Seharusnya Ada Peran Wali Kota Bandung: Warga Harus Nyaman, Konvoi Bobotoh Tetap Berjalan

3 menit baca
della azahra
Ditulis oleh della azahra diterbitkan
Ribuan bobotoh memenuhi ruas jalan Bandung saat merayakan kemenangan Persib Bandung pada Minggu sore, 25 Mei 2025. (foto: Della Titya)
Ribuan bobotoh memenuhi ruas jalan Bandung saat merayakan kemenangan Persib Bandung pada Minggu sore, 25 Mei 2025. (foto: Della Titya)

Perayaaan kemenangan Persib Bandung selalu memicu euforia besar di kalangan Masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Kota Bandung. Setiap kali Persib meraih gelar juara, jalanan di kota bandung berubah menjadi ruangan perayaan spontan yang dipadati teriakan kemenangan, iring–iringan motor,dan luapan emosi supporter.

Bobotoh, sebagai supporter Persib Bandung, turun kejalan untuk melakukan konvoi sebagai bentuk apresiasi terhadap klub bola tersebut. Tradisi ini telah melekat selama bertahun–tahun sehingga dianggap menjadi simbolik Kota Bandung.

Namun seiring berjalannya waktu konvoi bobotoh berubah menjadi ancaman nyata bagi kenyamanan masyarakat, itulah sebabnya tradisi konvoi yang berlangsung tanpa adanya kebijakan dari Wali Kota Bandung M. Farhan yang membuat euforia tersebut berubah menjadi keresahan masyarakat. 

Konvoi bobotoh kini menjadi fenomena sosial yang muncul setiap kali Persib meraih kemenangan besar. Ribuan kendaraan bergerak tanpa arah sehingga lalu lintas macet total di beberapa titik utama.

Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu karena jalur transportasi umum terhambat dan fasilitas publik mengalami kepadatan di luar kapasitas normal. Laporan masyarakat juga menujukkan adanya peserta konvoi yang bertindak sangat agresif.

Tindakan yang mereka lakukan mulai dari membunyikan klakson mobil dengan berlebihan, lalu adanya kendaraan yang melawan arus, serta masyarakat banyak yang tidak memakai helm, dan yang paling penting banyak kendaraan menyalakan flare yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lain. Tidak sedikit warga melaporkan rasa tidak nyaman akibat asap dan percikan api dari flare yang di nyalakan oleh oknum di tengah kerumunan.

Selain tindakan berbahaya tersebut, banyak masyarakat resah karena sebagian bobotoh mengonsumsi minuman berakhol saat berada di atas kendaraan. Hal ini menjadi resiko keributan karena peserta yang terpengaruh oleh alkohol cenderung mudah tersinggung dan memicu konflik ke penguna jalan lain.   

Tercatat beberapa insiden adu mulut dan perkelahian,ada juga korban yang jatuh dari jembatan layang pasupati,korban yang pingsan dikarenakan desak desakan. Yang berakhir mencelakai diri sendiri dan memperburuk citra perayaan kemenangan Persib di mata masyarakat luas. 

Bobotoh menyalakan flare di Tengah keramaian dengan banyak pengendara tampak tidak mematuhi aturan lalu lintas.  
Minggu malam, 25 Mei 2025 (foto: sumber della titya)
Bobotoh menyalakan flare di Tengah keramaian dengan banyak pengendara tampak tidak mematuhi aturan lalu lintas. Minggu malam, 25 Mei 2025 (foto: sumber della titya)

Konvoi bobotoh yang di biarkan berlangsung tanpa aturan jelas telah berubah dari selebrasi kemenangan menjadi sumber keresahan masyrakat. penggunaan flare di tengah kerumunan,pengendara motor tanpa helm, tindakan agresif, hingga kemacetan total di beberapa titik kota seharusnya menjadi alarm keras bagi wali kota bandung dan pemerintah.

Karena minimnya pengawasan, pemerintah tampak tidak hadir dari kewajibannya menjaga kota. Ini bukan sekedar kelemahan teknis, tetapi indikasi bahwa aparat pemerintahan tidak memiliki strategi, koordinasi dan tidak memiliki keberanian mengambil keputusan yang tegas.

Baca Juga: Pungutan Liar Menjadi Cerminan Buruknya Tata Kelola Ruang Publik Bandung

Ketiadaan aturan yang tegas bukan hanya menunjukkan kelengahan, tetapi juga ketidakpekaan pemerintah terhadap kondisi yang terjadi di lapangan. Masyarakat Bandung berhak mendapatkan kota yang aman, tertib, dan nyaman, tanpa harus menjadi korban.

Dengan adanya kejadian ini diharapkan Wali Kota Bandung  M. Farhan dapat lebih bijak dalam  penyusunan kebijakan yang meliputi semua aspek untuk mengatur konvoi bobotoh secara sistematis dan dapat di tegakkan. Sudah saatnya pemerintah Kota Bandung bertindak bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pengambil Keputusan yang bertanggung jawab.

Dapat dilakukan mulai dari aturan yang jelas, lalu pengawasan yang ketat dari pada para aparat pemerintahan, serta penindakan tegas terhadap pelanggaran juga pembatasan zona perayaan harus di terapkan. Jika pemerintah tetap memilih diam, maka keresahan publik bukan hanya sebuah keluhan, melainkan bukti bahwa sistem kepemimpinan kota telah gagal memenuhi tanggung jawab dasar yaitu melindungi masyarakat dan menegakkan ketertiban umum. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)