Kalcer dan Anak Muda Bandung: dari Nongkrong Jadi Gaya Hidup Kekinian

2 menit baca
Nathania Ananda
Ditulis oleh Nathania Ananda diterbitkan
Anak muda menghidupkan budaya kalcer melalui kebiasaan nongkrong di kafe Bandung, Jumat (31/10/25) (Sumber: Nathania)
Anak muda menghidupkan budaya kalcer melalui kebiasaan nongkrong di kafe Bandung, Jumat (31/10/25) (Sumber: Nathania)

Kalcer” sebuah istilah yang ramai digunakan anak muda Bandung dengan ciri khas gaya berpakaian streetwear yang didominasi warna netral atau hitam, memakai sneakers, dan senang nongkrong di kafe. Anak muda dengan style kalcer sering kali berkumpul bukan hanya untuk sekedar nongkrong, tetapi juga untuk belajar bahkan bekerja pada salah satu kafe hits di Cihampelas, Kota Bandung, Jumat (31/10/25).

Kalcer berasal dari kata “culture” yang artinya budaya, istilah baru ini menggambarkan fase di mana zaman berevolusi menjadi lebih modern dan mengikuti tren sehingga melahirkan suatu kebiasaan baru. Kebiasaan baru tersebut biasanya dilakukan oleh seseorang atau kelompok hingga menjadi bagian dari identitas mereka, dan dari sinilah muncul istilah kafe kalcer atau place kalcer yang menggambarkan terbentuknya gaya hidup baru.

Gaya hidup baru ini semakin terlihat pada anak muda yang senang nongkrong di kafe dengan gaya kalcer, seperti interior dengan gaya industrial, akses Wi-Fi, spot foto estetik, serta stop kontak yang banyak menjadikan alasan anak muda betah berlama lama disana.

“Mungkin dari sini kita bisa berpikir kalau semua orang saat ini mencari eksistensi dari hal hal yang sedang tren dan happening, mulai dari tempat, desain serta ambience-nya,” ungkap Angger Pandji salah satu Mahasiswa Bandung.

Bagi sebagian anak muda, kafe kalcer yang ideal adalah tempat yang nyaman untuk melakukan berbagai aktivitas.

“Menurutku untuk mengerjakan tugas, meeting, hingga bersantai perlu tempat dengan kopi yang enak, ruang terbuka luas, serta suasana yang tenang,” ucap pemuda berjaket hitam.

Umumnya anak muda dengan gaya kalcer datang ke kafe mulai sore hingga malam, bahkan ada pula yang datang dari buka hingga tutup hanya untuk catch up bersama teman teman. Dengan adanya gaya hidup baru, kini kafe merupakan ruang untuk melepas penat, berbagi cerita, dan menikmati suasana yang nyaman.

Suasana kafe yang dipenuhi anak muda menggambarkan gaya hidup kalcer masa kini pada Jumat (31/10/25) (Sumber: Nathania)
Suasana kafe yang dipenuhi anak muda menggambarkan gaya hidup kalcer masa kini pada Jumat (31/10/25) (Sumber: Nathania)

Nongkrong di kafe kalcer telah menjadi salah satu simbol gaya hidup anak muda yang selalu ingin mengikuti tren dan kebiasaan ini juga menjadi cara mereka mengekspresikan diri dalam budaya kalcer.

“Aku merasa dengan nongkrong seperti ini bisa membentuk socialize aku sebagai anak muda dan pada akhirnya aku menganggap itu semua sebagai suatu keharusan, apalagi sambil minum kopi,” ujarnya.

Namun, tidak bisa dipungkiri gaya hidup kalcer saat ini secara tidak langsung membawa pengaruh konsumtif bagi anak muda karena kebiasaan baru yang membutuhkan biaya lebih. Aktivitas seperti membeli kopi, dan belajar di kafe sebenarnya dapat dilakukan di rumah saja, namun karena sudah menjadi kebiasaan maka sulit untuk ditinggalkan.

Di sisi lain, gaya hidup kalcer dapat membawa pengaruh positif bagi kehidupan sosial anak muda saat ini. Dengan melakukan kebiasaan berkumpul di kafe dapat menjadi ruang untuk bersosialisasi, membangun relasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui bisnis kopi yang kini melekat pada gaya hidup kalcer. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Nathania Ananda
Tentang Nathania Ananda
Digital Public Relations student at Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)