Dari Hobi Menggambar Jadi Brand Fasion Lokal di Bandung

3 menit baca
Irene Putri
Ditulis oleh Irene Putri diterbitkan
 T-Shirt "The Unforgotten" dari Bringace. (Istimewa)
T-Shirt "The Unforgotten" dari Bringace. (Istimewa)

Berawal dari coretan di atas kertas hingga kini merambah panggung mode lokal, kisah Bringace menawarkan narasi inspiratif tentang bagaimana hobi sederhana bisa bertransformasi menjadi identitas fashion yang kuat. Brand yang lahir di Bandung pada tahun 2023 ini tidak hanya sekadar menjual pakaian, tetapi juga merajut kekayaan budaya Indonesia dalam setiap desainnya, merepresentasikan semangat anak muda yang berani berekspresi seperti brand yang berasal dari Jalan Sarimanah No. 12, Rt.2/Rw.8, Sukajadi, Kota Bandung.

Pendiri Bringace, yang akrab disapa Lhse Naufal, menuturkan bahwa perjalanan ini bermula dari kecintaannya pada seni menggambar dan dunia musik rock.

"Awalnya cuma iseng bikin desain buat diri sendiri dan teman-teman. Tapi respons positif dari komunitas bikin saya mikir, kenapa enggak dibawa ke ranah yang lebih serius?" ujarnya, mengenang masa-masa awal Bringace.

Semangat bebas dan ekspresif musik rock menjadi fondasi estetika Bringace.

Strategi awal Bringace cukup lugas, yaitu fokus pada pembangunan kesadaran merek sebelum menyelam lebih dalam ke pengembangan produk dan ekspansi pasar. Mereka meyakini bahwa pengenalan brand adalah kunci utama.

"Brand harus dikenal dulu, Setelah itu baru kita bisa bicara soal inovasi produk dan jangkauan pasar yang lebih luas," tambah Lhse Naufal, menjelaskan filosofi di balik pendekatan mereka.

Salah satu pilar yang membedakan Bringace di tengah hiruk-pikuk industri fashion lokal adalah komitmennya terhadap budaya Nusantara. Setiap koleksi Bringace selalu disisipi elemen-elemen lokal yang unik, mulai dari motif tradisional hingga interpretasi modern dari warisan budaya Indonesia. Langkah ini bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan wujud nyata dari visi Bringace untuk mempromosikan kekayaan budaya bangsa.

Lhse Naufal menambahkan penjelasan mengenai struktur harga produk mereka yang sangat bervariasi di mana harga tersebut disesuaikan dengan bahan dan desainnya. "Untuk penentuan harga, kami menetapkan batas terendah pada Rp90.000,00 dan batas tertinggi pada Rp200.000,00" ucap Lhse Naufal.

Pemberian T-Shirt "The Unforgotten" kepada Suciwati (istri Cak Munir) Jl. Tidar No.138, Kloncing, Karangrejo, Kec. Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, (11/11/2024) (Foto: @bringace)
Pemberian T-Shirt "The Unforgotten" kepada Suciwati (istri Cak Munir) Jl. Tidar No.138, Kloncing, Karangrejo, Kec. Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, (11/11/2024) (Foto: @bringace)

Dalam menjangkau audiens yang lebih luas, Bringace secara aktif memanfaatkan platform digital. Instagram dan TikTok menjadi garda terdepan untuk memperkenalkan produk dan membangun interaksi dengan para pengikutnya. Kolaborasi dengan influencer dan selebriti juga menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya mereka untuk memperkuat citra dan kepercayaan publik terhadap brand.

Bringace juga mengoptimalkan kehadiran di berbagai platform e-commerce dan marketplace sebagai saluran penjualan utama. Selain itu, mereka tak lupa membangun loyalitas pelanggan melalui newsletter dan kampanye email marketing yang terpersonalisasi, menciptakan komunitas Bringace yang solid dan terus berkembang.

Namun, seperti bisnis lainnya, Bringace pun tak luput dari tantangan. Menjaga konsistensi identitas brand di tengah selera pasar yang dinamis menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Di sisi lain, menjaga kualitas produk tetap menjadi prioritas utama. Edukasi kepada konsumen mengenai standar bahan dan proses produksi seringkali diperlukan untuk menyamakan persepsi dan menghindari kesalahpahaman.

Dengan segala tantangan dan pencapaiannya, Bringace kini menatap masa depan yang lebih luas. Brand ini mulai menarik perhatian dari pasar internasional dan tengah menjajaki berbagai peluang kerja sama global. Dengan semangat kreativitas yang tak pernah padam dan kecintaan yang mendalam pada budaya Indonesia, Bringace bertekad membawa karya anak bangsa melaju hingga kancah dunia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)