Menghadiri Pra-Event Veritas 2 di Salman ITB Bandung

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Jumat 14 Nov 2025, 09:23 WIB
Salah satu Pembicara dalam Pra Event Veritas 2 Salman ITB, Sabtu, (8/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Salah satu Pembicara dalam Pra Event Veritas 2 Salman ITB, Sabtu, (8/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Bandung menjelang akhir pekan memang tidak lepas dari berbagai macam kegiatan yang beragam. Mulai dari memburu makanan viral, mengunjungi wisata alam terbaru, memburu event lari juga beberapa acara edukasi menarik lainnya.

Sabtu, 8 November 2025 kemarin saya pribadi tertarik dengan rangkaian acara bulanan yang diselenggrakan oleh Salman Reading Corner salah satunya acara yang mengangkat isu literasi, kepemimpinan juga peduli isu lingkungan. Berhubung ini adalah pra event maka rangkaian acara selanjutnya ada di minggu ke-4 yang kalian semua bisa kepoin di instagramnya @salmanreadingcorner.

Acara ini bisa dihadiri oleh masyarakat secara umum dengan lintas generasi dengan tema "Mengambil Kendali Penuh untuk Menyelamatkan Masa Depan Dunia Kami". Rangkaian acara dimulai dari pukul 09.30 hingga 13.00. Adapun beberapa pembicara termasuk kepada anak muda yang aktif dalam memajukan acara publik yang sering hadir di Kota Bandung.

Reiza Harits pembicara dengan tema "Perpustakaan, Literasi dan Masyarakat" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Reiza Harits pembicara dengan tema "Perpustakaan, Literasi dan Masyarakat" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Misalnya saja, Reiza Harits merupakan salah satu founder dari The Rooms 19 yang baru-baru ini menjadi perpustakaan independent yang happening di kalangan anak muda. The Rooms 19 sendiri berlokasi tidak jauh dari kampus UNPAD dan ITB yang beralamat di Jl. Dipati Ukur No.66 C Lebakgede Kec. Coblong Kota Bandung.

Dalam presentasi Reiza berjudul "Perpustakaan, Literasi dan Masyarakat kini dan nanti" dimulai dengan membahas bagaimana budaya literasi yang berkembang di Bandung. Lewat pemaparannya ada satu hal menarik yang menjadi fakta yaitu masih ada beberapa orang yang buta terhadap aksara. Menurut Reiza tentunya ini menjadi tantangan bagi semua penggiat literasi yang ada di Kota Bandung.

Ada satu hal yang menarik bagi saya dari keseluruhan materi yang disampaikan oleh Reiza tentang bagaimana pentingnya "Melamun". Satu kegiatan yang bisa memberikan jeda kepada kita ini justru bisa menumbuhkan daya imajinasi yang kemudian bisa mempengaruhi rasa empati kepada orang lain. Menurut Reiza juga hadirnya Ruang Publik di tengah masyarakat bisa membantu memajukan literasi yang ada di Kota Bandung.

Andika Fibio Pembicara tema Kepemimpinan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Andika Fibio Pembicara tema Kepemimpinan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Selanjunya pembicara kedua yaitu Fibio yang membicarakan perihal tema kepemimpinan. Fibio sendiri merupakan Founder sekaligus CEO dari masihan.id. Masihan sendiri merupakan NGO (Non-Governtmental Organization) yang berfokus pada kegiatan sosial yang bergerak dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan seni. Dalam presentasinya Fibio menjelaskan bagaimana kepemimpinan dibutuhkan dalam ruang publik untuk menciptakan masyarakat yang terarah. Melalui narasi yang disampaikan Fibio sebagai gen z memberikan perspektif segar bahwa perlunya ada kolektif atau sinergi antar generasi untuk menciptakan sistem yang lebih baik bagi semua aspek kehidupan.

Lulu Nailufaaz (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Lulu Nailufaaz (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Terakhir ditutup dengan Lulu Nailufaaz yang membahas tentang isu lingkungan. Lulu merupakan bagian dari komunitas Saviorangers. Komunitas ini berfokus pada isu lingkungan khususnya permasalahan perihal pengelolaan sampah. Selaras dengan apa yang disampaikannya dalam presentasinya mengenai kondisi alam yang semakin kritis dan menimbulkan krisis lingkungan seperti cuaca yang tidak menentu dan beberapa bencana alam.

Lewat pemaparan Lulu kita diajak kembali untuk merefleksikan segala sesuatu bahkan dari hal yang paling sederhana. Memperhatikan bagaimana makanan dan minuman yang kita konsumsi. Memiliki baju sesuai dengan kebutuhan dan memiliki fleksibilitas yang lama. Karena menurut Lulu hal-hal kecil yang menjadi pilihan kita dihari ini bisa memperngaruhi kondisi bumi di masa sekarang hingga masa depan.

Kegiatan ditutup dengan diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. Kegiatan yang bisa membuka banyak fakta tentang lingkungan tentu sangat menarik karena relevan dengan isu-isu yang berkembang hari ini. Melalui kegiatan seperti ini memunculkan banyak pertanyaan dalam benak tentang kondisi di lingkungan kita masing-masing. Kesadaran menjadi bentuk paling nyata dari sebuah kepedulian terhadap lingkungan. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 01 Jun 2026, 18:48

Potret Federico Barba: Pemain Persib yang Pure Profesional Tanpa Ikatan Emosional

Dalam kultur sepakbola Bandung, ada sebuah prinsip tak tertulis "Pemain yang bermain tanpa sepenuh hati, lebih baik pergi".

Foto Federico Barba ACL 2. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 17:23

Komunikasi Perubahan Pasca Haji dan Umrah

Secara spiritual pun orang yang sudah berhaji dan umrah adalah orang yang sudah memiliki level tinggi dalam ibadah.

Puncak Arafah di Makkah, Arab Saudi. (Sumber: Unsplash | Foto: ekrem osmanoglu)
Wisata & Kuliner 01 Jun 2026, 16:35

Kuliner Pindang Gunung, Sup Ikan Khas Pangandaran dengan Wangi Honje yang Kuat

Kuah kuning segar, aroma honje, dan ikan laut segar menjadikan pindang gunung sebagai salah satu kuliner tradisional paling khas di Pangandaran.

Kuliner Pindnang Gunung khas Pangandaran. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 15:28

Koperasi Merah Putih: Pemborosan Atau Strategi Tingkatkan Nilai Tawar Ekonomi Rakyat

Koperasi Merah Putih memunculkan banyak pro-kontra bagi masyarakat.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 12:55

Adventure Tourism Berbasis Kendaraan: Antara Daya Tarik dan Risiko Kecelakaan

Adventure tourism berbasis kendaraan menawarkan pengalaman perjalanan yang unik. Di balik daya tariknya, keselamatan kendaraan, pengemudi, dan wisatawan perlu menjadi prioritas bersama.

Lava Tour Merapi, wisata jeep Jogja paling populer. (Sumber: labirutour.com)
Ikon 01 Jun 2026, 11:24

Pasar Malam, Hiburan Rakyat yang Membuat Waktu Seolah Berputar Mundur

Pasar malam tetap menjadi pilihan masyarakat karena murah, meriah, dan mampu membangkitkan memori masa lalu.

Pasar Malam di Desa Cigintung, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:53

Psikologi di Balik Viralnya “Mas Bahlil Ganteng”

Tapi kita sebagai individu yang melek media, tampaknya harus waspada saat hiburan menggantikan, bukan melengkapi diskusi substansial.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Sumber: BMPI Sekretariat Presiden)
Ayo Netizen 01 Jun 2026, 10:05

Eksistensi Koran dan Bapak Loper di Penghujung Era Digital

Koran dan bapak loper sama-sama berjuang di dunia yang semakin dinamis. Yang satu untuk literasi dan satunya bertahan hidup.

Koran sepertinya menolak hilang di telan sejarah. Bersama dengan mereka yang menyebarkan literasi lewat penjual koran. Begitu juga mereka bertahan hidup di Kota Metropolitan (Sumber: Generated AI dari foto asli | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)