Taman Menjadi Kolam Retensi, Dampak Baik dan Buruk untuk Warga di Bandung

3 menit baca
Fatimah Waliya Matin
Ditulis oleh Fatimah Waliya Matin diterbitkan
Kolam retensi Margahayu Raya  | Kamis (4/12/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Fatimah Waliya Matin)
Kolam retensi Margahayu Raya | Kamis (4/12/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Fatimah Waliya Matin)

Angin sepoy yang dulu membawa aroma segar dari pepohonan di sebuah taman sebuah komplek, kini hanya menyisakan hembusan lembap dari sebuah kolam retensi.

Kolam retensi yang berlokasi di Jl. Jupiter Raya, Komplek Margahayu Raya, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, pada awalnya dibangun oleh pemerintah daerah Kota Bandung pada tahun 2023 untuk memberikan solusi mengenai banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Area kolam retensi ini sebelumnya merupakan sebuah taman hijau terbuka. Pembangunan dilakukan dengan mengubah fungsi taman hijau menjadi kolam retensi.

Taman hijau yang dulu berdiri di lokasi tersebut dibangun pada tahun 2000-an sebagai ruang publik warga. Area itu menjadi tempat anak-anak bermain dan lokasi resapan hujan bagi lingkungan. Pada 2023, taman itu kemudian dialih fungsikan sebagai kolam retensi. Namun sejak kolam mulai beroperasi, keluhan mengenai banjir dan genangan justru meningkat.

Kolam retensi yang seharusnya menjadi solusi masalah banjir, justru makin memperparah banjir, kenyataanya masih banyak penduduk yang merasakan bahwa solusi kolam retensi ini tidak berjalan sesuai harapan, karena yang sebenarnya terjadi adalah kolam retensi ini hanya menyebabkan banjir semakin parah.

Kolam retensi ini memunculkan beberapa dampak negatif, pembangunan kolam retensi turut menghilangkan deretan pepohonan yang selama ini menjadi peneduh alami, akibatnya, suhu di kawasan tersebut kini terasa lebih panas, lembab dan tidak lagi memberikan udara segar dan sejuk seperti ketika masih berupa taman hijau. Kondisi ini tentunya turut menurunkan kualitas lingkungan tempat tinggal warga.

Herli adalah salah satu warga yang sudah tinggal lama di sekitar lokasi, ia tinggal saat kolam retensi masih menjadi taman hijau, ia adalah salah satu warga yang terkena banyak dampak negatif dari kolam retensi ini. Tentunya ia sangat tau paham bagaimana perbedaan antara taman hijau dan kolam retensi setelah dibangun.

“Menurut saya, taman hijau lebih efektif untuk masalah mengurangi banjir ini dibandingkan Kolam retensi, karena yang sebelumnya titik banjir hanya di sekitaran taman saja, sekarang setelah menjadi kolam retensi, titik banjirnya semakin banyak dan meluas,” katanya.

Kolam retensi ini juga menyisakan genangan air yang memicu berkembang biaknya jentik nyamuk, yang tentunya ini mempengaruhi kesehatan lingkungan dan masyarakat, tentunya masalah ini dapat menyebabkan udara menjadi tidak sehat dan meningkatkan penyakit DBD. Genangan air juga menimbulkan aroma yang tidak sedap ketika cuaca panas, sehingga menyebabkan masyarakat sekitar merasa terganggu dan tidak nyaman.

“Karena banyaknya genangan yang dibiarkan, udara nya menjadi tidak segar dan beraroma bau yang tidak sedap, dan juga jadi banyak nyamuk yang bertelur yang menyebabkan banyak jentik-jentik nyamuk yang sangat mengganggu warga yang tinggal dekat di sekitar kolam retensi ini, beberapa bulan terakhir ini, tetangga-tetangga saya terkena penyakit DBD, memang karena ini jadi suka sering terjadi nya kasus masyarakat sekitar terkena penyakit DBD,” ujarnya.

Namun dengan banyaknya dampak negatif dari kolam retensi ini. Tentunya ada juga dampak positif nya.

“Kolam retensi ini tentunya mempunyai dampak positif juga, adanya kolam retensi ini membuat kita warga sekitar mempunyai tempat untuk olahraga pagi dan tempat bermain anak-anak,” ucapnya sambil tersenyum.

Meskipun begitu, masyarakat dan warga yang tinggal di sekitar kolam retensi ini memiliki harapan yang besar agar pemerintah sekitar, dan Walikota Bandung M. Farhan untuk segera menangani dan memberikan solusi mengenai masalah-masalah ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Fatimah Waliya Matin
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 13:39

Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial

Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.

Ilustrasi menonton film. (Sumber: Pexels | Foto: Pavel Danilyuk)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 11:44

Menelusuri Jejak dan Pola Aktivitas Manusia Masa Lampau di Situs Gua Batu

Daerah Pegunungan Meratus adalah surga bagi kehidupan ribuan tahun silam.

Kondisi Gua Batu dari Luar (Sumber: Geopark Meratus)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 11:06

Wisata Kawasan Tunjungan Surabaya: Sejarah, Kuliner, dan Walking Tour Heritage

Jelajahi Kawasan Tunjungan Surabaya yang memadukan sejarah perjuangan, bangunan kolonial, wisata kuliner, hingga walking tour heritage yang sedang populer.

Kawasan Tunjungan Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 10:47

Siapa yang Menceritakan Indonesia? Perpektif dalam 'Semua untuk Hindia' dan 'Indonesia Calling'

Mengupas dilema orang Eropa hingga solidaritas buruh internasional demi melihat kemerdekaan dari sisi kemanusiaan.

Cover buku Kumpulan Carpen Semua Untuk Hindia dan Tangkapan Layar Pribadi Film Indonesia Calling (Sumber: Indonesiana.id dan channel youtube @pcasmilus)