Antara Branding dan Kenyataan: Pemerataan Fasilitas Publik masih Jauh

2 menit baca
Fasha Nadira Syakir
Ditulis oleh Fasha Nadira Syakir diterbitkan
Salah satu keadaan guiding block yang terputus, rusak bahkan tertutup pohon di trotoar Jl. Gudang Utara, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung (3/12/25) (Foto: Fasha Nadira Syakir)
Salah satu keadaan guiding block yang terputus, rusak bahkan tertutup pohon di trotoar Jl. Gudang Utara, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung (3/12/25) (Foto: Fasha Nadira Syakir)

Kota Bandung merupakan kota terpadat ke-4 di Indonesia dan juga merupakan kota terbesar ke-3. Kota Bandung juga sering disebut sebagai kota inklusif, namun branding dengan kenyataan di lapangan berbeda.

Menurut Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Pada tahun 2024, jumlah penyadang disabilitas di Kota Bandung mencapai 8.717 jiwa. Jika dari jumlah total penduduk di kota Bandung, jumlah penyadang disabilitas adalah 0,34 % menurut data.

Pemerintah pernah menyampaikan target bahwa 95% trotoar di Bandung harus ramah bagi penyandang disabilitas pada 2024 lalu. Namun, Penelitian dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) mengungkap bahwa banyak trotoar di Bandung belum dilengkapi jalur yang layak untuk disabilitas.

Di beberapa titik seperti Jalan Merdeka, Dago, dan Asia Afrika sudah menunjukkan perubahan dan guiding block telah terpasang. Tetapi ketika melihat di daerah pinggiran, masih banyak fasilitas penyadang disabilitas yang tidak seb agus di pusat Kota.

Banyak jalur yang rusak, tertutup tiang listrik atau pohon, dan bahkan ada jalan yang sama sekali tidak ada jalur disabilitas. Jika dilihat dengan bersamaan, terlihat perbedaan yang signifikan, mungkin saja warga yang melihat akan menilai pemerintah hanya memprioritaskan fasilitas di pusat kota.

Pada 20 Februari 2025, M. Farhan yang merupakan mantan anggota DPR RI dilantik sebagai walikota Bandung. Tentunya banyak publik yang berharap bahwa ia akan menjadikan Kota Bandung lebih baik, khususnya perbaikan fasilitas untuk disabilitas.

Lalu harus menunggu sampai kapan agar warga bisa merasakan kota yang setara? Pemerintah Farhan perlu menunjukkan bahwa mereka serius dengan ini. Mungkin tidak membangun semuanya secara bersamaan, setidaknya walikota bukan hanya fokus di tengah kota, tetapi juga pada daerah pinggiran.

Walikota seharusnya tidak menutup mata dan peka atas buruknya akses yang penyandang disabilitas di Kota Bandung yang kini belum merata. Kini pemerintah harus melakukan pembenahan, yakni tata ulang fasilitas publik, dan penerapan standar aksesibilitas yang wajib bukan opsional.

Walikota harus tegas terhadap kepentingan bersama, bukan hanya sebagian, agar semua merasakan kota yang setara. Keadilan tidak hanya tentang fasilitas, tetapi juga termasuk soal keadilan bagi seluruh masyarakat.

M. Farhan harus memastikan bahwa setiap jalan, taman, dan bangunan publik harus tersedia fasilitas terhadap disabilitas. Walikota harus berani untuk menghilangkan berbagai bentuk hambatan fisik yang menghalangi para penyandang disabilitas untuk bergerak.

Baca Juga: Taman Menjadi Kolam Retensi, Dampak Baik dan Buruk untuk Warga di Bandung

Walikota Bandung M. Farhan harus terus membuka mata terhadap layanan-layanan setiap daerah di kota Bandung. Dan juga prioritas terhadap layanan-layanan untuk masyarakat penyadang disabilitas setiap daerah di Kota Bandung.

Pemerintahan M. Farhan harus menangani masalah ini dengan serius untuk penataan fasilitas di Kota Bandung terhadap penyadang disabilitas. Banyak warga yang berharap agar langkah selanjutnya segera terlihat, bukan hanya sekedar rencana.

Untuk yang terhormat Wali Kota M. Farhan, saya berharap Kota Bandung kedepannya akan menjadi kota yang setara bagi semua Masyarakat. Dan yang terakhir penulis berpesan agar pemerintahan M. Farhan bisa dengan cepat menerima masukan masukan dari warga. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)