Sepatu Boots Lokal yang Menghadirkan Kualitas Internasional

2 menit baca
Scolastika Chega  Saprilianti
Ditulis oleh Scolastika Chega Saprilianti diterbitkan
IRV SHOES telah menyelesaikan beberapa produksi sepatu boots di Kecamatan Baleendah, Bandung, Sabtu siang 08 November 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Scolastika Chega Saprilianti)
IRV SHOES telah menyelesaikan beberapa produksi sepatu boots di Kecamatan Baleendah, Bandung, Sabtu siang 08 November 2025 (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Scolastika Chega Saprilianti)

Warna hitam pekat dan kokoh serta dilapisi sol yang empuk seperti menapaki awan putih halus. Tiap tapakan kaki membawa kenyamanan kepada tiap insan yang merasakannya. Jahitan rapi hasil karya para pengrajin menghasilkan sepatu yang indah. Tak hanya jahitan namun juga potongan pola ditautkan dengan baik satu per satu. Namun bukan hanya sekadar sepatu melainkan sebuah karya dari semua produk IRV SHOES di Desa Mulyasari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Syafira Nurhafni Setiawan, Owner IRV SHOES mengungkapkan bahwa bisnis fashion sepatu ini merupakan bisnis keluarga. IRV SHOES pertama kali berjalan sejak 2012 saat dirinya masih duduk di bangku menengah atas.

Pada saat itu ia sangat suka melakukan dance cover dan juga menari tradisional budaya. Melalui hal tersebut Via sering tampil di berbagai acara hiburan dan harus menggunakan sepatu dengan model boots tinggi.

“Cikal bakal IRV SHOES itu sebenarnya karena sering tampil dance cover modern dan mengharuskan untuk memakai sepatu boots ala Korea yang tinggi dan berat,” ucap Via, Selasa (28/10/2025).

Menurutnya zaman dulu masih sulit menemukan model sepatu boots tinggi belasan sentimeter sesuai keinginannya. Ia dapat membeli sepatu yang memiliki model tersebut namun harus datang ke toko yang lumayan jauh jaraknya. Ditambah pula bahan yang digunakan pun kurang nyaman jika dipakai dalam jangka waktu lama.

Mulai dari situ beberapa temannya pun penasaran dengan sepatu yang ia pakai. Mereka juga menggunakan sepatu tersebut dan menilai bahwa terasa nyaman. Hal tersebut menjadi ide untuk membuka peluang bisnis lebih luas lagi dan bekerja sama dengan ayahnya sebagai vendor pembuatan sepatu tersebut.

Idenya pun didorong dengan branding melalui akun instagram di 2012 dan sudah mulai banyak mengunggah katalog sepatu yang dapat dilihat oleh khalayak luas.

Bagi IRV SHOES hal paling penting adalah kenyamanan. Hampir semua pelanggan memesan sepatu boots dengan tinggi heels yang beragam mulai dari 10, 12,15 hingga 20 sentimeter. Uniknya, proses pembuatan produk sepatu tersebut dibuat bahan lokal yang premium dan diperhatikan tiap pola nya serta tidak menggunakan pengeras sepatu.

Ia menjalani bisnis ini hingga 2020 dimana fenomena konser sudah semakin meluas. Hal tersebut membuat peningkatan penjualan sepatu semakin dikenal banyak orang. Setelah mendapatkan banyak pesanan akhirnya IRV SHOES memutuskan untuk membuat desain sepatu sendiri dan melakukan perluasan penjualan di e-commerce.

Pesanan awal hanya menerima satuan dan custom dari pelanggan yang memang ingin membeli dengan sistem pre-order.

“Jika ada yang ingin custom untuk kebutuhan masing-masing maka baru akan kami buatkan sesuai urutan,” ujarnya. Pelanggan yang memesan tidak hanya secara individu tetapi juga dari sanggar tari pun ada.

Baca Juga: Tanpa Nunggu dan Tanpa Antre, Cara Baru Makan Sushi Zaman Sekarang

Kini IRV SHOES merupakan bagian bisnis fashion sepatu yang mampu menunjukkan kualitas lokal untuk dikenal lebih luas.

“Saya berharap produk-produk sepatu tersebut dapat menjadi andalan para pelanggan yang tidak hanya mencari style tetapi juga kenyamanan,” ujar perempuan tersebut.

Proses produksi hingga sekarang masih melibatkan para pengrajin dari Cibaduyut, Bandung. Rencana nya ia juga ingin membuka toko offline dan showroom agar pelanggan dapat langsung berkonsultasi dan mencoba sepatu yang dijual. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Scolastika Chega  Saprilianti
Mahasiswa S1 DIGITAL PUBLIC RELATIONS, Telkom University angkatan 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 16:23

Benang-Benang Asing dalam Tenun Tradisi Nusantara: Jejak Budaya Eropa dalam Perubahan Kebaya dan Identitas Sosial.

Membahas pengaruh budaya Eropa terhadap perubahan kebaya sebagai busana tradisional dan simbol identitas sosial di Nusantara pada masa kolonial.

Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)