mengepul saja sudah menjadi pencapaian yang luar biasa.

Menjadi tulang punggung itu istilah kerennya sih Sandwich Generation, tapi intinya ya kita kejepit di tengah-tengah. Di sinilah mental kita benar-benar diuji. Banyak impian yang seharusnya sudah mulai kita rintis, entah itu mengejar passion atau sekadar mengambil kursus keahlian terpaksa dikubur dalam-dalam atau setidaknya "dihibernasikan" dahulu.

Bukan bermaksud menyalahkan keadaan atau orang tua, tapi kita harus berani jujur bahwa ada mata rantai yang harus diputus. Kita adalah generasi yang akhirnya harus 'menambal' lubang finansial masa lalu agar anak-cucu kita nanti tidak perlu merasakan sesak yang sama. Kita memilih lelah sekarang, supaya mereka bisa bermimpi besok.

Terjebak di Dunia Kerja yang Menguras Logika

Fenomena pemutusan hubungan kerja atau PHK semakin menjadi sorotan publik karena dampaknya yang luas terhadap kehidupan pekerja, pencari kerja, dan dinamika hubungan industrial. (Sumber: Freepik)
Fenomena pemutusan hubungan kerja atau PHK semakin menjadi sorotan publik karena dampaknya yang luas terhadap kehidupan pekerja, pencari kerja, dan dinamika hubungan industrial. (Sumber: Freepik)

Beban keluarga ini semakin terasa berat karena realita dunia kerja yang tidak jarang membuat kita harus mengelus dada. Banyak dari kita terpaksa bertahan di tempat kerja yang kurang nyaman karena satu alasan: rasa takut. Kita takut jika nekat resign, cicilan rumah tangga atau biaya pendidikan anggota keluarga tidak terbayar.

Sakitnya lagi, mau sehebat apa pun kemampuan kita, kadang semua itu mentah hanya karena kita bukan "siapa-siapa" di mata sistem yang lebih mementingkan koneksi daripada prestasi. Akhirnya, banyak dari kita yang mencari "jalan ninja". Saya sendiri, dan beberapa rekan, rela meluangkan waktu di sela-sela kesibukan utama untuk mencari penghasilan tambahan melalui berbagai platform digital demi menambah uang transportasi yang sering kali tidak tertutup oleh gaji utama. Melelahkan? Pasti. Tapi hanya diam meratapi nasib jelas bukan pilihan.

Lama-kelamaan, standar kebahagiaan kita pun perlahan bergeser menjadi sangat sederhana, bahkan terlalu sederhana. Kita merasa cukup hanya dengan melihat orang tua tersenyum saat tagihan listrik atau kebutuhan bulanan terpenuhi.

Namun tanpa sadar, ada harga mahal yang harus dibayar: kita kehilangan jati diri. Pernahkah kita merasa tidak tahu lagi apa makanan favorit kita, apa hobi yang benar-benar membuat kita senang, atau kapan terakhir kali kita merasa tenang tanpa memikirkan angka di saldo ATM? Tiap kali tanggal gajian tiba, kita bahkan ragu untuk membeli satu barang keinginan (sebagai bentuk self-reward), karena pikiran sudah lebih dulu sibuk menghitung sisa saldo untuk kebutuhan sana-sini.

Baca Juga: Transaksi Non-Tunai dan Ketidaksetaraan Digital

Bagi kamu yang sekarang sedang berada di posisi sulit ini: Saya mengerti rasanya. Menjadi tulang punggung itu memang tidak pernah mudah, tapi percayalah roda kehidupan itu terus berputar. Bertahan adalah keputusan yang hebat, tapi jangan sampai kita benar-benar "menyerah" pada keadaan.

Teruslah asah kemampuan dan tingkatkan nilai dirimu. Tidak apa-apa jika sekarang pundakmu masih terasa berat, tapi sesekali, tolong berikan napas untuk dirimu sendiri. Beli es kopi kesukaanmu, tidur lebih awal, atau sekadar matikan notifikasi sejenak. Kita berhak bahagia, bukan hanya sebagai "penambal" beban keluarga, tapi sebagai manusia yang memiliki jiwanya sendiri. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nenah Haryati
Tentang Nenah Haryati
Mahasiswa yang hobi mengamati sisi lain kehidupan sehari-hari, terutama yang dialami Generasi Z.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Jun 2026, 18:48

Potret Federico Barba: Pemain Persib yang Pure Profesional Tanpa Ikatan Emosional

Dalam kultur sepakbola Bandung, ada sebuah prinsip tak tertulis "Pemain yang bermain tanpa sepenuh hati, lebih baik pergi".

Foto Federico Barba ACL 2. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 17:23

Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah.

Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Wisata & Kuliner 01 Jun 2026, 16:35

Kuliner Pindang Gunung, Sup Ikan Khas Pangandaran dengan Wangi Honje yang Kuat

Kuah kuning segar, aroma honje, dan ikan laut segar menjadikan pindang gunung sebagai salah satu kuliner tradisional paling khas di Pangandaran.

Kuliner Pindnang Gunung khas Pangandaran. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 15:28

Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

Koperasi Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 12:55

Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

Adventure tourism berbasis kendaraan menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Di balik daya tariknya, keselamatan kendaraan, pengemudi, dan wisatawan perlu menjadi prioritas bersama.

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)
Ikon 01 Jun 2026, 11:24

Pasar Malam, Hiburan Rakyat yang Membuat Waktu Seolah Berputar Mundur

Pasar malam tetap menjadi pilihan masyarakat karena murah, meriah, dan mampu membangkitkan memori masa lalu.

Pasar Malam di Desa Cigintung, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:53

Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:05

Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

Koran dan bapak loper sama-sama berjuang di dunia yang semakin dinamis. Yang satu untuk literasi dan satunya bertahan hidup.

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)