Komunikasi Politik Pajak

4 menit baca
Mahi M. Hkikmat
Ditulis oleh Mahi M. Hkikmat diterbitkan
Dalam frame komunikasi politik, pajak merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kepercayaan rakyat. (Sumber: Unsplash/Artful Homes)
Dalam frame komunikasi politik, pajak merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kepercayaan rakyat. (Sumber: Unsplash/Artful Homes)

Ditulis oleh Mahi M. Hikmat

Pajak kini tengah menjadi sorotan tajam rakyat. Sejumlah kebijakan pemerintah daerah, seperti di Kabupaten Pati, Jombang, Banyuwangi, Kota Cirebon, dan daerah lainnya memicu ketidakpuasan rakyat, sehingga aksi demo pun terjadi.

Oleh karena itu, ketika Pemerintah Pusat pun mengeluarkan beberapa kebijakan baru tentang Pajak, notabene direseptif negatif oleh rakyat. Pajak dinilai sebagai “kesewenangan” penguasa dan pembebanan terhadap rakyat.    

Padahal pajak sejatinya tidak hanya dipahami sebagai kewajiban finansial warga negara kepada negara, melainkan juga sebagai sarana komunikasi politik antara pemerintah dan rakyatnya. Dalam konteks modern, pajak menjadi jembatan yang menghubungkan legitimasi politik, kepercayaan publik, serta keberlangsungan pembangunan negara.

Melalui kebijakan pajak, pemerintah menyampaikan pesan tentang orientasi politik, prioritas pembangunan, dan komitmen terhadap kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, respon rakyat dalam kepatuhan atau resistensi pajak juga mencerminkan tingkat kepercayaan mereka terhadap pemerintah.

Komunikasi politik, menurut McNair (2018), pada dasarnya adalah proses pertukaran pesan antara aktor politik dengan rakyat dalam rangka membangun legitimasi, memperoleh dukungan, serta mengarahkan opini publik. Oleh karena itu, seharusnya pajak dipandang sebagai salah satu medium komunikasi politik yang konkret dan efektif di antara Pemerintah dengan rakyatnya.  

Ketika pemerintah menetapkan kebijakan pajak, baik berupa tarif, insentif, maupun sanksi, selayaknya dipersepsi sedang menyampaikan pesan keadilan, keberpihakan, dan arah pembangunan. Misalnya, pemberlakuan pajak karbon menunjukkan komitmen pemerintah terhadap isu lingkungan.

Sementara itu, penghapusan pajak UMKM pada batas omzet tertentu menunjukkan keberpihakan terhadap pengusaha kecil. Oleh karena itu, pajak tidak semata-mata bernilai ekonomis, tetapi juga sarat dengan pesan politik yang berfungsi membangun citra dan kepercayaan publik.

Dampak Positif

Dalam frame komunikasi politik, pajak merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kepercayaan rakyat. Ketika rakyat merasakan pajak yang dibayarkan kembali dalam bentuk pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial, maka kepercayaan terhadap pemerintah akan meningkat. 

Pajak pun dapat meningkatkan partisipasi rakyat dalam berbagai proses politik. Pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran bahwa pemerintah mengelola uang rakyat untuk pembangunan akan mendorong rakyat terlibat dalam pengawasan kebijakan publik, diskusi politik, bahkan mempengaruhi pilihan politiknya dalam pemilu.

Tanpa punya rupiah di dompet, kehadiran paylater menambah lapisan “keajaiban” baru, kita bisa membeli hari ini dan membayarnya nanti. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)
Tanpa punya rupiah di dompet, kehadiran paylater menambah lapisan “keajaiban” baru, kita bisa membeli hari ini dan membayarnya nanti. (Sumber: Pexels/Defrino Maasy)

Karena rakyat harus memiliki keyakinan bahwa uangnya yang dipungut melalui pajak dikelola oleh pemerintahan amanah. Hal itu pun dapat menjadi investasi politik dan modal kampanye bagi penguasa pemerintahan untuk pemilu berikutnya. 

Pajak juga menjadi simbol keberpihakan terhadap kelompok masyarakat tertentu. Subsidi yang didanai pajak atau program bantuan sosial menunjukkan adanya upaya redistribusi ekonomi yang menegaskan kehadiran negara dalam menjamin keadilan sosial.

Dampak Negatif

Namun, jika pajak tidak dikelola dengan baik akan menghadirkan dampak negatif pada pemerintah. Jika pemerintah menyalahgunakan dana pajak, misalnya dikorupsi, komunikasi politik melalui pajak dapat berubah menjadi bumerang.

Realitas itu yang dikhawatirkan terjadi di Indonesia, fakta banyak pejabat yang korupsi, isu kenaikan gaji besar anggota lembaga tinggi negara, dan gambaran fasilitas mewah yang didapatkan para pejabat tinggi dapat ber-feedback melemahnya trust rakyat terhadap pemerintah.  

Kebijakan pajak yang tidak memperhatikan asas keadilan, misalnya tarif terlalu tinggi untuk kelas menengah atau kecil, dapat menimbulkan resistensi. Kebijakan pajak disalahgunakan sebagai alat politik praktis, seperti memberikan insentif hanya pada daerah atau kelompok tertentu pendukung pemerintah atau dana pajak digunakan kampanye politik.

Hal ini memunculkan kesan bahwa pemerintah lebih berpihak pada kelompok tertentu akan menimbulkan jarak komunikasi dengan rakyat, sehingga memicu polarisasi sosial dan memperlemah kohesi nasional.

Apalagi jika persepsi yang muncul, pajak justru untuk memperkaya para penguasa pemerintahan, gelombang ketidakpuasan akan terjadi, seperti aksi demo di beberapa daerah akhir-akhir ini. 

Dalam sejarah, kebijakan pajak yang dinilai memberatkan seringkali memicu protes bahkan pemberontakan. Contohnya, protes pajak garam di India dipimpin Mahatma Gandhi, protes pajak di Prancis melahirkan Yellow Vests Movement, perang melawan kolonial Belanda pada masa cultuurstelsel, perlawan Pajak Darurat Perang Kemerdekaan, bahkan pada era modern, resistensi terhadap pajak dalam bentuk perlawanan administratif dan hukum ke MK.

Dalam sistem demokrasi, pajak merupakan salah satu bentuk kontrak sosial. Pemerintah diberikan kewenangan untuk memungut pajak, sedangkan masyarakat memiliki hak untuk menuntut akuntabilitas. Di sinilah letak fungsi komunikasi politik, pajak menjadi simbol timbal balik antara legitimasi pemerintah dan partisipasi rakyat.

Reformasi pajak digital, insentif UMKM, dan program tax amnesty adalah contoh bagaimana pajak digunakan sebagai medium komunikasi politik positif.

Tax amnesty tidak hanya dimaksudkan untuk menambah penerimaan negara, tetapi juga dapat digunakan untuk membangun hubungan baru antara pemerintah dan wajib pajak melalui janji pengampunan.

Program pemutihan pajak kendaraan bermotor, tidak hanya untuk memberikan motivasi kepada wajib pajak agar segera melunasi pajak, tetapi juga dapat membangun citra kearifan pada pemerintahan. 

Pajak harus dipersepsi lebih dari sekadar kewajiban finansial, tetapi merupakan sarana komunikasi politik yang menggambarkan hubungan timbal balik positif antara pemerintah dan rakyat.

Oleh karena itu, agar pajak benar-benar berfungsi sebagai medium komunikasi politik sehat, diperlukan transparansi, akuntabilitas, serta kebijakan yang berlandaskan keadilan sosial. Pemerintah perlu terus mengelola pajak bukan hanya sebagai sumber penerimaan negara, melainkan juga sebagai bahasa politik yang mengkomunikasikan keberpihakan dan komitmen terhadap kesejahteraan rakyat. (*)

Penulis Mahi M. Hikmat adalah Guru Besar Manajemen Komunikasi Politik UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Mahi M. Hkikmat
Tentang Mahi M. Hkikmat
Saya dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)