Menelusuri Arti Pamali dalam Kehidupan Sehari-hari Masyarakat Sunda

2 menit baca
Aria Maheswara
Ditulis oleh Aria Maheswara diterbitkan
Gestur menunjuk ke arah kuburan sebagai salah satu pamali dalam budaya Sunda di salah satu pemakaman Jawa Barat, Kamis (30/10/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Aria Maheswara Ahmad Firman)
Gestur menunjuk ke arah kuburan sebagai salah satu pamali dalam budaya Sunda di salah satu pemakaman Jawa Barat, Kamis (30/10/2025). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Aria Maheswara Ahmad Firman)

Di tengah hujan yang membasahi Kota Bandung, perbincangan tentang “pamali” muncul dari salah satu warganya. Istilah yang kini masih terdengar di kehidupan masyarakat Sunda. Obrolan itu berlokasi di Sukabirus, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (30/10/2025). 

Yanto (32), seorang penjaga warung asal Bandung yang selalu ramah dengan pelanggannya, menjelaskan bahwa pamali merupakan nasihat agar masyarakat tetap berperilaku sopan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pamali itu lebih ke bahasa sepuh. Bahasa sepuh artinya bahasa orang-orang dulu,”ujar Yanto.

Pamali merupakan pantangan atau larangan yang dipercaya dapat membawa kesialan dalam waktu dekat jika dilanggar. Dalam tradisi Sunda, pamali bukan sekadar larangan, melainkan cara untuk mengajarkan sopan santun secara turun-temurun.

“Misalnya, mandi dan gunting kuku di malam hari termasuk pamali yang dianggap akan mendatangkan nasib buruk. Hal-hal yang tidak boleh dilakukan itu namanya pamali,” lanjutnya.

Menurut Yanto, larangan-larangan seperti ini merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Sunda yang mengajarkan kedisiplinan dan sopan santun sejak kecil. 

Selain mandi dan menggunting kuku di malam hari, Yanto juga menjelaskan bahwa makan menggunakan cobek juga bagian dari pamali. Pria humoris yang gemar bercanda dengan pelanggannya ini menjelaskan larangan ini lebih untuk mencegah agar cobek tidak jatuh ke kaki. 

Dalam budaya Sunda, menunjuk ke arah kuburan juga termasuk pamali yang masih berlaku di masyarakat Sunda. Menunjuk ke arah kuburan dianggap tidak sopan karena mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap orang yang telah meninggal. 

Saat ditanya mengenai pesan moral di balik pamali, Yanto mengungkapkan bahwa tujuan utamanya adalah untuk mengajarkan adab dan sopan santun.

“Contohnya pamali duduk di depan pintu. Sebagian masyarakat Sunda beranggapan bahwa duduk di depan pintu akan susah mendapatkan jodoh. Sebenarnya itu tidak ada arti apa-apa, tapi supaya tidak menghalangi orang yang mau lewat,” kata Yanto.

Yanto menjelaskan bahwa orang tua mengajarkan hal tersebut supaya kita memiliki adab yang baik. 

Yanto berpendapat bahwa pamali bersifat mitos yang hanya digunakan oleh orang tua untuk menakut-nakuti anaknya agar mudah dinasihati. Namun, ia mengakui bahwa sebagian besar masyarakat di desa masih menganggap pamali harus ditaati. 

Walaupun begitu, Yanto menjelaskan bahwa beberapa pamali masih relevan dengan kehidupan masa kini. Salah satunya yaitu larangan mandi pada malam hari yang berkaitan dengan kesehatan tubuh agar tidak mudah sakit.

Sebagai penutup, Yanto berpesan kepada generasi muda Bandung agar tetap menghormati ajaran orang tua mengenai pamali. “Apa yang dulu dilarang oleh orang tua kita sebaiknya dilakukan. Mungkin kita tidak merasakannya sekarang, tapi di masa depan kita akan sadar ada manfaatnya,” ujar Yanto sambil tersenyum dengan hangat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aria Maheswara
Tentang Aria Maheswara
Telkom University Digital Public Relations 2024

Berita Terkait

Ayo Netizen 17 Nov 2025, 15:22

Ambu Encuy

Ambu Encuy

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)