Dakwah Gaya Baru lewat Lari dan Gaya Hidup Sehat

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Mizan Zundulloh. (Sumber: Instagram/Mizan Zundulloh)
Mizan Zundulloh. (Sumber: Instagram/Mizan Zundulloh)

Olahraga lari kini telah menjadi trend baru yang mulai digemari di kalangan masyarakat, tidak terkecuali di Kota Bandung. Olahraga ini hampir diikuti semua kalangan dan tidak memandang usia ataupun gender. Melalui olahraga lari secara tidak lansung kesadaran kesehatan di masyarakat pun ikut meningkat.

Meski demikian, beberapa kalangan masyarakat menyoroti aktivitas tersebut sebagai FOMO dan trend sosial yang dianggap sebagai ajang pamer semata. Meski banyak narasi yang kurang positif bagi citra masyarakat yang menyukai olahraga lari. Tapi antusias masyarakat tetap meningkat ditandai dengan event lari yang sering dihadirkan di waktu akhir pekan sabtu dan minggu di berbagai jalan di Kota Bandung.

Saya pribadi pernah mengikuti beberapa kali event lari yang diselenggarakan oleh komunitas Masjid Runners dan Yayasan Darul Hikam. Beberapa pelari yang saya temui memang beragam menceritakan alasannya untuk mengikuti event ini. Ada yang memang sudah menjadi hobi, ada yang hanya sekedar ikut trend, ada pula yang ingin mengisi waktu luang bahkan ada yang diajak oleh keluarganya untuk meramaikan aktivitas tersebut.

Ada hal yang menarik ketika saya pernah mengikuti event lari yang diselenggarakan Masjid Runners pada 5 Maret 2024 dengan tema "Lari dari Masjid ke Masjid". Saat itu salah satu speaker dalam acara ini adalah influencer dakwah bernama Mizan. Mendengar apa yang disampaikannya membuat saya terkagum dengan dakwah gaya baru yang diusungnya melalui olahraga lari.

Mizan Zundulloh adalah seorang pelatih futsal dan guru olahraga serta kepala bagian pengasuhan santri di Pondok Pesantren Baiturrahman di Kabupaten Bandung.

Mahasiswa lulusan UPI dengan Jurusan Pendidikan dan Pelatihan Olahraga tersebut sudah tertarik dengan dunia lari sejak duduk dibangku SMP sekitar tahun 2013-2014. Bahkan sejak saat itu mizan sudah kerap berlatih dengan tujuan memperkuat kesehatan fisiknya.

Mizan mulai memasuki dunia konten sejak tanggal 25 Januari 2023 yang menunjukkan postingan pertamanya saat beraktivitas lari. Setelah bertemu dengan seorang ustad, Mizan mendapat nasihat bahwa lari bukan hanya sekedar aktivitas fisik tapi bentuk rasa syukur kepada Allah agar bisa maksimal dalam menjalankan ibadah.

Semenjak itu Mizan berpikir bahwa dirinya harus memaksimalkan ponsel yang dimilikinya untuk aktivitas yang lebih bermanfaat. Akhirnya Mizan memaksimalkan ponsel sebagai alat untuk memproduksi dan menyebarluaskan konten dakwah melalui aktivitas lari.

Melalui konten yang diposting dalam instagramnya, Mizan menunjukkan bahwa dirinya bukan seorang pelari yang FOMO, yang hanya mengikuti arus trend yang ada di masyarakat. Mizan sangat konsisten melaksanakan olahraga lari setelah shalat subuh dan sebelum berangkat kerja. Tak hanya itu Mizan juga konsisten membuat konten lari sambil dakwah 1 sampai 2 video dalam sehari yang dibagikannya melalui instagram dan tiktok.

Mizan kerap membagikan capaian lari melalui aplikasi strava dengan hasil yang beragam. Mulai dari 10.03 km dengan waktu 38.48 detik dan pace 3.51 km/jam, 15.02 km dengan waktu 57.42 detik dan pace 3.51 km/jam,30.00 km selama 1 jam dengan pace 3.53 km/jam hingga 36.00 km dengan waktu tempuh 3 jam 9 detik.

Rata-rata Mizan bisa menyelesaikan 3 menit dalam jarak 1 km, sangat cepat untuk ukuran pelari yang pada umumnya di standarkan pada pace 5-6. Mizan memiliki manajemen yang sangat baik dalam mengatur kecepatan lari, ritme napas, keteraturan berbicara dan kestabilan tangannya untuk memegang ponsel saat merekam aktivitas lari sambil berdakwah.

Mizan Zundulloh. (Sumber: Instagram/Mizan Zundulloh)
Mizan Zundulloh. (Sumber: Instagram/Mizan Zundulloh)

Lewat lari Mizan tak hanya berhasil membranding dirinya sebagai influencer dakwah tapi telah membawanya menuju Makkah, tanah suci yang paling dicintai oleh umatnya. Mizan juga beberapa kali memenangkan kejuaran dalam setiap event yang diikutinya.

Saat ini juga Mizan telah menjadi Founder sekaligus Coach Santri Runners yaitu sebuah komunitas lari yang menggabungkan kegiatan olahraga dan keagamaan. Melalui Santri Runners Mizan berharap dapat menginspirasi banyak orang untuk tidak hanya menjaga kesehatan fisik tapi juga memperkuat keimanan dan spiritualitas melalui aktivitas lari.

Gaya khas dalam setiap pembukaan konten "Bismillah teman-teman" menjadi sebuah refleksi bagaimana setiap aktivitas larinya diawali dengan doa. Mizan menekankan pentingnya memiliki kondisi fisik yang sehat untuk menjalankan ibadah seperti shalat, umrah, haji dan sebagainya.

Dalam sebuah postingannya Mizan mengatakan bahwa hal yang melandasi dirinya untuk berlari sambil berdakwah adalah ungkapan "Sampaikanlah walau hanya satu ayat, sampaikanlah walau hanya satu riwayat, sampaikanlah sebelum menjadi mayat".

Hari ini dakwah sudah bertransformasi mengikuti zaman, dakwah tak hanya berada di ruang dengan mimbar, mengenakan baju keagamaan atau duduk bersama di tempat ibadah. Kini beberapa ustad sudah menyelenggarakan ceramah keagamaan di ballroom hotel besar, berdakwah melalui audio dan visual. Begitu pun dengan Mizan yang mampu mengemas setiap nasehat, ayat atau hadis tentang keagamaan dengan cara yang ringan.

Contoh di atas menjadi bukti nyata bahwa agama Islam bukan agama yang kaku, karena Islam punya metode yang fleksibel dalam mengikuti arus perkembangan zaman. Dakwah bukan lagi ajang menyampaikan risalah agama dalam satu arah antara guru dengan murid. Kini dakwah bisa menjadi ruang diskusi bagi para pemeluknya untuk menambah keimanan bahkan pemeluk agama lain untuk mencari tahu lebih dalam tentang agama Islam. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:49

Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

Risiko ganda logam saat MRI: luka bakar arus radiofrekuensi dan distorsi gambar pemindaian.

Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:15

Ketaatan Pengelolaan Risiko Kebakaran

Peran dinas damkar perlu transformasi sehingga paradigmanya berubah dari peran pemadam menjadi fungsi yang proaktif mencegah kebakaran. 

Ilustrasi kebakaran pabrik di daerah Cipadung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Fira Nursyabani)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:29

Ekspedisi Karees : Menelusuri Jejak Rel Kereta yang Hilang dari Peta (Part 1)

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba menelusuri kembali sisa-sisa rel Karees, memotret kondisinya hari ini, dan merangkai kembali memori kejayaan halteu ini di masa lampau. Yuk, ikut saya blusukan!

Harta karun pertama yang saya temukan! Menyembul di antara tanah di sebelah kiri jalan, membuktikan sejarah menolak terkubur. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:13

Copy-Paste Birokrasi: Ketika Sistem Digital Belum Benar-Benar Digital

Saat sistem digital tidak saling terhubung, beban administratif tidak hilang, ia hanya berpindah wujud dari kertas ke layar.

Ilustrasi ekosistem digital yang melingkupi kehidupan modern (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 13:36

Menelusuri Art Deco: Setitik Eropa di Kota Kembang

Melihat kembali bagaimana arsitektur Art Deco di Kota Bandung bermunculan hingga akhirnya dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

Kondisi Gedung Bank DENIS (sekarang digunakan oleh Bank Jawa Barat) pada tahun 2015. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Rochelimit)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 12:25

Penggunaan Wewangian dari Zaman Mesir sampai Sekarang

Perkembangan singkat wewangian dari awal mula ketenarannya di Mesir sampai sekarang.

Pajangan botol parfum berwarna-warni. (Sumber: pexels.com | Foto: Hồng Quang)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 11:30

'Don’t Buy This Jacket' Kampanye Jujur atau Strategi Manipulasi Persepsi?

Membedah paradoks kampanye "Don’t Buy This Jacket" Patagonia:

Penulis sedang menelaah konsep iklan 'Don't Buy This Jacket'.
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 11:27

Wisata Gratis di Surabaya: Jelajah Taman Bungkul Ikon Kota yang Selalu Ramai

Taman Bungkul menjadi salah satu destinasi wisata gratis paling populer di Surabaya dengan fasilitas lengkap dan suasana nyaman sepanjang hari.

Taman Bungkul Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:56

Indonesia dalam Angka

Algoritma Statistik memang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi bukan berarti angka itu disusun hanya demi kepuasan publik. Sehingga fakta yang terjadi hanya sebatas retorika

Ilustrasi angka dalam kalkulator. (Sumber: Pexels | Foto: Yan Krukau)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 09:06

Penggunaan Kendaraan Listrik Dikebut, Tapi Listriknya Sering Padam

Di tengah percepatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif, pemadaman listrik yang masih sering terjadi memunculkan pertanyaan: seberapa siap sistem energi Indonesia?

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permohonan maaf terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa (20/6/2026). (Sumber: Instagram/@pln_id)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 08:58

Ada Apa dengan Tanjakan Emen?

Jalan tanjakan Emen yang berada di Subang tepatnya di Ciater, terkenal dengan misteri seringnya terjadi kecelakaan.

Kondisi sekarang jalan tanjakan Emen. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Haerul Nurjaman)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 18:02

Peran Media Relations dalam Membangun Citra Kolaborasi Brand di Industri Olahraga

Memahami identitas kolaborasi sebagai perpaduan antara motorsport, inovasi, dan gaya hidup modern.

Gambar dari akun Instagram resmi Puma
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 17:37

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 15:26

Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala

Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.

Ilustrasi Bandung Mati Listrik Bergilir (Sumber: Pixabay)
Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)