Menikmati kuliner Timur Tengah tidak selalu harus duduk di kursi dan meja makan. Di Al Jazeerah Signature Bandung, pengalaman itu justru terasa lebih autentik ketika disantap secara lesehan. Di atas karpet yang dialasi plastik khusus makanan, dua porsi Kabsah Lamb disajikan untuk dinikmati bersama keluarga. Konsep ini membuat suasana makan lebih dekat dan santai, sesuai dengan karakter kabsah yang sejak awal dikenal sebagai hidangan kebersamaan.
Kabsah Lamb hadir dalam piring besar berbahan logam, dengan porsi yang memang dirancang untuk berbagi. Nasi panjang berwarna keemasan memenuhi hampir seluruh piring, sementara potongan daging kambing diletakkan di bagian atas. Saat penutup dibuka, aroma rempah langsung tercium. Wangi kapulaga, kayu manis, cengkeh, jintan, ketumbar, dan lada hitam berpadu dengan kaldu daging, menghadirkan aroma hangat yang khas masakan Timur Tengah.
Tekstur nasi kabsah terasa ringan dan terurai. Tidak lengket dan tidak berminyak berlebihan. Rasa gurih berasal dari kaldu daging dan racikan rempah seperti bawang putih, bawang bombay, pala, dan daun salam Arab, sehingga rasa nasi merata hingga ke bagian bawah piring.
Daging kambing menjadi salah satu keunggulan utama menu ini. Teksturnya empuk, mudah dipisahkan dari tulang, serta tidak meninggalkan aroma prengus sehingga tetap nyaman dinikmati, termasuk bagi yang tidak terbiasa mengonsumsi kambing. Potongan dagingnya cukup besar untuk dibagi, membuat dua porsi kabsah terasa pas dinikmati secara bersama-sama.
Baca Juga: Wayang Windu Panenjoan, Tamasya Panas Bumi Zaman Hindia Belanda
Sebagai pelengkap, irisan mentimun dan tomat disajikan di sisi piring. Kesegarannya berfungsi menyeimbangkan rasa rempah yang kaya dan gurih.
Makan lesehan memberikan suasana yang berbeda. Jarak antaranggota keluarga menjadi lebih dekat, sendok berpindah dari satu tangan ke tangan lain, dan percakapan mengalir tanpa sekat. Ritme makan pun menjadi lebih santai, sesuai dengan karakter kabsah yang sejak awal dikenal sebagai hidangan kebersamaan.
Al Jazeerah Signature Bandung tidak hanya menyajikan Kabsah Lamb sebagai menu utama, tetapi juga menghadirkan pengalaman makan khas Timur Tengah. Dua porsi kabsah yang dinikmati secara lesehan menjadi cara sederhana untuk merasakan bagaimana makanan berperan sebagai pemersatu, bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal kebersamaan di satu hamparan yang sama. (*)
