PAPER 20: Brand Fashion Bandung yang Bangkit dari Energi Negatif untuk Sebarkan Nilai Positif

3 menit baca
Muhammad MalikF
Ditulis oleh Muhammad MalikF diterbitkan
Pengunjung PAPER menikmati suasana toko yang menampilkan koleksi busana kasual berwarna mencolok pada rak dan gantungan pakaian (28/10/2025) (Foto: Malik)
Pengunjung PAPER menikmati suasana toko yang menampilkan koleksi busana kasual berwarna mencolok pada rak dan gantungan pakaian (28/10/2025) (Foto: Malik)

Secarik kertas menjadi media sederhana untuk menuangkan emosi negatif  dengan membuat coretan motivasi untuk menghasilkan energi positif yang menjadi bibit kelahiran sebuah merek fashion local yang bernamakan PAPER. Kini nama itu menjelma menjadi salah satu brand fashion asal Bandung yang namanya dikenal.

Merek yang didirikan pada tahun 2020 ini menawarkan filosofi luhur dan nilai-nilai Pancasila yang unik di balik setiap helai produknya tidak hanya di Bandung Raya, tetapi juga menarik perhatian konsumen hingga Malaysia dan Singapura. Berlokasi di Jalan Trunojoyo No. 8, Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/10/25).

Kiki, sebagai owner PAPER, menceritakan bahwa inspirasi lahirnya brand ini datang dari sebuah energi negatif yang berhasil diubah menjadi positif. Awalnya, ia berencana ke Kanada setelah tinggal di Selandia Baru. Namun, pandemi COVID-19 membawanya pulang ke Indonesia. Setelah pengalaman kerja yang kurang menyenangkan, ia menuangkan segala unek-uneknya di atas kertas dan menjadi sebuah momen yang kemudian menginspirasinya untuk berkreasi dan menamainya PAPER.

"Kami ingin memberitahu bahwa filosofi kami berjualan itu menggunakan Pancasila," ujar Kiki membuka ceritanya.

Inilah yang menjadi keunikan utama PAPER. Salah satu praktik yang ia terapkan adalah ajakan terbuka bagi setiap orang yang lewat untuk masuk ke toko tanpa paksaan membeli, mencerminkan Sila ke-2 kemanusiaan yang  adil dan beradab. Tujuannya, supaya orang Indonesia Bersatu yang sejalan dengan Sila ke-3: Persatuan Indonesia.

Lebih lanjut, PAPER menyusun Standard Operational Procedure (SOP) layanannya berdasarkan Sila ke-4 Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.

Filosofi ini berpuncak pada Sila ke-5 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia bahwa rakyat Indonesia  punya hak untuk keren dan adil, jadi tidak memandang kalangan bawah kalangan atas, semua orang bisa membeli produk PAPER. Hal ini diwujudkan dengan menciptakan produk berkualitas tinggi misalnya menggunakan bahan heavy cotton 16s dengan harga yang affordable atau sesuai Upah Minimum Regional (UMR) di Indonesia.

Di tengah gempuran tren fashion yang cepat berubah, PAPER memilih untuk berjalan di jalurnya sendiri dengan tagline Represent Our Culture. Alih-alih mengikuti tren yang sedang booming PAPER memilih untuk berbeda.

Brand fashion PAPER menampilkan interior toko bernuansa artistik dengan paduan warna cerah dan karya seni kontemporer di Bandung (28/10/2025) (Sumber: Dokumen pribadi | Foto: Malik)
Brand fashion PAPER menampilkan interior toko bernuansa artistik dengan paduan warna cerah dan karya seni kontemporer di Bandung (28/10/2025) (Sumber: Dokumen pribadi | Foto: Malik)

Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah mengkomunikasikan brand melalui media sosial. Namun, hal ini justru menjadi kekuatan PAPER tumbuh organik dari toko offline. Strategi kuncinya ada pada sikap sang owner. Kiki sering berada di toko dan menganggap konsumen bukan sebagai raja, melainkan teman.

"Kami selalu being humble with anybody," jelas Kiki.

Sikap ini menciptakan pengalaman berbelanja yang hangat dan edukatif, bahkan merespons umpan balik negatif dengan balasan positif. Strategi ini terbukti efektif, membuat pengunjung yang datang dari luar negeri atau luar kota akhirnya beralih membeli secara online, yang pada akhirnya menghidupkan toko online mereka.

Desain mereka sendiri datang dari pesan yang diolah menjadi desain yang terkadang satir atau berwarna-warni, memberikan pesan positif tentang keberagaman.

Konsistensi dalam membangun nilai-nilai positif ini menghasilkan tanggapan konsumen yang sangat baik, dibuktikan dengan hadirnya pembeli dari Malaysia dan Singapura.

"Apapun yang kita buat dan apapun bisnisnya, ketika itu di build dengan nilai-nilai positif, kita enggak perlu takut untuk mikirin omset, malah omset sendiri yang datang ke kita," lanjutnya.

Visi keberlanjutan PAPER adalah mewariskan brand ini ke generasi selanjutnya dengan harapan mereka dapat terus menumbuhkan nilai-nilai positif yang sama. Harapan terbesarnya adalah Go International untuk menunjukkan bahwa PAPER adalah brand dari Indonesia yang menyebarkan pesan positif.

Kepada generasi muda yang merintis di dunia fashion, Kiki berpesan untuk bertanggung jawab, dan yang terpenting, positif. Belajar dari pengalaman pahit brand-nya yang pernah bangkrut hingga kerugian Rp480 juta, ia menekankan ketika rugi dalam berbisnis jangan ditututupi  tetapi  harus tawakal bahwasanya kenapa kita rugi dan belajar dari kesalahan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad MalikF
Tentang Muhammad MalikF
Saya Mahasiswa @TelkomUniversity

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)