Alunan Indah Karinding Berkolaborasi dengan Musik Digital Sequencer

Sufia Putriani
Ditulis oleh Sufia Putriani diterbitkan Kamis 13 Nov 2025, 16:03 WIB
Mantra Surugana menampilkan alat musik  karinding dengan kolaborasi digital di Isbi Bandung pada Kamis (25/9/2025).

Mantra Surugana menampilkan alat musik karinding dengan kolaborasi digital di Isbi Bandung pada Kamis (25/9/2025).

Sorot lampu gemerlap bertuju pada band tradisional asal Bandung di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Penampilan unik itu membuat penonton takjub akan keunikan musik karinding dengan ritme musik digital sequencer. Sorak-sorai gembira penonton memenuhi gedung ISBI tepatnya di Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat Kamis, (25/9/2025).

Alunan alat musik tradisional karinding yang sudah redup di kalangan masyarakat awam menjadikan penonton penasaran karena keunikannya yang berkolaborasi dengan sequencer. Penampilan ini memicu antusias dan rasa penasaran penonton pada alat musik tradisional ini.

“Mantra Surugana memiliki visi misi yang kuat dalam melestarikan budaya tradisional di era modern,” ungkap Gungun Gunawan, selaku salah satu anggota Mantra Surugana.

Pada zaman dahulu, alat musik tradisional ini digunakan sebagai alat komunikasi dan memiliki filosofi.  Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman, alat musik karinding lenyap dari peradaban.

Dengan tekad kuat serta jiwa seni yang tinggi, band tradisional unik itu menggabungkan alat musik digital yang disebut sequencer dengan alunan unik alat musik karinding, menghasilkan ritme menarik menyerbu penonton yang berbahagia menikmati seni musik tersebut.

Tekad serta visi misi seninya itu selaras dengan apa yang diharapkan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI). Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ISBI Bandung berupaya melestarikan budaya tradisional di era modern dengan mengadakan acara kesenian yang terbuka untuk khalayak umum. Mantra menjadi salah satu bintang tamu yang bersinar dengan keunikan kolaborasi karinding dengan sequencer.

Lautan penonton menikmati ritme unik musik tersebut. Meskipun pada awalnya penonton merasa asing dengan alunan karinding, banyak penonton yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kolaborasi antara musik tradisional dan modern ini. Hal ini membuktikan bahwa perpaduan dua dunia musik yang berbeda dapat menciptakan harmoni baru yang menarik bagi berbagai kalangan.

Mantra Surugana menyiapkan alat musik digital sequencer di Isbi Bandung pada kamis (25/9/2025)
Mantra Surugana menyiapkan alat musik digital sequencer di Isbi Bandung pada kamis (25/9/2025)

Selain menghadirkan hiburan dengan ritme unik, pertunjukan ini memiliki nilai edukatif  dan warisan budaya dan untuk kedepannya akan masuk ke ranah pendidikan yang tinggi bagi khalayak umum. Penonton dapat mengenal alat musik tradisional yang harus dilestarikan. Selain itu, dengan diadakannya pertunjukan ini, penonton memiliki pengalaman baru serta pengetahuan baru mengenai sejarah karinding.

Melalui kolaborasi ini, pria dengan ikat kepala sunda mengharapkan generasi muda dapat lebih melirik dan mengindahkan nuansa seni tradisional yang harus dilestarikan “Ikuti jamanmu, jangan tinggalkan budayamu,” ujarnya.

Epunk sebagai operator sequencer, Gungun sebagai pemain karinding, Felix bersama Adli menghiasi alunan musik dengan terompet dan Ilyas menghiasi alunan musik dengan kecapi. Mereka adalah para talenta kreatif di balik nama Mantra Surugana, yang terus menghidupkan musik tradisional lewat sentuhan modern, selalu meyakini bahwa modernisasi bukanlah ancaman bagi seni tradisional, melainkan peluang untuk memperkenalkan kembali warisan budaya kepada dunia.

“Mengikuti jaman dan trend terbaru itu boleh, tapi tolong jangan lupakan seni dan budaya sunda,” ucap pria berbadan tinggi kurus.

Kegiatan yang diselenggarakan di ISBI Bandung ini menjadi bukti bahwa inovasi dan pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan untuk menjaga keberlangsungan budaya bangsa. Mantra Surugana siap menyinari seni musik tradisional dengan keunikannya serta melestarikan budaya Sunda kepada dunia. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sufia Putriani
PR Major'24 Telkom University

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)