Bandung sebagai Wisata Literasi: Kota Kreatif yang Menulis Dirinya Sendiri

4 menit baca
Vito Prasetyo
Ditulis oleh Vito Prasetyo diterbitkan
Perpustakaan Kota Bandung. (Sumber: Pemkot Bandung)
Perpustakaan Kota Bandung. (Sumber: Pemkot Bandung)

Bagaimana kita melihat Bandung sebagai kota wisata literasi, meliputi alasan, sejarah, aspek budaya, serta karya sastra yang mengangkat potensi wisata Bandung. Narasi ini mungkin terlihat skeptis, tetapi perlu diingat bahwa literasi selalu tumbuh dan hidup di antara ruang wujud dan tidak berwujud.

Sejak dulu, Bandung dikenal dengan julukan Kota Kembang, telah lama menjadi pusat kreativitas, pendidikan, dan kebudayaan di Indonesia. Selain terkenal dengan keindahan alam dan kuliner khasnya, Bandung juga menyimpan potensi besar sebagai kota wisata literasi. Di sini, kata-kata tidak hanya ditulis dan dibaca, tetapi juga hidup dalam ruang sosial, sejarah, dan budaya warganya.

Ada beberapa alasan mengapa Bandung layak disebut kota wisata literasi:

1. Kota pendidikan dan intelektual Bandung dikenal sebagai salah satu kota pelajar terbesar di Indonesia, dengan hadirnya perguruan tinggi ternama seperti ITB, UNPAD, UPI, dan Universitas Parahyangan. Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah menciptakan atmosfer intelektual yang kondusif bagi tumbuhnya kegiatan literasi.

2. Ekosistem komunitas literasi yang aktif. Banyak komunitas sastra dan literasi tumbuh di Bandung, seperti Komunitas Aleut, Rumah Baca Buku Sunda, Kabut Institute, hingga Bandung Readers Festival. Komunitas-komunitas ini sering mengadakan diskusi buku, bedah karya, dan tur literasi yang menjelajahi sejarah kota melalui cerita dan naskah-naskah lama.

3. Kehadiran Ruang Publik Literasi Bandung memiliki sejumlah book café, toko buku independen, dan taman bacaan yang unik — misalnya Kineruku, Lawang Buku, Reading Lights, dan Taman Bacaan Hutan Kota Babakan Siliwangi. Tempat-tempat ini tidak hanya menjual buku, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara penulis, pembaca, dan seniman.

Baca Juga: Komunitas Tactical Bandung-Jabodetabek, Gaya Militer sebagai Tren Ekspresi Baru di Dunia Cosplay

Secara etimologis, sejarah literasi Bandung tidak dapat dipisahkan dari perkembangan intelektual pada masa kolonial. Pada awal abad ke-20, Bandung menjadi pusat penerbitan dan pergerakan nasional. Tokoh-tokoh seperti Mohammad Hatta, Soekarno, dan Sutan Sjahrir pernah menulis gagasan-gagasan politik dan kebangsaan mereka di kota ini.

Majalah dan surat kabar seperti Balai Pustaka, Pikiran Rakyat, dan Bandung Pos turut memperkuat budaya menulis dan membaca di tengah masyarakat. Pasca kemerdekaan, Bandung berkembang menjadi kota dengan identitas kultural yang kuat—tempat lahirnya banyak seniman, penyair, dan penulis.

Beberapa aspek budaya dalam wisata literasi Bandung:

Bandung memiliki budaya yang sangat beragam, mencerminkan perpaduan antara nilai tradisional Sunda dan modernitas kota. Dalam konteks wisata literasi, aspek budaya berikut menjadi daya tarik tersendiri:

1. Bahasa Sunda dan Sastra Lokal Bahasa Sunda tidak hanya hidup dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga dalam karya sastra seperti pupuh, sajak, dan carita pondok. Karya klasik seperti Wawacan Siti Jenar dan Pantun Sunda sering dijadikan inspirasi bagi penulis kontemporer Bandung.

2. Arsitektur dan Ruang Kota sebagai Narasi Gedung-gedung tua seperti Gedung Sate, Asia Afrika, dan Braga menjadi “teks visual” yang menuturkan sejarah kota. Banyak penulis Bandung menjadikan ruang kota sebagai latar cerita untuk mengekspresikan identitas urban dan nostalgia kolonial.

3. Festival dan Event Literasi Bandung rutin menggelar acara literasi berskala nasional, seperti Bandung Book Fair, Festival Sastra Bandung, hingga Ngopi & Nulis di Braga. Event-event ini menggabungkan seni, musik, dan diskusi buku sebagai pengalaman wisata literary.

ITB Jatinangor. (Sumber: Dok. ITB)
ITB Jatinangor. (Sumber: Dok. ITB)

Ada beberapa karya sastra yang mengangkat Bandung:

Beberapa karya sastra Indonesia menggambarkan Bandung sebagai ruang yang penuh makna, baik secara historis maupun emosional, antara lain: “Bumi Manusia” karya Pramoedya Ananta Toer — sebagian latar pergerakan intelektual terinspirasi oleh atmosfer pendidikan kolonial di kota seperti Bandung. “Catatan Si Boy” karya Eros Djarot — menggambarkan Bandung sebagai kota kaum muda dengan semangat kebebasan. “Hujan” karya Tere Liye — walau fiksi, atmosfer Bandung sebagai kota hujan dan pendidikan terasa kuat dalam latar ceritanya.

Karya-karya Pidi Baiq, terutama Dilan dan Milea, telah menjadi simbol literasi populer Bandung modern. Novel-novel ini tidak hanya memperkenalkan sisi romantis Bandung, tetapi juga menjadi inspirasi wisata literasi dengan munculnya Tur Dilan di lokasi-lokasi nyata yang disebut dalam novel.

Sebagai penutup dalam tulisan ini, Bandung bukan sekadar kota wisata kuliner atau mode—ia adalah kota yang menulis dirinya sendiri. Setiap jalan, bangunan, dan percakapan mengandung narasi yang dapat dibaca dan dihayati. Sebagai wisata literasi, Bandung menawarkan pengalaman unik: menggabungkan pembacaan sejarah, kebudayaan, dan kehidupan urban melalui teks, ruang, dan manusia yang hidup di dalamnya.

Dengan sinergi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat, Bandung berpotensi besar menjadi ikon wisata literasi nasional, tempat di mana kata dan kota berpadu menjadi satu narasi besar tentang kreativitas dan pengetahuan.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi para pegiat literasi untuk membudidayakan wisata literasi di Kota Bandung dan sekitarnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vito Prasetyo
Tentang Vito Prasetyo
Malang

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)