Dari Jubileumpark ke Kebun Binatang Bandung, Sejarawan Kritik Pengelolaan Warisan Kota

2 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Warga memanfaatkan ruang terbuka hijau di Kebun Binatang Bandung untuk bersantai dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Warga memanfaatkan ruang terbuka hijau di Kebun Binatang Bandung untuk bersantai dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Berangkat dari kritik atas cara pemerintah daerah memperlakukan warisan sejarah dan ingatan kolektif warga, sejarawan asal Bandung Yudi Hamzah merilis buku “Kado Untuk Bandung: Taman Menjadi Kebun Binatang”. Buku ini diterbitkan bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-215 Kota Bandung dan menyoroti makna historis Kebun Binatang Bandung sebagai bagian dari identitas kota.

Yudi menjelaskan, gagasan buku tersebut berangkat dari peristiwa pada 1931. Saat itu, dalam rangka ulang tahun ke-25 Kota Bandung, Dewan Kota memberikan “kado” kepada warga berupa pembangunan taman kota berskala besar yang diberi nama Jubileumpark, kawasan yang kini dikenal sebagai Kebun Binatang Bandung.

“Dulu, pihak pemkot mengambil inisiatif untuk memberikan kado kepada masyarakat saat merayakan hari jadi kota, bukan meminta sumbangan dari warga. Mereka sepakat untuk menciptakan taman sebagai kenang-kenangan yang dapat dinikmati dalam waktu yang lama,” ungkap Yudi saat dijumpai di Gedung Indonesia Menggugat, Jumat (30/1/2026).

Sejarawan, Yudi Hamzah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Sejarawan, Yudi Hamzah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Dalam penelitiannya, Yudi menelusuri perubahan Jubileumpark seluas sekitar lima hektare di lembah Sungai Cikapundung yang pada 1933 kemudian difungsikan sebagai rumah permanen bagi satwa-satwa dari Kebun Binatang Dago dan Cimindi. Ia menilai kawasan tersebut tidak sekadar ruang hijau, melainkan sebuah “Museum Alam Kota”.

“Terdapat pohon-pohon Karet Kebo yang sangat besar, serta berbagai tanaman tropis yang sengaja dihimpun sejak era kolonial Belanda. Jika kebun binatang tersebut hilang dan hanya berubah jadi taman biasa, maka identitas Bandung sebagai kota taman yang komprehensif akan lenyap,” jelasnya.

Yudi juga mengulas julukan lama Bandung sebagai “Meksiko di Priangan”, sebutan yang muncul karena banyaknya taman kota meskipun pepohonan saat itu belum tumbuh besar. Menurutnya, pohon-pohon yang kini memberi keteduhan di Bandung merupakan hasil penanaman pada rentang 1920–1930-an, yang manfaat ekologisnya baru terasa puluhan tahun kemudian.

Pengunjung di Kebun Binatang Bandung memberi makan satwa. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Pengunjung di Kebun Binatang Bandung memberi makan satwa. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Peluncuran buku ini juga menjadi respons atas wacana kebijakan pemerintah kota yang mengajukan tiga opsi terkait masa depan Kebun Binatang Bandung, termasuk kemungkinan penutupan total dan pengalihfungsian kawasan tersebut menjadi ruang terbuka hijau murni.

Yudi menilai opsi tersebut berisiko menghapus ingatan bersama warga kota. Ia membandingkan Kebun Binatang Bandung dengan Persib atau Gedung Sate sebagai simbol kultural yang lahir dari sejarah dan dimiliki secara kolektif oleh masyarakat.

“Jika kebun binatang itu hilang, maka salah satu ciri khas Bandung akan lenyap. Saya menulis ini sebagai kado saya untuk ulang tahun ke-215 Bandung, dengan harapan agar pemerintah lebih menyadari pentingnya sejarah kota ini. Jangan sampai kita terus kehilangan landmark, setelah sebelumnya kehilangan Pemandian Cihampelas dan bangunan sejarah lainnya,” tutup Yudi.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)