Dari Yogya sampai ke Bandung: Bermula Take Away Jadi Nongkrong Hangat

2 menit baca
Siti Zahra Chairunnisa
Ditulis oleh Siti Zahra Chairunnisa diterbitkan
Sambutan hangat dari barista Couvee dengan senyuman yang selalu terpatri di wajah mereka. Jumat, 7 November 2025 Jumat, 7 November 2025. (Sumber: Siti Zahra | Foto: Siti zahra)
Sambutan hangat dari barista Couvee dengan senyuman yang selalu terpatri di wajah mereka. Jumat, 7 November 2025 Jumat, 7 November 2025. (Sumber: Siti Zahra | Foto: Siti zahra)

Alunan lagu dari band-band ternama Bandung mengisi ruangan, melewati telinga para remaja dengan lembut. Para remaja bergantian datang dan pergi untuk mengalami moment Dimana indra pendengaran dan penciuman mereka seolah dimanjakan. Pendengarannya dimanjakan oleh alunan music dan penciuman mereka dimanjakan oleh baunya kopi yang sangat candu bagi mereka di Couvee Jl. Sawunggaling No.10, Tamansari, Kec. Bandung Wetan.

Bandung merupakan kota di mana coffee shop banyak yang saling berlomba-lomba untuk menjadi tempat yang paling nyaman dan tempat paling menarik bagi banyak orang. Couvee yang lahir dari sebuah sudut kecil di Jogja ikut merentangkan sayapnya ke Bandung. Mereka mengungkapkan bahwa kota ini punya rasa yang akrab dengan adanya  kehangatan, ketenangan, dan sentuhan ramah yang membuat mereka ingat pada tempat pertama berdiri.

Jay barista dari Couvee menjelaskan bahwa Couvee yang dulu hanya berupa store kecil tanpa ruang untuk duduk, perlahan berubah menjadi tempat yang menarik untuk para remaja bercengkrama santai dan ingin menetap lebih lama. Hal ini membuat Couvee membuka pintunya lebih lebar, mereka mengikuti bagimana alur para remaja bandung yang sering nongkrong santai di coffe shop.

“Barista di sini tuh  selalu berusaha menyambut dengan hangat dan ramah, kami para barista disini juga akan slalu meracik kopi dengan rasa kopi yang nikmat, yang diracik dari hati,” ujar Jay Barista Couvee, Jumat (7/11/2025).

Couvee tak hanya memiliki kehangatan dari orang-orang di balik barnya, tapi couvee juga memiliki ciri khas dari rasa kopinya yang autentik dan stabil yang akhirnya banyak para remaja yang menyukai dan datang Kembali. Dan rasa yang di tawarkan oleh couvee ini bukan hanya meyambut para remaja bandung saja tapi juga wisatawan dari luar negri pun ikut merasakan rasa kopi yang candu dan menuliskan ulasannya di google. kopi di sini bukan sekadar minuman, melainkan pengalaman kecil yang ingin selalu mereka ulang

Ternyata rasa kopi yang membuat candu itu memiliki antusias dari berbagai kalangan saja tidak hanya dari para remaja yang sering menongkrong. semakin hari semakin banyak pelanggan yang ingin berdiam diri di couvee lebih lama karna menemukan rasa nyaman dan adanya rasa kopi yang nikmat.

Hal ini semakin membuat mereka mempunyai semangat dan keyakinaan yang utuh untuk membuka cabang baru di Bandung dengan konsep yang beda karna tempat yang mereka buat menjanjiikan tempat yang nyaman untuk nongkrong yang akan disambut dengan aroma kopi dan alunan lagu.

Baca Juga: Braga Lebih dari Sekadar Tempat Nongkrong, Kini Jadi Ruang Acara Kreatif dan Komunitas

Salah satu pelanggan bernama Retha memberi tanggapan bahwa Couvee memiliki daya tarik tersendiri yang meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjungnya. Banyak dari mereka yang datang kembali, termasuk salah satu pelanggan bernama Retha memberikan tanggapan.

 “Couvee ini memiliki ciri khas yang membuat saya selalu ingin kembali kesini, para  baristanya ramah juga,” ujar Retha memberi tanggapan.

Couvee juga beroperasi dengan adanya legalitas yang sudah  jelas, mulai dari izin usaha hingga standar operasional yang sesuai dengan ketentuan. Hal ini membuat para pengunjung terutama remaja yang sering menghabiskan waktu untuk duduk santai atau berbincang merasa aman dan nyaman saat nongkrong di sana. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Siti Zahra Chairunnisa
Mahasiswi Telkom University Public Digital Relation 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)