Menikmati Sensasi ‘Meledak’ Sambel Hejo Beledag Soreang

2 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Sambel Hejo Beledag. (Sumber: Ulasan Google)
Sambel Hejo Beledag. (Sumber: Ulasan Google)

TIDAK SIA-SIA pemilik usaha warung nasi “Sambel Hejo Beledag” menamai warungnya dengan embel-embel Beledag (meledak). Warung nasi yang konon sudah 24 tahun ini akhir-akhir ini –setelah era medsos—benar-benar ngabeledagkeun dunia kuliner, khususnya di Soreang, umumnya di tanah air.

Sejumlah Youtuber kuliner papan atas tanah air dari mulai Farida Nurhan, Tan Boy Kun, Shanty Deni Cagur, King Abdi, hingga youtuber papan menengah hingga lokal, sudah me-review menu-menu yang dihidangkan di Warung Nasi Sambel Hejo Beledag ini. Hasilnya rata-rata mereka puas dan memberi lebih dari angka 8. Enak poll. Rasanya ngabeledag pisan, terutama sambel hejo dan ayam goreng kampungnya.

Warung nasi yang berlokasi di samping Pom Bensin Jalak Harupat, Kutawaringin, Soreang, ini menurut pemiliknya, semula pelanggannya adalah kebanyakan para sopir truk luar kota, mereka beristirahat sambil ngopi dan makan siang.  Namun, sejak ada era medsos perlahan warung ini dikenal dan pelanggannya beragam profesi dari kalangan menengah ke bawah hingga artis.

Mereka pada umumnya senang menikmati sensasi Sambel Hejo dan Karedok Leuncanya yang khas. Sambel Hejo yang disajikan di sinit, aneh, dibikin dan diulek dalam coet tanpa memakai bawang merah maupun putih. Cukup cabai hijau dan garam. Tentu saja rasanya selain pedas, juga ada rasa asin dan gurih. Dengan resep sambel sesimpel itu, rupanya mampu ngabeledagkeun dunia kuliner.

Tak tanggung-tanggung, menurut pemiliknya, sehari bisa menghabiskan cabai hejo 25 kg hingga 30 kg. Malah, katanya, ada pelanggan dari Sumatra yang ingin membeli Sambel Hejonya saja Rp250.000-eun

Sambel Hejo Beledag. (Sumber: Ulasan Google)
Sambel Hejo Beledag. (Sumber: Ulasan Google)

Yang menarik, meski warung ini ciri khasnya adalah Sambel Hejo dan Karedok Leuncanya, dua menu jagoan tersebut disajikan untuk pelanggan dan boleh mengambil sesukanya alias free alias gratis. Pelanggan yang membeli nasi ayam ditambah Sambel Beledag atau Karedok Leunca, cukup membayar harga nasi ayamnya saja. Sambalnya tidak dihitung.

Saking lakunya, kemudian warung nasi ini berekspansi membuka cabang di sekitar pintu Tol Soroja Soreang. Menurut pemiliknya, sengaja melebarkan sayap agar mereka yang keluar tol bisa dengan segera makan di warung ini dan di sini juga dekat dengan perkantoran Pemda Kabupaten Bandung. Jadi, para karyawannya bisa makan siang di sini tanpa harus ke Kutawaringin.

Penulis mencoba mencicipi Sambel Hejo Beledag di sekitar pintu tol Soreang ini. Berbeda dengan pusatnya di Kutawaringin yang semi terbuka dan luas, di sini menempati sebuah ruko dengan meja-meja yang nyaman dan bersih.

Sama dengan pusatnya, di warung ini kongsepnya parasmanan. Para pengunjung mengambil bebas nasi dan lauknya dan terakhir sesudah makan bayar. Selain menu andalan ayam goreng kampung plus sambel Hejo Beledag, tersedia pula cobek belut, goreng ikan nila, kikil, aneka ragam tumis, tempe tahu, gorengan, pete, dll.

Harganya cukup ramah di kantong. Nasi ayam kampung Rp28.000. Nasi ikan nila goreng atau nasi kikil Rp25.000. Nasi ikan bandeng Rp20.000. Ingat, Sambel Hejo dan Karedok Leunca mah semua free alias gratis alias bebas.

Nah, kalau ke Soreang, Anda dan keluarga perlu mencobanya untuk menikmati sensasi ngabeledagnya Sambel Beledag. Haah. Lada tapi ngeunah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 11:09

Bobotoh Layak Menuntut Persib Lebih daripada Sekadar Juara

Klab besar di dunia hampir tidak pernah mendefinisikan dirinya hanya melalui jumlah piala yang mereka koleksi.

Bobotoh Persib sedang berkonvoi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Lukman Hidayat/Magang)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 08:00

Ci Manuk, Sungai Suci Penuh Do’a untuk Kekuatan Jiwa

Ci Manuk itu bukan berasal dari kata "manuk" yang berarti burung, tapi berasal dari kata "manu", dari bahasa Sanskerta.

Bandar Dermayu, tertulis dalam peta abad ke-16. Peta ini merupakan potongan dari Nova tabula insularum Javae, Sumatrae, Borneonis et aliarum Malaccam usque, 1598. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 07:42

Republik Tanpa Akuntabilitas

Kekuasaan yang menolak pertanggungjawaban sesungguhnya sedang mengingkari hakikatnya sebagai amanah rakyat.

Sebuah aksi penolakan Jokowi di Jawa Barat. Bandung 14 Juli 2026 di Depan DPRD Jawa Barat (Foto: Dokumen pribadi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:45

Sisi Lain Kota Bandung: Kebiasaan Lama yang Berulang Kembali

Bahkan peringatan "Kesurupan" pun tetap tidak menghentikan oknum pembuang sampah sembarangan di kawasan Cibaduyut.

Peringatan Hantu dan CCTV pun tidak mengurungkan niat seseorang untuk membuang sampah sembarangan (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 18:03

MPLS Tanpa Bully

Sekolah yang ramah bukanlah tempat menimba ilmu yang sekadar bebas dari perundungan. Rumah kedua itu harus menjadi ruang bersama yang membuat setiap anak pulang dengan senyum yang lebih lebar

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 17:22

Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Pedagang Kantin dan UMKM Sekolah

Saya tertarik membahas topik ini karena menunjukkan dampak Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa, pedagang kantin, dan UMKM sekolah.

FAGI Jabar ingatkan bahwa tugas utama guru adalah mengajar, bukan mengurusi MBG. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 16:23

Benang-Benang Asing dalam Tenun Tradisi Nusantara: Jejak Budaya Eropa dalam Perubahan Kebaya dan Identitas Sosial.

Membahas pengaruh budaya Eropa terhadap perubahan kebaya sebagai busana tradisional dan simbol identitas sosial di Nusantara pada masa kolonial.

Wanita Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 15 Jul 2026, 15:41

Mengenalkan Sekolah lewat MPLS yang Ramah bagi Anak

Selama ini, banyak orang yang membahas tentang pentingnya sekolah yang ramah bagi anak. Seperti apa sekolah ramah anak itu? 

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ikon 15 Jul 2026, 15:24

Hikayat Sport Center Arcamanik, Dari Arena PON Menjadi Pusat Sport Tourism

Sport Center Arcamanik bertransformasi dari venue PON 2016 menjadi pusat olahraga, wisata keluarga, dan kuliner Bandung.

Anak-anak bermain layangan di sekitar area Sport Center Arcamanik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)