Keringat yang Bercerita, Potret Gaya Hidup Sehat di Perkotaan

3 menit baca
Shakira Putri Anisa
Ditulis oleh Shakira Putri Anisa diterbitkan
Ilustrasi olahraga lari. (Sumber: Pexels/Ketut Subiyanto)
Ilustrasi olahraga lari. (Sumber: Pexels/Ketut Subiyanto)

Udara pagi menembus dedaunan di Lapangan Kota Baru Cikampek. Di bawah sinar matahari muda, puluhan langkah kaki bergerak ritmis di lintasan jogging. Napas-napas teratur berpadu dengan tawa kecil, sementara suara musik senam terdengar samar dari kejauhan.

Di sinilah, di antara keringat dan semangat, lahir sebuah tradisi baru warga: hidup sehat dengan cara yang sederhana berlari, berkeringat, dan tersenyum bersama.

Setiap Minggu pagi, lapangan itu selalu ramai. Ada yang berjalan cepat, ada yang berlari santai. Seorang ibu muda, dengan wajah cerah dan handuk kecil di leher, baru saja menyelesaikan putaran ketiganya. Ia menghela napas panjang, lalu tersenyum.

“Biasanya saya datang ke sini setiap akhir pekan, kadang juga sore hari setelah kerja, kalau seminggu nggak olahraga, badan rasanya berat dan gampang capek jadi sebisa mungkin saya sempatkan, meskipun cuma sebentar udara paginya itu loh, bikin semangat banget. apalagi kalau lihat banyak orang lain yang sama-sama bergerak,” ujarnya sambil mengatur napas.

Bagi perempuan itu, olahraga bukan sekadar rutinitas fisik, tapi juga waktu pribadi untuk menenangkan diri. Sejak pandemi, ia mulai membiasakan diri bergerak, dan kini merasa tubuhnya menuntut untuk tetap aktif.

“Kalau gak olahraga,” katanya.

“Pikiran cepat kusut, tidur pun gak nyenyak,” ujar salah satu pengunjung tersebut.

Tak jauh dari sana, seorang pemuda melakukan pemanasan dengan earphone terpasang di telinganya. Keringat mulai muncul di pelipis, tapi semangatnya jelas tak padam. Ia bekerja di kantor, dan lari menjadi pelarian dari kepenatan layar komputer.

“Olahraga itu udah kayak kebutuhan buat saya, kerja seharian di depan komputer bikin badan kaku jadi tiap pagi atau sore, saya sempatin lari keliling lapangan. setelah lari, pikiran jernih, badan segar, dan rasanya siap buat mulai hari” ujarnya.

Ia percaya, gaya hidup sehat bukan sesuatu yang instan.

“Harus jadi kebiasaan,” katanya.

“Kadang saya lihat ada keluarga bawa anak kecil lari bareng. Itu keren banget kalau dari kecil sudah terbiasa olahraga, sampai besar pasti terbawa gaya hidup sehat itu bukan tren, tapi cara hidup.”

Sementara di sudut lapangan, musik menghentak pelan. Puluhan perempuan bergerak kompak mengikuti instruktur di depan. Ada yang sesekali tertawa, ada yang serius mengikuti ritme. Salah satu dari mereka, perempuan paruh baya yang mengenakan jilbab sport, tampak begitu menikmati setiap gerakan.

“Senam bareng kayak gini bikin saya lebih semangat, kalau olahraga sendirian kadang suka malas tapi kalau rame-rame, energinya terasa beda kami saling semangatin, bahkan kalau ada yang salah gerak malah ketawa bareng. jadi lebih ringan, lebih bahagia,” ujarnya, tersenyum di sela istirahat.

Baginya, kebersamaan itu justru yang membuat olahraga menjadi candu positif.

“Setelah senam, badan terasa ringan, pikiran juga lega, kayak terapi alami saya selalu bilang, olahraga itu bentuk syukur Tuhan sudah kasih tubuh sehat, masa kita nggak jaga” lanjutnya.

Di jalur luar lapangan, seorang pria paruh baya tampak mengayuh sepedanya dengan tenang. Ia sudah beberapa tahun menjadikan bersepeda sebagai bagian dari keseharian.

“Saya nggak kuat lari jauh, jadi saya pilih sepedaan yang penting badan gerak,’’ katanya sambil tersenyum.

“Kalau pagi-pagi udah olahraga, rasanya hari itu langsung produktif, energinya beda saya jadi nggak gampang lelah, kerja juga lebih fokus kadang cuma 30 menit keliling lapangan, tapi efeknya luar biasa. Mood seharian jadi bagus” tuturnya.

Menjelang pukul delapan, matahari mulai tinggi. Namun langkah-langkah di lapangan belum juga berhenti. Ada yang melakukan pendinginan, ada yang masih berlari kecil, dan ada pula yang duduk menikmati semilir angin sambil menenangkan napas.

Lapangan Kota Baru Cikampek menjadi semacam ruang bernapas bagi masyarakatnya. Di tempat ini, warga bukan sekadar mencari kebugaran tubuh, tetapi juga ketenangan batin. Di antara langkah kaki dan keringat, mereka belajar tentang disiplin, konsistensi, dan rasa syukur.

“Olahraga itu bukan cuma soal gerak badan, tapi soal rasa Syukur dengan tubuh yang sehat, kita bisa bekerja, beraktivitas, dan Bahagia tempat ini udah kayak sumber energi buat saya setiap kali datang, saya pulang dengan perasaan lebih hidup.” kata seorang perempuan muda di akhir sesi peregangan.

Keringat yang menetes di wajah-wajah mereka seolah bercerita: tentang semangat yang tak pernah padam, tentang kesederhanaan yang menyembuhkan. Di lapangan sederhana itu, warga Kota Baru Cikampek menulis kisahnya sendiri tentang bagaimana gaya hidup sehat bisa tumbuh dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan hati besar. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)