Workshop Menulis Novel bersama Tale Tinker di The Room19

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Peserta Workshop Menulis Novel : Untuk Laut Dalam Diriku Dan Dirimu (Sumber: Dokumentasi Penyelenggara Acara)
Peserta Workshop Menulis Novel : Untuk Laut Dalam Diriku Dan Dirimu (Sumber: Dokumentasi Penyelenggara Acara)

Membicarakan literasi selalu menjadi topik yang menyenangkan bagi saya. Di tengah isu minimnya tingkat literasi di Indonesia--para penggiat tak hentinya berupaya membawa perubahan bagi Indonesia dan khususnya bagi Kota Bandung.

Sabtu, 15 November 2025 saya berkesempatan mengikuti workshop menulis novel: Untuk Laut dalam Diriku dan Dirimu. Acara kali ini merupakan kolaborasi Tale Tingker bersama The Room 19. Hadir di The Room 19 menarik ingatan saya ketika pekan sebelumnya menghadiri acara Pra Event Veritas di Salman ITB. Di mana dalam acara tersebut salah satu pengisi acaranya adalah Reiza Harits selaku salah satu founder The Room 19.

Menarik kembali dari apa yang disampaikan Reiza dalam materi yang dipaparkannya bahwa solusi dari literasi itu bisa ditingkatkan. Beberapa diantaranya memperbanyak ruang publik, mempermudah akses persebaran buku, membuat baitul hikmah (rumah penerjemahan), belajar melamun untuk memunculkan imajinasi yang selanjutnya bisa meningkatkan empati dengan cara mempopulerkan bacaan fiksi.

The Room 19 menjadi bukti nyata bagaimana para penggiat literasi bisa menciptakan ruang publik yang bisa menjadi penggerak bagi perubahan di Kota Bandung. The Room 19 tidak hanya mengkampanyekan perubahan tapi juga ikut memfasilitasi berkumpulnya sejumlah masyarakat Kota Bandung untuk menciptakan ruang baca, ruang diskusi dan lingkungan yang kondusif untuk saling berkolaborasi.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh salah satu peserta workshop menulis novel bernama Daniel bahwa The Room 19 menjadi pilihan tempat yang nyaman untuk kalangan anak muda yang memiliki daya tarik yang sama dalam bidang kepenulisan.

Selalu senang karena lokasi workshop menulis novel ini diadakan di The Room 19 yang tempatnya sangat nyaman dengan peserta yang sama-sama memiliki ketertarikan di bidang penulisan, sehingga hal ini lebih bermakna.

Cynthia Agustin selaku Pemateri dalam Workshop Menulis Novel: Untuk Laut Dalam Diriku dan Dirimu (Sumber: Dokumentasi Fotografer | Foto: Elan Budi Kusumah)
Cynthia Agustin selaku Pemateri dalam Workshop Menulis Novel: Untuk Laut Dalam Diriku dan Dirimu (Sumber: Dokumentasi Fotografer | Foto: Elan Budi Kusumah)

Acara yang dihadiri secara intimate ini menghadirkan sejumlah 13 peserta dengan Chythia Agustin selaku pemateri. Sebelum acara dimulai seluruh peserta diajak untuk merefleksikan diri tentang makna laut dalam diri setiap orang. Mungkin laut dalam setiap diri kita memiliki makna yang berbeda, ada yang tenang, ada yang penuh dengan badai juga ada yang pasang dan surut. Bagi saya refleksi ini membawa keyakinan pada tema tentang laut yang akan saya torehkan melalui tulisan.

Selanjutnya para peserta memperkenalkan diri dan menceritakan sedikit mengenai novel yang akan ditulisnya. Kemudian pemateri menuntun para peserta melalui materi yang sedang dipresentasikan sehingga mempermudah langkah awal untuk menulis. Dalam workshop kali ini peserta diberikan waktu 60-90 menit untuk memulai membuat cerita sebanyak apapun. Dan setelah acara selesai peserta bisa melanjutkan tulisannya dengan deadline 7 hari sebelum buku secara keseluruhan akan dicetak.

Meski novel yang dicetak tidak ber-ISBN tapi ini menjadi langkah awal bagi saya atau mungkin bagi peserta lain untuk memantik keberanian dalam menulis. Bagi saya pribadi kegiatan workshop menulis novel ini menjadi obat bagi salah satu mimpi saya yang sejak dulu ingin mengabadikan karya juga ide-ide menjadi sebuah novel.

Saya percaya langkah kecil akan membawa kita pada sesuatu yang lebih besar. Bukan soal berapa lama hasilnya tapi bagaimana kita konsisten dan sabar menjalani prosesnya. Terus melangkah menjadi awal untuk menemukan "Waktunya" kita.

Menurut saya kegiatan literasi memang perlu secara konsisten digaungkan demi mencapai masyarakat yang memiliki peradaban, khususnya bagi seluruh masyarakat di Kota Bandung. Kegiatan seperti membaca bersama, menulis sebuah karya, berdiskusi dan berdialetika dari buku yang sudah dibaca menjadi api yang akan membakar semangat perubahan bagi dunia dan khususnya bagi masing-masing individu.

Saat ditemui di The Room 19, Daniel sebagai salah satu peserta juga mengungkapkan urgensi menulis bagi kemajuan literasi di Kota Bandung.

Sangat penting karena salah satu kunci kemajuan peradaban di manapun adalah budaya menulis atau mendokumentasikan pemikiran.

Bagi Daniel menulis adalah bagian dari literasi yang secara kontinyu perlu dibudayakan. Melalui giat literasi harapannya tulisan bukan sekedar memiliki nilai informatif tapi juga memiliki value yang mampu memberikan insight bagi generasi saat ini ataupun generasi mendatang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)