Cerita di Balik Asap Surabi Pak Ocid

2 menit baca
Inggrid Aulia Kusumawardhani
Ditulis oleh Inggrid Aulia Kusumawardhani diterbitkan Jumat 14 Nov 2025, 14:43 WIB
Pak Ocid sedang menyiapkan surabi bagi pembeli (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Inggrid Aulia Kusumawardhani)

Pak Ocid sedang menyiapkan surabi bagi pembeli (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Inggrid Aulia Kusumawardhani)

Setiap pagi, sebelum matahari naik ke permukaan, suara roda gerobak kayu milik Pak Ocid menjadi tanda bahwa hari baru telah dimulai. Aroma surabi tak pernah absen menyapa jalanan yang masih basah oleh embun.

Seperangkat alat untuk berdagang sudah rapih berjajar, ia dengan sang istri menyiapkan adonan seperti terigu, telur dan aneka minuman hangat yang menandakan siap melayani pembeli. Baginya, pekerjaan itu mungkin sederhana, tetapi setiap langkah adalah bentuk syukur dan setiap uang yang ia dapat adalah tanda cinta dari Sang Maha Kuasa.

Pak Ocid memutuskan untuk memulai usahanya pada tahun 1981. 55 tahun berjualan, surabi bukan menjadi langkah awal perjalanan, begitu banyak sekali jenis dagangan dimulai dari bubur kacang dan gorengan yang dijual menggunakan gerobak keliling, berpindah dari satu kampung ke kampung lain. Meskipun banyak pedagang lain yang berjualan serupa, ia tidak menganggap mereka sebagai sebuah saingan.

”Awalnya bapak jualan bubur kacang banyak yang beli neng, alhamdulillah. Tapi pas besok-besokannya orang-orang juga jadi jualan bubur kacang, sama kayak bapak. Namanya usaha mah gimana ya neng, gabisa gitu kita pengen laku terus, gabisa ngelarang orang buat jualin yang beda sama yang kita jual oge kan. Yang penting mah jangan putus asa”, Ujarnya sambil tertawa kecil.

Perjalanan hidupnya bukan tanpa cobaan. Aneka ragam jenis dagangan telah diusahakan, memulai kembali dari nol tidak menjadi penghilang semangat juang. Kini usianya menginjak 81 tahun, langkahnya tetap tegap. Ia masih turun ke jalan setiap hari, ditemani sang istri yang setia menemani.

Di balik gerobak sederhana itu, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan, kesetiaan dan rasa syukur. Tak ada iklan besar, tak ada promosi digital, tapi pelanggan selalu datang dari berbagai kalangan usia.

Dalam setiap adonan surabi yang ia tuang, terselip doa agar anak cucunya hidup lebih baik. Dalam setiap langkah yang ia ayunkan, tersimpan harapan bahwa rezeki hari ini cukup untuk esok. Dan dalam senyum yang ia berikan pada pembeli, terpancar kebaikan hati yang selalu tahu cara untuk bersyukur.

”Masih muda manfaatkeun kemampuan berpikir, tapi tong sagala dipikiran. Udah aja, kalau memang jalannya begitu, berarti eta teh jalan dari Allah, maksudnya teh jangan diambil pusing. Berpikirnya yang baik-baik aja, Allah bersama prasangka hamba-Nya teh bener neng. Banyak husnudzon, kerasa sama bapak, sekarang walaupun penghasilan teh cuma dari jualan surabi, tapi da kebutuhan bapak sama ibu tercukupi, alhamdulillah bahkan bisa ngasih ke anak cucu”, katanya, sambil mengolah adonan sambil tersenyum hangat.

Dari kisah hidup Pak Ocid, kita belajar bahwa jatuh bukanlah akhir dan bangkit adalah satu-satunya pilihan. Keteguhan hati menunjukkan bahwa keberhasilan tidak diukur dari seberapa untuk yang didapat, melainkan dari seberapa tulus seseorang dalam menikmati setiap prosesnya. Bahwa semangat tidak mengenal usia dan rasa syukur menjadi kunci utama kehidupan. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Inggrid Aulia Kusumawardhani
A Journalist

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Jun 2026, 18:48

Potret Federico Barba: Pemain Persib yang Pure Profesional Tanpa Ikatan Emosional

Dalam kultur sepakbola Bandung, ada sebuah prinsip tak tertulis "Pemain yang bermain tanpa sepenuh hati, lebih baik pergi".

Foto Federico Barba ACL 2. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 17:23

Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah.

Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Wisata & Kuliner 01 Jun 2026, 16:35

Kuliner Pindang Gunung, Sup Ikan Khas Pangandaran dengan Wangi Honje yang Kuat

Kuah kuning segar, aroma honje, dan ikan laut segar menjadikan pindang gunung sebagai salah satu kuliner tradisional paling khas di Pangandaran.

Kuliner Pindnang Gunung khas Pangandaran. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 15:28

Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

Koperasi Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 12:55

Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

Adventure tourism berbasis kendaraan menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Di balik daya tariknya, keselamatan kendaraan, pengemudi, dan wisatawan perlu menjadi prioritas bersama.

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)
Ikon 01 Jun 2026, 11:24

Pasar Malam, Hiburan Rakyat yang Membuat Waktu Seolah Berputar Mundur

Pasar malam tetap menjadi pilihan masyarakat karena murah, meriah, dan mampu membangkitkan memori masa lalu.

Pasar Malam di Desa Cigintung, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:53

Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:05

Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

Koran dan bapak loper sama-sama berjuang di dunia yang semakin dinamis. Yang satu untuk literasi dan satunya bertahan hidup.

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)