Kisah Acu Supriatna Melestarikan Sanggar Seni Reak Putra Sawargi

3 menit baca
Muhammad Abdullah Rizieq Nano Al Jabar
Ditulis oleh Muhammad Abdullah Rizieq Nano Al Jabar diterbitkan
Ketua Sanggar Seni Reak Putra Sawargi memimpin ritual pembukaan sebelum pertunjukan seni reak di hadapan para anggota dan penonton, (24 September 2025). (Sumber: Dok. Acu Supriatna)
Ketua Sanggar Seni Reak Putra Sawargi memimpin ritual pembukaan sebelum pertunjukan seni reak di hadapan para anggota dan penonton, (24 September 2025). (Sumber: Dok. Acu Supriatna)

Pagi itu, Rabu (24 September 2025), suasana sakral menyelinap. Halaman tempat acara riuh dengan lantunan dogdog. Aroma asap dupa yang mengundang perhatian. Acu Supriatna, Ketua Sanggar Seni Reak Putra Sawargi, khusyuk memimpin ritual pembukaan. Tradisi ini mengukuhkan budaya sebagai napas utama masyarakat Bandung Timur, Jalan Manisih, Bakti 05, RW 09, RT 04, Cibiru, Kota Bandung.

Acu Supriatna, Ketua Sanggar Seni Reak Putra Sawargi, mewarisi kepemimpinan dari leluhurnya sebagai bentuk tanggung jawab budaya turun-temurun.

"Jadi ketua itu sudah ada tuturus dari orang tua, dari leluhur. Jadi saya dipercaya ditunjuk sebagai ketua. Banyak orang lain juga, tapi enggak sanggup. Ketua itu enggak sembarangan, harus siap ke depannya," ujar Acu.

Kepemimpinannya bukan hasil kompetisi, melainkan warisan leluhur. Acu Supriatna menjadi fondasi yang kuat bagi sanggar sebagai rumah kedua anak-anak dan remaja sekitar.

Sejak kecil, hidup Acu lekat dengan dogdog dan kuda lumping. Suara tabuhan alat musik tradisional menjadi pengiring hari-harinya. Baginya, seni reak bukan sekadar hiburan, melainkan pelipur lara yang mampu menghilangkan beban pikiran. Kebahagiaan tersendiri hadir saat memainkan seni reak, membuat kelelahan hilang.

Sanggar Seni Reak Putra Sawargi berdiri sejak tahun 2002. Sanggar ini melanjutkan tradisi seni reak yang diwariskan sesepuh. Nama Putra Sawargi memiliki makna filosofis, yang di mana putra berarti anak, dan sawargi berarti saudara. Sebagian besar anggota sanggar adalah satu keluarga besar. Garis keturunan kepemimpinan dimulai dari Mbah Juarta hingga Suhara, dan kini dilanjutkan oleh Acu Supriatna.

Para pemain Sanggar Seni Reak Putra Sawargi menyiapkan sesaji dan peralatan tradisional sebelum pertunjukan dimulai, Jalan Manisih, Bakti 05, RW 09, RT 04, Cibiru, Bandung Timur, Kota Bandung, Jawa Barat 40111, (24 September 2025). (Sumber: Dok. Acu Supriatna)
Para pemain Sanggar Seni Reak Putra Sawargi menyiapkan sesaji dan peralatan tradisional sebelum pertunjukan dimulai, Jalan Manisih, Bakti 05, RW 09, RT 04, Cibiru, Bandung Timur, Kota Bandung, Jawa Barat 40111, (24 September 2025). (Sumber: Dok. Acu Supriatna)

Reak memiliki karakteristik unik dibanding kesenian Sunda lainnya. Ada tahapan ritual wajib sebelum pertunjukan, yakni sesaji makanan, minuman, hingga membakar dupa. Ritual itu menjadi jembatan spiritual dengan leluhur dan roh pelindung.

"Kesurupan itu tanpa ritual enggak akan ada. Sebelum main ada ritualnya, ada sesaji makanan, minuman, rokok, bakar kemenyan. Kalau tanpa itu, reak kurang afdol," tegas Ketua Sanggar Putra sawargi.

Hanya pelaku yang siap secara fisik dan batin yang boleh memegang peran penting dalam kesurupan.

Perkembangan seni reak di Bandung Timur sangat pesat. Dulu hanya ada dua atau tiga grup, kini tersebar di Cibiru, Cinunuk, Cipadung, Cilengkrang hingga Sumedang. Generasi muda menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka belajar dogdog secara otodidak dan langsung mampu memainkannya hanya dengan melihat. Yang membuat Pimpinan Sanggar menjadi senang menyewakan peralatan dogdog kepada generasi muda yang ingin belajar.

Jalan pelestarian tidak selalu mulus. Reak kerap mendapat stigma negatif dan dianggap dekat dengan kekerasan. Padahal, mayoritas pelaku seni menegakkan disiplin dan adab. Segelintir oknum kadang mencoreng nama baik dengan perilaku menyimpang. Tantangan ini tidak pernah dianggap enteng oleh komunitas Sanggar Putra Sawargi.

Sanggar Putra Sawargi telah meraih prestasi gemilang. Mereka telah memperoleh empat piala juara di berbagai festival. Sanggar Putra Sawargi ini pernah tampil tiga kali di Monas, juga di Keraton Cirebon. Sebagai Ketua, Acu Supriatna juga ikut turun ke lapangan sebagai bagian integral pertunjukan. Ia memainkan gendang, ikut kesurupan, dan melakukan atraksi khas seperti gebraent, tusuk balon, dan makan beling. Mereka terus mengembangkan pertunjukan dengan sound system dan instrumen modern tanpa menghilangkan ciri khas dari seni tersebut.

Dukungan pemerintah dan masyarakat sangat diharapkan untuk meningkatkan eksistensi seni reak. Seni reak dapat menjadi identitas daerah dan daya tarik wisata budaya. Pengalaman Acu tampil di luar Jawa Barat membuktikan bahwa seni reak memiliki daya tarik universal. Potensi ini perlu dimaksimalkan melalui program-program dari pemerintah.

Keberanian dan inovasi Acu Supriatna serta komunitasnya membawa pesan penting. Menjaga tradisi bukan berarti menolak perubahan. Di tengah modernitas, seni reak tetap hidup dan berkembang.

"Kalau cinta seni tradisional Sunda, khususnya reak, berikan citra baik dan positif. Jangan terpengaruh alkohol. Kalau senang seninya, peduli terus, gali ilmunya. Jangan sampai punah," tutur Pimpinan Sanggar Putra Sawargi.

Sampai sekarang, seni reak tetap menjadi ruang perjumpaan nilai sakral dan kegembiraan bersama lintas generasi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Abdullah Rizieq Nano Al Jabar
Mahasiswa Digital PR Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:34

Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD, Birokrasi dan Pelayanan Publik Terancam?

Belanja pegawai sebesar 30% dari APBD sering dipandang sebagai indikator tingginya beban birokrasi terhadap kapasitas fiskal daerah.

Ilustrasi. (Sumber: Created by gpt)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:16

Semangat Intelektual Remy Sylado Bergema di UNISBA

Bagi Remy Sylado bahasa tidak pernah sekadar menjadi alat komunikasi.

Peserta mengikuti diskusi "Irama Pembangkangan Remy Sylado: Merayakan Keberanian Berbahasa dan Berpikir" yang digelar Majelis Tangga Batu UNISBA di Pelataran UNISBA, Jalan Tamansari No. 1, Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 15:15

Pentingnya Merawat Imajinasi untuk Memahami Literasi

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis.

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 14:47

Mewujudkan MPLS yang Ramah dan Nyaman untuk Anak

MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bertujuan mengajak siswa mengenal lingkungan sekolah sebelum akhirnya menjalani hari-hari dengan baik dan menyenangkan di sekolah.

Sejumlah siswa dari SMP-SMA Advent Cimindi memunguti sampah di Jalan Babakan Cianjur, Kota Bandung, saat para mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2023-2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 14 Jul 2026, 14:00

Malam Jalan Soekarno-Hatta Bandung yang Tak Tidur

Jalan Soekarno-Hatta Bandung tetap ramai hingga dini hari, dari lalu lintas, balap liar, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Suasana malam di Jalan Soekarno-Hatta Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 10:54

Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

Setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 09:54

Membangun Integritas sebagai DNA Utama Aparatur

Integritas benar-benar meresap menjadi DNA dalam setiap urat nadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kita.

Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 08:56

Pesan Tersembunyi dari Empat Semifinalis Piala Dunia 2026

Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris memiliki satu kesamaan: mereka tidak hanya memiliki sebelas pemain hebat.

Ilustrasi semifinalis Piala Dunia 2026. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 19:03

Ketika Kebebasan Ber-(SUARA) Disalahpahami

Katanya Silahkan jadi Penulis yang Kritis tapi jangan abcd

Ilustrasi kebebasan berpendapat. (Sumber: Pexels | Foto: Dany Kurniawan)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 18:39

Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

Ribuan anak cerdas terancam gagal kuliah karena biaya. Persoalan bermuara pada paradigma pendidikan, bukan hanya UKT.

Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 17:25

Jelajah Leuwi Raksamala Ciamis, Lubuk Tersembunyi di Kawasan Curug Jami

Cari hidden gem di Ciamis? Leuwi Raksamala dekat Curug Jami menawarkan kolam alami, air jernih, dan suasana tenang. Cek panduan wisata lengkapnya di sini.

Leuwi Raksamala Ciamis. (Sumber: TikTok @heru_montana2)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 17:00

Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

Kios pedagang Terminal Cicaheum akan dibongkar demi depo BRT. Kompensasi Rp2-3 juta dinilai jauh dari nilai puluhan tahun mata pencaharian mereka.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:40

Selebrasi Ikonik Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia menghadirkan beberapa selebrasi gol ikonik yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia sampai saat ini

Selebrasi khas Brian Laudrup di Piala Dunia 1998. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:06

Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

Analisis strategi public relations writing Adidas dalam kampanye “Backyard Legends” menjelang Piala Dunia 2026 melalui website dan Instagram untuk memperkuat citra brand.

Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:25

Saya, Lapar, dan Knut Hamsun

Entah ini memang takdir, atau kesengajaan yang konyol. Saya membaca Lapar (Sult/Hunger) karangan Knut Hamsun dalam keadaan lapar, benar-benar lapar.

Buku "Hunger" (Lapar) karya Knut Hamsun. (Sumber: oldsovereignpublishing.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:08

Politik Bandung Terlalu Sibuk Mencari Ikon

Politik perkotaan kerap bergerak di antara dua kepentingan: yang pertama adalah membangun citra kota, yang kedua adalah mengelola kehidupan kota sehari-hari. 

Sejumlah warga Bandung, dibantu sanggota Satlantas Polresta Bandung, sedang antre air bersih.
sedang mengantre air bersih, (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 13:19

Merayakan Keragaman, Memupuk Kerukunan 

Keragaman, kerukunan, toleransi sejatinya tidak hanya lahir dari ruang-ruang dialog, seminar, regulasi negara.

Warga mengikuti Upacara Adat Tutup Taun 1956 Ngemban Taun 1 Sura 1957 Saka Sunda di Kampung Adat Cireundeu, Leuwigajah, Kota Cimahi, Sabtu 5 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 11:48

Museum Kretek Kudus: Sejarah, Harga Tiket, Koleksi, dan Jam Buka

Museum Kretek Kudus merupakan satu-satunya museum rokok di Indonesia. Simak sejarah, koleksi, harga tiket, jam buka, dan daya tariknya di sini.

Museum Kretek Kudus. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 11:15

Budaya NG.O.P.I Anak Muda Sekarang: NGeluarin Opini 'Pragmatis vs Idealis'

Ketika pola pikir pragmatis dan idealis pada generasi muda yang memengaruhi orientasi dalam proses beropini.

Ilustrasi ngopi. (Sumber: Pexels | Foto: Thanh Bui)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 10:59

Pengaruh Pembangunan Rel Kereta di Ciwidey untuk Mata Pencaharian Pribumi (1917-1924)

Sedikit gambaran mengenai mata pencaharian masyarakat ketika pembangunan rel kereta di Ciwidey.

 (Sumber: ebay.com | Foto: ebay.com)