Mengunjungi Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Berdasarkan data yang dilansir di laman Open Data Jabar, Indeks Pembangunan Literasi masyarakat di jawa barat rentang tahun 2022 sampai 2024 menyajikan data sebagai berikut.

Pada tahun 2022 Indeks Pembangunan Literasi tertinggi dipegang oleh wilayah Kota Sukabumi sebanyak 96.85 poin, sedangkan posisi terendah berada di wilayah Kabupaten Subang sebanyak 46.33 point sementara Kota Bandung memperoleh peringkat kedua yaitu 95.65 point.

Pada tahun 2023 posisi tertinggi diperoleh wilayah Kota Cirebon sebanyak 87.75 point, sedangkan posisi terendah diperoleh wilayah Kabupaten Cianjur sebanyak 28.13 point semetara Kota Bandung berada diperingkat ke empat dengan point 75.7.

Pada tahun 2024 posisi tertinggi diperoleh wilayah Kota Cirebon kembali dengan indeks sebanyak 95.37 poin. Sedangkan posisi terendah diperoleh wilayah Kab. Cirebon dengan poin 57.56 point. Sementara Kota Bandung berada di peringkat ke 3 sebanyak 86.82 poin.

Berdasarkan data yang disajikan di atas Kota Bandung mengalami penurun indeks pembangunan literasi setelah 2022 menduduki peringkat kedua dengan jumlah 95.65 point. Kemudian pada tahun 2023 mengalami penurunan drastis menjadi 75.7 dan pada tahun 2024 mengalami kembali kenaikan di posisi ke 3 sebanyak 86.82 poin.

Meski demikian beberapa perpustakaan mandiri mulai berdiri di Kota Bandung, hadirnya komunitas pecinta buku ikut meramaikan aktivitas dalam perpustakaan. Beberapa perpustakaan yang dikelola secara mandiri di Bandung, diantaranya, HOWL (House of Wonder and Learning), Perpustakaan Rakyat Desacotta, Perpustakaan Bunga di Tembok, Kineruku dan Rooms 19.

Beberapa perpustakaan di atas tidak hanya menyediakan buku sebagai bahan baca tapi sesekali sering mengadakan kegiatan diskusi, seminar kecil, menonton film bersama hingga kegiatan sosial yang langsung turun ke lapangan.

Sementara perpustakaan yang dikelola oleh Pemerintah Daerah juga masih tetap beroperasi hingga kini misalnya Perpustakaan Gasibu (Dispusipda Jabar), Disarpus Bandung, Perpustakaan Museum Konferensi Asia Afrika, Perpustakaan Bandung Creative Hub dan Perpustakaan Ajip Rosidi.

Koleksi Buku Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Koleksi Buku Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Kali ini saya mengunjungi Disarpus (Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung) yang berlokasi di Jl. Seram No.2, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung Jawa Barat. Lokasinya tepat bersebelahan dengan Disdukcapil Kota Bandung dan disebrang Kodim 0618 Kota Bandung.

Perpustakaan ini beroperasi dari hari Senin hingga Sabtu mulai jam 08.00-15.30, sementara hari Sabtu tutup lebih cepat di jam 12.00. Pada area luar perpustakaan terdapat taman yang sejuk untuk sekedar membaca atau berdiskusi dengan teman. Pepohonan yang rindang menambah kesejukan bagi siapa saja yang bernaung di bawahnya.

Berkunjung ke Disarpus tidak ada pungutan biaya alias gratis. Di pintu masuk pengunjung akan langsung disambut oleh security dengan sapaan yang ramah. Sebelum memutuskan masuk ke ruang koleksi buku, pengunjung wajib menyimpan tas dan barang bawaan kecuali laptop dan ponsel. Kemudian pengunjung akan diberikan name tag beserta kunci loker masing-masing. Koleksi buku di Disarpus cukup beragam mulai dari buku bacaan umu, pelajaran hingga karya sastra.

Ruang baca yang tersedia memang tidak terlalu luas tapi cukup nyaman saat digunakan. Terdapat beberapa tempat penambah daya jika laptop dan ponsel kehabisan batre. Beberapa fasilitas kamar mandi bersih dan terawat dengan baik. Sementara untuk fasilitas mushola terdapat di area belakang gedung. Pengunjung juga diperbolehkan untuk meminjam buku dengan tenggat waktu 1 minggu setelah membuat kartu anggota.

Fasilitas pelayanan publik seperti perpustakaan sudah seharusnya dimanfaatkan oleh warga sekitar dengan baik. Di tengah lonjakan buku yang mahal, perpustakaan milik pemerintah ini bisa menjadi solusi dan alternatif memenuhi rasa haus akan ilmu dan dahaga dalam membaca.

Menjelang Hut Kota Bandung pada bulan September mendatang, semoga Bandung makin semarak untuk meningkatkan literasi membaca guna memperbaiki kualitas bangsa. Menjadikan Mojang dan Jajaka Kota Bandung yang tak hanya dikenal dengan image kemolekannya tapi juga akal dan pikirannya yang cemerlang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)