Vox populi, vox Dei

3 menit baca
Encep Dulwahab
Ditulis oleh Encep Dulwahab diterbitkan
Ungkapan “Vox populi, vox Dei” menegaskan bahwa kekuasaan politik pada akhirnya bersumber dari rakyat. (Sumber: Pexels/Daris Ardiansyah)
Ungkapan “Vox populi, vox Dei” menegaskan bahwa kekuasaan politik pada akhirnya bersumber dari rakyat. (Sumber: Pexels/Daris Ardiansyah)

Paska perayaan kemerdekaan dengan pesta pora Tabula Bale, berhasil menggoyang istana negara, pemerintahan kembali di goyang oleh rakyat hampir di setiap daerah, sebagai efek dari kekecewaan rakyat atas tidak adanya empati dari para wakil rakyat atas berbagai penderitaan yang begitu menghimpit rakyat.

Ketika kasus korupsi banyak beredar, rakyat diam, ketika banyak kegaduhan politik rakyat diam, tapi ketika perasaannya dirusak, maka rakyat mulai menunjukkan kekuatannya untuk melakukan pembelaan. Rakyat bertindak dan menunjukkan kepada jalan yang benar para wakil rakyat.  

Beberapa aksi ini memberikan pelajaran kepada wakil rakyat yang tidak etika berbicara, dan tidak peka dalam menyikapi situasi dan kondisi. Rakyat kecewa karena para wakilnya merendah harkat dan martabat profesi sebagai wakil rakyat yang merendahkan rakyat, bahkan ada yang cenderung menghina rakyat. Rakyat kesal dengan kesombongan dan tidak menunjukkan orang terpelajarnya para wakil dan pejabat tinggi negara. 

Selantang dan sekritis apapun suara politisi di DPR dan pejabat negara, tidak akan bisa melawan suara rakyat. Suara rakyat suara yang jujur tidak banyak manipulasi dan dramaturgi. Suara rakyat suara yang tidak banyak kepentingan pribadi atau golongan. Rakyat tidak mementingkan diri sendiri, tapi mengedepankan kebersamaan dan kemajuan semua kalangan tanpa terkecuali. 

Ungkapan “Vox populi, vox Dei” menegaskan bahwa kekuasaan politik pada akhirnya bersumber dari rakyat. Bila rakyat bersatu dalam menuntut perubahan ke arah yang lebih baik, maka tidak ada kekuatan mana pun yang bisa mengalahkan rakyat, mau dari kekuatan militer, kekuatan regulasi.

Oleh karena itu, kalau ingin selamat dan sukses sebagai wakil rakyat, maka dengarkan dan salurkan dengan baik suara rakyat. Karena suara rakyat adalah suara Tuhan, kalau tidak amanah terhadap suara Tuhan, maka tunggulah kehancurannya. 

Sebagaimana yang terjadi sekarang di Nepal, sebagai bukti dari kekesalan rakyat akan kinerja pemerintah yang seringkali mengumbar gaya hidup mewah, sementara rakyat sengsara, walhasil rakyat marah dan rakyat pun menggulingkan para penguasanya tanpa ampun. 

Hal yang sama juga pernah menimpa Indonesia pada tahun 1998 dengan adanya gerakan reformasi. Jutaan rakyat dari berbagai penjuru turun ke jalan menuntut pengunduran diri Presiden Soeharto, yang sudah berkuasa di Indonesia sekitar 32 tahun. Tuntutan rakyat yang terus menerus membuat Presiden Soeharto pun menanggalkan jabatannya pada 21 Mei 1998. 

Suasana di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, pada Jumat 29 Agustus 2025 dikerumuni demonstran yang melakukan aksi protes. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Suasana di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, pada Jumat 29 Agustus 2025 dikerumuni demonstran yang melakukan aksi protes. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Kekuatan suara rakyat juga terlihat di Amerika Serikat yang terjadi antara tahun 1950-1960. Pada waktu itu rakyat Amerika Serikat menuntut Hak Sipil atau diskriminasi rasial. Demo yang dipimpin Martin Luther King Jr. pun terjadi besar-besarkan. Sampai akhirnya pemerintah Amerika Serikat mengabulkan tuntutan rakyat dengan mengesahkan Civil Rights Act 1964.

Suara Tuhan juga digemakan di negara Timur Tengah, salah satunya yang terkenal dengan sebutan Revolusi Tunisia atau Arab Spring, antara tahun 2010 sampai 2011. Rakyat Tunisia melakukan aksi besar kepada  para koruptor, pejabat yang bertindak tidak adil, represifnya rezim Zine El Abidine Ben Ali kepada rakyat. Walhasil, rezim Zine El Abidine Ben Ali pun tumbang, dan terjadilah perubahan konstalasi politik di wilayah Arab.

Di benua Afrika juga pernah terjadi kekuatan suara rakyat yang mampu mengalahkan penguasa. Tepatnya di Arfika Slatan yang dikenal dengan gerakan Anti-Apartheid. Perjuangan rakyat begitu lama, hampir 10 tahun menyuarakan perlawanan tentang rasial, akhirnya rakyat berhasil mengalahkan sistem apartheid 1990-an. Dalam sejarah, Nelson Mandela tercatat sebagai presiden pertama yang dipilih dalam pemilihan demokratis. 

Para wakil rakyat dan pejabat negara, kalau tidak ingin bernasib sama, segeralah untuk menjadi pendengar suara rakyat. Bagaimana dalam bidang ilmu komunikasi, bahwa suksesnya kita berkomunikasi karena kita terampil mendengarkan, sehingga bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat untuk membuat program atau kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan rakyat. 

Marilah kita dengarkan baik-baik suara rakyat sebagai suara Tuhan, lalu wujudkan suara rakyat itu sebagai bentuk dari profesionalitas atas tugas dan tanggungjawab. Percayalah, rakyat tidak akan memberikan tugas-tugas yang diluar kemampuan kita. Kalau rakyat senang, apa pun yang diminta para wakil akan rakyat kabulkan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)