Dari Mimpi I Nyoman Nuarta, NuArt Sculpture Park Hadirkan Ruang Edukasi Seni di Bandung

ratu syahdila
Ditulis oleh ratu syahdila diterbitkan Selasa 25 Nov 2025, 09:41 WIB
Area galeri menampilkan berbagai karya I Nyoman Nuarta di NuArt Sculpture Park, Jalan Setra Duta Raya No. L6, Ciwaruga, Parongpong, Bandung Barat, Jumat (31/10/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ratu Syahdila)

Area galeri menampilkan berbagai karya I Nyoman Nuarta di NuArt Sculpture Park, Jalan Setra Duta Raya No. L6, Ciwaruga, Parongpong, Bandung Barat, Jumat (31/10/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ratu Syahdila)

Di bawah rindang pepohonan, pada Jumat (31/10/2025), dengan angin yang berhembus lembut dan daun-daun yang berguguran, NuArt Sculpture Park membuka ruang edukasi seni yang lahir dari mimpi pematung asal Bali I Nyoman Nuarta. Terletak di Jalan Setra Duta Raya No. L6, Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Bara.

Fahmy Al Ghiffary Siregar, selaku kurator NuArt Sculpture Park mengatakan bahwa karena I Nyoman Nuarta berasal dari Bali, ia ingin memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya asalnya lewat karya dan kegiatan seni.

Maka dari itu, NuArt mengadakan event tahunan setiap akhir tahun bernama Love Letters from Bali, sebuah festival seni yang menghadirkan nuansa Pulau Dewata di tengah Bandung.

Event ini menjadi salah satu program unggulan NuArt Sculpture Park dalam memperkenalkan seni dan budaya nusantara kepada masyarakat.

Acara ini menampilkan berbagai kegiatan seperti pameran seni, pertunjukan musik tradisional, pop-up market, workshop, hingga menghadirkan penggiat-penggiat kreatif dari Bali.

“Salah satu aktivitas yang paling diminati adalah workshop membuat mini ogoh-ogoh, yang memberikan pengalaman langsung bagi anak-anak untuk mengenal tradisi Bali,” ujar Fahmy.

Anak-anak mengangkat ogoh-ogoh buatannya saat mengikuti workshop seni di NuArt Sculpture Park, Bandung Barat, Jumat (31/10/2025) (Sumber: NuArt Sculpture Park | Foto: Nuart Sculpture Park)
Anak-anak mengangkat ogoh-ogoh buatannya saat mengikuti workshop seni di NuArt Sculpture Park, Bandung Barat, Jumat (31/10/2025) (Sumber: NuArt Sculpture Park | Foto: Nuart Sculpture Park)

Konsep dari acara ini adalah membawa kehangatan dan semangat budaya Bali agar bisa dinikmati oleh masyarakat luas, khususnya warga Bandung dan sekitarnya.

“Antusiasme masyarakat juga tinggi, tahun lalu Love Letters from Bali berhasil menarik sekitar 3.800 hingga 4.000 pengunjung hanya dalam dua hari pelaksanaan,” tambahnya.

Selain Love Letters from Bali, NuArt juga memiliki event tahunan lain yang dinamai Family Art Month. Acara ini diadakan setiap pertengahan tahun bertepatan dengan masa libur sekolah. Family Art Month menjadi ajang bagi keluarga untuk berinteraksi melalui seni, mulai dari pameran ‘Hocus Pocus!’, workshop anak dan keluarga, aktivitas seni outdoor hingga permainan interaktif untuk anak-anak.

Kedua kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen NuArt Sculpture Park dalam memperluas akses masyarakat terhadap seni. Melalui Love Letters from Bali dan Family Art Month, NuArt berusaha menghadirkan seni yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta menjadi ruang interaksi antara seniman dan pengunjung dari berbagai kalangan.

Dengan berbagai programnya, NuArt Sculpture Park kini tidak hanya menjadi tempat menikmati karya seni, tetapi juga ruang belajar dan berkreasi bagi masyarakat.

Seperti yang disampaikan kurator NuArt Sculpture Park, Fahmy Al Ghiffary Siregar, “Dari seni kita bisa hidup, dan dari seni kita bisa menghidupi orang banyak.”

NuArt Sculpture Park mulai didirikan pada tahun 2000 sebagai museum pribadi yang menyimpan karya-karya I Nyoman Nuarta. Pada masa itu, tempat ini masih bersifat privat, siapapun sebenarnya bisa berkunjung tetapi informasi mengenai keberadaan NuArt belum tersebar luas. 

Seiring berjalannya waktu dan di era yang sudah canggih ini, NuArt berkembang menjadi ruang seni yang lebih terbuka, hingga akhirnya pada tahun 2016, NuArt resmi dibuka untuk umum dan difungsikan sebagai pusat edukasi serta pengembangan seni dan budaya Indonesia.

Fahmy bercerita bahwa I Nyoman Nuarta adalah seorang pematung profesional asal Bali yang dikenal sebagai pencipta patung Garuda Wisnu Kencana (GWK). Kecintaannya terhadap dunia seni telah tumbuh sejak masa kuliah.

Saat itu, ia pernah ditanya tentang apa yang ingin ia lakukan jika memiliki banyak uang, dan ia menjawab bahwa ia ingin memiliki ruang untuk menyimpan karya-karyanya. Dari mimpi sederhana itulah lahir NuArt Sculpture Park, sebuah tempat yang menampung karyanya sekaligus memberikan kesempatan kepada seniman muda Indonesia untuk mengembangkan karya. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

ratu syahdila
Tentang ratu syahdila
Mahasiswa S1 Digital Public Relations Telkom University Angkatan 2024.

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 10 Mei 2026, 09:42

Panduan Wisata Sentul Paradise Park, Curug dan Kolam Rekreasi di Pinggiran Bogor

Panduan lengkap Sentul Paradise Park, dari tiket, akses, fasilitas, hingga tips berkunjung ke wisata air dengan Curug Bidadari di kawasan Sentul.

Sentul Paradise Park.
Ayo Netizen 10 Mei 2026, 09:41

Bandung Tak Lagi Sama, Jalanannya Mengajarkan Orang-Orang Bertahan Hidup

Perjalanan Cimahi-Bandung bukan sekadar rutinitas, tapi perjuangan menghadapi macet, hujan, dan lelah yang datang setiap hari.

Suasana Kota. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Sifa Nurfauziah)
Beranda 09 Mei 2026, 19:04

Anton Solihin, Pengumpul ‘Runtah’ Budaya yang Menjaga Batu Api Selama 27 Tahun

Perpustakaan Batu Api di Jatinangor bertahan selama puluhan tahun lewat ribuan koleksi buku, arsip, dan dedikasi Anton Solihin menjaga ruang literasi alternatif.

Pendiri Perpustakaan Batu Api, Anton Solihin, duduk di tengah tumpukan buku koleksi pribadinya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Biz 09 Mei 2026, 17:10

Menjaga Mimpi di Tengah Efisiensi: Peran Rumah BUMN di Masa Anggaran Ketat

Di sinilah cerita tentang ekosistem pemberdayaan UMKM yang belum sempurna bermula.

A. Radinal Pramudha Sirat CEO Rumah BUMN Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Biz 09 Mei 2026, 12:46

Inklusi di Atas Kain: Batik Difabel Cimahi dan Kriya yang Istimewa

Di sinilah, di Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Nurdin (di kursi roda), penyandang polio, pertama kali datang ke GHD pada 2020. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 22:35

Ketika Persija, Persib, dan Persis Bantu Korban Tragedi Trowek

Tiga tim sepak bola beda kota menggelar laga segitiga yang seru di Lapangan Ikada. Hasil keuntungan pertandingan disumbangkan untuk korban kecelakaan KA yang mengenaskan di Trowek, Jawa Barat.

Pemandangan mengenaskan kecelakaan kereta api di Trowek, Tasikmalaya, Jawa Barat pada 28 Mei 1959. (Sumber: Harian Umum)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 21:06

Desa Kasturi, Tempat Tumbuh Mangga Kasturi 

Di Jawa Barat, sedikitnya ada dua nama geografis Kasturi.

Buah kasturi (Mangifera casturi) sudah tidak dikenali lagi di Jawa Barat, tapi abadi dalam toponim Desa Kasturi yang terdapat di Kabupaten Majalengka dan di Kabupaten Kuningan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 19:32

Sepatu Berlubang untuk Mengukir Masa Depan

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi--yang ada proses bertahan yang selalu harus terus diperjuangkan untuk terus bertahan sebagai manusia dan juga menjadi masyarakat Kota Bandung yang lebih baik.

Pendidikan adalah senjata utama untuk keluar dari kemiskinan struktural. (Sumber: Pexels | Foto: Partiu Kenai)
Linimasa 08 Mei 2026, 17:40

Tanaman Pemangsa Serangga Ini Dibudidayakan di Rumah Pemuda Bandung

Seorang pemuda di Dayeuhkolot sukses membudidayakan tanaman karnivora hingga meraup omzet belasan juta rupiah.

Tanaman pemangsa hewan Venus flytrap yang dibudiayakan Khoerul Anwar di Dayeuhkolot. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 17:20

Bandung dan Mereka yang Pulang dalam Lelah

Di balik gemerlap dan ramainya Bandung, ada banyak orang yang tetap kembali bangun esok pagi meski lelah terus menjadi bagian dari hidup mereka—agar kota dan kehidupan mereka tetap berjalan.

ekanan hidup di kota membuat banyak masyarakat terus berjalan, meski lelah perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 17:08

Merawat Kebersamaan, Meraih Kebahagiaan

Kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian materi, justru dari kemampuan manusia menemukan makna hidup, menjaga keseimbangan batin, membangun hubungan yang sehat dengan Tuhan, diri sendiri

Sejumlah siswa Al Irsyad Satya Islamic School mengikuti tadarus Al-Quran di Masjid Al-Irsyad pada Kamis, 21 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 08 Mei 2026, 13:38

Jelajah Citarum, Sungai Pemberi Kehidupan Bagi Masyarakat

Di balik pencemaran dan banjir, Sungai Citarum masih menjadi sumber penghidupan masyarakat di sepanjang DAS.

Sungai Citarum jadi sumber kehidupan masyarakat di sekitarnya. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 13:34

Berangkat Ke Bandung : D'Renced Tampil Memberikan Suasana Jernih tapi Berisik

Bandung, bukan tanpa alasan band Pop Punk asal Majalengka (D'Renced) memilih kota ini untuk memperluas jangkauan gerakan perlawanan yang dibalut karya musik bergenre pop punk.

Live performance debut single D'Renced at Waroeng Bako Bandung. (Foto: Moga Yudha melalui Screenshoot Video)
Wisata & Kuliner 08 Mei 2026, 13:13

Tamasya ke Karang Resik Tasikmalaya, Wisata Keluarga dengan Sejarah Tersembunyi

Panduan wisata Karang Resik Tasikmalaya, taman hiburan keluarga yang berdiri di lokasi sejarah Agresi Militer Belanda 1947.

Wisata Karang Resik Tasikmalaya. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 12:34

Kesabaran Pedagang Pasar Baleendah dan ‘Lautan Sampah’ yang Tiada Akhir

Persoalan “lautan sampah” yang menimbulkan bau tak sedap ini bukan persoalan Pasar Baleendah saja.

Tumpukan sampah di kawasan Jalan Siliwangi, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 5 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 09:55

Pasang Surut Perkembangan Radio Siaran di Bandung

Di tengah gempuran platform digital, radio sesungguhnya masih memiliki kekuatan yang sulit tergantikan, yakni kedekatan emosional dan interaktivitas yang alami.

Penulis bersama para penyiar B-Radio Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 08 Mei 2026, 08:35

Tentang Angka dan Ketakberhinggaan dalam Pelestarian Cagar Budaya

Katanya, hidup ini adalah tentang angka. Lantas, bagaimana dengan cagar budaya? Berapa angka yang akan kita sematkan pada warisan budaya kebendaan ini?

Salah satu gedung cagar budaya di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 07 Mei 2026, 20:32

Strategi Monel Gaet Konsumen Hijab, Andalkan Uniqueness Warna dan Diskon Agresif di Event Fashion

Hijab tak lagi hanya sekedar kebutuhan dalam hal berpakaian. Hijab kini bertransformasi jadi bagian ekspresi gaya hingga pembuktian identitas pada wanita muslim.

Band hijab Monel mengandalkan strategi diskon besar beserta eksplorasi beragam warna yang ditampilkan pada etalasenya supaya menarik atensi pengunjung. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 07 Mei 2026, 19:59

Lembang 1994-1997: Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Bagian 2)

Lembang tahun 1994 merujuk pada satu kata, “Hening”.

Kawasan Situ Umar masa kolonial, terlihat Gunung Burangrang di kejauhan. Kawasan Situ Umar kini berganti menjadi wisata selfie floating market Lembang. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 07 Mei 2026, 18:12

Tamasya Taman Bunga Cianjur, 35 Hektar Lanskap Dunia dalam Satu Kawasan Puncak

Taman Bunga Nusantara di Cianjur menawarkan taman tematik dunia, tiket sekitar Rp50 ribu, dan strategi kunjungan agar bisa menjelajah 35 hektar tanpa kelelahan.

Taman Bunga Nusantara Cianjur.