Seharusnya Ada Peran Wali Kota Bandung: Warga Harus Nyaman, Konvoi Bobotoh Tetap Berjalan

della azahra
Ditulis oleh della azahra diterbitkan Selasa 16 Des 2025, 17:30 WIB
Ribuan bobotoh memenuhi ruas jalan Bandung saat merayakan kemenangan Persib Bandung pada Minggu sore, 25 Mei 2025. (foto: Della Titya)

Ribuan bobotoh memenuhi ruas jalan Bandung saat merayakan kemenangan Persib Bandung pada Minggu sore, 25 Mei 2025. (foto: Della Titya)

Perayaaan kemenangan Persib Bandung selalu memicu euforia besar di kalangan Masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Kota Bandung. Setiap kali Persib meraih gelar juara, jalanan di kota bandung berubah menjadi ruangan perayaan spontan yang dipadati teriakan kemenangan, iring–iringan motor,dan luapan emosi supporter.

Bobotoh, sebagai supporter Persib Bandung, turun kejalan untuk melakukan konvoi sebagai bentuk apresiasi terhadap klub bola tersebut. Tradisi ini telah melekat selama bertahun–tahun sehingga dianggap menjadi simbolik Kota Bandung.

Namun seiring berjalannya waktu konvoi bobotoh berubah menjadi ancaman nyata bagi kenyamanan masyarakat, itulah sebabnya tradisi konvoi yang berlangsung tanpa adanya kebijakan dari Wali Kota Bandung M. Farhan yang membuat euforia tersebut berubah menjadi keresahan masyarakat. 

Konvoi bobotoh kini menjadi fenomena sosial yang muncul setiap kali Persib meraih kemenangan besar. Ribuan kendaraan bergerak tanpa arah sehingga lalu lintas macet total di beberapa titik utama.

Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu karena jalur transportasi umum terhambat dan fasilitas publik mengalami kepadatan di luar kapasitas normal. Laporan masyarakat juga menujukkan adanya peserta konvoi yang bertindak sangat agresif.

Tindakan yang mereka lakukan mulai dari membunyikan klakson mobil dengan berlebihan, lalu adanya kendaraan yang melawan arus, serta masyarakat banyak yang tidak memakai helm, dan yang paling penting banyak kendaraan menyalakan flare yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Tidak sedikit warga melaporkan rasa tidak nyaman akibat asap dan percikan api dari flare yang di nyalakan oleh oknum di tengah kerumunan.

Selain tindakan berbahaya tersebut, banyak masyarakat resah karena sebagian bobotoh mengonsumsi minuman berakhol saat berada di atas kendaraan. Hal ini menjadi resiko keributan karena peserta yang terpengaruh oleh alkohol cenderung mudah tersinggung dan memicu konflik ke penguna jalan lain.   

Tercatat beberapa insiden adu mulut dan perkelahian,ada juga korban yang jatuh dari jembatan layang pasupati,korban yang pingsan dikarenakan desak desakan. Yang berakhir mencelakai diri sendiri dan memperburuk citra perayaan kemenangan Persib di mata masyarakat luas. 

Bobotoh menyalakan flare di Tengah keramaian dengan banyak pengendara tampak tidak mematuhi aturan lalu lintas.  
Minggu malam, 25 Mei 2025 (foto: sumber della titya)
Bobotoh menyalakan flare di Tengah keramaian dengan banyak pengendara tampak tidak mematuhi aturan lalu lintas. Minggu malam, 25 Mei 2025 (foto: sumber della titya)

Konvoi bobotoh yang di biarkan berlangsung tanpa aturan jelas telah berubah dari selebrasi kemenangan menjadi sumber keresahan masyrakat. penggunaan flare di tengah kerumunan,pengendara motor tanpa helm, tindakan agresif, hingga kemacetan total di beberapa titik kota seharusnya menjadi alarm keras bagi wali kota bandung dan pemerintah.

Karena minimnya pengawasan, pemerintah tampak tidak hadir dari kewajibannya menjaga kota. Ini bukan sekedar kelemahan teknis, tetapi indikasi bahwa aparat pemerintahan tidak memiliki strategi, koordinasi dan tidak memiliki keberanian mengambil keputusan yang tegas.

Baca Juga: Pungutan Liar Menjadi Cerminan Buruknya Tata Kelola Ruang Publik Bandung

Ketiadaan aturan yang tegas bukan hanya menunjukkan kelengahan, tetapi juga ketidakpekaan pemerintah terhadap kondisi yang terjadi di lapangan. Masyarakat Bandung berhak mendapatkan kota yang aman, tertib, dan nyaman, tanpa harus menjadi korban.

Dengan adanya kejadian ini diharapkan Wali Kota Bandung  M. Farhan dapat lebih bijak dalam  penyusunan kebijakan yang meliputi semua aspek untuk mengatur konvoi bobotoh secara sistematis dan dapat di tegakkan. Sudah saatnya pemerintah Kota Bandung bertindak bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pengambil Keputusan yang bertanggung jawab.

Dapat dilakukan mulai dari aturan yang jelas, lalu pengawasan yang ketat dari pada para aparat pemerintahan, serta penindakan tegas terhadap pelanggaran juga pembatasan zona perayaan harus di terapkan. Jika pemerintah tetap memilih diam, maka keresahan publik bukan hanya sebuah keluhan, melainkan bukti bahwa sistem kepemimpinan kota telah gagal memenuhi tanggung jawab dasar yaitu melindungi masyarakat dan menegakkan ketertiban umum. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

della azahra
Tentang della azahra
mahasiswa pr telkom university

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Jan 2026, 18:15 WIB

Mencintai Kota seperti Kekasih: Kota Bandung, Konferensi Asia Afrika, dan Tanggung Jawab Kita

Bagaimana rasanya mencintai kota seperti kekasih? Dari Bandung yang terasa asing di kening hingga Bandung yang asyik untuk dikenang.
Bangku yang terduduk di Perpustakaan Kota Bandung (Sumber: Koleksi Pribadi Penulis | Foto: Penulis)
Ayo Jelajah 25 Jan 2026, 17:21 WIB

Sejarah Pasar Cimol Gedebage Bandung, Surga Thrifting Kota Kembang di Ujung Jalan

Jejak sejarah Pasar Cimol Gedebage bermula dari Cibadak hingga menjadi pusat pakaian bekas terbesar di Bandung.
Pasar Cimol Gedebage. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 16:13 WIB

Toponimi Kampung Muril: Serasa Berputar karena Gempa Sesar Lembang

Bila makna kata berputar-putar dikaitkan dengan toponimi Kampung Muril, sangat mungkin, penduduk di sana pada masa lalu pernah merasakannya.
Sangat mungkin toponim Muril karena pernah terjadi gempabumi yang menyebabkan serasa berputar-putar. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 13:38 WIB

Gali Potensi, Raih Prestasi

Pengalaman LDKB menjadi bekal berharga bagi kita untuk terus menggali potensi diri, memperbaiki diri, meraih prestasi
Sejumlah siswa SD Cirendeu saat bermain permainan tradisional. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Jan 2026, 11:05 WIB

Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Transportasi publik dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang interior bergerak yang dialami secara nyata oleh pengguna/penumpang.
Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 24 Jan 2026, 21:30 WIB

Menyelami Dinamika Properti Indonesia: Antara Regulasi, Pasar, dan Integritas Developer

Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti.
Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti. (Sumber: Freepik)
Beranda 24 Jan 2026, 09:15 WIB

Memaknai Filosofi Warna Wayang Golek sebagai Cermin Karakter dan Arti Kehidupan

Tak hanya posisi mahkota, warna pada wajah wayang juga menjadi kunci untuk memahami filosofi karakter.
Tatang Ruhiana dan koleksi wayan goleknya yang dijual di galeri Alan Ruchiat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 22:10 WIB

Normalisasi Sungai Mandiri: Kepemimpinan RT/RW Menjawab Tantangan Banjir

Kabupaten Bandung termasuk wilayah yang hampir setiap musim penghujan mengalami banjir di sejumlah titik.
Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 20:43 WIB

Kualitas Perjalanan Warga Bandung Menurun, Evaluasi Infrastruktur Transportasi Mengemuka

Kemacetan di Bandung membuat perjalanan harian warga lebih lama, menurunkan produktivitas, dan menurunkan kenyamanan mobilitas. Perlu pengaturan lalu-lintas lebih baik.
Pengendara terjebak macet di Buah Batu Ketika hujan turun, Senin (01/12/2025). (Foto: Nabila Khairunnisa P)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 19:47 WIB

Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita

Lisa Blackpink syuting di Bandung Barat? Intip alasan Netflix memilih Citatah dan bagaimana warga menyikapi bocornya lokasi syuting tersebut.
Salah satu tebing karst yang terus dijaga bersama adalah Tebing Citatah 125 karena di sinilah sejarah panjat tebing Indonesia bermula. (Sumber: Eiger)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 17:24 WIB

Industri Sepak Bola Putri Indonesia Sedang Bertumbuh di Tengah Kekosongan Liga Resmi

Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat.
Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat. (Sumber: MilkLife Soccer Challenge)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:58 WIB

Menata Ulang Wajah Transportasi Bandung

Lalu lintas Bandung yang terbilang sangat padat telah menjadi masalah bagi warga sejak tahun 2024.
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:24 WIB

Kota Wisata dengan Beban Mobilitas Tinggi: Tantangan Tata Transportasi Bandung

Pemerintah sudah mencoba menerapkan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan kemacetan, namun masih tak kunjung menemukan solusi yang tepat.
Kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan Buah Batu, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, menjadi pemandangan sehari hari bagi warga yang melintas (03/12/2025). (Sumber: Ramadhan Dwiadya Nugraha)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 15:58 WIB

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Krisis Fiskal: Strategi Obligasi dan Sukuk Jawa Barat

Ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2025 tumbuh solid sebesar 5,23% year-on-year. Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan itu, terdapat bayangan tantangan fiskal yang semakin nyata.
Ilustrasi obligasi dan sukuk daerah memperluas inklusi keuangan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 15:01 WIB

Ketika Mobilitas Tersendat, Kepercayaan Publik Ikut Tergerus

Kemacetan yang terus menerus terjadi membuat masyarakat Bandung semakin resah.
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)
Ayo Jelajah 23 Jan 2026, 14:03 WIB

Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Judi online jaringan Kamboja menjalar hingga Bandung lewat iklan kerja digital. Anak muda direkrut sebagai operator dari rumah kontrakan atau luar negeri dengan janji gaji bulanan yang terlihat wajar.
Ilustrasi judi Kamboja.
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 13:38 WIB

Dana Indonesiana Tertunda, Pelestari Budaya Ngada Alami Tekanan Mental

Dana Indonesiana belum cair, program budaya Ngada tertunda, pelakunya menghadapi tekanan sosial dan mental di kampungnya sendiri.
Desa Adat Bena. (Sumber: Arsip pribadi narasumber)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 12:08 WIB

Catatan Awal Tahun dari Wargi Bandung

Januari 2026 tiba, udara Bandung terasa berbeda.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 10:07 WIB

Semestinya Kita Berefleksi dari Bencana Sumatra

Peristiwa ini bukan sekadar kabar duka dari satu wilayah, melainkan cermin rapuhnya kesiapsiagaan kita menghadapi bencana yang berulang.
Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)
Beranda 23 Jan 2026, 06:49 WIB

Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Akun ini tidak ingin dipandang sebagai media yang semata-mata mengutamakan kecepatan, namun juga tidak memilih gaya bahasa yang saklek, kaku, atau terlalu formal.
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)