Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

5 menit baca
Yudaningsih
Ditulis oleh Yudaningsih diterbitkan
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Bandung selalu memiliki cara untuk membuat orang jatuh cinta. Kota ini tidak hanya dikenal karena kreativitas warganya, udara yang relatif sejuk, atau bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang peradaban. Bandung juga hidup melalui pohon-pohon tua yang menaungi jalan, ruang publik yang ramah, dan rasa aman yang memungkinkan masyarakat menikmati kota hingga larut malam.

Namun beberapa pekan terakhir, dua peristiwa menyita perhatian publik secara bersamaan. Sepuluh pohon tua di Jalan LLRE Martadinata atau Jalan Riau ditebang secara ilegal. Di saat yang hampir bersamaan, masyarakat juga dihadapkan pada berbagai informasi mengenai meningkatnya kejahatan jalanan yang memunculkan narasi "Bandung mencekam". Dua peristiwa tersebut memang berbeda bentuk, tetapi sesungguhnya memperlihatkan persoalan yang sama: bagaimana hukum, tata kelola kota, dan kepercayaan publik sedang diuji.

Kasus penebangan pohon di Jalan Riau bukan sekadar pelanggaran administratif. Pohon-pohon yang telah tumbuh puluhan tahun tidak mungkin tergantikan dalam hitungan bulan. Ia merupakan aset ekologis yang menyediakan keteduhan, menyerap karbon, mengurangi suhu kota, sekaligus membentuk identitas visual Bandung sebagai kota yang nyaman dihuni.

Yang lebih memprihatinkan, dugaan motif penebangan dilakukan demi meningkatkan visibilitas sebuah videotron komersial. Jika benar demikian, maka terjadi pergeseran nilai yang sangat mengkhawatirkan: kepentingan bisnis ditempatkan lebih tinggi daripada kepentingan lingkungan hidup.

Ketika ruang publik mulai dikalahkan oleh kepentingan ekonomi semata, kota perlahan kehilangan jiwanya.

Langkah Pemerintah Kota Bandung yang menyegel videotron tersebut patut diapresiasi. Sikap tegas Wali Kota Muhammad Farhan yang membawa perkara ini ke ranah pidana memberikan pesan penting bahwa ruang hijau bukanlah objek yang bebas dieksploitasi.

Dalam negara hukum, efek jera tidak hanya dibangun melalui pidana penjara, tetapi juga melalui kepastian bahwa setiap pelanggaran terhadap kepentingan publik akan memperoleh konsekuensi hukum yang setimpal.

Lebih jauh lagi, dorongan Gubernur Jawa Barat agar dilakukan evaluasi terhadap aparatur wilayah menunjukkan bahwa pengawasan lingkungan bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup semata. RT, RW, lurah, camat, hingga seluruh perangkat pemerintahan memiliki tanggung jawab moral dan administratif menjaga ruang publik dari tindakan yang merusak.

Di sisi lain, keresahan masyarakat mengenai kejahatan jalanan juga tidak boleh dipandang sebelah mata.

Rasa aman merupakan hak dasar setiap warga negara. Ketika seseorang merasa takut pulang malam, khawatir kendaraannya dirampas, atau waswas setiap kali melewati jalan yang sepi, maka sesungguhnya kualitas hidup masyarakat sedang mengalami penurunan.

Karena itu, operasi besar Polrestabes Bandung yang berhasil menangkap puluhan pelaku pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor patut diapresiasi. Penindakan tersebut menunjukkan bahwa negara hadir melindungi masyarakat.

Namun demikian, penegakan hukum hanyalah satu sisi dari mata uang.

Pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan.

Kejahatan jalanan hampir selalu berakar pada persoalan yang lebih kompleks, mulai dari tekanan ekonomi, penyalahgunaan narkotika, lemahnya pengawasan sosial, rendahnya kualitas pendidikan, hingga menurunnya kohesi sosial di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, penyelesaiannya memerlukan pendekatan yang komprehensif.

Kepolisian memang memiliki kewenangan melakukan penindakan. Akan tetapi, membangun keamanan kota sesungguhnya merupakan tanggung jawab bersama pemerintah daerah, dunia pendidikan, tokoh agama, komunitas, media massa, hingga keluarga.

Lokasi pohon-pohon yang diduga ditebang tanpa izin pemerintah. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Lokasi pohon-pohon yang diduga ditebang tanpa izin pemerintah. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Romadhan)

Hal menarik lainnya adalah bagaimana media sosial berperan membentuk persepsi masyarakat.

Dalam beberapa kasus, video yang beredar luas ternyata tidak seluruhnya merupakan aksi pembegalan. Ada yang merupakan kecelakaan tunggal, ada pula kasus penganiayaan yang kemudian dinarasikan sebagai begal.

Fenomena ini mengingatkan bahwa era digital menghadirkan tantangan baru berupa krisis verifikasi informasi.

Masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, tetapi lebih dari itu, masyarakat membutuhkan informasi yang benar.

Ketika informasi yang belum terverifikasi terus disebarluaskan, rasa takut dapat berkembang jauh lebih cepat dibandingkan fakta yang sebenarnya.

Inilah mengapa literasi digital menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan publik.

Keamanan hari ini tidak hanya dijaga melalui patroli fisik di jalanan, tetapi juga melalui patroli informasi di ruang digital.

Yang menarik untuk direnungkan adalah bahwa dua peristiwa besar tersebut memiliki benang merah yang sama.

Penebangan pohon merupakan kejahatan terhadap ruang publik.

Begal merupakan kejahatan terhadap rasa aman.

Keduanya sama-sama merampas hak masyarakat untuk menikmati kota secara nyaman.

Karena itu, solusi yang dibutuhkan tidak cukup hanya dengan memperbanyak kamera pengawas, meningkatkan patroli, ataupun memperberat hukuman. Bandung memerlukan tata kelola kota yang mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, keamanan, transparansi, partisipasi masyarakat, dan pemanfaatan teknologi secara bersamaan.

Konsep smart city yang selama ini sering didengungkan hendaknya tidak berhenti pada digitalisasi pelayanan publik semata. Kota cerdas adalah kota yang mampu mendeteksi potensi kerusakan lingkungan sejak dini, mengawasi ruang publik secara transparan, mengelola data kriminalitas secara presisi, sekaligus melibatkan warga sebagai bagian dari sistem pengawasan.

Partisipasi publik menjadi kunci.

Warga yang peduli lingkungan akan segera melaporkan penebangan pohon yang mencurigakan.

Warga yang memiliki kepedulian sosial akan membantu aparat mengidentifikasi potensi gangguan keamanan.

Media yang bertanggung jawab akan melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi.

Sementara pemerintah wajib memastikan setiap laporan masyarakat memperoleh tindak lanjut yang cepat dan transparan.

Bandung memiliki modal sosial yang sangat besar. Kota ini dipenuhi komunitas kreatif, akademisi, pegiat lingkungan, mahasiswa, pelaku usaha, hingga masyarakat sipil yang selama ini aktif menjaga wajah kota.

Energi kolektif tersebut perlu terus dirawat agar menjadi kekuatan dalam membangun tata kelola kota yang berintegritas.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah kota bukan hanya diukur dari banyaknya gedung tinggi, pusat perbelanjaan, atau investasi yang masuk. Kota yang berhasil adalah kota yang mampu menjaga pohonnya tetap berdiri, jalanannya tetap aman, hukumnya ditegakkan tanpa pandang bulu, dan masyarakatnya tetap percaya bahwa negara hadir melindungi kepentingan bersama.

Bandung tidak sedang kehilangan harapan. Bandung sedang diuji.

Dan setiap ujian selalu menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa hukum lebih kuat daripada kepentingan, bahwa lingkungan lebih berharga daripada keuntungan sesaat, serta bahwa keamanan publik merupakan tanggung jawab kolektif seluruh warga kota.

Karena pada akhirnya, menjaga Bandung bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum. Menjaga Bandung adalah ikhtiar bersama agar kota ini tetap menjadi rumah yang teduh, aman, dan bermartabat bagi generasi hari ini maupun generasi yang akan datang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Yudaningsih
Tentang Yudaningsih
Yudaningsih, akademisi Tel-U & aktivis keterbukaan informasi publik, eks Tenaga Ahli KI Jabar, eks Komisioner KPU Bandung & KI Jabar, kini S3 SAA UIN SGD.

Berita Terkait

News Update

Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)