Seni, Tradisi, dan Generasi: Jejak Perjalanan Sanggar Tari Kalangkang Gumiwang

Fasha Nadira Syakir
Ditulis oleh Fasha Nadira Syakir diterbitkan Minggu 16 Nov 2025, 18:42 WIB
Suasana latihan para penari muda di Sanggar Kalangkang Gumiwang, Jl. Soekarno Hatta, Kampung Caringin, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung (9/11/2025) (Foto: Fasha Nadira Syakir)

Suasana latihan para penari muda di Sanggar Kalangkang Gumiwang, Jl. Soekarno Hatta, Kampung Caringin, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung (9/11/2025) (Foto: Fasha Nadira Syakir)

Di sebuah gang kecil di Kota Bandung, berdiri sebuah sanggar sederhana,  tempat yang menjadi ruang hidup bagi seni tari tradisional. Setiap akhir pekan, musik mengalun lembut mengiringi gerak dan langkah para penari muda di Sanggar Kalangkang Gumiwang, Jl. Soekarno Hatta, Kampung Caringin, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Minggu (9/11/2025).

Mina Mella Restuaffina, Pendiri Sanggar Kalangkang Gumiwang yang merupakan lulusan ISBI Bandung mengatakan bahwa berdirinya Sanggar Kalangkang Gumiwang berawal dari permintaan warga sekitar yang ingin belajar menari.

“Awalnya ngga ada niat buka sanggar, tapi karna ada beberapa yang di daerah sini mau belajar jadi yaudah saya mulai ngajar, dan waktu itu juga saya masih kuliah,” ujar wanita berbaju hitam itu.

Ia juga menambahkan bahwa nama Kalangkang Gumiwang dipilih bukan tanpa makna, Kalangkang berarti bayangan, sedangkan Gumiwang adalah nama tempat sang pendiri belajar seni tari sebelumnya.

“Dulu nama sanggar aku itu Ringkang Gumiwang jadi nama Gumiwang aku ambil dari nama sanggar aku sebelumnya, kalau Kalangkang itu kan ibaratnya bayangan jadi, aku itu kaya bayangan yang di sana,” lanjutnya.

Berdiri sejak 1 Juli 2013, sanggar ini berpegang pada satu filosofi utama yaitu melestarikan tradisi tari tradisional, terutama tari Jaipong. Meski sanggar juga mengajarkan tari nusantara lainnya, fokus pembelajaran tetap pada Jaipong karena digunakan sebagai identitas budaya daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Para penari berlatih tari Jaipong dengan penuh semangat pada sore hari di Sanggar Kalangkang Gumiwang,               Jl. Soekarno Hatta, Kampung Caringin, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung (9/11/2025) (Foto: Fasha Nadira Syakir)
Para penari berlatih tari Jaipong dengan penuh semangat pada sore hari di Sanggar Kalangkang Gumiwang, Jl. Soekarno Hatta, Kampung Caringin, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung (9/11/2025) (Foto: Fasha Nadira Syakir)

Anggota yang menari di Sanggar Kalangkang Gumiwang berasal dari berbagai rentang usia, mulai anak berusia lima tahun hingga remaja yang aktif latihan setiap akhir pekan. Tantangan terbesar yang dihadapi sang pendiri justru bukan perkara teknik gerak, tetapi mengelola mood, ego dan emosi dalam masa pertumbuhan anak-anak.

Tumbuh di era digital, Sanggar Kalangkang Gumiwang juga memanfaatkan media sosial pada Instagram @kalangkanggumiwang dan Tiktok untuk memperkenalkan kegiatan serta karya tarinya. Proses pendaftaran anggota baru yang dilakukan dua kali dalam satu tahun juga disebarkan melalui media sosial, sehingga informasi dapat menjangkau luas.

Pendiri Sanggar Kalangkang Gumiwang juga menceritakan bahwa ia memiliki keinginan agar anak-anak dapat tampil di panggung yang lebih besar, seperti festival tingkat nasional. Ia juga menambahkan bahwa pada bulan Desember mendatang, sanggar akan mengirim dua orang penari untuk mengikuti lomba tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Subang.

“Kita pernah ikut lomba tingkat nasional terakhir itu tahun 2022 dan baru mau ikut lagi tahun ini nanti di bulan desember,” tutup Mina. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Fasha Nadira Syakir
Mahasiswa S1 Digital Public Relations

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Feb 2026, 10:24

Bukan Sekadar Bangun Pagi, 5 Tradisi Sahur Penuh Cinta

Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi, iya. Cari amal, iya. Hiburan juga iya. Tapi yang paling terasa itu silaturahmi. Karena di luar Ramadan jarang sekali bisa kumpul seramai ini.

Tradisi membangunkan sahur di kota dan pedesaan. (Sumber: Instagram | Foto: @sekeloaselatann)
Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 14:18

Di Balik Kumpulan Kata Khas Ramadan, Memahami Bahasa dan Makna Sosial

Memahami istilah-istilah khas Ramadan berarti memahami bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium pengalaman kolektif.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 12:13

Bahasa yang Menjadi Kontrol Sosial Kala Ramadan

Di Bulan Suci ini, bahasa menjaga puasa kita tetap tuntas dengan baik.

Ilustrasi orang Indonesia berkumpul di sebuah warung. (Sumber: Pexels | Foto: Noval Gani)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 09:07

Mendadak Pasar Takjil Ramadan

Yang membuat Pasar Takjil menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan.

Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 18:04

Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya.

Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Bandung 22 Feb 2026, 15:08

Manisnya Berkah Ramadan di Jalan Cibadak, Kisah Pak Heri Merawat Tradisi Es Goyobod di Tengah Gempuran Zaman

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini.

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 15:02

Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

Inilah tren 'Ngabuburead', cara baru menepi lewat konten digital yang lebih intim dan berisi.

Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 11:43

Lembang Tempo Dulu

Dahulu Lembang adalah sebuah kawasan hijau yang pada masa VOC memiliki sebuah upeti istimewa.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 09:36

Miéling Poé Basa Indung: Jejak Panjang Pers Sunda

Denyut pers Sunda sebenarnya telah terdengar sejak akhir abad ke-19 melalui penerbitan seperti Sunda Almanak (1894) dan Panemu Guru (1906).

Wajah baru Majalah Mangle dalam manajemen Pusat Budaya Sunda Unpad. (Sumber: Dokumentasi Penulis)