GYM: Antara Tren, Kesehatan, dan Gaya Hidup Baru Kaum Urban

4 menit baca
Fikri  Syahrul Mubarok
Ditulis oleh Fikri Syahrul Mubarok diterbitkan
GYM Bukan Tempat yang seram tapi tempat merubah pola hidup agar lebih sehat (Sumber: DirayaGYM Cinunuk | Foto: fikri syahrul mubarok)
GYM Bukan Tempat yang seram tapi tempat merubah pola hidup agar lebih sehat (Sumber: DirayaGYM Cinunuk | Foto: fikri syahrul mubarok)

Bagi sebagian orang GYM adalah tempat yang menyeramkan namun di Setiap suara musik dan derit alat angkat beban yang menjadi irama khas di berbagai pusat kebugaran menyimpan semangat untuk merubah diri.

Di balik kaca besar yang memantulkan bayangan tubuh berkeringat Setelah Latihan, tampak wajah-wajah muda yang bersemangat mengejar target kebugarannya. Ada yang fokus menurunkan berat badan, ada pula yang berusaha membentuk otot, dan sebagian lainnya hanya ingin menjaga keseimbangan hidup di tengah rutinitas padat. GYM kini bukan lagi sekadar tempat olahraga, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

Dulu, pergi ke gym sering dianggap sebagai kegiatan yang hanya dilakukan oleh atlet, binaragawan, atau orang yang sangat memperhatikan penampilan fisik. Namun, seiring berjalannya waktu, gym mengalami transformasi sosial yang cukup menarik.

Kini, siapa pun bisa menjadi bagian dari dunia kebugaran Dari mulai mahasiswa, pekerja kantoran, ibu rumah tangga, hingga lansia. Semua memiliki alasan tersendiri mengapa mereka memilih untuk datang ke gym. Sebagian ingin menjaga kesehatan, sebagian lainnya mencari hiburan, dan tak sedikit pula yang datang untuk bersosialisasi.

Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap gym tidak bisa dilepaskan dari pengaruh media sosial. Melalui platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, tren “workout lifestyle” menjadi semakin populer. Banyak influencer kebugaran yang membagikan rutinitas latihan, tips pola makan sehat, hingga transformasi tubuh mereka.

Konten semacam ini secara tidak langsung membangun kesadaran bar, bahwa menjaga kebugaran bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Kalimat seperti “fit is the new sexy” atau “strong is the new beautiful” kini menjadi slogan yang menggambarkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap makna kecantikan dan kesehatan.

Bagi sebagian orang, gym juga menjadi tempat pelarian dari tekanan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Di sela padatnya jadwal dan tumpukan tugas, berolahraga bisa menjadi bentuk healing yang sehat. Seorang pengunjung gym di Bandung, mengaku bahwa datang ke pusat kebugaran adalah cara terbaik untuk menenangkan pikiran.

“Kalau lagi stres, saya lebih pilih olahraga. Setelah keringetan, kepala jadi lebih enteng,” ujar Eka. Hal ini menunjukkan bahwa gym tidak hanya berfungsi untuk membentuk tubuh, tetapi juga menjaga keseimbangan mental dan emosional.

Selain itu, gym juga menjadi ruang sosial baru. Banyak orang yang menemukan teman, komunitas, bahkan pasangan hidup di tempat ini. Semangat kebersamaan dan motivasi saling mendukung sering kali tumbuh di antara para pengunjung. Ada yang datang berlatih bersama teman sekantor, ada pula yang mengikuti kelas grup seperti zumba, yoga, atau body combat. Aktivitas kolektif seperti ini memberikan pengalaman sosial yang lebih hangat, jauh dari kesan individualistik yang dulu melekat pada dunia fitness.

Meski demikian, di balik maraknya tren gym, ada pula tantangan yang perlu diperhatikan. Tidak sedikit orang yang justru terjebak dalam tekanan sosial akibat standar tubuh ideal yang beredar di media. Gambar tubuh berotot dan langsing yang sering tampil di media sosial kadang membuat sebagian orang merasa kurang percaya diri.

Padahal, setiap orang memiliki bentuk tubuh dan ritme kesehatan yang berbeda. Esensi dari berolahraga seharusnya bukan sekadar mengejar penampilan, tetapi bagaimana seseorang bisa merasa sehat dan nyaman dengan dirinya sendiri.

Tren gym juga membawa dampak ekonomi dan budaya yang cukup signifikan. Banyak pusat kebugaran bermunculan, dari yang berkonsep mewah hingga yang sederhana. Industri suplemen, pakaian olahraga, dan peralatan fitness turut berkembang pesat. Bahkan, kini muncul fenomena “gym aesthetic”, di mana suasana dan interior gym didesain sedemikian rupa agar menarik untuk diabadikan di media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga telah menjadi bagian dari gaya hidup konsumtif yang erat kaitannya dengan citra diri dan status sosial.

Namun di sisi lain, gym juga berperan penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan. Di tengah pola hidup serba cepat dan konsumsi makanan instan, kehadiran gym menjadi pengingat bahwa tubuh memerlukan perhatian khusus. Tidak sedikit orang yang berhasil mengubah pola hidupnya setelah rutin berolahraga. Mereka menjadi lebih disiplin, teratur, dan memiliki energi positif untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Pada akhirnya, gym bukan hanya sekedar ruang fisik untuk membentuk tubuh, tetapi juga simbol perubahan sosial di masyarakat sekarang. Ia mencerminkan cara baru manusia dalam memahami makna sehat, bahagia, dan produktif. Melalui aktivitas di gym, banyak orang belajar bahwa menjaga tubuh bukan sekadar urusan penampilan luar, melainkan bentuk penghargaan terhadap kehidupan itu sendiri.

Seperti halnya tren lain, gaya hidup di gym mungkin akan terus berkembang seiring waktu. Namun, satu hal yang pasti, semangat untuk hidup sehat tidak akan pernah lekang oleh zaman. Di balik setiap tetes keringat yang jatuh di lantai gym, tersimpan kisah manusia yang berusaha menemukan keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan makna hidupnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Fikri  Syahrul Mubarok
mahasiswa juruesan Komunikasin Penyiaran Islam semester 5, sorang jurnalis muda dan seorang penulis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 17:29

Dari Serial Drama Korea 'Teach You a Lesson' dan Realitas Pendidikan Bangsa Kita

Drama yang menyajikan tentang bobroknya pendidikan di negara yang sudah dikatakan maju, serta keberpihakan pada sifat politisasi dibidang pendidikan.

Serial drama Korea "Teach You a Lesson" (Sumber: Netflix)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 16:11

Manipulasi Terselubung di Balik Penggunaan Kata Nett Zero Emission pada Perusahan Perbankan

Membahas bagaimana istilah Net Zero Emission (NZE) yang digunakan sebagai strategi pencitraan dengan menyoroti pentingnya transparansi, verifikasi independen, dan sanksi yang tegas.

Cerobong asap yang mengeluarkan asap menembus kabut tebal, yang menyoroti masalah atau kekhawatiran tentang polusi udara. (Sumber: Pexels | Foto: Сергей Нестеров)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 15:08

Pentingnya Kecerdasan Finansial di Tengah Kemudahan Transaksi Digital

Esai ini membahas pentingnya kecerdasan finansial di tengah kemudahan transaksi digital yang dapat mendorong perilaku konsumtif.

Pecahan uang seratus ribu rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 14:37

Ketergantungan Program MBG: Potret Penjajahan Era Modern

Ketika sebuah negara memiliki kendali yang sangat besar terhadap distribusi kebutuhan dasar masyarakat. Maka akankah muncul relasi baru dari ketergantungan antara negara dengan warganya

Siswa menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 9 Bandung, Jalan Suparmin, Pajajaran, Kota Bandung pada Senin, 6 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 13:14

Untuk Apa Jawa Barat Memiliki 37 BUMD?

Masalah muncul ketika semua BUMD diletakkan dalam keranjang yang sama.

Kantor Bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 12:50

Setelah Status Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Apa yang Terjadi?

Banyak yang mempertanyakan nasib dan status PPPK Non-Guru saat ini yang sistem penggajiannya menjadi urusan daerah.

Ilustrasi pegawai dengan status PPPK (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 10:41

Mampukah Bandung Bersaing Menjadi Global City

Global city menjadi tujuan kota-kota besar untuk diakui secara internasional. Dan, Kota Bandung memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu Global City. Tinggal bagaimana cara mewujudkan.

Sejumlah apartemen dan hotel berdiri di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 08:33

Anwar Tohari Mencari Mati: Antara Abab, Dendam, Muslihat, & Kebenaran

Anwar Tohari atau Warto Kemplung yang di desanya dianggap sebelah mata, seorang pembual.

Buku "Anwar Tohari Mencari Mati". (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 21 Agu 2026, 08:13

Kota Bandung Masih Menarik Wisatawan? Angka-angka Ini Menceritakannya

Setelah anjlok drastis akibat pandemi, wisatawan ke Kota Bandung kini melampaui level 2019. Simak tren kunjungan domestik dan mancanegara 2019-2025.

Wisatawan menikmati wahana kuda tunggang di kawasan Jalan Cilaki, Kota Bandung, pada momen libur hari raya Idulfitri 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 07:54

Habis Agustusan, Tibalah Sampah

Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas memasang umbul-umbul, membuat karnaval, menggelar lomba, menikmati panggung hiburan, lalu pulang meninggalkan (seonggok, tumpukan) sampah.

Beginilah sampah properti arak-arakan, karnaval 17 Agustusan (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 20 Agu 2026, 19:28

Menjahit Ulang Nasib Cibaduyut, Menjaga Barometer Kualitas ala Koku Footwear

Kisah Koku Footwear, UMKM sepatu kulit asal Cibaduyut, yang berhasil menembus pasar mancanegara dan mempertahankan warisan kerajinan lokal di tengah digitalisasi perdagangan Indonesia.

Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik produsen sepatu kulit Koku Footwear di Taman Cibaduyut Endah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, (26/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)