Kalcer dan Anak Muda Bandung: dari Nongkrong Jadi Gaya Hidup Kekinian

Nathania Ananda
Ditulis oleh Nathania Ananda diterbitkan Kamis 13 Nov 2025, 15:36 WIB
Anak muda menghidupkan budaya kalcer melalui kebiasaan nongkrong di kafe Bandung, Jumat (31/10/25) (Sumber: Nathania)

Anak muda menghidupkan budaya kalcer melalui kebiasaan nongkrong di kafe Bandung, Jumat (31/10/25) (Sumber: Nathania)

Kalcer” sebuah istilah yang ramai digunakan anak muda Bandung dengan ciri khas gaya berpakaian streetwear yang didominasi warna netral atau hitam, memakai sneakers, dan senang nongkrong di kafe. Anak muda dengan style kalcer sering kali berkumpul bukan hanya untuk sekedar nongkrong, tetapi juga untuk belajar bahkan bekerja pada salah satu kafe hits di Cihampelas, Kota Bandung, Jumat (31/10/25).

Kalcer berasal dari kata “culture” yang artinya budaya, istilah baru ini menggambarkan fase di mana zaman berevolusi menjadi lebih modern dan mengikuti tren sehingga melahirkan suatu kebiasaan baru. Kebiasaan baru tersebut biasanya dilakukan oleh seseorang atau kelompok hingga menjadi bagian dari identitas mereka, dan dari sinilah muncul istilah kafe kalcer atau place kalcer yang menggambarkan terbentuknya gaya hidup baru.

Gaya hidup baru ini semakin terlihat pada anak muda yang senang nongkrong di kafe dengan gaya kalcer, seperti interior dengan gaya industrial, akses Wi-Fi, spot foto estetik, serta stop kontak yang banyak menjadikan alasan anak muda betah berlama lama disana.

“Mungkin dari sini kita bisa berpikir kalau semua orang saat ini mencari eksistensi dari hal hal yang sedang tren dan happening, mulai dari tempat, desain serta ambience-nya,” ungkap Angger Pandji salah satu Mahasiswa Bandung.

Bagi sebagian anak muda, kafe kalcer yang ideal adalah tempat yang nyaman untuk melakukan berbagai aktivitas.

“Menurutku untuk mengerjakan tugas, meeting, hingga bersantai perlu tempat dengan kopi yang enak, ruang terbuka luas, serta suasana yang tenang,” ucap pemuda berjaket hitam.

Umumnya anak muda dengan gaya kalcer datang ke kafe mulai sore hingga malam, bahkan ada pula yang datang dari buka hingga tutup hanya untuk catch up bersama teman teman. Dengan adanya gaya hidup baru, kini kafe merupakan ruang untuk melepas penat, berbagi cerita, dan menikmati suasana yang nyaman.

Suasana kafe yang dipenuhi anak muda menggambarkan gaya hidup kalcer masa kini pada Jumat (31/10/25) (Sumber: Nathania)
Suasana kafe yang dipenuhi anak muda menggambarkan gaya hidup kalcer masa kini pada Jumat (31/10/25) (Sumber: Nathania)

Nongkrong di kafe kalcer telah menjadi salah satu simbol gaya hidup anak muda yang selalu ingin mengikuti tren dan kebiasaan ini juga menjadi cara mereka mengekspresikan diri dalam budaya kalcer.

“Aku merasa dengan nongkrong seperti ini bisa membentuk socialize aku sebagai anak muda dan pada akhirnya aku menganggap itu semua sebagai suatu keharusan, apalagi sambil minum kopi,” ujarnya.

Namun, tidak bisa dipungkiri gaya hidup kalcer saat ini secara tidak langsung membawa pengaruh konsumtif bagi anak muda karena kebiasaan baru yang membutuhkan biaya lebih. Aktivitas seperti membeli kopi, dan belajar di kafe sebenarnya dapat dilakukan di rumah saja, namun karena sudah menjadi kebiasaan maka sulit untuk ditinggalkan.

Di sisi lain, gaya hidup kalcer dapat membawa pengaruh positif bagi kehidupan sosial anak muda saat ini. Dengan melakukan kebiasaan berkumpul di kafe dapat menjadi ruang untuk bersosialisasi, membangun relasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui bisnis kopi yang kini melekat pada gaya hidup kalcer. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nathania Ananda
Digital Public Relations student at Telkom University

Berita Terkait

News Update

Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 14:18

Di Balik Kumpulan Kata Khas Ramadan, Memahami Bahasa dan Makna Sosial

Memahami istilah-istilah khas Ramadan berarti memahami bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium pengalaman kolektif.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 12:13

Bahasa yang Menjadi Kontrol Sosial Kala Ramadan

Di Bulan Suci ini, bahasa menjaga puasa kita tetap tuntas dengan baik.

Ilustrasi orang Indonesia berkumpul di sebuah warung. (Sumber: Pexels | Foto: Noval Gani)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 09:07

Mendadak Pasar Takjil Ramadan

Yang membuat Pasar Takjil menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan.

Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 18:04

Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya.

Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Bandung 22 Feb 2026, 15:08

Manisnya Berkah Ramadan di Jalan Cibadak, Kisah Pak Heri Merawat Tradisi Es Goyobod di Tengah Gempuran Zaman

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini.

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 15:02

Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

Inilah tren 'Ngabuburead', cara baru menepi lewat konten digital yang lebih intim dan berisi.

Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 11:43

Lembang Tempo Dulu

Dahulu Lembang adalah sebuah kawasan hijau yang pada masa VOC memiliki sebuah upeti istimewa.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 09:36

Miéling Poé Basa Indung: Jejak Panjang Pers Sunda

Denyut pers Sunda sebenarnya telah terdengar sejak akhir abad ke-19 melalui penerbitan seperti Sunda Almanak (1894) dan Panemu Guru (1906).

Wajah baru Majalah Mangle dalam manajemen Pusat Budaya Sunda Unpad. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 22 Feb 2026, 07:10

Tak Ada yang Berbuka Sendirian: Cerita Ramadan, Relawan, dan Sampah yang Dipilah di Salman ITB

Saat azan Magrib mendekat, halaman sekitar Masjid Salman ITB dipenuhi aroma makanan berbuka yang tertata rapi di atas meja-meja panjang

Masjid Salman ITB menyiapkan sekitar 800 porsi berbuka setiap hari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)