Hijrah Pergerakan dan Gawai, Saat Dakwah Menemukan Ruang Digital

4 menit baca
Muhammad Sufyan Abdurrahman
Ditulis oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diterbitkan
Ruang digital bukan sekadar saluran, melainkan juga altar baru tempat orang mencari makna. (Sumber: Pexels/MATAQ Darul Ulum)
Ruang digital bukan sekadar saluran, melainkan juga altar baru tempat orang mencari makna. (Sumber: Pexels/MATAQ Darul Ulum)

Di zaman ketika banyak ruang publik bergeser ke ruang digital, sebagian anak muda memilih jalan sunyi yang kian hari justru semakin ramai. Mereka berkumpul bukan di aula masjid atau aula kampus, tetapi dalam notifikasi WhatsApp yang berdenting sepanjang malam.

Salah satunya adalah komunitas Kopdar Masjid Bandung Raya, tempat di mana dakwah tidak lagi berbentuk ceramah satu arah, melainkan dialog yang terus bertumbuh dari layar ke laku.

Grup WhatsApp ini telah menjelma menjadi simpul gerakan. Mereka tidak sekadar berbagi tautan kajian atau mengirim stiker Islami, tetapi juga merancang kerja sosial yang konkret.

Mereka menyebarkan poster dakwah, menyuplai dana untuk mualaf yang rutin mengikuti bimbingan setiap Minggu pagi, mendistribusikan 62 ribu paket makanan untuk semangat iftar berjamaah, bahkan hingga urunan bagi Binatang di Bandung Zoo yang sempat kesulitan imbas pandemi.

Semuanya lahir dari satu prinsip: bahwa keimanan butuh diwujudkan dalam perbuatan, bukan hanya narasi.

Tidak ada struktur organisasi yang kaku. Tidak ada panitia yang tercetak di baliho, namun setiap gerakan dirasakan teratur. Kolaborasi terjalin antara aktivis masjid dari berbagai penjuru Bandung Raya (Kota Bandung, Kab. Bandung, Kota Cimahi, dan Kab. Bandung Barat).

Satu pihak merancang materi, yang lain mendesain poster, ada yang mengatur logistik, dan ada pula yang diam-diam mentransfer donasi. Semuanya dilakukan dengan satu semangat bersama: menjadikan teknologi sebagai ruang amal, bukan sekadar saluran komunikasi.

Para penggeraknya juga sadar bahwa tidak semua orang cocok gaya ceramah massal. Maka mereka memilih pendekatan lain: tarbiyah berseri, sistematis, dan penuh empati.

Salah satu contohnya adalah 24 episode kajian tentang Ummahatul Mukminin yang ditayangkan di YouTube DKM Arrahman Kab Bandung Barat serta disebar pelan-pelan di aneka WAG. Ada yang menyimaknya sambil menunggu kereta, ada yang mendengarkannya saat mencuci piring.

Apa yang terjadi di komunitas ini dapat dibaca sebagai bentuk dari apa yang disebut Quintan Wiktorowicz (2004) sebagai Islamic activism. Ia bukan sekadar semangat keagamaan, melainkan suatu tindakan kolektif yang berakar pada kesadaran ideologis, kepedulian sosial, dan struktur jaringan.

Dalam aktivitas ini, Islam tidak hanya diajarkan, tetapi dijalankan secara komunal, merespons tantangan zaman melalui kerja yang terukur dan terhubung.

Wiktorowicz menekankan, Islamic activism bertumpu pada tiga fondasi: gagasan yang diyakini, komunitas yang terorganisasi, dan aksi yang dilakukan bersama. Komunitas Kopdar Masjid BDG Raya memenuhi ketiganya.

Mereka membentuk narasi keagamaan yang segar namun berbasis dalil, mengatur diri dalam ruang digital yang inklusif, serta merealisasikan ajaran dalam bentuk solidaritas nyata. Di sinilah agama hidup dalam bentuknya yang paling otentik: menjadi penggerak dan pengikat kehidupan sosial. 

Dalam kacamata lain, Ini bisa juga disebut sebagai praktik resistensi kultural, tepatnya adalah cara anak muda Muslim zaman now menegosiasikan identitas mereka di tengah era distraksi. Grup WhatsApp itu menjadi jembatan antar-masjid, penghubung antar-aktivis, dan ruang yang mempertemukan niat baik dengan gerak nyata.

Tetapi seperti semua ruang digital, ia juga mengandung potensi bias. Tidak semua narasi yang beredar sudah tervalidasi, tidak semua ustaz punya otoritas keilmuan yang kuat. Namun di sinilah dinamika itu menjadi refleksi, dan bukan menjadi distorsi tak bertepi.

Mimbar Baru

Saluran digital islami kini telah jadi hal lumrah dan mudah ditemukan. (Sumber: Pexels/esralogy)
Saluran digital islami kini telah jadi hal lumrah dan mudah ditemukan. (Sumber: Pexels/esralogy)

Jeff Zaleski (1997), dalam karya sohornya, The Soul of Cyberspace: How New Technology Is Changing Our Spiritual Lives, pernah menuliskan, “cyberspace is not just a tool, but a realm where spiritual experiences are increasingly mediated and shaped.”

Artinya, ruang digital bukan sekadar saluran, melainkan juga altar baru tempat orang mencari makna. Dan itu persis yang sedang terjadi di WhatsApp Group tersebut: layar ponsel menjadi ruang sunyi yang menghadirkan Tuhan dalam bentuk yang bisa diputar ulang, dikirim ulang, dan direnungkan sendiri-sendiri.

Dunia maya tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi membentuk pengalaman batin, memungkinkan orang mengalami pencarian makna dalam ruang tidak berbatas.

Apa yang dulu hanya mungkin terjadi di halaqah atau ormas Islam pionir, kini berpindah ke WhatsApp, Telegram, atau YouTube. Dan di dalamnya, iman tidak kehilangan nyawanya, justru menemukan cara baru untuk tumbuh.

Tentu, tidak semua pihak langsung menerima cara dakwah demikian. Beberapa pengurus masjid lama menganggapnya sebagai bentuk pemisahan dari tradisi. Tetapi anak-anak muda ini tidak datang untuk melawan, mereka hadir untuk menambal renggang.

Juga, menawarkan pola yang lebih adaptif tanpa memutus akar karena mereka membaca perubahan zaman dengan mengubah layar menjadi panggung dakwah yang tenang namun konkrit.

Dalam komunitas ini, tidak ada suara yang lebih tinggi dari yang lain. Setiap orang bisa menjadi penggerak, setiap ide bisa menjadi program. WhatsApp menjadi semacam ruang musyawarah yang cair dan tempat saling menguatkan dan mengingatkan.

Dari sinilah muncul gagasan mengatur jadwal safari dakwah ke daerah pinggiran semacam Gambung dan Naringgul di tepi batas Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur. Bahkan, laporan keuangan kegiatan pun disebarkan terbuka demi membangun kepercayaan.

Hijrah, bagi mereka, bukan sekadar berpindah dari yang lama ke yang baru. Ia adalah keberanian membangun ekosistem keimanan yang bergerak nyata dan relevan dengan zaman.

Dan ketika ruang itu berhasil diciptakan di gawai yang kita genggam setiap hari, maka tidak berlebihan jika kita percaya bahwa Allah SWT pun kini hadir bukan sekedar eksis di balik mimbar. Tetapi juga dalam pesan yang diketik perlahan di layar ponsel, lalu dikirim dengan harap dibaca dengan hati-hati yang tergerak bertindak bersama. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)