Sepatu Boots Lokal yang Menghadirkan Kualitas Internasional

Scolastika Chega  Saprilianti
Ditulis oleh Scolastika Chega Saprilianti diterbitkan Selasa 25 Nov 2025, 13:44 WIB
IRV SHOES telah menyelesaikan beberapa produksi sepatu boots di Kecamatan Baleendah, Bandung, Sabtu siang 08 November 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Scolastika Chega Saprilianti)

IRV SHOES telah menyelesaikan beberapa produksi sepatu boots di Kecamatan Baleendah, Bandung, Sabtu siang 08 November 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Scolastika Chega Saprilianti)

Warna hitam pekat dan kokoh serta dilapisi sol yang empuk seperti menapaki awan putih halus. Tiap tapakan kaki membawa kenyamanan kepada tiap insan yang merasakannya. Jahitan rapi hasil karya para pengrajin menghasilkan sepatu yang indah. Tak hanya jahitan namun juga potongan pola ditautkan dengan baik satu per satu. Namun bukan hanya sekadar sepatu melainkan sebuah karya dari semua produk IRV SHOES di Desa Mulyasari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Syafira Nurhafni Setiawan, Owner IRV SHOES mengungkapkan bahwa bisnis fashion sepatu ini merupakan bisnis keluarga. IRV SHOES pertama kali berjalan sejak 2012 saat dirinya masih duduk di bangku menengah atas.

Pada saat itu ia sangat suka melakukan dance cover dan juga menari tradisional budaya. Melalui hal tersebut Via sering tampil di berbagai acara hiburan dan harus menggunakan sepatu dengan model boots tinggi.

“Cikal bakal IRV SHOES itu sebenarnya karena sering tampil dance cover modern dan mengharuskan untuk memakai sepatu boots ala Korea yang tinggi dan berat,” ucap Via, Selasa (28/10/2025).

Menurutnya zaman dulu masih sulit menemukan model sepatu boots tinggi belasan sentimeter sesuai keinginannya. Ia dapat membeli sepatu yang memiliki model tersebut namun harus datang ke toko yang lumayan jauh jaraknya. Ditambah pula bahan yang digunakan pun kurang nyaman jika dipakai dalam jangka waktu lama.

Mulai dari situ beberapa temannya pun penasaran dengan sepatu yang ia pakai. Mereka juga menggunakan sepatu tersebut dan menilai bahwa terasa nyaman. Hal tersebut menjadi ide untuk membuka peluang bisnis lebih luas lagi dan bekerja sama dengan ayahnya sebagai vendor pembuatan sepatu tersebut.

Idenya pun didorong dengan branding melalui akun instagram di 2012 dan sudah mulai banyak mengunggah katalog sepatu yang dapat dilihat oleh khalayak luas.

Bagi IRV SHOES hal paling penting adalah kenyamanan. Hampir semua pelanggan memesan sepatu boots dengan tinggi heels yang beragam mulai dari 10, 12,15 hingga 20 sentimeter. Uniknya, proses pembuatan produk sepatu tersebut dibuat bahan lokal yang premium dan diperhatikan tiap pola nya serta tidak menggunakan pengeras sepatu.

Ia menjalani bisnis ini hingga 2020 dimana fenomena konser sudah semakin meluas. Hal tersebut membuat peningkatan penjualan sepatu semakin dikenal banyak orang. Setelah mendapatkan banyak pesanan akhirnya IRV SHOES memutuskan untuk membuat desain sepatu sendiri dan melakukan perluasan penjualan di e-commerce.

Pesanan awal hanya menerima satuan dan custom dari pelanggan yang memang ingin membeli dengan sistem pre-order.

“Jika ada yang ingin custom untuk kebutuhan masing-masing maka baru akan kami buatkan sesuai urutan,” ujarnya. Pelanggan yang memesan tidak hanya secara individu tetapi juga dari sanggar tari pun ada.

Baca Juga: Tanpa Nunggu dan Tanpa Antre, Cara Baru Makan Sushi Zaman Sekarang

Kini IRV SHOES merupakan bagian bisnis fashion sepatu yang mampu menunjukkan kualitas lokal untuk dikenal lebih luas.

“Saya berharap produk-produk sepatu tersebut dapat menjadi andalan para pelanggan yang tidak hanya mencari style tetapi juga kenyamanan,” ujar perempuan tersebut.

Proses produksi hingga sekarang masih melibatkan para pengrajin dari Cibaduyut, Bandung. Rencana nya ia juga ingin membuka toko offline dan showroom agar pelanggan dapat langsung berkonsultasi dan mencoba sepatu yang dijual. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Scolastika Chega  Saprilianti
Mahasiswa S1 DIGITAL PUBLIC RELATIONS, Telkom University angkatan 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Jan 2026, 19:48 WIB

Kenapa Americano Jadi Favorit Baru Anak Muda? Ini Manfaatnya!

Americano lagi viral karena rasanya ringan, dan kalorinya rendah.
Ini dia manfaat dari kopi Americano yang perlu kamu ketahui! (Sumber: Freepik)
Ayo Jelajah 13 Jan 2026, 18:47 WIB

Riwayat Bandung Tiris, saat Hawa Dingin Kepung Kota Cekungan

Letak geografis Bandung membuat udara dingin mudah terperangkap dan menciptakan sensasi sejuk hingga menggigil sejak dulu.
Ilustrasi cuaca dingin Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan al Faritsi)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Profesi dan Hobi Harus Seimbang: Seorang Guru SMA Membuktikan Ambisinya

Guru SMA Lisda Nurul Romdani sukses menaklukkan maraton dan trail run (35 km) di tengah jadwal padat, membuktikan ambisi, mental, dan konsistensi.
Lisda Nurul Romdani seorang guru SMA membuktikan hobinya sebanding dengan rutinitas mengajar saat mengikuti Half Marathon Pocari Sweat Run 2024 di Bandung. (Sumber: @lisdaanr | Foto: @fotoyu_official Pocari Sweet RUN 2024)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 18:04 WIB

Kekurangan Vitamin D, Masalah Nutrisi Anak yang Masih Mengakar di Indonesia

Kekurangan vitamin D masih cukup sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat berdampak pada kesehatan tulang dan gigi.
Ilustrasi kekurangan vitamin D masih menjadi masalah nutrisi yang cukup umum pada anak dan remaja, termasuk di Bandung. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 17:19 WIB

Resolusi 2026 Warga Bandung: Berharap Transportasi Umum yang Lebih Terintegrasi

Keluhan warga Bandung mengenai transportasi umum yang dinilai belum efisien dan kurang terintegrasi.
Suasana metro jabar trans dipenuhi penggunana di sore hari sepulang kerja (03/12/2025). (Sumber: Pribadi | Foto: M. Kamal Natanegara)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 16:18 WIB

Penyairan Masa Kini: Bahasa yang Mencari Rumah Baru

Penyair masa kini menjaga kedalaman di tengah riuh digital, merawat bahasa, melampaui klise, dan menghadirkan ruang hening saat dunia bergerak terlalu cepat.
Puisi mencari napas baru, sementara penyair menjaga jantung bahasanya. (Sumber: Pixnio/Bicanski)
Ayo Biz 13 Jan 2026, 16:06 WIB

Gen Z dari Scrolling ke Running, Gaya Hidup Baru yang Menggerakkan Pasar Kebugaran

Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru.
Ilustrasi. Gen Z Indonesia mulai menjadikan olahraga dan aktivitas fisik sebagai bagian dari keseharian, bahkan sebagai identitas sosial baru. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 14:34 WIB

'Doom Spending' dan Generasi yang Menyerah Membeli Masa Depan

Mengapa anak muda memilih "kebahagiaan kecil" yang mahal saat impian besar seperti rumah makin mustahil dicapai gaji UMR.
Ilustrasi dompet kosong. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 13:13 WIB

Bandung Makin Macet, Transportasi Umum Bisakah Jadi Penolong?

Kesenjangan Pusat Kota yang Diperhatikan dan Pinggiran Kota yang Terlupakan
Halte Cicaheum, Kota Bandung, yang sudah mulai usang dan banyak tumpukan sampah di belakang bangku, (3/12/25). (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Putriana Basar)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 11:37 WIB

Chopper: Sejarah dan Makna Desain Mesin Kebebasan Roda Dua

Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an.
Chopper pertama kali muncul di Amerika Serikat pada akhir 1950-an hingga 1960-an. (Sumber: Pexels | Foto: Rachel Claire)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 10:19 WIB

Tren Coffee Shop Jadi Markas Mahasiswa Bandung 'Ngebut Tugas' Menjelang UAS

Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Coffee shop menjadi tempat favorit bagi para mahasiswa menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) yang banyak tugas.
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 09:34 WIB

Menjadi Mahasiswa IKIP Bandung (Bagian Dua)

Di sekitar kampus IKIP Bandung (UPI), Jalan Setiabudhi dulu berjajar penjual pisang Lembang.
Villa Isola di UPI Bandung (dahulu IKIP Bandung). (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 13 Jan 2026, 07:50 WIB

Ngopi, Duduk, dan Biarkan Pikiran Bernapas

Bagi Kopi menawarkan ruang sederhana dan hangat di tengah malam yang tenang.
Sederhana saja, secangkir kopi dan ketenangan di Bagi Kopi. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 20:01 WIB

Pentingnya Pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai Upaya Memperkuat Sistem Tata Kelola Pemerintahan

RUU Perampasan Aset hadir sebagai instrumen yang dapat menutup celah tindak korupsi.
Ilustrasi kriminalitas. (Sumber: Pexels | Foto: Kindel Media)
Ayo Jelajah 12 Jan 2026, 19:17 WIB

Hikayat Perburuan Komplotan Komunis Bandung, Priangan dalam Kepungan Polisi Kolonial

Operasi besar polisi kolonial memburu komplotan komunis di Bandung dan Priangan pada 1927 yang membuat kota hidup dalam kecurigaan.
Berita tentang dugaan plot komunis di Bandung di koran De Avondpost edisi 19 Oktober 1927.
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 18:47 WIB

Menyelami Riuhnya Ekspresi Seniman Bandung: Dari Ruang Kreatif Hingga Panggung Kontemporer

Di balik hiruk-pikuk jalan dan lalu lintasnya, Bandung tak pernah kehabisan nada, warna, dan kisah. Kota ini bukan sekadar pusat kuliner dan fashion, tetapi juga menjadi ruang ekspresi generasi seni.
Suasana pembukaan Pasar Seni ITB. (Sumber: fsrd,itb)
Ayo Biz 12 Jan 2026, 18:27 WIB

Rumah Pertama Jadi Mimpi Jauh, 65 Pesimis Gen Z Pesimis Mampu Membeli

Memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z.
Ilustrasi memiliki rumah pertama kini menjadi salah satu tujuan terbesar sekaligus tantangan tersendiri bagi generasi muda, terutama Gen Z. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 17:26 WIB

Tumbler Dan Gejala Sosial Baru

gejala sosial tentang gaya hidup membeli tumbler
Tumbler. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 12 Jan 2026, 16:49 WIB

Hafal Daftar Cicilan, tapi Lupa Impian

Gen Z sering dianggap generasi manja, padahal banyak dari mereka yang memikul beban finansial keluarga di pundaknya.
Ilustrasi cicilan. (Sumber: Pexels | Foto: Anna Shvets)