Jadi Event Pilihan Kemenpar, WJF 2025 Sukses Pikat Gen Z Hingga Turis Asing

2 menit baca
Demas Reyhan Adritama
Ditulis oleh Demas Reyhan Adritama diterbitkan
Wisatawan mancanegara hadir di West Java Festival 2025 (Foto: Demas Reyhan Adritama)
Wisatawan mancanegara hadir di West Java Festival 2025 (Foto: Demas Reyhan Adritama)

Kemeriahan West Java Festival (WJF) 2025 di Bandung sukses menyedot ribuan pengunjung. Tidak hanya wargi Jabar, di antara keramaian tampak anak-anak muda alias Gen Z, wisatawan domestik dari luar kota, hingga turis asing yang ikut larut dalam acara.

Fenomena ini bukan kebetulan. WJF 2025 terbukti berhasil naik kelas. Acara ini sukses memadukan tradisi khas Jabar dengan kemasan modern yang relevan, hingga akhirnya memikat audiens yang sangat beragam.

Bukan tanpa alasan, WJF tahun ini punya status mentereng. Panitia West Java Festival 2025, Rama, mengungkap bahwa WJF 2025 berhasil lolos kurasi ketat Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

"Tahun ini, Alhamdulillahnya, kita itu lolos dalam Karisma Event Nusantara. Jadi, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ada program namanya Karisma Event Nusantara. Nah dia tuh meranking event-event terbaik yang ada di Indonesia," ujar Rama.

Masuknya WJF ke dalam daftar KEN, bersama Asia Africa Festival dan Hari Nelayan Sukabumi, menjadi bukti bahwa fokus WJF pada penguatan budaya mulai diakui secara nasional.

Rahasia Pikat Gen Z: 'War Tiket' dan Tradisi

Salah satu tantangan terbesar event budaya adalah membuatnya relevan bagi anak muda. Namun, WJF tampaknya punya resep jitu. Rama tidak menampik bahwa fenomena 'war tiket' dan kehadiran guest star masih jadi magnet kuat.

"Sebetulnya, memang kita masih terpaku dengan konsernya, dengan guest star... dengan ciri khas war tiket juga itu memicu antusias juga dari masyarakat," katanya.

Namun, panitia cerdik memanfaatkan hal tersebut. Guest star dan konser dijadikan pintu masuk untuk mengenalkan Gen Z pada akar budaya mereka.

"Modernisasi itu nggak bisa kita hilangkan gitu aja. Kita pengen nge-grab pasar Gen Z, milenial, tapi tetap relevan dengan mereka," ucap Rama.

"Pada prinsipnya kita ingin angkat tradisi budaya kita di West Java Festival," imbunya.

Hasilnya, WJF 2025 berani mengurangi jumlah guest star musik dan menjahitnya di antara pertunjukan seni tradisi. "Dari awalnya dibuka oleh tarian, ditengahnya nanti ada kesenian, penutupnya oleh kesenian, jadi dijahit gitu sama kita," jelas Rama.

Mulai 'Go International'

Tak hanya sukses di level nasional dan memikat anak muda, WJF 2025 juga mulai unjuk gigi di mata internasional. Ini bukan lagi sekadar festival lokal.

Rama mengungkap adanya kolaborasi lintas negara yang tampil di panggung WJF.

"Kita kerjasama dengan kampus di Guangxi, Sister Province. Jadi Jawa Barat itu ada kerjasama dengan provinsi Guangxi, China, mereka memberikan perwakilannya untuk tampil nyanyi khas sana," ungkap Rama.

"Terus kita juga collab ada Suarajiwa project. Ini penampilan musisi Nusantara sama Prancis," tambahnya.

Kehadiran penampil internasional ini sejalan dengan target panitia yang ingin memperluas jangkauan WJF. Jika tahun lalu pengunjung masih didominasi warga Bandung, kini targetnya lebih tinggi.

"Pengennya nasional. Pengennya yang datang nggak cuma dari Jawa Barat lagi, tapi dari provinsi lain. Dari Jakarta, Jawa Tengah," kata Rama.

Pada akhirnya, WJF 2025 membuktikan bahwa event budaya Jabar bisa tampil keren dan relevan. Seperti yang diharapkan panitia, WJF menjadi ajang agar filosofi Sunda tidak hanya disimpan sendiri.

"Filosofi Sunda itu ya nggak di-keep sama kita sendiri gitu, tapi semua orang harus tahu bahkan kalau bisa secara nasional," pungkas Rama. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Demas Reyhan Adritama
S1 Jurnalistik Fikom Unpad

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)