Bukan Sekadar RTH, Bandung Heritage Minta Pemkot Pertahankan Kebun Binatang Bandung sebagai Warisan Sejarah dan Ekologi Kota

2 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Warga memanfaatkan hari libur dengan mengunjungi Kebun Binatang Bandung (KBB). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Warga memanfaatkan hari libur dengan mengunjungi Kebun Binatang Bandung (KBB). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Paguyuban Pelestarian Budaya Bandung (Bandung Heritage) mengambil sikap tegas menolak gagasan perubahan fungsi Kebun Binatang Bandung (KBB) menjadi sekadar Ruang Terbuka Hijau (RTH) tanpa keberadaan satwa. Sikap tersebut mengemuka dalam pertemuan bulanan bertajuk “Kado untuk Bandung: Taman Menjadi Kebun Binatang” yang digelar di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jumat (30/1/2026).

Sejarawan sekaligus penulis buku Kado untuk Bandung, Yudi Hamzah, menegaskan bahwa Kebun Binatang Bandung bukan hanya kumpulan kandang hewan, melainkan sebuah “museum alam kota”. Menurutnya, kawasan tersebut menyimpan koleksi flora langka, salah satunya pohon Karet Kebo berukuran besar, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Jubileumpark atau Taman Sari sejak 1931.

“Jika hanya difungsikan sebagai RTH tanpa satwa, maka nilainya setara dengan taman kota biasa seperti Taman Lalu Lintas atau Tegalega. Padahal di kebun binatang, masyarakat mendapatkan pengalaman yang utuh: pendidikan, rekreasi, sekaligus pelestarian memori kolektif kota,” kata Yudi usai diskusi.

Sejarawan dan penulis buku Kado Untuk Bandung, Yudi Hamzah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Sejarawan dan penulis buku Kado Untuk Bandung, Yudi Hamzah. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Yudi menambahkan, keberadaan Kebun Binatang Bandung memiliki ikatan emosional dan kultural yang kuat dengan warga. Ia menyamakan posisinya dengan ikon kota lain seperti Persib Bandung atau Gedung Sate. Jika dihilangkan, kata dia, maka salah satu identitas penting Kota Bandung turut terhapus.

Sejalan dengan itu, Ketua Bandung Heritage, Aji Bimarsono, mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan sejarah pendirian Kebun Binatang Bandung yang merupakan hadiah dari Gemeente Bandoeng kepada masyarakat saat peringatan ulang tahun ke-25 Kota Bandung. Aji menekankan pentingnya menjaga ekosistem tanaman langka di kawasan tersebut, yang sebagian diperkirakan telah tumbuh sejak ratusan tahun lalu.

Ketua Bandung Heritage, Aji Bimarsono. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ketua Bandung Heritage, Aji Bimarsono. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Sebagai langkah konkret, Bandung Heritage merekomendasikan penataan ulang kawasan kebun binatang, alih-alih menghapus fungsinya. Salah satu usulan utama adalah memindahkan area parkir dan kios yang dinilai terlalu padat, sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk ruang hidup satwa dan taman.

“Usulan kami adalah mempertahankan keberadaan hewan dan taman Jubileumpark (KBB). Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, area parkir sebaiknya dipindahkan ke lokasi lain seperti Sabuga, dan akses pengunjung lebih difokuskan pada penggunaan transportasi umum,” ujar Aji.

Pertemuan tersebut juga menjadi momentum peluncuran riset mendalam mengenai transformasi Jubileumpark menjadi Kebun Binatang Bandung. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi Pemerintah Kota Bandung agar selalu mempertimbangkan aspek sejarah dan ekologi dalam setiap pengambilan kebijakan terkait aset penting di Kota Kembang.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)