Seni, Tradisi, dan Generasi: Jejak Perjalanan Sanggar Tari Kalangkang Gumiwang

2 menit baca
Fasha Nadira Syakir
Ditulis oleh Fasha Nadira Syakir diterbitkan
Suasana latihan para penari muda di Sanggar Kalangkang Gumiwang, Jl. Soekarno Hatta, Kampung Caringin, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung (9/11/2025) (Foto: Fasha Nadira Syakir)
Suasana latihan para penari muda di Sanggar Kalangkang Gumiwang, Jl. Soekarno Hatta, Kampung Caringin, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung (9/11/2025) (Foto: Fasha Nadira Syakir)

Di sebuah gang kecil di Kota Bandung, berdiri sebuah sanggar sederhana,  tempat yang menjadi ruang hidup bagi seni tari tradisional. Setiap akhir pekan, musik mengalun lembut mengiringi gerak dan langkah para penari muda di Sanggar Kalangkang Gumiwang, Jl. Soekarno Hatta, Kampung Caringin, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Minggu (9/11/2025).

Mina Mella Restuaffina, Pendiri Sanggar Kalangkang Gumiwang yang merupakan lulusan ISBI Bandung mengatakan bahwa berdirinya Sanggar Kalangkang Gumiwang berawal dari permintaan warga sekitar yang ingin belajar menari.

“Awalnya ngga ada niat buka sanggar, tapi karna ada beberapa yang di daerah sini mau belajar jadi yaudah saya mulai ngajar, dan waktu itu juga saya masih kuliah,” ujar wanita berbaju hitam itu.

Ia juga menambahkan bahwa nama Kalangkang Gumiwang dipilih bukan tanpa makna, Kalangkang berarti bayangan, sedangkan Gumiwang adalah nama tempat sang pendiri belajar seni tari sebelumnya.

“Dulu nama sanggar aku itu Ringkang Gumiwang jadi nama Gumiwang aku ambil dari nama sanggar aku sebelumnya, kalau Kalangkang itu kan ibaratnya bayangan jadi, aku itu kaya bayangan yang di sana,” lanjutnya.

Berdiri sejak 1 Juli 2013, sanggar ini berpegang pada satu filosofi utama yaitu melestarikan tradisi tari tradisional, terutama tari Jaipong. Meski sanggar juga mengajarkan tari nusantara lainnya, fokus pembelajaran tetap pada Jaipong karena digunakan sebagai identitas budaya daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Para penari berlatih tari Jaipong dengan penuh semangat pada sore hari di Sanggar Kalangkang Gumiwang,               Jl. Soekarno Hatta, Kampung Caringin, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung (9/11/2025) (Foto: Fasha Nadira Syakir)
Para penari berlatih tari Jaipong dengan penuh semangat pada sore hari di Sanggar Kalangkang Gumiwang, Jl. Soekarno Hatta, Kampung Caringin, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung (9/11/2025) (Foto: Fasha Nadira Syakir)

Anggota yang menari di Sanggar Kalangkang Gumiwang berasal dari berbagai rentang usia, mulai anak berusia lima tahun hingga remaja yang aktif latihan setiap akhir pekan. Tantangan terbesar yang dihadapi sang pendiri justru bukan perkara teknik gerak, tetapi mengelola mood, ego dan emosi dalam masa pertumbuhan anak-anak.

Tumbuh di era digital, Sanggar Kalangkang Gumiwang juga memanfaatkan media sosial pada Instagram @kalangkanggumiwang dan Tiktok untuk memperkenalkan kegiatan serta karya tarinya. Proses pendaftaran anggota baru yang dilakukan dua kali dalam satu tahun juga disebarkan melalui media sosial, sehingga informasi dapat menjangkau luas.

Pendiri Sanggar Kalangkang Gumiwang juga menceritakan bahwa ia memiliki keinginan agar anak-anak dapat tampil di panggung yang lebih besar, seperti festival tingkat nasional. Ia juga menambahkan bahwa pada bulan Desember mendatang, sanggar akan mengirim dua orang penari untuk mengikuti lomba tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Subang.

“Kita pernah ikut lomba tingkat nasional terakhir itu tahun 2022 dan baru mau ikut lagi tahun ini nanti di bulan desember,” tutup Mina. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Fasha Nadira Syakir
Mahasiswa S1 Digital Public Relations

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)