Pajak Digital dan Pertarungan Keadilan Fiskal di Era Serba Platform

2 menit baca
Muhammad Sufyan Abdurrahman
Ditulis oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diterbitkan
Buku Hukum Pajak Pada Era Digital. (Sumber: Dok. Penerbit Refika Aditama)
Buku Hukum Pajak Pada Era Digital. (Sumber: Dok. Penerbit Refika Aditama)

Buku Hukum Pajak Pada Era Digital hadir menjawab tantangan besar dunia perpajakan dalam lanskap ekonomi digital yang semakin kompleks.

Dari awal, penulis mengajak pembaca memahami bagaimana revolusi industri keempat dan kelima telah mengubah pola komunikasi dan distribusi ekonomi melalui platform digital.

Marketplace, media sosial, mesin pencari, hingga aplikasi layanan telah menjadi wajah baru ekonomi global dan menciptakan urgensi terhadap reformasi sistem pajak konvensional.

Secara struktur, buku ini terdiri dari tujuh bab yang disusun sistematis.

Bab awal menyoroti dasar filosofis kedaulatan negara dalam pemungutan pajak.

Bab berikutnya membedah isu yurisdiksi, khususnya bagaimana negara dapat mengenakan pajak pada perusahaan digital asing yang meraih keuntungan dari warga negaranya tanpa kehadiran fisik di wilayah tersebut.

Pada bab kelima, pembaca diajak membandingkan kebijakan pajak digital di berbagai negara seperti India, Uruguay, dan kawasan Eropa.

Bab keenam dan ketujuh menggali teori perpajakan digital, termasuk prinsip Adam Smith dan pemikiran dari Devereux serta Auerbach, lalu mengaitkannya dengan praktik di Indonesia.

Ilustrasi mengurus pajak. (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)
Ilustrasi mengurus pajak. (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)

Salah satu kekuatan buku ini adalah kritik tajam terhadap ketimpangan antara perusahaan digital global dan media konvensional. Dengan beban pajak yang minim, raksasa digital mampu menekan harga iklan, menggerus pasar media lokal, dan melemahkan keadilan fiskal.

Penulis menekankan perlunya regulasi baru agar persaingan berlangsung adil, serta mendorong kehadiran negara dalam menata kembali ekosistem ekonomi digital yang sehat dan berdaulat.

Dari perspektif internasional, buku ini mengacu pada lima prinsip perpajakan digital menurut OECD. Di antaranya adalah prinsip netralitas agar bisnis digital dan konvensional diperlakukan setara, serta prinsip fleksibilitas agar sistem pajak mampu mengikuti perkembangan teknologi yang pesat.

Penulis menunjukkan bahwa Indonesia dapat menyerap nilai nilai global tersebut untuk merancang sistem yang lebih adaptif dan inklusif.

Isu krusial juga hadir dalam bahasan Pajak Penghasilan atas bisnis Over the Top. Karena bersifat lintas negara, pengenaan pajak atas OTT memunculkan tantangan yurisdiksi.

Buku ini menyarankan pentingnya memperkuat regulasi nasional agar Indonesia tidak kehilangan hak pemajakan atas keuntungan digital yang diperoleh dari pengguna lokal, walau tanpa kehadiran fisik pelaku usahanya di Indonesia.

Penulis buku ini, Dr Amelia Cahyadini, adalah dosen tetap Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran yang aktif mengajar hukum pajak dan hukum administrasi sejak 2015. Kekuatan bukunya terletak pada kelengkapan teori, relevansi isu, dan kejelasan bahasa hukum yang komunikatif.

Sebagaimana tertulis di sampul belakang, pajak adalah isu yang bisa dibaca dari sudut pandang ekonomi, sosial, maupun hukum.

Buku ini berhasil menjembatani ketiganya, dan karena itu sangat relevan bagi mahasiswa hukum, pengambil kebijakan, maupun pengamat ekonomi digital yang ingin memahami hubungan antara teknologi, keadilan, dan kedaulatan negara dalam sistem perpajakan yang baru.

Meski demikian, pembaca awam mungkin memerlukan latar pemahaman dasar hukum fiskal agar dapat mengikuti uraian analitis buku ini secara optimal. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)